Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Permintaan sederhana


__ADS_3

“Sayang keluar ya.. makan malam yuk sama mama aja, papah udah ke kamar atau mau mamah yang antarkan makanannya ke dalam kamar.”


“Enggak mau mah Calysta mogok makan minum air aja, Calysta senang kembung.”


Di depan kamar Calysta Mama dan papanya bingung dan pusing dengan tingkah ke kanakan Calysta.


“Mamah-mamah.. itu sifat kamu itu, sama! kayak Calysta” ucap Petter pada istrinya.


“Ck.. Papa nih ada-ada aja.. anak kamulah.. sok ngambekan buat pusing,” sahut istrinya.


Petter berlalu pergi keluar meninggalkan istrinya yang masih berusaha di membujuk Calysta.


Beberapa menit kemudian.


Seketika pintu terbuka.


“Mah kalo Calysta mau makan Calysta boleh ngelakuin apa yang Calysta suka dan senenginkan mah,” ucap Calysta dengan wajah murungnya dan memelas.


“Iya boleh dong... sekarang makan dulu dua hari kamu gak makan udah kurus tambah kurus lagi.” Wajah senang di wajah ibunya seketika.


*****


Pagi ini Ayla merasa ingin keluar dan hanya ingin berjalan-jalan di taman dekat danau.


Ayla dan Lalita juga Lisa berjalan-jalan di dekat taman.


“Kak.. aku harusnya gak usah keluar, aku malu,” ucap Lalita murung dan memainkan jarinya sejak tadi.


Lalita menggunakan Hoddie hitam dan menutupi wajahnya dengan masker dan topi hitam.


“Eh.. apa ini kenapa malu hem, apa salahnya keluar,” ucap Ayla.


“Lagi pula hanya menghirup udara segar gak masalah selain di halaman Mansion,” ucap Ayla lagi dengan tersenyum riang.


Lalita hanya diam dan tersenyum terpaksa.


“Kak sebenernya aku, yang kasih kakak sambel di mangkok bakso itu, aku juga yang sengaja jegal kaki kakak waktu naikin tangga.”


Lalita berdiri mematung. Memandang Ayla yang berjalan pelan di depannya dan seketika berbalik lalu tersenyum.


“Terimakasih, itu tidak masalah,” ucap Ayla santai.


Lalita mengepalkan tanganya bergetar.


“Eh.. kak..kakak tidak marah, harusnya-harusnya kakak..” memandang Ayla yang tersenyum padanya.


“Apa! hem.. marah.. oh tidak ... aku tidak suka marah-marah terlalu buruk untuk kesehatan,


jadi ambil semua hikmah dari kejadian dan musibah kemarin.”


“Kayak sambel di bakso waktu itu tanpa sengaja kamu bantu aku ngelancarin buang air dan bikin aku kurus.” Tersenyum.


“Terus tentang jatuh di tangga aku tidak masalah justru aku senang sekarang aku, aku bisa normal lagi aktivitasnya dengan mata yang tidak di oprasi...” ucap Ayla sambil melangkah pelan mendekat.

__ADS_1


“Hem.. tau kamu Lalita aku justru ingin buatkan kamu kejutan karena kamu udah menyembuhkan mataku dan juga eh... lalita kamu.”


Seketika Lalita terisak.


“Kak Ayla terlalu baik.. Kakak.. terlalu penyayang.. kenapa Lalita jahat,


kenapa kakak mau sama Lalita yang anak haram. Harusnya sekarang Lalita masuk penjara dan kakak hidup bahagia sama Kak Arga,” ucap Lalita sambil menangis.


mengangkat wajah dan menatap Ayla.


Ayla melangkah sedikit dekat dan memeluknya.


“Tadinya Arga akan memenjarakanmu tapi, karena aku.. dia tidak melakukannya,” ucap Ayla.


“Alasannya sederhana, Karena aku sangat menyayangimu sebagai adik ipar dan ibu mu sebagai mertua yang baik,” ucap Ayla.


“Bi kita makan gado-gado deket sini, kamu mau Lalita?” ucap Ayla. Lalita mengangguk didalam pelukan Ayla, masih menangis di dalam oelukan Ayla.


*****


“Aa...ahk... Dhanu.. keluarkan aku dari sini,” teriak Caludia sambil menahan sakit di perutnya


ketika dirinya dikurung di dalam kamarnya pagi ini karena semalam Claudia berusaha kabur.


Seketika pintu terbuka.


“Claudia aku sangat menyayangimu sayang, jadi jangan pernah lari dari ku atau aku akan membuatmu lumpuh dan buta agar kamu tidak bisa lari dariku.”


“Dhanu kamu psikopat... kamu gila Dhanu.. aku enggak mau sama kamu aku mau keluar Dhanu.. aku harus ngurus bisnis aku...


“Hem.. besok kita akan menikah jadi bersiaplah mungkin juga aku akan membawa ibumu tinggal di mansionku. Aku juga akan membawa adikmu yang cacat tinggal denganku, syaratnya... kau harus melupakan Arga,” ucap Dhanu mencengkram dagu Claudia dengan kasar. Dengan wajah ramah tapi, mengerikan.


“Iya-iya.. aku tahu aku paham.. kau bisa lakukan apapun tapi, jangan jauhkan aku dari keluarga ku,” ucap Caludia dengan bergetar takut.


Seketika Claudia ketakutan ketika Dhanu berjongkok dan beralih mengakatnya menggendongnya membawanya ke atas ranjang.


Tak lama pelayan datang.


“Urus dia dengan hati-hati aku tak ingin kehilangan bayiku,” ucap Dhanu.


“Haa.. ba-bagaiman kau tahu jika.. bayi,”


“Aku tidak bodoh sayang... sebelum aku menggunakanmu aku sudah memberikanmu obat yang bagus untuk rahim dan kandungamu. Aku hanya ingin memiliki keturunan darimu,”


“Kau mengira kau sudah menggugurkannya tapi itu tidak akan terjadi karena beberapa hal yang tidak kamu pahami sedang terjadi di dalam tubuhmu.”


“Dhanu!”


“Claudia sayang... dan anakku,” ucap Dhanu sambil membungkuk sedikit mengecup perut Claudia.


“Arga saja tahu jika kau hamil, tapi, kau tidak tahu jika bayi ini masih hidup bukan, dan mengira sudah melenyapkannya,” ucap Dhanu.


Pergi begitu saja dari kamarnya. Para pelayan yang Dhanu tugaskan untuk mempersiapkan Claudia langsung bekerja.

__ADS_1


*****


Keluar dari taman setelah pukul sepuluh pagi dan cuaca hampir panas.


“Lalita kamu masih sekolah bukan..” ucap Ayla.


Lalita mengangguk.


“Yaudah kita belanja keperluan Lalita buat kuliahnya,” ucap Ayla.


“Tapi kak aku udah enggak niat sekolah lagi,” ucap Lalita.


“Ya untuk apalah buku atau apa, ini perintah Arga kamu harus kuliah sampai selesai,” ucap Ayla tegas lalu tersenyum.


“Iya kak,” Lalita mengangguk menurut, memilih lebih banyak diam dan tidak banyak menolak jika nantinya dirinya juga di paksa.


Aku sangat malu dengan Kak Ayla yang begitu baik, orang seperti dia masih memikirkan hal baik dari orang sejahat aku, batin Lalita.


Di perusahan Arga baru saja selesai dengan Metting sebuah resto.


Makan siang kali ini Arga lakukan dengan Client jadi Ayla tidak mengantarkan makanan apapun untuk makan siang Arga.


Setelah membeli buku yang Lalita perlukan untuk Kuliah dan beberapa barang karena sebelumnya Lalita hanya Kuliah dengan di biarkan dan tidak di urus oleh ibunya sekarang Ayla dan Arga yang mengurusnya.


Aku tidak menyangka akan sejauh ini perubahan hidupku semenjak kejadian mama menikahkanku dengan Arga secara paksa... aku kira dia lelaki yang arogan dan kasar ternyata lelaki baik, batin Ayla.


“Istirahat dan nanti kita makan siang bersama,” ucap Ayla.


Baru mobil sampai di halaman Ayla dan Lalita turun Lisa langsung pergi mengantarkan Lalita ke kamarnya atas perintah Ayla.


Ayla mengarahkan kakinya langsung ke dapur untuk meminum air putih.


Keluar dari dapur Ayla melangkah menaiki tangga tapi, terhenti dengan ruangan yang terbuka.


Ayla menatap ruangan tersebut dengan penasaran.


Berjalan menghampiri ruangan tersebut dan di bukannya ternyata ruang kerja Arga.


Semenjak Claudia memasuki ruang kerja Arga dan Ayla tak sengaja untuk mengintip, dan ini kedua kalinya Ayla datang lagi dan masuk kedalamnya.


Luas besar sama seperti kamar Arga. Nuansa lelaki sangat terlihat di ruangan ini.


Ayla berjalan mendekati meja kerja Arga dan juga lemari buku di belakang meja kerja Arga.


Jendela kaca yang mengarah ke paviliun pelayan di belakang.


Tiba-tiba sebuah kertas terbang dan jatuh. Ayla langsung menoleh dan melihatnya.


Mengambil kertas tersebut. Tak berapa lama Ayla sadar jika kertas ini adalah profil dirinya dan juga fotonya ada di atas amplop coklat atas meja Arga.


Ayla seketika duduk di kursi kerja Arga dan membaca semua kertas yang bertuliskan tentang dirinya dan melihat semua fotonya yang sedang duduk menatap jendela malam hari.


Makan cilok dengan Bibi Artnya. Dan Ayla yang duduk di kursi taman dekat danau juga.

__ADS_1


Selama ini...batin Ayla


__ADS_2