Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Perhatian ayah mertua


__ADS_3

Dirumah sakit Arga baru saja sampai untuk melihat Ayla lagi dan juga menjaganya sendiri.


Di depan pintu ruangan Ayla.


Di buka pintu itu Arga melihat seorang lelaki paruh baya duduk di kursi samping ranjang Ayla.


"Eh.. Arga," ucap Ayla lelaki itu menoleh.


"Ayah ada apa ayah datang," ucap Arga masuk meletakan jaketnya di sofa dan melangkah mendekati kamar mandi.


"Apa Arga selalu baik sekarang," ucap Ayah.


"Iya Pa- Ayah. Hem," ucap Ayla.


Ayah Arga menatap Ayla lembut.


"Ayah saja.. seperti Arga," ucap ayah.


"Kalian membicarakanku," ucap Arga.


"Kau terlalu percaya diri jika kami sedang mebicarakanmu. Baiklah Ayla mari kita pulang. Kamu akan pulang dengan Ayah," ucap Ayah.


Arga menatap Ayahnya tajam.


Lisa sudah selesai dengan berkemasnya.


"Tidak Ayla akan pulang denganku," ucap Arga tegas.


Suster yang baru masuk menatap ayah dan anak yang terlihat seperti sedang memperebutkan sesuatu.


"Jangan dengarkan dia suster masuk saja dan antarkan menantu saya, biarkan anak itu marah," ucap Ayah. Suster mengangguk tersenyum. Memasang plaster pada tangan Ayla setelah infusnya habis. Lalu membantu Ayla turun perlahan seketika Arga langsung mengangkat Ayla memindahkannya di kursi roda.


Berlalu keluar di ikuti Lisa dan Ayahnya. Arga paling belakang mengikuti dengan wajah malasnya.


Tak berapa lama sampai di dalam lift. Saling diam membuat suasana tidak nyaman bagi Ayla suster dan Lisa yang setiap harinya sering berhadapan situasi ini masih saja canggung.


"Sudahlah Arga aku akan pulang bersama Ayah lagi pula ayah.."


"Ayah baru saja dari luar dan langsung mengajakmu bagaimana jika nanti kamu..."


"Tidak akan, apa kau gila aku akan mencelakakan cucu dan menantuku, berpikirlah, pada ayahnya saja cemburu," ucap ayah.


"Tapi." Seketika tangan Ayla memegang tangan Arga membuat Arga terdiam menatap Ayla seketika, Ayla memandangnya dan menatap wajah Arga.


"Tidak apa-apa," ucap Ayla dengan tersenyum manis.


Sampai di depan Mobil ayahnya sudah siap denganh sopir yang menanti kedatangan Ayla dan Tuannya.


Arga membantu Ayla untuk masuk kedalam mobil secara perlahan dan sekarang Arga yang pergi mengambil mobilnya.

__ADS_1


Dalam perjalanan kembali Ayah mertuanya melihat Ayla yang menatap keluar jendela.


Lihat lah Dia mirip sepertimu, putra kita memiliki istri yang mirip ibunya, dan kejadian lalu mengingatkanku pada kondisimu dengan Arga yang hampir celaka ketika aku sedang berada di luar, batin Ayah Arga.


Mengingat kejadian Arga yang masuh di dalam kandungan Bundanya dan sekarang cucunya yang berada di dalam kandungan Ayla.


"Ayla apa yang kamu rasakan?" Menatap Ayla.


"Hem.. masih sedikit lelah aja," ucap Ayla.


"Mungkin karena kamu terlalu memaksakan diri makannya kamu ke lelahan," ucap ayahnya.


"Ehm.. sebenarnya ..."


Aku cerita enggak ya.. tentang masalah itu atau diam aja.. tapi, kok kalo cerita enggak enak juga Terus Gimana ya.. batin Ayla.


"Kenapa nak?" ucap Ayah Arga lembut.


"Ah.. itu aku di beri saran dokter untuk istirahat total selama tiga bulan dan jangan terlalu lelah," ucap Ayla dengan tersenyum malu dan wajah bingung gugup.


"Maaf ya Ayla, ayah baru bisa bicara banyak denganmu dan karena Ayah sudah disini ayah yang akan bersamamu," ucap Ayah Arga.


"Anggap saja seperti Ayah kandung kamu."


"Hah. I-iya. yah Hehe."


Ayah mertua perhatian seperti orang tua kandung tapi, .... Bagaimana kabar mereka, Kak Rosa juga aku merindukannya Mama ayah... walaupun mereka tidak menganggap aku ada tapi, aku selalu ingin berada di dekat mereka meski mereka tidak menginginkannya, batin Ayla.


"Ehm.. engga yah... ada apa," ucap Ayla. Menatap Ayahnya yang berpikir.


"Tidak hanya saja akan ada seseorang yang datang dan dia akan mengurusmu bersama denganku seorang wanita yang sangat luar biasa," ucap ayah Arga.


"Ha.. luar biasa?" ucap Ayla.


"Tapi, jika dia sempat jika tidak maka dia tidak akan datang." Menatap Ayla lembut.


"Iya dia Nenek Arga," ucap ayah. Tatapan Ayla yang bingung membuat Ayah Arga menjelaskannya dengan lembut.


Seketika dering ponsel ayah Arga berbunyi.


Ternyata panggilan vidio. Di bukannya. Terlihat wajah tua yang penuh keriput tapi, tatapan matanya begitu tajam dan tegas sama seperti Arga.


"Anak nakal, Kau meninggalkanku payah," ucapnya ketika sambungan vidio terhubung.


"Mana cucu menantuku," ucapnya.


"Selamat malam," sahut Ayla.


"Selamat ya sayang kamu baik-baik saja?

__ADS_1


Bocah berandalan itu tidak bisa datang tepat waktu sehingga kau bisa masuk rumah sakit. Rasanya aku inginmenjewer dan mencabiknya hingga dia tidak ceroboh lagi.


Jangan terkejut Ayla. Hem...Aku tahu karena mencari tahu, Arga pasti diam saja dan tidak akan mengabariku jika sesuatu terjadi pada cicit ku... oiya sayang kamu harus rajin makan yang sehat dan juga jangan terlalu lelah tapi, jangan terlalu malas juga, Maaf Nenek tidak bisa datang ya karena sakit pinggang nenek kambuh dan kamu juga sudah memiliki Lisa aku akan memantaumu dari Lisa. Sudah dulu yaa.. sehat selalu sayang," ucap Nenek menuntup panggilan vidionya.


"Iya nek." Memberikan ponsel tersebut pada ayahnya dan kembali menyandarkan tubuhnya.


" Nenek tahu," gumam Ayla. Ayah mertuanya tersenyum.


Terlalu polos.. dia tidak tahu menjadi istri dari seorang Marvelino seperti apa dan menjadi Menantu keluarga Marvelino itu akan seperti apa... banyak perempuan di luar sana yang tidak tahu jika mereka menjadi keluarga Marvelino akan menjadi perempuan istimewa termasuk jika bisa meluluhkan hati putraku. Tapi, itu... terjadi hanya pada Ayla saja, batin Ayah.


Menggeleng tersenyum.


Tak berapa lama mereka tiba di rumah, Arga langsung keluar dari mobilnya dan melemparkan kunci mobilnya pada pelayan. Menghampiri mobil Ayahnya dan membuka pintu mobil untuk Ayla dan mengangkatnya.


"Protektif," gumam Ayahnya.


Arga hanya fokus pada Ayla tidak mengurusi Ayahnya yang baru saja bicara padanya.


"Arga.. aku bisa jalan jangan di gen-dong eh.."


"Diam," ucap Ayla.


Melangkah lebih dulu meninggalkan Ayah di belakang.


Di dalam kamar saat ini Ayla di letakan Arga perlahan di kecup keningnya duduk di samping Ayla.


"Terimakasih Arga," ucap ayla.


"Hem..." Seketika Arga mendengus kesal tahu siapa yang berdehem.


"Ayla tidurlah dan beristirahat jangan layani apapun keinginanya, jika dia memaksa kau tembak saja," ucap Ayah.


Berlalu pergi setelah mengatakan hal itu dan menutup pintu Ayla terkekeh menatap Arga.


Arga bangkit dan Ayla yang di baringkan perlahan di bantu Arga yang sangat telaten.


"Aku akan berganti pakaian tidurlah dulu," ucap Arga.


"Iya." Pergi dari sana dan Ayla yang juga perlahan menutup matanya.


Setelah mengganti pakaiannya Arga pergi menelpon seseorang dan seketika Arga memijat dahinya.


Kenapa mereka membantu Rosa, Lihat saja apa yang bisa Rosa lakukan dengan bantuan si berengsek itu, batin Arga.


Menatap wajah Ayla yang sudah tertidur dan terdengar samar dengkuran halus.


Ini cukup sekali kamu tersakiti dan kamu anakku, batin Arga.


Aku akan keluar malam ini Ayah akan menjaga kalian, batin Arga.

__ADS_1


Berjalan keluar kamar setelah mengecup kening dan perut Ayla.


Membuka dan menutup pintu tanpa suara. Tak lama setelah Arga keluar Lalita masuk dan bergabung tidur di sebelah Ayla.


__ADS_2