
Di mansion.
"Kakak tahu kenapa aku bisa datang tadi?" ucap Lalita sambil memberi keju diatas adonan bolu yang belum matang.
Ayla menggeleng sambil melangkah memasukan adonan bolu dengan toping cokocips ke dalam oven.
"Untung kamu datang tepat waktu jika tidak.."
"Kakak salah Aku datang karena Kak Arga bukan karena kebetulan."
"Arga tahu." Lalita menganggu menyahuti ucapan Ayla yang terkejut.
"Apa yang kak Arga tidak tahu.. dulu aku bodoh karena mengira Kak Arga tidak memperhatikan Kak Ayla ternyata salah. Kak Arga tahu semuanya."
"Berapa menit kak ini akan matang," ucap Lalita menghampiti Oven yang terlibat didalamnya bolu coklat mengembang sempurna.
Arga.. bisa mengetahuinya.. dan mungkin Arga akan marah setelah ini..batin Ayla.
"Sebentar lagi. Setelah berbunyi tunggu sebentar dan keluarkan Bolunya." Ayla pergi untuk mengambil minum dan duduk Sedangkan Lalita duduk di depan Oven melihat kueh yang sebentar lagi matang.
"Ternyata membuat kueh asik ya..." ucap Lalita.
"Heem.. kamu ingin membuatnya sendiri buatlah lagi," ucap Ayla.
"Tidak Kak Aku ini saja." Ayla mengangguk seketika ponselnya berbunyi.
Pesan dari Arga.
"Nanti siang aku akan pergi mengantar makan siang kamu ingin makan siang apa," ucap Ayla menatap Lalita yang mengeluarkan bolu matang dari oven.
"Capcai kak.. boleh," ucap Lalita menatap Ayla.
"Boleh," sahutnya senang.
"Kak ini bagaimana memindahkannya," ucap Lalita yang bingung dengan bolu di loyang.
Ayla melangkah mengambil alih seketika Bolu sudah di piring.
Di kantor.
"Benar-benar bersih dan hanya lulusan SMK." Sedikit curiga karena keberaniannya mendekati Ayla.
"Iya Tuan, Farhan juga adalah murid yang baru lulus sekolah dan langsung melamar pekerjaan, Karena kinerjanya yang baik Lisa menjadikan dia asistennya dan sekertarisnya di kantor."
Arga mengangguk. Arga sedikit curiga dengan wajah yang sama yang juga hadir di pesta Ten.
****
Ayla baru saja berangkat untuk mengantar makan siang Arga.
Seketika Mobilnya di hadang untuk berhenti. Dua orang dengan wajah menggunakan masker membuat Ayla sedikit panik.
Ayla teringat ke jadian waktu lalu dimana sama-sama di hentikan mobilnya di tengah jalan.
Tak lama mobil lain yang Ayla tidak paham mereka siapa turun dan menghadang kedua orang asing untuk menyentuh mobil Ayla.
Sopir Ayla, kembali melajukan mobilnya meninggalkan orang-orang tersebut.
__ADS_1
Sampai Ayla di kantor Arga dengan perasaan sedikit Lega.
"Nyonya," panggilan Safa membuat Ayla terkejut dan menatap Dafa.
Turun dari mobil melangkah memasuki Lift dan sampai di ruangan Arga.
Membuka pintu ruangan Arga dan duduk di Sofa.
"Kenapa?"
"Tidak apa-apa," ucap Ayla mempersiapkan makan siang Arga.
***
"Kenapa kalian gagal?" ucap Farhan pada Anak buahnya.
" Tidak bisa apa-apa, kalo begitu mati saja," ucapnya melepaskan tembakan pada dua anak buahnya.
"Persiapkan kejutan untuknya Ayla harus menjadi milikku," ucap Farhan pada anak buahnya.
Ruangan yang sedikit pencahayaan dan juga debu di mana-mana.
Dua orang tidak bernyawa tergeletak begi tu saja di tanah.
Kembali dari kantor Arga tidak bicara sedikitpun pada Ayla kecuali tentang satu kata ketika makan siang tadi.
"Siapa lelaki itu?" Ucap Arga.
"Di-dia.. Farhan dia yang tidak sengaja bertemu waktu di Supermarket di pabrik lalu tadi pagi di toko bunga.." jelas Ayla dengan ketakutan.
"Tidak masalah kamu jujur dengan ku," ucap Arga tenang.
Arga mengumpat.
"Tetap di kamar dan jangan keluar," ucap Arga berlalu pergi Ayla mengangguk menatap ke pergian Arga.
Di luar Arga menantap Farhan.
"Kurasa kau salah mendatangi tempat. Bocah," ucap Arga.
"Tidak. Aku memasuki tempat yang benar untuk mengambil wanitaku," ucap Farhan.
"Siapa? disini banyak sekali wanita, Pelayan atau pengasuh atau juga wanita tua," ucap Arga.
"Wanita mu," ucap Farhan seketika Tembakan melesat memecahkan guci besar antik di dekat tangga.
Tak lama semua anak buah Arga masuk.
"Kau payah. Sudah aku katakan disini banyak wanita dan aku sudah menyebutkannya. Tidak termasuk wanitaku," ucap Arga memberi isyarat pada bawahannya untuk membawa Farhan. Arga sangat tenang dan hanya tersenyum biasa dan tipis
"Menyerahlah," ucap Arga santai. Menatap Farhan sambil melangkah perlahan mendekat.
Melangkah maju mendekati Farhan menatapnya dari jarak dekat.
"Jangan pernah ganggu istriku atau pun mengajaknya bicara. Kau tidak tahu berurusan dengan siapa," ucap Arga.
Salah satu bawahan Arga mematahkan tangan Farhan.
__ADS_1
" Ahk..."
"Itu bayaran karena ingin bersalaman dengan istriku di super market waktu lalu," ucap Arga lalu tersenyum tipis.
"Sekarang pergilah dan jangan kembali," Arga kembali masuk kedalam bersamaan dengan para bawahannya membawa Farhan keluar.
Arga kembali masuk ke dalam kamarnya.
Di rumahnya.
Farhan menghancurkan semua barang yang terlihat olehnya dengan tongkat besball.
"A..hk.. Semudah itu dia menyuruhku pulang dan siapa Marvelino sebenarnya. Sialan... Tuan Arga aku akan mengurusmu nanti..."
Farhan sudah mencari tahu tentang Arga tapi, hasil pencariannya mengatakan jika Arga hanya seorang pengusaha kaya dengan bisnis dimana-mana tidak ada hal lainnya bisa Farhan dapatkan.
****
Calysta masuk kedalam apartemennya kembali ke tanah air untuk menyelesaikan bisnisnya yang masih tahap awal berkembang.
Sebenarnya alasan Calysta datang hanyalah untuk Arga karena Calysta tidak bisa menyerah begitu saja pada Ayla. Calysta ingin Ayla di tendang keluar oleh Arga sendiri.
Sepertinya itu tidak mungkin karena beberapa waktu lalu Calysta mendapatkan kabar jika Ayla sedang hamil.
Bukannya marah atau kesal Calysta tersenyum dan malah meminta izin untuk kembali ke Tanah Air dengan Alasan bisnis.
Rencana Calysta kali ini adalah untuk menghabisi keturunan Arga, agar Arga membenci Ayla dan lebih memilih Calysta.
"Lihat saja bagaimana aku merebut Arga kembali padaku," gumam Calysta.
****
Di tempat lain perempuan cantik yang pernah di temui Ayla di pesta sedang duduk menatap langit malam yang indah.
"Arga Marvelino tampan dan Kaya.. Dan bagaiamana dengan keperkasaanya pasti tidak diragukan. Sayang dia setia pada istrinya."
Memainkan gelas Winenya dan menuangnya ke dalam pot bunga di depannya.
Itu adalah bunga yang Farhan berikan pada Ayla. Sekarang berada di dalam kamar Syena.
Seketika pintu terbuka keras.
"Apa yang kau lakukan kak?" ucap Syena santai, menoleh pada Farhan yang baru saja membuka pintunya dengan keras. Lalu kembali lagi membelakangi Farhan.
"Lakukan usahamu sendiri jika priamu tak ingin aku bunuh," ucap Farhan.
Sebenarnya Farhan adalah putra pertama dari keluarga Ten tapi, semua itu di tutupi oleh ibu Syena karena Farhan adalah anak Tiri di keluarga tersebut. Sedangkan Syena adalah saudara satu ayah dengan Farhan.
"Untuk?" ucap Syena dengan nada meremehkan.
"Terserah!" Farhan menatapnya dari belakangnya.
"Kau bodoh kak. Kenapa kau terburu-buru melakukannya. Kan aku sudah bilang untuk tenang dan tunggu permainan lain dulu yang di mainkan kau terlalu sibuk dengan Ayla sehingga sulit berpikir jernih," ucap Syena.
"Bagaimana rencanamu," ucap Farhan.
"Mudah ..."
__ADS_1
" Utami adalah ibu dari Lalita adik tiri Arga Marvelino. Bukannya dia pernah membujukmu untuk mengikuti perintahnya sekarang lakukanlah tapi, buat semuanya terjadi kerana ulahnya."
Farhan menyeringai menatap Syena yang berdiri dan berbalik menatapnya.