Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Belum sadar


__ADS_3

Perusahaan yang sangat sibuk hari ini termasuk pemiliknya juga, dengan rapat yang ketiga kalinya Arga hadiri dan sekarang rapat ke empat. Sejak pagi hari Arga sudah tidak ingin berangkat bekerja karena Ayla tidak juga bangun dari tidurnya.


Arga curiga karena Ayla tidak sadar juga, hingga Dokter kembali di panggil pagi-pagi sekali untuk memeriksa Ayla di rumah.


Lalu Dokter menyarankan pada Arga untuk membawa Ayla kerumah sakit.


Pagi-pagi sekali Mansion Arga, sudah di penuhi drama dengan Ayla yang tidak kunjung sadar, membuat Arga cemas. Lain dengan Arga, Lita dan ibunya justru sangat senang.


Di rumah sakit suara alat media terpasang di tubuh Ayla.


Sebenarnya baru beberapa jam yang lalu Dokter menjelaskan pada Lisa jika Ayla tidak mengalami cedera berat apapun hanya luka biasa di dahi lalu keseleo ringan pada salah satu kakinya.


Tentang melapor pada Arga, Lisa juga sudah melapor pada Dafa dan laporan Lisa langsung disampaikan pada Arga.


Di depan pintu Lisa memperhatikan dari kaca yang bisa melihat pasien dari luar dari kaca yang terdapat di pintu.


Lisa yang menatap Ayla dari luar, yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit dan terpasang Alat medis.


Di ruang rapat kantor Arga baru selesai dengan rapat ke empatnya dan dengan cepat Arga menanyakan tentang Ayla pada Dafa.


"Bagaimana?" ucap Arga.


"Tidak ada yang berbeda Tuan, dengan keadaan nyonya, masih tetap sama," ucap Dafa sambil menunduk.


"Apa Dokter terbaik yang dikirim memberikan hasil yang sama juga," ucap Arga.


"Iya Tuan, para tim Dokter sudah mengatakan jika Nyonya Ayla hanya mengalami cedera ringan saja dan tidak ada yang berat tapi," ucap Dafa.


"Tapi," ulang Arga menatap Dafa.


"Tim Dokter bilang ini kejadian yang jarang terjadi padahal jatuh dari tangga dan tidak mengalami cedera serius ataupun hal berbahaya, hanya cedera ringan, Tidak bangun dari pingsan dalam beberapa jam itu yang membuat dokter sedikit aneh dengan apa yang di alami Nyonya," jelas Dafa.


Arga hanya menghela nafasnya kasar dan memegangi dahinya memijitnya pelan, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kerja.


"Aku akan pergi kerumah sakit, uruslah segalanya di kantor, Panggil aku jika itu sangat penting," ucap Arga.


"Baik Tuan," ucap Dafa dengan mengangguk.


Arga bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Dafa. Melajukan langkahnya memasuki Lift. Turun ke lantai satu, tak berapa lama lift sampai di lantai satu. Terlihat Lobi yang cukup senggang.


Tak berapa lama petugas keamanan menghampiri Arga dan memberikan kunci mobilnya pada Arga.


Arga yang sudah sampai di mobilnya, membuka pintu mobinya, seketika tangan perempuan menahannya dan membuat Arga menatap siapa yang berani menahannya, Rosa.

__ADS_1


Arga menatap perempuan itu dan membuang wajahnya ke arah lain.


Menepis tangan perempuan itu dari pintu mobilnya dan membuka pintu mobil, menaikinya.


Rosa tak kehilangan akal seketika Rosa juga mengikuti Arga naik di bangku penumpang.


Arga langsung berdecak kesal.


Petugas keamanan yang melihat itu hanya bergeming, menganggap hal itu tidak pernah mereka lihat.


Mobil Arga melaju kencang hingga berhenti di pinggir jalan.


"Turun!" ucap Arga.


"Arga aku mau ngomong sesuatu sama kamu," ucap Rosa dengan nada manjanya.


"Keluar dari mobil saya," ucap Arga.


Rosa tetap di tempatnya dan tidak bergerak sama sekali.


Arga langsung turun keluar dari mobil dan membuka pintu penumpang dekat Rosa dan menarik Rosa paksa dengan kasar.


"Ih sakit Arga, kamu kok kasar banget," ucap Rosa. Arga tetap diam dan tak mengeluarkan kata apapun, yang bicara hanya tindakan dan tatapan matanya yang tajam.


Arga tetap melajukan langkahnya memasuki mobil dan meninggalkan Rosa sendiri disana.


Rosa yang di turunkan di pinggir jalan hanya bisa kesal sendiri.


Di dalam mobil Arga menelpon Lisa untuk menunggunya di depan.


Tak berapa lama Arga sampai di rumah sakit dan Lisa juga sudah berdiri di depan menunggu kedatangan Arga.


Arga yang turun dari mobil dan memberikan kunci mobilnya pada petugas keamanan rumah sakit. Berjalan beriringan dengan Lisa.


Sekarang Arga dan Lisa ada di dalam ruangan Ayla.


"Katakan pada saya tentang kejadian semalam?" ucap Arga.


"Saya tidak tahu pasti tapi, Ketika selesai dengan mengobrol bersama Nona Cla, Nyonya langsung pergi meninggalkan meja makan, dan Nona Lalita turun berbarengan dengan Nyonya yang menaiki tangga," jelas Lisa.


"Dan ketika dokter selesai memeriksa nyonya, Saya mendengar sedikit pembicaraan Nyonya besar dangan nona Claudia, nona Lalita juga," ucap Lisa, yang berusaha mengingat-ingat kejadian semalam.


"Lalu?" ucap Arga.

__ADS_1


"Nona Lalita bilang jika Nyonya Ayla lebih baik tidak usah bangun untuk selamanya dan tertawa bersama nyonya besar, Lalu nona Claudia dan nona Lalita saling marah memperebutkan Tuan, lalu nona Lalita langsung pergi sepertinya kesal dengan Nyonya besar dan nona Claudia," jelas Lisa.


Arga mengangguk mengerti dan mengetik sesuatu di ponselnya.


"Kamu bisa kembali Lisa dan minta sopir antarkan makan dan pakaian ganti untuk saya," ucap Arga sambil fokus pada Ponselnya.


"Baik Tuan," ucap Lisa.


Lisa yang sudah pergi keluar dari ruangan Ayla, sekarang hanya ada Arga dan Ayla yang masih tertidur di ranjang rumah sakit.


Di luar rumah sakit Lisa langsung di jemput sopir rumah dan pergi meninggalkan rumah sakit.


Dalam perjalanannya kembali dari rumah sakit Lisa terus memeriksa tentang kejadian semalam dalam ingatannya.


Tak terasa akhirnya mobil yang ditumpanginya bersama sopir rumah akhirnya sampai.


Masuk kedalam, Lisa langsung di sambut ibu tiri Arga.


"Gimana keadaan Ayla?" tanya ibu tiri Arga.


"Masih sama Nyonya, belum sadar," ucap Lisa.


Ibu Arga mengisyaratkan tangan untuk Lisa pergi dari hadapannya.


Di kamarnya Lita sedang bergembira tanpa ada halangan, sejak Ayla yang belum sadar dari semalam membuat Lita percaya jika Doanya di kabulkan.


"Apa aku harus ke rumah sakit ya... pura-pura perhatian sama Ayla, biar Kak Arga liat kalo aku juga bisa baik kayak Ayla," ucapnya pada dirinya sendiri.


"Ok.. aku bakalan kesana," ucap Lita pada dirinya sendiri lagi.


Keluar kamarnya dan pergi berlalu menuruni tangga melangkah kedepan dan meminta sopir untuk mengantarkannya ke rumah sakit.


"Pak anter kerumah sakit ya," ucap Lita pada Sopir rumah.


"Baik nona, sebentar nunggu Lisa bawa barang-barang keperluan Tuan," ucap Sopir.


Lita mengangguk dan menaiki mobil terlebih dulu.


Tak berapa lama Lisa datang membawa makanan dan juga baju ganti untuk Arga.


Nona Lita, kenapa dia ada di dalam mobil, apa dia mau... semoga saja semuanya baik-baik saja, batin Lisa.


Setelah memberikan barang itu pada Sopir. Mobil Melaju meninggalakan Mansion Arga menuju rumah sakit dan Lisa yang mengelus dadanya, dalam hati Lisa berdoa untuk Lita agar baik-baik saja setelah sampai disana.

__ADS_1


__ADS_2