Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Perbuatan Farhan


__ADS_3

Di lampu merah tepat saat mobil Ayla dan dan mobil Farhan berhenti dan Farhan menyadari jika mobil di sebelahnya adalah mobil Ayla. Farhan sudah memiliki rencana di kepalanya yang sudah di atur sejak lama.


"Lakukan tugas kalian," ucap Farhan di telponnya.


Lampu kembali hijau.


Semua kendaraan yang berhenti di lampu merah kembali melaju berpisah diantara tujuan masing-masing.


"Arga apa kamu enggak sibuk, kenapa mau ajak aku pergi," ucap Ayla sambil memakan tomat buah.


"Apa kamu suka jika aku sibuk dengan pekerjaan dari pada kamu," ucap Arga. Seketika Ayla terkekeh.


Tak berapa lama mereka sampai di tempat taman hiburan.


"Wah.. Arga.. ini tempat apa," ucap Ayla.


"Taman bermain," ucap Arga. Turun dari mobil bersama Ayla.


"Kenapa dari kemarin aku tidak berpikir pergi kemari," ucap Ayla. Berjalan menyusul Arga. Menggenggam tangan Arga dan berjalan bersamaan memasuki taman hiburan.


"Lalu apa yang kamu lakukan," ucap Arga sambil menatap kedepan mengambil tiket yang sudah Dafa pesankan dan sekarang Arga tinggal mengambilnya.


"Lakukan? aku cuman bekerja sebagai istri dan mengantarkan makan siangmu mengurusmu yaa.. begitulah," ucap Ayla.


Arga tersenyum menatap Ayla.


"Kalo begitu hadiah kecil ini untuk semua hal yang kamu lakukan," ucap Arga.


Melangkah masuk ke dalam area taman. Berjalan-jalan menikmati keramaian.


"Waah.. naik itu Arga," ucap Ayla. Melihat permainan Exsterem.


"Tidak."


"Naik itu Arga..." melihat permainan exsterem lainnya


"Tidak.. "


"Itu. Yang itu aja. Boleh ya," ucap Ayla memohon dengan permaian yang tidak terlalu exstrem.


"Tidak."


"Haah... Itu saja," ucap Arga. Menunjuk komedi putar.


"Haah sudah lah," ucap Ayla lemas.


Setelah dari komedi putar Arga melanjutkan langkahnya mencoba permainan aman lainnya untuk Ayla.


Seketika Ayla melepas maskernya.


"Pakai jangan di lepas." ucap Arga tajam.


"Hem." Ayla mengangguk paham.


Setelah beberapa jam mencoba semua permainan kini Ayla menikmati eskrim rasa mint di bangku dekat air mancur.

__ADS_1


Arga sedang mengantri membelikan makanan kecil untuk Ayla.


Seketika tepukan di bahu Ayla membuatnya menoleh.


"Arga kenapa kamu.. kamu?" Ayla melihat seorang wanita manis menatapnya.


"Kamu Ayla." Ayla mengangguk menatap wanita itu.


"Aku butuh bantuan kamu bisa ikut aku sebentar," ucap Wanita itu membantu Ayla berdiri.


Ayla mengangguk. Berjalan pergi meninggalkan ponsel dan eskrimnya.


Melangkah terus hingga melewati keamanan taman bermain dengan mudah. Karena sejak masuk hingga sekarang Arga dan Ayla tidak menunjukan wajahnya dan Wanita yang membawa Ayla juga pintar mengelabu bawahan Arga.


Arga yang sedang mengantri tidak menyadari jika Ayla pergi bersama wanita asing setelah Arga selesai mengantri. Terlihat kursi Ayla kosong. Berjalan mendekat dan duduk di depan kursi kosong.


Arga mengambil ponsel Ayla dan melihat eskrim Ayla.


"Masih baru di gunakan," gumam Arga memegang ponsel Ayla. Membukanya dan mengutak-atik ponsel Ayla. Seketika Arga menemukan salah satu hal yang di carinya. Arga sengaja menanamkan hal itu di ponsel Ayla.


"Wanita ini," gumam Arga. Seringai menyeramkan muncul di wajah Arga.


Arga menelpon seseorang.


"Lacak tentang wanita berambut pirang sebahu dan jaket kulit hitam," ucap Arga dengan tenang. Menatap bangku kosong di depannya.


Di kamar yang begitu luas dan mewah dan seorang lelaki dengan senang menatap wanita yang sedang duduk terikat dan tatapan matanya juga kosong.


"Haah.. pekerjaanmu lumayan bagus. Kamu bisa pergi dan jangan pernah muncul."


"Ayla.."Ucapnya bangkit dari duduknya dan memberi isyarat pada para bawahannya untuk keluar.


"Sekarang aku bisa memilikimu dengan caraku dan aku akan membuat anak ini hancur di rahimu dan aku akan memilikimu sepenuhnya," ucap Farhan.


Terdengar suara ding-dong jam dinding. Seketika Ayla mengerjapkan maranya dan sadar menatap kesekelilingnya.


"Aku-aku dimana... Haah.. Farhan," ucap Ayla.


Merasa sulit bergerak, menolah dan melihat tangan dan kakinya terikat.


"Akh.. lepas Farhan.. kamu, apa yang kamu lakukan. Kenapa aku bisa disini. Farhan Lepas!" ucap Ayla.


"JANGAN SENTUH AKU.. JANGAN DEKAT JANGAN!" Teriak Ayla dengan begitu keras dan menggeleng.


Farhan semakin mendekat dan menaiki ranjangnya menghampiri Ayla. Mengelus rambut Ayla dan pipi Ayla.


"JANGAN SENTUH... PERGI!" Ayla berteriak sekeras mungkin.


"Tolong..tolong!" Teriak Ayla lagi setengah tenaga yang dimilikinya.


"Akh.. sakit... Akh.. perutku sakit," ucap Ayla.


"Hah.. Ingin ku bantu untuk melenyapkan bayimu," ucap Farhan pada Ayla yang mengalami keram perut dan merasakan sakit yang luar biasa.


Haah.. Sakit sekali.. Akh.. Arga.. aku mohon.. Arga.. tolong Arga, batin Ayla.

__ADS_1


"Akh.. Sakit! Hiks.. Akh.. Sakit," rintihan Ayla hanya menjadi tontonan menyenangkan untuk Farhan.


"Farhan tolong," ucap Ayla.


"Ah.. tidak ingin aku menolongmu dia bukan anakku dan aku akan melihat bagaimana di hancur karena ibunya tertekan," ucap Farhan dengan seringainya.


Menciumi rambut Ayla tanpa henti. Keringat Ayla juga bermunculan.


"Arga," gumam Ayla.


"Arga.. kamu bilang Arga.. Oh Ayla kamu sudah di tempatku aku ingin kamu memanggil namaku," ucap Farhan. Bahasa Farhan memanggil Ayla perlahan berubah karena obsesinya pada Ayla.


Sekarang Farhan sudah berada di atas Ayla dan menindir tubuh Ayla.


Dengan menatap wajah Ayla dari jarak dekat dan dan membuat Farha semakin senang.


Hari ini dirinya akan memiliki Ayla sepenuhnya. Wanita seperti Ayla yang bisa dekat dengannya bukan wanita lainnya.


"Mari kita lakukan," kecupan singkat mendarat di leher Ayla. Ayla menangis keras terus bergerak sejak tubuhnya di tindih Farhan rasa kram di peritnya juga semakin sakit. Ayla terus bertahan berusaha untuk bisa lepas tidak akan menyerah sebelum Arga datang.


Di waktu bersamaan Arga sedang melajukan mobilnya cepat seketika terhalang oleh perempuan asing.


Arga terpaksa mengeremnya mendadak dan melihat siapa orang itu.


"Ah.. Tuan Arga ternyata.. maaf Tuan boleh kah saya menumpang hingga perempatan sana dekat Halte biru di sana. Setelah itu saya akan turun," ucap Syena.


"Maaf Nona aku sedang terburu-buru," ucap Arga.


Langsung menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan Syena. Seketika seringai aneh terlihat di wajahnya.


"Ayla akan pergi untuk selamanya dan kamu akan menjadi milikku, Arga Marvelino. Haah Pria beristri sungguh menarik untuk Arga," ucap Syena kembali melangkah mendekati motornya yang di sembunyikannya.


Melaju cepat meninggalkan tempat itu.


Di tempat lainnya Rosa baru saja tiba di bandara tanah air dengan penampilan berbedanya dan wajah yang sedikit berbeda karena Make upnya.


Menghampiri taksi yang sedang menunggunya Rosa segera melangkah masuk dan menaikinya.


"Dengan begini Aku bisa membalasmu Ayla. Arga bukanlah apa-apa untukku sekarang," ucap Rosa dengan senyum senangnya.


Di tempatnya Ayla terus menolak semua sentuhan Farhan hingga tamparan keras membuat sudut bibir Ayla sobek.


"Hiks.. jangan.. Farhan aku mohon jangan," Ayla terus meminta dan memohon.


Rasanya di bawah sana Ayla merasakan sesuatu yang basah.


"Waah.. Aku berhasil menghabisi Anakmu lihatlah darah keluar.. apa kau keguguran nyonya marvelino," perkataan mengejek dengan seringainya.


Seketika dobrakan pintu yang keras dan tembakan membuat Farhan meringis kesakitan.


Ayla sudah tidak kuat dan sekarang pingsan. Tanda merah di leher Ayla yang sedikit membuktikan jika Farhan sudah melakukan sesuatu pada Ayla.


Arga sangat marah melihat itu, Arga yang mendobrak pintu itu sangat keras dan menembak lengan Farhan.


"Hahah.. Kau terlambat Marvelino," ucap Farhan dengan senang memperlihatkan pakaian Ayla yang sudah sedikit terbuka dan sedikit darah di pakaian putih Ayla.

__ADS_1


__ADS_2