
Sampai di mansion Ayla langsung masuk dan membawa tenteng di tangannya juga ikut masuk.
"Bau apa ini?"
"Ah.. Yampun Perempuan ini... kamu bawa makanan pinggir jalan."
Ibu Arga yang ada di ruang tengah langsung mengomel tak jelas. Ayla hanya diam saja melangkah takut-takut.
Tak lama Arga datang dan merebut paksa tentengan Ayla.
"Makan saja ini bersamaku," ucap Arga sambil menarik tangan Ayla untuk mengikutinya.
"Maaf Mah," ucap Ayla sambil melangkah mengikuti Arga.
Di Meja makan.
"Maaf Arga aku makan di belakang saja bersama pelayan aku membeli porsi banyak dengan uangmu maaf ya." Ayla ketakutan, jika sampai Arga marah karena menggunakan uangnya untuk membeli makanan di pinggir jalan.
Arga tersenyum mengusap kepala Ayla dengan sayang. Ayla terkejut. Seketika Lalita datang dan membuat lamunan Ayla berhenti.
"Bau apaan nih.. Bakso ya.. ada mei ayam nya gak?"
"Oh Lalita.. kamu mau, ini untuk kamu,"ucap Ayla sambil memberikan mie ayam bakso untuk Lalita.
"Makaseh," ucapnya jutek dan membawa makanan itu untuk di nikmati di meja makan sedikit jauh.
"Bibi Lisa ini bagi pelayan lainnya yang suka bakso siapa yang suka Mie ayam juga. Kalo ada yang mau dua-duanya bisa tukeran sama punya saya, masih ada dua bi, mie ayam baksonya," jelas Ayla.
Ayla pergi ke dapur mengambil mangkok untuknya dan Arga. Seketika Ayah Arga datang.
"Makanan apa ini Ayla?" ucapnya yang sebenarnya juga mencium bau makanan yanh asing di indra penciumannya.
"Ini Bakso sama Mie ayam ada juga yang campur, papa mau?" ucap Ayla dengan mata berbinar senang.
"Boleh deh yang apa tadi, yang dua-duanya."
Seketika Ayla memberikan miliknya dan menuangkannya di mangkuk.
"Ini pah." Ayla memberikan itu pada Ayah Arga.
Tak berapa lama Lisa masuk dan membisikan pada Ayla jika ada yang tidak bisa makan bakso atau pun Mie ayam.
Ayla langsung pergi tapi, seketika Arga mencekal tangan Ayla.
"Sebentar," ucap Ayla lembut dengan tersenyum. Arga melepaskan cekalannya.
Di halaman belakang tepat pelayan berkumpul. Seketika Pelayan yang tidak bisa memakan makanan yang Ayla berikan itu bersiri dan mengangguk.
"Nyonya maaf bukan saya menghina pemberian anda tapi, saya benar-benar tidak bisa memakannya," ucap pelayan tersebut dan di angguki kedua temannya.
"Hem...kalian bisa makan batagor?" tanya Ayla. Seketika ketiga pelayan itu mengangguk dengan takut dan ragu.
"Ya sudah Bi Lisa belikan Batagor Lima porsi ya nanti kalo ada yang tidak bisa makan mie ayam atau bakso lagi bilang saja. Nanti Bi Lisa pesankan jajanan lainnya," ucap Ayla lalu tersenyum ramah.
Siang menjelang sore ini semua penghuni Mansion Arga menikmati jajan yang Ayla bawa.
Kembali masuk kedalam Ayla langsung duduk di sebelah Arga.
"Kok belum kamu buka Papa sama lita aja udah selesai."
__ADS_1
"Aku nunggu kamu, kita makan semangkok berdua," ucap Arga sambil meletakan ponselnya lagi.
Arga tersenyum seketika membuat Ayla salah tingkah.
"Hem.. ya udah aku siapin," ucap Ayla.
"Oh iya ini masih ada tiga bungkus dua bakso satu mie ayam, kamu mau gak?" ucap Ayla.
"Engga .. ini aja mie ayam bakso semangkuk sama kamu," ucap Arga santai.
Ayla menyiapkan makanan itu di mangkok Arga lalu memakan makananya semangkok berdua dengan Arga.
"Eh mama," ucap Ayla ketika melihat Ibu Arga datang dan membuka bungkusan didekat tangan Ayla.
"Boleh deh Mama mau satu," ucap Ibu Arga acuh.
Kalo bukan gara-gara baunya yang enak aku gak bakalan mau makan-makanan yang di bawa Ayla, batin Ibu Arga.
Ayla tersenyum dan bergerak mengambil mangkuk di dapur. Karena semua pelayan sedang menikmati makanannya jadi Ayla yang menyiapkannya sendiri.
Pemandangan itu sejak tadi tidak lepas dari pandangan mata Arga.
Ayla.. Dia istriku perempuan luar biasa yang... Aku nikahi.. Takdir kali ini membuatku bisa hidup bersamanya Ayla berbeda, Perempuan lain tidak bisa sepertinya, batin Arga.
Setelah selesai menyiapkannya untuk mama Arga Ayla tersenyum tanpa ucapan terimakasih Ibu Arga membawa semangkuk bakso itu ke depan televisi dan juga kerupuknya.
Ayla hanya tersenyum dan kembali duduk, seketika Ayla teringat Air minum.
"Maaf Air minumnya ya, bentar aku ambilin," ucap Ayla seketika Arga berdiri sebelum Ayla kembali bangkit.
Arga mengambil dua gelas untuknya dan Ayla.
Setelah selesai Arga bangkit dari duduknya sedangkan Ayla membuka bungkusan yang baru Lisa berikan. Lisa baru saja datang dan Arga juga baru saja bangkit.
"Bibi sudah?" tanya Ayla.
"Saya Mie ayam saja. Masihkan Nyonya?"
"Iya itu pilih aja tinggal Mie ayam sama bakso. Tadi Baksonya yang satunya aku kasih ke Mama."
"Eh bibi klo mau batagornya?" ucap Ayla. Menawari Lisa karena masih tersisa dua bungkus.
"Tidak Nyonya saya ini saja," ucap Lisa.
"Kalo gitu bibi bawa aja semuanya makan mie sama baksonya."
"Ah tidak nyonya," Lisa menolak dengan sopan.
"Ehm ya udah Bibi Ambil mangkuk dulu." Lisa menuruti permintaan Ayla dan datang kembali membawa mangkuk.
Lisa melihat Ayla menuangkan Mie ayam di mangkuknya lalu menuangkan bakso di mangkuk Ayla dan Arga.
"Dah ini buat bibi," ucap Ayla sambil memberikan Mie ayam dan Bakso paling besar pada Lisa.
"Loh Nyonya," Lisa terkejut. Ayla tersenyum dan mengangguk.
"Te-terimakasih Nyonya." Lisa melangkah pergi. Arga yang melihat itu seketika membulatkan matanya.
"Kamu masih belum kenyang?" ucap Arga. Ayla mengangguk dengan tersenyum sambil memakan bakso pentolnya dan Mie putih dan kuning.
__ADS_1
Seketika Arga duduk kembali dan melihat Ayla makan dengan lahap. Arga tersenyum melihat Ayla yang makan begitu banyak.
Setelah selesai Ayla kehabisan air minumnya. Seketika Arga merebut gelasnya dan mengambilkannya untuk Ayla.
"Terimakasih Arga." Ayla tersenyum.
"Lanjut Batagor.. Hiyaa.." ucap Ayla berbisik.
Seketika Arga merebutnya. Menatap Arga yang merebut makanannya.
"Istirahat Ayla kamu belum makan nasi kan. Ini nanti saja."
"Yaah.. Ya udahlah." Ayla menurut dan membawa batagor itu kedapur.
Seketika Arga datang membawa sampah bungkus makanan tadi dan mangkuk kotor.
"Loh Arga kenapa kamu?"
"Aku juga ingin kenapa.. salah."
"Ah engga sih.. Makasih Ya," ucap Ayla.
"Iya terimakasih kembali untuk kesekian kalianya." Seketika Ayla salah tingkah.
Kenapa baru sadar kalo punya suami manisnya sampe bikin gula darah naek gini, batin Ayla.
Ayla mengambil minum lagi seketika Arga berdiri di sebelahnya.
"Ada apa kamu memberi pelayan jajan dan makanan luar sebanyak itu," ucap Arga.
"Itu...Kak Rosa sadar dari koma waktu kebetulan aku.." Ayla terdiam dan menunduk.
"Kebetulan aku dateng buat jenguk. Terus tadi langsung dokter periksa. Ternyata... "
"Ternyata Kak Rosa gak bisa ngeliat karena kecelakaan itu." Ayla terduduk di kursi dan menghembuskan nafasnya kasar.
Arga langsung mengusap kepala Ayla.
"Aku sangat buruk ya.. Arga, Mama dan Ayah tadi juga melihatku sudah sembuh, Mama Ayah juga tidak senang kalo aku sembuh Kak Rosa juga marah karena tahu aku juga sembuh," jelas Ayla. Seketika usapan di kepala Ayla berhenti.
Beruntung mereka tidak bertindak jauh. Lisa juga sudah memberitahuku tentang itu. batin Arga.
Di rumah sakit.
"Sayang makan yaa." Leni sudah berulang kali membujuk Rosa untuk makan tapi tetap tidak berhasil.
"Pokoknya aku gak mau buta maah.." Rosa merengek.
"Ayah.. gimana nih.. Mama bingung." Leni hampir pusing memikirkan pendonornya untuk Rosa.
"Maah.." Seketika Rosa duduk dan tersenyum.
"Apa sayang kamu mau makan.. Iya," ucap Ibunya senang.
"Engga.. bukan mah.. Rosa mau. Rosa mau Ayla donorin matanya buat Rosa mah."
Seketika Leni dan Rico berpandangan.
"Iya kan Mama Ayah cerita kalo Ayla bisa ngeliat lagi karena kebetulan dan gak oprasi.. jadi boleh tu mah Rosa Mau donor matanya Ayla." Rosa berbinar senang membayangkan jika dirinya bisa melihat lagi dengan Donor mata Ayla.
__ADS_1