Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Di pulangkan


__ADS_3

"Eh.. kamu belanja di sini orang miskin," ucap Calysta pada Ayla.


Pegawai tersebut menatap bingung. Lisa hanya diam di samping Ayla.


"Iya, kamu beli apa?" tanya Ayla pada Calysta yang baru selesai membayar di kasir.


"Maaf nona kartu anda saldonya kosong," ucap pegawai kasir pada Calysta.


"Kok bisa sih.. mesinnya kali yang salah." Calysta kekeh.


"Sudah Mb di gabung saja sama punya saya," ucap Ayla dengan ramah. Lisa memeberikan pakaian Ayla dan memberikan kartu pada pegawai kasir.


Calysta hanya pergi begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih.


Sampai di mobilnya Calysta menelpon papanya.


"Hallo pah.."


"Iya.. kenapa sayang."


"Kenapa kartu Calysta kosong."


"Hehe maaf sayang lagi gangguan mungkin ananti juga bisa."


"Halah papa bohong."


"Iya Maaf asisten papa baru jalan tadi buat ngisi saldo di kartu kamu."


" Lagian papa gak mau kasih kartu tanpa batas biar papa gak bolak balik ngisi saldo aku."


"Makannya itu kamu harus berhemat biar papa kasih kamu kartu tanpa batas kalo kamu boros begini Papa gak bakalan mau ngasih."


Seketika Calysta memutus teleponya.


Di sebrang telepone, Petter hanya menggeleng dan duduk memijat pelipisnya.


Tak lama istrinya masuk membawakan makan siang.


"Kenapa pah.. Calysta lagi?" ucap istrinya.


"Iya putri kamu boros banget."


"Kamu manjain dia," ucap Istrinya.


"Kamu ngelahirin dia."


"Eh.. papah Kita yang buat lagian Papa suruh di program dulu anaknya gak mau jadi udah dewasa ya kayak gitu coba dari kecil biji dihmppp..."


Seketika Petter menutup mulut istrinya yang hampir lepas kendali.


"Mama kalo ngongomong udah tua yang sopan ngomongnnya gak kayak anak abg lagi mah," ucap Petter.


"Hehe," tawa istrinya.


Di Kantor Arga siang ini Ayla baru saja datang membawa barang belanjaannya dengan malu dan juga makan siang yang sengaja Ayla beli di restoran .


Membuka pintu ruangan Arga setelah mengetuknya.


Ayla langsung menatamakan siangnya di atas meja. Arga mengambil bungkusan apa yang Ayla beli.


"Harusnya itu di taruh di mobil aja ngapain di bawa-bawa.. nanti dirumah kamu juga tahukan," ucap Ayla kesal.


"Aku ingin melihatnya sekarang. Bukan nanti, kamu kalo tidak diprintah banget suruh menghabiskan uangku gak bakalan mau jalan sampe sekarang," sahut Arga enteng.


"Dah sekarang makan, Soto ayam sesuai pesanan anda Tuan Marvelino."

__ADS_1


Arga tersenyum mendengar Ayla mengucapkan nama belakangnnya dengan embel-embel, nadanya terlihat kesal.


"Sepertinya kamu belanja banyak, kenapa barangnnya hanya seperti ini, ini ling..."Ayla menutup mulut Arga seketika.


"Malu jangan di ucapin juga kali," ucap Ayla.


Arga mengangguk. Melepas bekapan mutut Arga.


"Tadi Aku ketemu Calysta dia gak bisa bayar terus aku bayarin sekalian," jelas Ayla.


"Oh... kukira kamu belanja banyak hampir limaratus juga ternyata dua ratus juta aja kamu belanjanya."


"Hem.. emang buat apa itu gaun tidur sama gaun pesta dan Tuxedo.. kamu ada kondangan," ucap Ayla polos.


Sebenarnya Arga meminta Ayla untuk membeli gaun pesta terbaik dan mahal juga gauntidur dengan bahan yang baik. Bersamaan itu Arga juga memesan Tuxsedo.


"Yang penting nanti malam kamu pakai," ucap Arga.


Ayla hanya mengangguk saja mengiyakan perkataan Arga.


Setelah selesai dengan makan siangnya.


Ayla meminta untuk pulang duluan pada Arga dan Lisa yang menunggunya di ruangan Dafa juga sudah berdiri di depan meja sekertaris Larissa dan Aulia.


Ayla pulang kembali ke Mansion bersama Lisa dan Sopir.


******


Waktu malam tiba Sudah tampil cantik dengan gaunnya dan Arga dengan tuxedonya.


"Arga aku boleh tanya sesuatu sama kamu tentang...."


"Apa," sahut Arga.


Arga tersenyum seketika.


"Kamu cemburu?" Ayla menggeleng seketika.


"Bukan.. bukan itu ta-tapi..."


"Ayla...jadi kau ingin aku kasar dengan perempuan," ucap Arga.


"Ah.. bukan hanya saja yang mereka sentuh adalah milikku," gumam Ayla.


Seketika Ayla menutup mulutnya dan berlari keluar kamar.


Arga menggeleng dan terkekeh kecil.


"Apa pun untuk mu Ayla," ucap Arga sambil melangkah mengikuti Ayla keluar kamar.


"Argaa... kamu mau keluar aku ikut ya.. aku juga udah dandan yang cantik," suara riang Calysta ketika melihat Arga turun.


Baru sampai di tangga dasar Calysta langsung memeluk lengan Arga.


"Lepas Calysta," ucap Arga sambil menarik lengannya paksa dari pelukan Calysta.


"Arga.. Kamu kenapa sih.."


" kamu itu udah tiga bulan nikah sama dia tapi, belum hamil juga jangan jangan mandul lagi," ucap Calysta menatap Ayla remeh dan masih dengan posisi memeluk lengan Arga.


Seketika Arga mengepalkan tangannya dan berbalik menatap Calysta.


"Nona Calysta jaga ucapan anda ini peringatan saya sebelum.."


"Sebelum apa.. haah kamu itu cinta buta sama istri kamu. Kamu itu gak tahu betapa anehnya dia dan jangan jangan licik juga. Oh Ya ampun dia kan dulunya buta terus bisa ngeliat.. jangan jangan tahu kamu kaya dia pura-pura."

__ADS_1


Arga menahan emosinya.


Sudah sejak lama Arga ingin menghabisi semua orang yang mencibir dan mengatai Ayla buruk tapi, semua di urungkan karena Ayla.


Seketika Tamparan di wajah Calysta membuat Lalita dan ibunya di buat melongo.


Arga sudah tidak bisa menahannya lagi sekarang.


"Arga jangan ... stop.. jangan lagi, kasian dia."


Ayla mencegah cengkraman tangan Arga yang kasar pada Calysta.


"Ayla.." Arga melemah ketika tatapan mata Ayla yang berkaca-kaca.


"Calysta kamu gak papa kan," ucap Ayla beralih pada Calysta.


"Hiiih lepas .. gak usah sok perhatian."


"Arga dulu kamu selalu baik sama aku sekarang kamu mukul aku demi istri payah kamu," ucap Calysta.


"Aku tegaskan sekali lagi, kamu orang asing di rumah ini selama ini aku diam karena aku masih mensegani kamu sebagai tamu di rumahku tapi, sekarang, Tidak lagi."


"Dafa." Seketika Dafa dan mengangguk.


"Hubungi orang tuannya suruh mereka menjemputnya sekarang, dan juga bilang pada para pelayan untuk membawa dan membereskan semua pakaian mereka bertiga keluar rumah ini."


Seketika Lalita dan ibunya tersedak makan malamnya. Saling menatap.


"Loh Arga.. kamu apa-apaan kenapa kamu juga ngusir mama dan Lita, kan yang salah Calysta."


Seketika Calyta menatap ibu tiri Arga dan meminta jawaban itu.


"Lisa." Tak berapa lama Lisa datang dengan panggilan Arga.


"Bawa Ayla masuk kedalam kamar," ucap Arga yang sudah mulai emosi.


Ayla hanya menatap takut ketika Arga sudah marah dengan wajah menyeramkannya, Ayla tidak berani pada Arga yang sekarang.


"Kalian semua sudah lama aku diamkan untuk bisa segera berubah tapi, tidak berubah sama sekali ternyata semua kesempatan itu hilang sia-sia."


Tak berapa lama semua sudah berkumpul di ruang tengah. Kedua orang tua Calysta dan Ayahnya Arga yang langsung datang.


"Saya tidak bisa menerima perjodohan ini. Saya sudah menikah." Sektika kedua orang tua Calysta berpura-pura terkejut.


"Arga.. kamu ini gimana Mama sengaja jodohin kamu sama Calysta biar.."


"CUKUP." Seketika semua diam dan sunyi.


Arga menatap Kedua orang tua Calysta.


"Baiklah Arga.. kami tidak keberataan atas keputusanmu, ini adalah perjodohan yang salah bukan begitu Nyonya Utami," ucap ibu Calysta pada ibu Arga.


Seketika ibu tiri Arga gugup.


"Maah aku cuman mau sama Arga bukan yang lain," ucap Calysta.


"PULANG CALYSTA.. kamu buat malu saja," ucap Petter pada Calysta.


"Arga.." Rengek Calysta. Seketika ibunya menarik Calysta untuk pergi dan Petter membawa semua barang-barang Calysta pergi juga.


"Sekarang kalian."


"Kalian juga," ucap Ayah Arga mengulangnya lagi.


"Loh pah.. kok kita sih," Lalita terkejut.

__ADS_1


__ADS_2