Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Mengganggu


__ADS_3

Ayla sibuk dengan persiapan Arga untuk Metting pagi ini.


Setelah mengantar Arga dan membawakan sarapan lalu berpamitan Ayla kembali melangkah masuk kedalam untuk melakukan hal lainnya.


"Bi aku sudah lama tidak pergi ke taman," ucap Ayla.


Mereka melangkah ke taman seketika Ayla terkejut dengan bunga tiga bulan dan bunga lainnya yang waktu itu pernah rusak karena Claudia.


"Waah kapan ini bi? Sepertinya aku tidak pernah tahu jika sudah di ganti." Melihat-lihat seketika Ayla mengingat pernah melihat bunga cantik di sebuah toko tanaman hias hidup.


"Bi kita keluar jalan-jalan," ucap Ayla. Melangkah duduk di kursi taman.


"Baik Nyonya saya akan mempersiapkannya," ucap Lisa.


"Ah biar saja mengganti outernya sendiri." Seketika Lisa menahan Ayla.


"Maaf Nyonya Tuan melarang Anda terlalu lelah mulai sekarang, saya yang akan memperhatikan dan mengawasi anda selagi Tuan tidak bersama Anda, Nyonya." Ayla tersenyum mengangguk.


"Hem.. Baik lah Bi, Bi juga ya... Ayla merasa kurang sopan jika Bibi terus melayani," ucap Ayla.


"Ah...nyonya, ini sudah kewajiban bagi seorang pelayan," ucap Lisa.


Melangkah pergi dan mempersiapkan untuk Ayla keluar.


Di tangga tak sengaja Lisa berpapasan dengan Lalita.


"Dimana Kak Ay?" ucap Lalita.


"Nyonya sedang di taman," ucap Lisa.


Lalita langsung pergi dan menghampiri Atla di taman dan langsung duduk disebelah Ayla.


"Kakak.. Aku ingin bolu buatan kakak waktu itu," ucap Lalita lalu tersenyum menatap Ayla.


"Oh baiklah nanti ya setelah Aku pulang dari luar," ucap Ayla sambil melihat ponselnya.


"Ok.. kakak melihat apa?" ucap Lalita yang melihat Ayla bingung.


"Oh ini aku ingin membuka ini kenapa aku bingung, bisa minta tolong," ucap Ayla tanpa malu dan tersenyum pada Lalita.


"Oh tentu kakak," Lalita menerimanya dan mengajari Ayla.


"Terimakasih Lalita," ucap Ayla.


"Kakak ingin kemana memangnya?" ucap Lalita.


" Aku ingin melihat bunga cantik di toko tanaman hias hidup," ucap Ayla. meletakan ponselnya dan menatap Lalita yang memainkan kakinya di tanah.


"Apa kamu ingin ikut?" ucap Ayla.


"Ah.. engga kak Aku di rumah saja," ucap Lalita sambil bangkit berdiri menatap Ayla.


"Ingin menitip sesuatu," ucap Ayla menatap Lalita.


"Tidak usah kak, Aku menunggu kakak pulang saja," ucap Llita.


"Hemm. maaf ya bolunya enggak bisa di buat sekarang," ucap Ayla sambil bangkit dan menatap Lalita lembut.


"Tidak masalah.. itu bisa nanti-nanti saja," ucap Lalita sambil melangkah masuk bersama Ayla.


"Nyonya," Lisa memberikan pakain untuk Ayla pakai di luar.

__ADS_1


"Kalo gitu Aku berangkat ya Lalita ... kalo lapar ada roti dan biskuit coklat kemarin aku buat di lemari ya.." ucap Ayla, berlalu pergi.


Dalam perjalanan Ayla menikmati pemandangan dan angin yang masuk dari jendela mobil yang terbuka.


Mendengarkan musik dari Mp3.


Beberapa menit kemudian Ayla sampai di toko bunga.


Turun bersama Lisa dan melangkah masuk ke dalam. Melihat berbagai jenis tanaman indah di pajang toko yang lumayan besar.


"Mawar biru ini cantik," gumam Ayla. Seketika Ayla melihat bunga mawar putih di dekat Lily putih.


Setelah mendapatkan apa yang di inginkan dari toko bunga. Ayla membawa dua bunga cantik itu langsung pergi ke mobil untuk pulang.


"Hey.. tunggu," teriakan seseorang membuat langkah Ayla dan Lisa terhenti, menoleh.


"Selamat pagi Nyonya, Ini bunga yang paling cantik untuk anda," suara lelaki itu membuat tatapan mata Ayla menajam.


Farhan..batin Ayla.


" Bisa kita mengobrol sedikit," ucap Farhan.


"Maaf aku tidak bisa farhan aku harus kembali," tolak Ayla dengan ramah.


"Ayolah sebentar saja," ucapnya.


"Tidak bisa," tolak Ayla lagi dengan senyum terpaksa.


"Ok.. Aku akan mengikutimu sampai rumah," ucap Farhan.


"Baik.. Dimana kamu ingin bicara," ucap Ayla.


"Bedua saja," ucap Farhan.


Semoga engga terjadi apa-apa... Huuh.. Arga bisa marah, batin Ayla.


"Tidak..Aku dengan Bibi ku," ucap Ayla dengan wajah datar dan sudah malas.


"Ok .. boleh," ucap Farhan.


"Terima dulu bunga ku," ucap Farhan menyodorkan bunga cantik berwarna ungu ke biruan.


Di Cafe dekat toko Bunga.


Ayla menatap keluar jendela dan Farhan terus memandangi Ayla yang diam saja. Lisa duduk di belakang Ayla, menatap Farhan dan Ayla dari tempat duduknya.


"Kenapa sunyi sekali," ucap Farhan menggoda Ayla.


"Hem.. bicaralah aku tak punya banyak waktu," ucap Ayla to the point.


Seketika Lalita datang dan duduk di dekat Ayla.


"Permisi maaf mengganggu aku enggak sengaja lewat dan.. aku gabung ya."


Syukurlah Lalita datang tepat waktu, batin Ayla.


Tersenyum mengangguk.


Ini semua karena kak Arga yang meminta aku datang... huuh manusia jantan ini siapa sih, batin Lalita.


"Maaf ah.. kita belum kenalan ya.. aku Lalita dan ini adalah KAKAK IPAR KU," ucap Lalita dengan menegaskan siapa Ayla.

__ADS_1


"Iya aku tahu dia adalah Istri Tuan Marvelino. Bos saya," ucap Farhan santai.


"Ehm kalo begitu jika hanya makan atau minum lebih baik anda mengajak saya saja bagaimana , Karena.. kakak ipar ku sedang sibuk," ucap Lalita memandang suguhan sajian di atas meja.


Ah.. Lalita.. Aku makin sayang padamu, batin Ayla melirik Lalita.


"Tidak bisa aku harus bicara dengannya dulu," kekeh Farhan.


Lalita menghembuskan nafas kasar dan mengangguk mengambil minuman Ayla dan meminumnya.


"Baiklah hari ini adalah jadwal kontrol dan juga cek kesehatan, Maaf ya.. kakak iparku harus periksa kandungannya supaya sehat." Seketika Farhan membulatkan matanya terkejut dengan perkataan Lalita.


"Kandungan," gumam Farhan.


"Iyaa.. Tuan.. Anda harusnya bisa memahami kondisi ini, dan juga .... Jika sudah tahu jangan mencoba-coba.. Jika sudah terjadi..Ck ck menyesal saja akhirnya, benarkan," ucap Lalita berdiri menggandeng Ayla.


"Baiklah. Aku akan membawa kakak ku pergi sampai jumpa.. eh.. kita tidak bertemu lagi bukan... berarti Selamat tinggal." Lalita dengan senyumnya dan Ayla yang masih dengan wajah malasnya menatap Farhan sejak tadi. Pergi begitu saja meninggalkan Farhan sendirian dan bunga pemberian Farhan tidak di bawa oleh Ayla.


"Heeh.. pengganggu kecil.. Ternyata dia tidak datang sendiri dan malah menyuruh adiknya," gumam Farhan.


Di kantor.


"Nona Lalita sudah kembali ke mansion bersama Nyonya Tuan," jelas Dafa.


"Hem."


"Cari tahu siapa Farhan itu dan bawa berkasnya dalam beberapa menit ke depan."


Dafa mengangguk. Keluar dari ruangan Arga.


Bocah ingusan itu berani bermain-main denganku, batin Arga. Seketika Seringai menyeramkannya muncul.


Di tempat lainnya. Masih Di cafe tempat Farhan di tinggal pergi oleh Ayla.


Utami ibu dari Lalita datang bersama Emilio.


Memainkan cangkirnya. Seketika ketukan di meja membuat Farhan menatap siapa yang melakukannya.


"Kenapa Kalian mendatangiku," ucap Farhan menatap Emilio dan Utami.


"Tidak.. kami hanya ingin kau melakukan lebih pada Ayla dengan perantara kau, dan menghancurkan kebahagian Arga. Untuk, membunuh janin yang di kandung Ayla."


Seketika Farhan menyeringai.


"Untuk?" menatap Utami dan Emilio.


"Kami akan memberikan setengah saham perusahaan yang ada Di swiss dan kau juga bisa memiliki Ayla," jelas Utami.


"Aku tidak mudah di bodohi.. Kalian orang tua payah.. lakukanlah sendiri aku harus pergi.. ah.. pesan lah sesuatu agar kalian tidak memiminum bekas minuman ini," ucap Farhan.


"Sialan..Beraninya kau," ucap Emilio memukul meja keras membuat semua pengunjung Cafe menoleh.


"Kenapa?" ucap Farhan.


"Kau hanya pegawai rendahan dan beraninya kau menghina kami menolak tawaran baik kami." Mencengkram kerah baju Farhan dengan emosi


Farhan tertawa terkekeh sedikit keras. Melepas cengkraman di kerahnya dengan kasar.


"Kau membuat pakaianku kusut." Pergi dari sana setelah mengucapkan kata itu.


Utami mentap Farhan yang menjauh dan Emilio yang melirik kesal kearah Utami.

__ADS_1


__ADS_2