Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Lebih memilih siapa


__ADS_3

Masih berdiri di depan dan berjalan pergi setelah Sopir mengajak Ayla masuk.


"Maaf siapa anda?" ucap petugas keamanan.


"Kalian ini mau cari masalah, Dia istri tuan," ucap sopir tersebut.


Seketika mereka berdua saling menatap dan mengangguk mempersilakan Ayla masuk bersama Sopirnya.


"Mari nyonya sebelah kanan, Lift," jelas sopir.


Ayla mengangguk.


Mereka bersia sudah melewati lobi dan kini berada didalam Lift yang bergerak naik keatas.


Sampai di ruangan Arga.


"Silakan nyonya lebih dulu," ucap Sopir tersebut.


Ayla tersenyum dan melangkah duluan seketika Sekertaris Arga menatap Ayla dengan heran. Dan tiba sekertaris dua menyenggol lengan sekertaris yang heran.


"Hey.. biasa aja kali dia Istrinya."


"Istrinya?"


"Iya."


"Buta?"


"Hussh... Mulut lo." Seketika menutup mulutnya dan bersembunyi di balik komputernya supaya tidak terlihat sopir Arga.


"Makanya klo ngomong di kondisikan ya bu.. asal jeplak aja abis lo."


"Yee maaf gue kan gak tahu."


" Untung aja istrinya orang baik kalo dia orang baperan terus kupingnya tajem, Aduh gue gak bisa bayangin klo sampe Lo," ucapnya mengisyaratkan leher disayat dengan jari telunjuk.


"Ah lo mah.. temen sendiri di gituin."


"Dah.. kerja-kerja.."


Masuk ke dalam ruangan Arga. Ayla dan Sopir tadi seketika berhenti karena mendengar ucapan seseorang yang tidak asing di telinga Ayla.


"Ngapain kesini Ayla?" Ucap Claudia.


"Oh.. Claudia."


"Taruh di meja aja pak, makasih ya pak," ucap Ayla. Sopir tadi melakukan apa yang Ayla minta dan pamit pergi setelahnya.


Claudia berjalan mendekat dan membuka bekal apa yang Ayla bawa.


"Makanan apaan ini Ayla Arga gak makan-makanan biasa gini, Dan kita berdua akan makan diluar," ucap Claudia meletakan bekal Ayla dengan keras di atas meja.


"Oh kalo gitu aku akan menunggu Arga saja," ucap Ayla dengan tersenyum berjalan pelan melangkah menuju kursi empuk.

__ADS_1


Seketika kaki Claudia menjegal kaki Ayla dan Ayla terjatuh .


Claudia mengambil Semangkuk sup dan menuangkan diatas kepala Ayla.


Ayla terkejut dan diam.


Pintu seketika terbuka Arga yang baru masuk dengan Dafa menatap penampakan di depannya dengan wajah emosi.


Claudia yang merasa Pintu terbuka seketika menumpahkan supnya dikemeja putihnya.


"Kenapa kamu belum keluar juga Cla," ucap Arga datar sambil membantu Ayla bangkit. Dafa membantu membereskan kekacaun itu dengan memanggil Ob.


"Tapi, Arga...Ayla yang sengaja numpahin ini ke aku dan kasih aku buat megang mangkuknya tadi."


"Panggil Aulia dan carikan pakaian ganti untuk Ayla," ucap Arga pada Dafa.


"Arga kamu denger aku gak sih Ayla yang salah bukan aku, Istri kamu itu gak suka sama aku kenapa kamu malah nolongin dia."


Claudia terus mengoceh tanpa henti, seketika Arga memberikan Ayla pada Aulia sekertaris yang menyebut Ayla perempuan buta.


Masuk ke dalam ruang istirahat Arga. Aulia dan Ayla sudah berlalu dan kini Ob datang membereskan kekacaun itu. setelahnya Ob itu pergi keluar.


Dafa mengambil bekal pagi yang Claudia bawa dan tidak di makan Arga sama sekali.


"Tunggu kamu bawa ini dan makan jika masih layak jika tidak jangan dibuang berikan pada kucing liar atau ayam liar," ucap Dafa pada Ob tersebut.


Claudia yang melihat bekalnya yang di siapkan untuk Arga diberikan ke ob seketika marah.


"Claudia.. berhentilah bicara yang tidak berguna, hubungan kita sudah berakhir dan kamu memilih jalan mu sendiri, Aku sudah menikah dan Ayla adalah istriku."


Seketika Claudia menangis dengan menatap wajah Arga.


" kamu lupa kalo kamu bilang gak akan pernah pindah kelain hati dan akan terus nunggu aku, Dimana kata-kata itu...ARGA!"


"Maaf tapi, itu sebelum aku sadar klo aku itu di bodohi oleh perasaan cinta padamu Claudia. Aku bersama Ayla lebih bahagia dan juga baik... karena Ayla selalu menuruti apa yang aku inginkan dan menganggap aku lelaki baik untuk menjadi pasangannya, dan Ayla bukan perempuan yang mudah.. me-nyia-nyia-kan se-ga-la-nya," jelas Arga dengan santai.


"Haa.. haah.. Jelas, jika Ayla selalu setia padamu dan tidak akan pernah pergi karena kamu kaya dan dia miskin.. karena kamu sempurna dan Dia cacat tidak bisa melihat, Buta! Perempuan yang seperti itu kamu banggakan. Dia tidak akan pernah menjadi layak dan tidak akan pernah... Ingat itu Ayla tidak akan pernah memberikanmu kebahagian yang utuh dan kamu juga akan kembali lagi kepadaku."


"Sudah bicaranya! Aku juga lelah bicara dengan mu. Tidak berguna dan bermutu. Silakan keluar dan jangan pernah datang untuk melihatku atau Kau ingin melihat sesuatu yang membuatmu lebih sakit hati."


Claudia menampar Arga dengan keras. Lalu pergi dari hadapan Arga.


Ck..ck.. berani sakali Nona Claudia menampar Tuan Arga.. Apa dia sudah tidak ingin bernafas bahagia, batin Dafa.


"Biarkan dia!" ucap Arga pada Dafa.


Pintu ruang istirahat Arga terbuka, Ayla dan Aulia sudah selesai. Sekarang Aulia pergi dan Ayla melangkah mendekat ke kursi empuk.


"Di mana Claudia?"


"Sudah pergi," ucap Arga datar. Menggeser tubuhnya merapat pada Ayla lalu meletakan kepalanya di Paha Ayla.


Tenang Ayla ini cuman sebentar tahan jangan grogi..batin Ayla.

__ADS_1


"Aku lelah.." ucap Arga.


"Haah.. Arga kamu," ucap Ayla dengan terkejut.


"Kenapa?" ucap Arga yang masih memejamkan mata.


"Kamu ngeluh," sahut Ayla.


"Hem.."


"Arga," ucap Ayla ketika tangan Arga menaruh tangan Ayla di kepalanya.


"Lakukan."


Ayla yang gugup langsung berdehem menetralkan kegugupannya.


Perlahan tangan Ayla memijat kepala Arga.


"Kenapa kemari?" ucap Arga.


"Tidak boleh ya.. maaf," sahut Ayla lalu menghentikan pijatannya.


"Lanjutkan jangan berhenti," ucap Arga.


"Tapi, kamu tidak.."


"Ayla," Seketika tangan Ayla bergerak semula memijat kepala Arga.


"Kamu membawa apa?"


"Aku membawa makan siang untukmu dan juga kueh yang aku buat bersama pelayan dan Lisa," jelas Ayla. Arga tersenyum dan langsung mendudukan tubuhnya mengambil bekal yang Ayla bawa.


"Ini sop Ayam kampung?"


"Iya.. apa kamu tidak bisa memakan makanan itu," ucap Ayla seketika.


Arga tersenyum.


"Tidak, aku suka.. ini masakanmu bukan,"


"Iya itu masakanku dengan pelayan."


"Kamu pintar sekarang menggunakan gelar nyonya, ya!"


"Hem.. maaf aku tidak akan menggunakan gelar itu untuk memerintah pelayan lagi," ucap Ayla takut.


"Tidak Ayla bukan itu maksudnya..yang aku maksud adalah kamu boleh menggunakan gelar itu untuk membuatmu bisa melakukan apapun sesuka hatimu, Aku malah mengira kamu akan selalu diam dan tidak mau maju."


"Ini semua karena pelayan kemarin yang mengajariku caranya dia bilang kalo aku masih bisa memasak dengan bantun pelayan dan resepnya berasal dari aku," ucap Ayla.


Pintar... Ternyata dia langsung berhasil untuk melakukannya, batin Arga.


Tanpa Ayla tahu jika pelayan kemarin adalah orang suruhan Arga untuk mengajari Ayla memasak walau tidak bisa melihat.

__ADS_1


__ADS_2