
Di taman belakang, Ayla dan Rosa sedang bicara dengan di awasi Lisa.
"Ayla bisa gak kita ngomong berdua aja," ucap Rosa yang terlihat baik dan manis karena Lisa masih di sana mengawasi mereka.
"Bicara saja memang ada siapa? selain kita," ucap Ayla yang senang karena Rosa mengajaknya bicara dengan baik dan ini adalah hal yang paling menyenangkan dalam hidup Ayla karena Rosa, kakaknya sendiri mengajaknya bicara.
"Em... ada pelayan," ucap Rosa pelan seperti berbisik di telinga Ayla.
Ayla tersenyum.
"Bibi Lisa," panggil Ayla.
"Iya Nyonya," jawab Lisa.
"Oh ternyata Bibi, Bibi bisa sedikit menjauh ya, maaf ya... biar Kak Rosa gak malu, maaf ya Bi," ucap Ayla.
"Baik Nyonya," ucap Lisa, mengangguk, berjalan sedikit jauh dan tetap mengawasi Ayla dan Rosa.
"Ayla, Aku mau kamu pergi dari hidup Arga," ucap Rosa tiba-tiba.
"Loh Kak kenapa tapi,"ucap Ayla. Kaget dan heran Ayla tidak mengerti maksud dari Rosa mengatakan, menyuruh Ayla menjauhi Arga.
"Aku mau Arga, aku mau ngambil temapat itu. Dulu Aku kira dia bakalan nyiksa kamu tapi, kenyataannya Kamu bahagia banget... dan Kamu pasti abis jalan-jalan kan ama dia, beli apa aja," ucap Rosa panjang lebar.
"Gak beli apa-apa kak," ucap Ayla sembari menyembunyikan gelang pemberian Arga.
Rosa yang merasa curiga seketika melihat gelang yang begitu cantik dan mahal ada di pergelangan tangan kiri Ayla.
"Nah ini apa?" ucap Rosa menarik tangan Ayla kasar.
Dari jauh Lisa sudah menyipitkan matanya. Melihat tangan Ayla di tarik oleh Risa membuat Lisa harus bergerak cepat jika suatu hal yang tidak bisa Lisa lakukan tapi, Arga bisa.
"Kasih ke gue sini," ucap Rosa. Memaksa dan melepaskan gelang tersebut, seketika terlepas.
"Jangan kak!" ucap Ayla. Ketika gelang itu sudah tidak ada di tangannya. Ayla panik dan ketakutan.
"Ayla...Ayla. Kamu itu gak pantes pakek kayak ginian," ucap Rosa. Fokus melihat bentuk gelang yang begitu cantik dan indah. Rosa saja tidak mungkin bisa memilikinya.
Seketika Arga datang dan merebut gelang itu dengan paksa dan memberikan pada Ayla dan memakaikannya lagi.
__ADS_1
"Bawa Ayla masuk," ucap Arga tegas pada Lisa tanpa mengalihkan wajah dan tatapannya dari Rosa.
"Arga kamu kok beda banget?" ucap Rosa yang sangat lembut.
"Pergilah dari sini sebelum aku membuat kalian menjadi gelandangan," ucap Arga tegas pada Rosa.
"Kamu kok, jahat sih bukannya waktu pertama ketemu, kamu udah suka sama aku, kenapa sekarang kamu beda banget," ucap Rosa dengan kesal. Menatap Arga yang menatapnya lebih tajam.
Arga terkekeh dan pergi dari sana menghampiri kedua orang tua Rosa. Percaya diri sekali ucapan Rosa, jika mengartikan hal yang Arga perlihatkan sebagai hal yang membuatnya menyukai hal tersebut.
Rosa yang tidak dianggap ucapannya hanya bisa marah menghentak-hentakan tangannya diudara dan menghentak-hentakan kakinya kesal.
Di ruang tengah semua berkumpul kecuali, Ayla.
"Saya minta untuk kalian jangan pernah mengganggu Ayla lagi jika niat kalian buruk," ucap Arga benar-benar tegas. Ayah Arga sungguh tidak mengira Arga akan mengatakan hal itu pada orang tua Ayla.
"Arga mereka keluarga Ayla bagaiaman-bagaimana kamu bisa mengatakan hal seperti itu," ucap Ayah Arga.
"Orang tua, saya terkejut jika orang-orang ini menganggap mereka keluarga Ayla dan orang yang paling Ayla sayangi, Lucu," ucap Arga. Sekali lagi Rico, Lina, dan Rosa melihat sikap asli Arga yang sebenarnya.
"ARGA!" ucap ayah Arga yang sudah tidak terima dengan sikap arga menyambut mertua dan keluarga Ayla dengan perkataan sedikit menyindir.
"Anda juga bercermin harusnya, Apa anda sama dengan mereka atau tidak," ucap Arga sangat santai sambil menatap Ayahnya dan Rico.
"Saya Suami Ayla dan Ayla adalah tanggung jawab saya, Untuk Anda mertua saya, Jika niat anda baik saya akan izinkan jika tidak jangan harap anda bisa hidup dengan harta yang anda miliki atau pun menemui Ayla walau sebentar," ucap Arga dengan sangat tegas, berlalu pergi dari sana tanpa ingin meneruskan sambutan pada kedua mertuanya dan kakak iparnya.
"Maafkan putra saya, ya jeng," ucap Ibu Arga yang baru bergabung ketika Arga ke belakang untuk menemui Ayla.
"Iya gak masalah," ucap Leni dengan senyum terpaksa, sebenarnya dalam hatinya Leni juga terkejut dan sedikit tersindir dengan perkataan Arga.
Semua diam dalam senyum terpaksa mereka menikmati suguhan dan minuman yang sudah di siapkan.
Aku harus mendapatkan Arga, batin Risa sambil meminum tehnya.
Di kamar Ayla menatap ke depan saja setelah Lisa membantu sedikit untuk Ayla bersiap setelah kembali dari luar.
Sekarang Ayla duduk diatas kasur dengan mendengarkan Mp3nya, sudah dengan pakaian yang santai dan nyaman.
Mereka datang kemari bukan mau mengunjungiku tapi, mau mengambil tempat ini lagi. Apa yang sebenarnya terjadi. Bukannya, Kak rosa menjadi pengantin waktu itu tapi, mama mendandaniku. Apa yang di lakukan kak Rosa, hingga aku yang menempati tempat ini sekarang.
__ADS_1
Apa yang Arga lakukan hingga sekarang aku belum merasakan apapun jika aku sudah menyukainya.
Apa aku sengaja di perlakukan seperti ini,
apa aku harus berhenti untuk hidup, Apa aku harus lakukan itu, Kenapa...kenapa... mereka tidak bisa menyayangiku sama seperti kak Rosa.
Bibi bilang jika anak perempuan sudah menikah pasti akan di kunjungi orang tuanya untuk melepaskan rasa rindu untuk sementara waktu. Tidak tahu jika orang tua sendiri datang ke rumah suami atau aku sendiri yang datang kesana, semuanya sama saja.
Bibi benar tapi, kenyataan yang ada padaku itu menyedihkan, Kak rosa datang bukan untuk melepas rindu karena aku tidak terlihat dirumah tapi, Karena melihat kehidupan yang aku jalani dengan Arga sangat bahagia, batin Ayla.
Ayla menangis sendiri dengan mata yang terus menatap ke depan. Ibu jari tangan kanan yang mengusap tombol tombol Mp3 dan menekan kembali untuk mengembalikan lagu yang sedang Ayla dengarkan hingga ke sekian kali.
Lagu yang sangat sedih, Lagu yang membuat Ayla sedikit lebih baik dan terhibur, menurut dirinya tapi, sebenarnya membuat Ayla semakin deras mengeluarkan air matanya dalam diam.
Lisa yang mengetuk pintu dan masuk membawa makan malam saja tidak berpengaruh pada Ayla karena Ayla sibuk dengan dunianya.
Kasihan Nyonya, batin Lisa.
Lisa pergi dari sana tanpa berniat untuk menggangguk Ayla. Menurut Lisa sebaiknya membiarkan Ayla sendiri.
Setelah keluar dari kamar Arga, Lisa melangkah turun melewati tangga. Seketika Arga keluar dari ruang kerja, berpapasan dengan Lisa.
"Apa dia sudah makan?" tanya Arga.
"Belum Tuan, Nyonya masih menangis entah dari kapan sambil mendengarkan Mp3nya, sekarang juga masih menangis," ucap Lisa dengan menunduk.
Arga mengangguk, seketika Lisa pergi pamit dari hadapan Arga.
Terlihat di depan, Ayah Arga dan Orqng tua Ayla sedang berpamitan untuk pulang.
Melangkah masuk ke dalam dan melihat Arga baru saja menaiki tangga, Ayah Arga langsung menghentikannya.
"Arga! apa itu cara kamu menyambut tamu dengan baik dan mempermalukan kedua orang tua kamu," ucap Ayah Arga dengan lantang.
"Ibunya pasti selalu salah mendidiknya," ucap Ibu tiri Arga.
"Bisakah kau wanita luar berhenti untuk menyangkutkan ibuku dalam segala kesalahan yang aku perbuat, Ibuku selalu baik bahkan lebih baik," ucap Arga tajam menunjuk ibu tirinya.
"Cukup Arga," ucap Ayah Arga dengan lantang.
__ADS_1
Seketika Arga terkekeh.
"Sudah kubilang pergi saja dari sini itublebih baik unruk keluargamu," ucap Arga kembali berlalu dengan sangat santai seakan tidak terjadi apapun diantara mereka.