Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Perbuatan Claudia


__ADS_3

Ayla baru sampai mansion langsung turun dari mobil yang baru saja berhenti. Sopir menatap Ayla yang berjalan menjauh dengan sedikit berlari dan menghapus air matanya.


Di kantornya, Arga baru menyelesaikan makan siangnya dengan Dafa menghabiskan bekal siang yang dibawa Ayla.


"Enak sekali masakan Nyonya."


"Ini adalah masakannya yang semakin baik dan makan siang ini adalah makan siang paling istimewa."


Istimewa bagi anda. Menyedihkan bagi Nyonya, batin Dafa.


"Enak bukan?" ucap Arga.


"Iya Tuan."


"Aku melihat Nyonya sangat sedih ketika menaiki mobil sampai di mansion pun nyonya masih sangat sedih."


"Biarkan saja."


Dafa mengangguk dan membereskan makan siangnya dengan Arga.


Arga kembali bekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.


Di mansion. Ayla masuk kedalam kamarnya dan mendudukan tubuhnya di atas kasur.


Ayla menangis dalam diam dan membiarkan air mata mengalir deras di pipinya.


Ayla kembali bangkit dan pergi ke kamar mandi lalu pergi lagi keluar setelah wajahnya tidak terlihat bekas menangis.


Menghampiri Lisa di kebun milik Bunda Arga.


Ayla yang sudah mulai memperlihatkan jika kini Ayla sudah bisa melihat. Seketika itu semua pelayan terkejut. Dan hanya Lisa yang tidak terkejut.


Tak berapa lama sebuah mobil memasuki halaman dengan Mobil lain di belakangnya juga.


Ternyata Claudia dengan Ibu Arga turun dari mobil dan melangkah masuk. Ibu Arga melangkah melewati Claudia yang langsung duduk di sofa.


Ayla yang sibuk dengan para pelayan di taman belakang seketika terusik dengan panggilan Claudia.


"Hay Ayla."


Seketika Ayla menoleh dan itu berhasil membuat Claudia mematung di tempatnya.


Tunggu kenapa dia menolehnya tepat dimana aku berdiri dan matanya menatapku.. apa jangan jangan dia sudah.. Oh baguslah jika sudah sembuh.. aku akan melakukan hal yang membuatnya tertekan lebih dari dia membuatku menangis karena berhasil menggantikan tempatku di hati Arga, batin Claudia.


"Oh.. Ayla.. kamu sudah bisa melihat."


" Iya Claudia."


"Kamu juga mengenalku?"


"Suara kamu kan tidak berubah menjadi suara lelaki, bukan," ucap Ayla seketika semua pelayan terkekeh dibelakang Ayla dan itu membuat Claudia kesal.


Berjalan cepat Claudia mendorong Ayla hingga jatuh dan membuat satu rak bunga mahal jatuh kebawah dan hancur.


"Nyonya!" teriak para pelayan.

__ADS_1


" Rasain itu.. kamu jangan pernah membuatku marah."


Ayla berdiri dibantu para pelayan. Seketika Lisa melihat pipi Ayla tergores dan sikut Ayla yang lebam.


Aduh Tuan maaf kan saya..batin Lisa.


LIsa sudah sangat takut jika sampai Arga memarahinya di belakang Ayla. Hanya karena lecet dan lebam yang Claudia buat pada Ayla.


"Dasar perempuan murahan.. pura-pura buta buat rampas semua harta Arga... menjijikan."


Caludia langsung pergi setelah mengatakan hal itu.


Ayla yang sudah duduk lalu diobati pelayan lukannya.


Lisa juga pamit pergi dengan alasan memeriksa sesuatu di ruangan tanaman bahan pokok. Tapi, sebenarnya Lisa pergi untuk melaporkan hal ini pada Arga.


Setelah selesai dari urusannya Lisa membantu Ayla dan para pelayan membereskan kekacauan tadi.


"Aduh Bibi.. ini bunga cantik ini patah."


"Ini.. Ini Bunga tiga bulan yang paling Tuan sayang dan sekarang sudah patah."


"Aduh bi.. ini gimana kalo sampe Arga tahu terus marah.. Bibi bantu Ayla cari bunga ini dulu yuk keluar."


Seketika Seorang pelayan menemukan pot harga miliyaran pecah dengan bunga langka yang langsung rusak.


Pelayan dan Ayla langsung saling berpandangan dan juga Lisa yang sudah jantungan sejak tadi.


Seketika terdengar suara mobil Arga yang memasuki halaman. Arga langsung masuk ke dalam mansion. Tapi, langkahnya terhenti didepan pintu utama ketika melihat para pelayan dan Ayla berjongkok di salah satu rak bunga yang tidak ada.


"Ada apa ini?"


Seketika Ayla menegakan tubuhnya dan para pelayan termasuk Lisa menundukan kepalanya tidak berani menatap Arga .


"Arga Maaf.. " Ayla menyingkir dari tempatnya berdiri. Terlihat dua barang mahal yang Arga dapatkan dengan susah payah dan langsung dari tempat asalnya.


Arga terdiam menatap dua bunga dan pot yang hancur juga satu rak bunga cantik lainnya yang hancur begitu saja.


Arga langsung berbalik dan pergi dari sana. Ayla yang tidak mendengar ucapan Arga lagi seketika menatap Arga yang hampir menjauh.


Dan segera mengejarnya dengan cepat.


"Lisa bereskan saja apa yang bisa di pajang dan di urus."


Lisa mengangguk dengan ucapan Dafa. Sebenarnya Arga sudah tahu dari laporan Lisa tadi.


Harga bunga dan pot itu tidak bisa dibandingkan dengan perasaan lembut Ayla yang akan Arga hancurkan jadi Arga memilih diam dari pada harus marah menjaga agar Ayla tidak semakin sedih.


Ayla mengikuti Arga hingga masuk ke dalam kamar.


Dua itang yang menatao Arga dan Ayla saling berjalan mendahului membuat keduanya merasa terhibur.


"Seru banget ya Tante."


"Iya Tante gak sabar liat Arga pisah sama Ayla.. cepat sih tanda tangan Cerai terus nikahin kamu."

__ADS_1


"Tante.. udah tahu belum tentang Ayla."


"Males banget tante tahu."


"Tante Ayla itu udah bisa ngeliat." Seketika ucapan pelan Claudia sambil menikmati kuehnya membuat ibu Arga tersedak minumannya sendiri hingga terbatuk batuk.


Dalam kamarnya Arga langsung masuk kedalam kamar mandi tanpa memperdulikan Ayla yang membantunya melepaskan dasi kemeja dan menyimpan barangnya.


Ayla menyiapkan pakaian santai untuk Arga lalu keluar dari ruang ganti dan duduk diatas kasur menunggu Arga.


Beberapa menit kemudian Arga keluar dengan menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.


Ayla yang tak sengaja menoleh segera berbalik dan bangkit dari duduknya.


Seketika kedua tangan Arga memegang pinggang Ayla. Memeluknya dari belakang dan mengecup singkat bahu dan leher Ayla.


Seketika Ayla terlena dengan perbuatan Arga.


Ketika itu Arga tersenyum merasakan Ayla yang menegang. Arga berbalik dan pergi keruang ganti.


Ayla yang tidak merasakan Arga lagi di belakangnya segera berbalik dan membuang nafasnya kasar.


Arga keluar dengan pakaian santai dan melangkah keluar mengarah ke ruang kerjanya meninggalkan Ayla sendiri didalam kamar.


Ayla segera mengikuti langkah Arga, seketika di bawah tangga, Ayla melihat Arga mengobrol dengan Claudia dan membawanya masuk kedalam ruang keejanya. Seketiaka pikiran negatif muncul di kepala Ayla.


Diruang kerja Arga.


"Duduk dan jangan ganggu aku."


Claudia menatap Arga heran dan itu juga Claudia lakukan.


"Arga." panggilan Claudia tidak di respon oleh Arga. seketika Arga melihat bayangan Ayla yang mengintip dari pintu.


"Iya Sayang kenapa kamu mengangguku. Aku kan sudah bilang untuk diam saja, bukan."


******


Ayla pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam bersama para pelayan.


Setelah Ayla pergi Arga menghempaskan Claudia dari pangkuannya dan menarik Claudia untuk keluar dari ruang kerjanya.


"Arga." Tiba-tiba Claudia ingin memanfaatkan situasi ini.


Menghampiri Ayla yang sedang berada di dapur.


"Aduh.. Arga terlalu ganas tente nyiumnya liat nih bibirku sampe berdarah." Ibu Arga yang sedang memainkan ponselnya di meja makan segera menoleh lalu tersenyum.


"Oh iya bener banget kamu.. di obatin geh sana." Ikut melengkapi ucapan Claudia untuk membuat Ayla marah.


"Ehm jangan dong tante.. ini ciuman mesra yang ke lewat batas karena istrinya gak pinter ngelayanin suaminya." Claudia dan ibu Arga saling mengacungkan jempol.


Seketika para pelayan yang memasak bersama Ayla kaget karena Ayla membelah daging kecil dengan sekuat tenaga dan membuat suara pisau besar dan talenan berbenturan menjadi dua kali lebih keras dan mengerikan.


"Maaf .. aku terlalu semangat." Ayla tersenyum ramah.

__ADS_1


__ADS_2