Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Jatuh dari tangga


__ADS_3

Ayla dan Arga yang baru selesai makan malam itu harus sedikit terganggu dengan Claudia yang datang dan melihat Ayla dan Arga sedang tertawa bersama.


"Ayla...apa yang kamu makan itu?" tanya Claudia. Ketika melihat Arga dan ayla memakan sesuatu.


"Eh.. Claudia ini aku makan kueh kamu mau nyoba sebentar ya," ucap Ayla.


Lisa menyerahkan beberapa potongan dengan piring pada Ayla. Ayla pun memberikannyapada Claudia. Wajah Arga sudah tidak nyaman dengan kehadiran Claudia.


"Em... makasih Ayla," ucap Claudia.


Sambil menarik kursi dan duduk di sebelah Arga.


Tatapan mata Arga mengisayaratkan untuk Claudia pergi. Claudia justru tersenyum dan meminta izin pada Ayla.


"Ayla, boleh tidak... aku duduk disini," ucap Caludia.


Ayla tersenyum dan mengangguk.


Seketika Arga mendorong kursinya dan bangkit.


"Ayla... jika sudah selesai naiklah ke kamarmu," ucap Arga.


Ayla mengangguk dengan tersenyum.


Claudia yang melihat kesempatan itu, seketika ide buruk di kepalanya terus muncul untuk membuat Ayla tertekan.


"Hem...Ayla aku boleh gak ngomong sesuatu ke kamu," ucap Claudia dengan begiti ceria tapi, wajahnya memperlihatkan sebaliknya.


"Iya ngomong aja," ucap Ayla.


"Kamu kok bisa tahu kalo aku Claudia sedangkan kamu gak bisa liat muka aku?" ucap Claudia.


"Aku bisa tahu, karena aku denger suara kamu waktu aku datang terus waktu kamu ngomong itu juga, Walau gak tahu wajahnya aku bisa ngenalin dari suara orang," ucap Ayla lalu tersenyum.


"Ngomong-ngomong kamu kok bisa nikah sama Arga, kalo boleh tahu karena apa?" ucap Claudia dengan senyum anehnya. Memulai aksinya untuk membuat Ayla tertekan.


"Aku gak tahu yang aku tahu klo aku tiba-tiba udah di rumah ini dan jadi pengantin," ucap Ayla berusaha menyembunyikan jika dirinya bukan menggantikan tempat kakaknya.


"Tapi yang aku denger kamu itu jadi pengantin cadangan karena kakak kamu kabur waktu pernikahan. Dan kamu itu juga menjadi anak yang gak pernah di harapkan keluarga, eh... maaf Ayla aku gak sopan ya," ucap Claudia. Sambil menikmati kueh yang Ayla berikan padanya.


Ayla tersenyum dan meminum air didepannya.

__ADS_1


"Kamu tahu dari mana?" ucap Ayla.


"Dari Mamanya Arga," ucap Claudia polos.


"Maaf ya Ayla, Waktu itu aku sama Arga mau nikah tapi, karena ada halangan jadi kami pisah di tengah jalan tapi, aku rasa Arga masih mencintai aku deh, Dan Ayla ... apa, kamu udah Malam pertama dengan Arga?" ucap Claudia.


"Hem... bukannya itu hal yang gak baik buat dijadiin bahan obrolan, Maaf ya Claudia saya memang orang lain di hubungan kalian tapi, Kamu lebih dari orang lain di hubungan aku dan Arga yang sudah sah secara Agama dan hukum," ucap Ayla lalu tersenyum.


Kurang ajar, pinter banget ngelesnya... gue kira mudah buat bikin nih orang tertekan ternyata dia udah kebal ama yang beginian, batin Claudia yang hampir tersedak ketika meminum air, mendengar kata orang lain dari mulut Ayla.


"Iya sih..hehe... Ayla bisakan ya kapan-kapan kamu dateng ke butik ku dan aku bakal buat hubungan ini supya jadi baik buat temenlah kan kamu istri dari Arga," ucap Claudia.


"Gak janji ya buat pasti dateng besok," ucap Ayla.


"Iya lah hehe gak masalah," ucap Claudia.


"Claudia klo masih kurang, kamu bisa minta lagi sama Lisa nanti lisa pasti ngambilin buat kamu, aku mau naik ke atas dulu," ucap Ayla.


"Iya Makasih ya Ayla," ucap Claudia berpura-pura manis.


Ayla bangun dari duduknya dan pergi keluar dari ruang makan.


Ayla yang sudah berjalan di tangga dan Lita yang berjalan untuk turun seketika berpapasan tapi, di tengah tangga yang sedikit tinggi Lita sengaja membuat kaki Ayla tersandung dan akhirnya Ayla terjatuh dengan dahi berdarah. Ayla juga langsung pingsan.


Lita berpura-pura berteriak dengan keras hingga membuat semuanya berdatangan. Lita juga berekting kaget dengan menghampiri Ayla.


Dari tempat lainnya Claudia yang melihat kejadian aslinya hanya tersenyum remeh dan ikut membantu Ayla dan ikut berekting seperti Lita.


Arga yang baru datang langsung membawa Ayla ke kamarnya dan Lisa memanggil dokter.


Semua berkumpul di kamar Arga melihat kondisi Ayla yang masih pingsan dan dahi yang sudah di bersihkan pelayan.


Dokter yang di telepon Lisa baru saja datang dan langsung memeriksa Ayla.


Arga dan lainnya keluar dan menunggu di depan kamarnya.


Arga menoleh menatap ketiga orang tersebut semuanya tampak santai dan bahkan tidak ada yang sepanik dirinya.


Tak lama pintu terbuka Dokter yang memeriksa Ayla keluar.


"Sepertinya Nyonya mengalami keseleo pada kakinya dan dalam beberapa hari akan sembuh dan ketika jatuh Nyonya juga melindungi beberapa bagian tubuhnya yang sensitif, jika dahinya yang terluka, itu hanya luka kecil yang akan sembuh dalam waktu singkat, Jika setelah sadar Nyonya mengalami keluhan lain maka segera bawa nyonya kerumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Kalo begitu saya pamit, Selamat beristirahat Tuan," ucap Dokter tersebut lalu pergi meninggalkan kediaman Arga.

__ADS_1


"Makasih Dokter," ucap Claudia.


Setelah kepergian dokter tersebut Arga masuk kedalam kamarnya, lalu Lisa dan pelayan lainnya juga keluar.


Arga menghampiri Ayla dan mengecup keningnya singkat. Lalu berlalu pergi kedalam kamar mandi.


Di luar kamar Arga Lita dan ibunya tengah tertawa dan bersorak gembira karena Ayla terjatuh.


"Kalian terang-terangan sekali melakukannya," ucap Claudia.


"Yah begitulah... Lalita," ucapnya menyombongkan diri.


"Dasar...kau itu bisa membuat Arga marah jika sampai tahu," ucap Claudia.


"Aku berharap dia tidak akan bangun dalam waktu lama kalo bisa meninggal sekalian, Aku males melihatnya dekat dengan kak Arga," ucap lita.


"Hey... hey," ucap Claudia dengan menjentikan jarinya di depan wajah Lita.


"Denger ya... Arga itu kakak tiri... bukan orang laen jadi yang pantes milikin Arga itu cuman Claudia bukan Lalita ngerti," ucap Claudia dengan menunjuk wajah lita.


"Claudia.. yang polos, ck..ck.. yang namanya mantan tuh udah tidak bisa lagi mengharapkan tempat yang sama di hati Arga, apa lagi perinsip kak Arga yang kuat, Perempuan kayak kamu juga gak bakalan bisa buat kak Arga goyah," ucap Lita melirik Claudia dengan remeh dan jijik.


"Hey.. anda juga Harus sadar.. situ juga belum tentu ke terima tapi, udah belaga positif di terima Arga, Aneh ya," ucap Claudia.


Ibu Arga yang melihat itu merasa pusing dan gerah.


"Cukup-cukup! kalian berdua itu selalu aja, kalo ketemu buat Mama heran," ucap ibu Arga.


"Ck... menantu kesayangan mah selalu di bela," ucap Lita.


"Lita mama juga aneh sama kamu kenapa kamu gak nyerah aja sih, biarin Claudia yang melangkah duluan," ucap Ibunya.


"Hem... bener banget tuh tante, dah sono anak kecil minggir," ucap Claudia.


"Apaan sih mamah kenapa mama bela kak Claudia bukan Aku, " ucap Lalita dengan kesal.


"Dia itu kakak kamu lagi pula mama pikir-pikir lebih baik kamu cari laki-laki lain aja dari pada harus sama Arga," ucap ibunya.


Lalita bangkit dari duduknya dan pergi kekamarnya meninggalkan Ibunya dan Claudia berdua.


Awas aja klo sampe aku bisa menangin hati kak Arga aku bakal buat kalian berdua sengsara, batin Lalita.

__ADS_1


__ADS_2