Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Tidak berharga


__ADS_3

Melanjutkan pekerjaannya setelah makan siang. Yah.. tidak terlalu siang mungkin menjelang makan siang.


Ayla duduk di sofa ruangan Arga sambil mendengarkan musik dengan headsetnya.


*Sejam terlewat.. Arga keluar dari ruangannya sekarang aku sendiri. Ucapan Claudia tentang kekuranganku.. Hem..menyakitan sih.. Tapi itu kenyataan yang mereka lihat bukan sebenarnya. Arga lebih lembut dan hangat padaku dan kasar dingin juga kejam pada yang lain.


Ruangan ini... sama sekali tidak terasa seperti ruangan kantor melainkan ruangan yang mencerminkan siap Arga sebenarnya dan bagaimana dirinya dulu dan saat ini... Meja kerja dan semua perabotan lalu bingkai foto wanita cantik seperti di mimpiku, batin Ayla.


Sambil melangkah mengelilingi ruangan Arga yang sepi.


Wanita...wanita ini.. mimpiku, Batin Ayla*.


Mengambil foto yang ada di dekat wadah pena dan Monitor.


Ibu..ibu Kandung Arga.. wajahnya sedikit sama dengan Arga..batin Ayla.


Meletakan kembali foto tersebut dan kembali duduk di sofa. Lelah dengan duduk Ayla membaringkan tubuhnya di sofa.


Memikirkan apa yang terjadi di dalam mimpinya dan kenyataan apa yang akan di terimanya dari permintaannya semalam.


Pintu terbuka dengan seorang perempuan cantik.


"Permisi Nyonya," ucap Perempuan itu.


"Iya," Ucap Ayla kembari menegakakn tubuhnya dari posisi berbaringnya.


Untung gak noleh tadi.. huh.. batin Ayla.


"Saya Dian ini ada minuman yang Tuan pesankan untuk anda," jelasnya.


"Kalo begitu saya pamit keluar."


"Iya terimakasih ya," ucap Ayla.


Menerima minuman itu dan meminumnya sedikit.


Pintu kembali terbuka dan yang masuk kali ini Arga sendiri.


"Kau sudah meminumnya," ucap Arga.


"Minuman ini."


Sambil menggoyangkan segelas minuman segar tersebut.


"Itu bagus untuk menyuburkan kandunganmu."


Seketika Ayla tersedak dengan minumannya dan terbatuk yang sangat menyiksa tenggorokannya.


"Me-menyuburkan.. Apa?" ucap Ayla.

__ADS_1


"Kandungan agar kamu cepat hamil," ucap Arga.


"HAMIL... CEPAT!" teriak Ayla sepontan.


Tenang Ayla.. tenang.. Tarik nafas hembuskan tarik lagi hembuskan pelan-pelan, batin Ayla.


"Apa kau tidak mau memiliki anak dari ku atau kau masih ragu dengan ku.. lalu semalam waktu kamu..."


"IYA.. iya aku mau .. mau..aku mau.. Aku akan hamil anak mu jika itu terjadi," ucap Ayla.


"Terjadi Ayla."


Seketika Tubuh Ayla merinding mendengar suara serak Arga yang terdengar begitu jelas dan suara itu mengingatkannya pada kejadian semalam.


"A-aku harus pulang, Aku mau pulang dulu kamu masih lama bukan," ucap Ayla sambil berdiri dan berjalan seketika kakinya tersandung sofa kecil.


Gerak refleks Arga membuat Ayla tidak jadi terjatuh ke lantai dan malah jatuh ke pelukan Arga.


"Em...ma-makasih, aku pulang du-lu," ucap Ayla gugup menarik dirinya dari pelukan Arga.


Arga tersenyum nakal karena berhasil membuat Ayla salah tingkah.


"Duduk dulu dan habiskan minumanmu." Kembali menarik Ayla membawanya untuk duduk kembali.


"Iya aku habiskan lalu pulang." Arga duduk dihadapan Ayla sambil menyerahkan minuman tersebut.


Menyodorkan gelas minuman itu pada Ayla lagi dan menarik tangan Ayla untuk kembali memegangnya sendiri.


Ayla meminumnya dengan cepat. Lalu terbatuk lagi. Meminum terus hingga bahis.


"Su-sudah Aku pulang," ucap Ayla hendak berdiri.


" Tidak pulang sekarang kamu pulamg dengan ku," ucap Arga menahan bahu Ayla yang baru setengah bangkit dari duduknya.


"Iya.." sahut Ayla lemas.


Aku mau pingsan aja boleh... sekarang aku mau pingsan.. ayo Ayla pingsan aja.. Batin Ayla.


"Kamu kenapa?" ucap Arga.


"Gelisah? apa kamu tidak mau hamil anakku atau kau masih belum yakin dengan perkataanmu semalam," ucap Arga seketika membuat Ayla tegang.


Ayla memainkan jarinya yang sudah gemetaran dan berkeringat.


"Kamu kaya dan sempurna kamu juga Lelaki yang baik, Jika kamu memaksakan memiliki keturunan dariku apa kamu akan meninggalkan aku setelah aku memberikanmu keturunanan, Dan aku menjadi hal yang tidak berharga lagi.. karena aku tidak bisa melihat.. lalu kamu membawa anakku pergi dan meninggalkan aku agar anak yang aku lahirkan tidak bisa melihat ibunya yang buta ini," jelas Ayla dengan menundukkan kepalanya.


Jauh sekali, caranya berpikir terlalu jauh..batin Arga.


"Tidak berharga lagi maksudmu ketika Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan."

__ADS_1


"Kaya.. sempurna..lelaki baik... Ayla-Ayla," ucap Arga sambil terkekeh kecil.


"Dengar aku baik-baik. Aku Arga Aku suamimu dan kamu istriku. Aku tahu kamu mendengarkan pembicaraanku dengan Claudia bukan?"


"Aku lebih suka kamu menjadi dirimu, jangan dengarkan kata orang. Ya mungkin kamu tidak berharga nanti!"


Ayla mengepalkan kedua tangannya di pangkuannya ketika Arga mengatakan jika dirinya tidak akan berharga lagi nanti.


"Kamu itu tidak berharga nanti disaatnya aku bosan dengan mu," ucap Arga lagi.


Berhasil sudah Arga membuat Ayla menangis dalam diamnya.


"Aku akan menilai seseorang itu tidak berharga lagi ketika orang itu memang tidak lagi menghargai orang lain disekelilingnya dan melakukan hal buruk untuk merusak kebahagian orang lainnya yang menurut mereka tidak boleh bahagia," ucap Arga. Seketika kepalan tangan Ayla merenggang.


"Dan Kamu.. Ayla.. Kamu itu bukannya tidak berharga.. kamu itu tidak ternilai apapun karena semua hal yang aku miliki dan semua hal baik dan bagus, yang kamu dengar dari ucapan orang itu tidak akan lengkap tanpa adanya kamu bersama ku..."


"Tapi, kamu bilang akan bosan denganku pada waktunya," ucap Ayla.


"Bosan?"


"Bosan ya.. aku tidak pernah mengatakannya."


"Kapan aku bilang," ucap Arga yang berpura-pura berpikir.


"Kamu tidak akan berharga disaatnya aku bosan nanti, itu yang kamu bilang!"


Seketika Arga mengambil kedua tangan Ayla dan mencium punggung tangan Ayla.


"Itu tidak akan pernah terjadi, Karena kamu sudah menjadi milikku, Aku bersikap hangat hanya denganmu dan aku harus membayar mahal jika kamu menangis saat ini," jelas Arga.


Apa itu benar-benar kamu Arga.. Aku masih sedikit ragu ketika Claudia mengatakan hal itu. Aku ragu kalo kamu, apa memang kamu seorang lelaki yang sama yang Claudia bilang, aku akan melihat seberapa kejam dunia ini terlihat. Awalnya aku hanya merasakannya dan bahagia lalu tersakiti tapi, ketika aku melihat dengan sendirinya dan mengingat dari apa yang aku dengar dan lihat. Aku akan belajar bersiap untuk hari itu nanti . Batin Ayla.


"Aku akan menyelesaikan urusanku, Kau istirahatlah jika lelah," ucap Arga.


Melangkah pergi meninggalkan Ayla yang masih menunduk.


Arga memeriksa beberapa pekerjaannya dan juga mengecek laporan di komputernya.


Ayla menghempaskan punggungnya perlahan kesandaran sofa dan mengambil ikat rambut yang Lisa pasangkan di pergelangan tangannya.


Mengambil rambutnya dan mengikatnya. Seketika tangan Arga mengambil alih dan mengikat rambut Ayla dengan baik dan rapi.


"Sudah selesai ayo pulang," ucap Arga.


Ayla mengangguk dengan tersenyum.


Menggandeng tangan Ayla berjalan melewati kedua sekertarisnya memasuki lift lalu sampai di lantai bawah semua karyawan yang melihat Arga dan Ayla langsung menatap tidak percaya.


Sedangkan Ayla menatap genggaman tangan itu secara sembunyi-sembunyi. Tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2