Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Memperhatikannya


__ADS_3

Ayla bersama pelayan menyiapkan semua sajian makan malam di atas meja dengan cepat.


Setelah selesai Ayla pergi memanggil Arga untuk makan malam.


Sampai di depan ruangan Arga, Ayla mengetuk pintu dan masuk.


“Arga makan malam udah siap.” Ayla menatap Arga yang bangkit dari duduknya melangkah keluar melewati Ayla.


Masih marah. Batin Ayla.


Mengikuti Arga dari belakang. Terlihat semua sudah berkumpul di meja makan.


“Tante.”


“Cla hari ini nginep disini boleh?”


“Oh ya tertentu.” Ibu Arga menjawab ucapan Claudia dengan menatap Ayla remeh.


“Tidak baik bagi perempuan lajang menginap di tempat orang asing apa lagi yang menjadi alasannya adalah pria yang sudah menikah. Untuk terus dekat,” jelas Arga tanpa menatap Claudia.


Arga duduk dan Ayla menyiapkan makan untuk Arga.


“Eh..eh.. Ayla kamu ngapain?” ucap Ibu Arga yang melihat Ayla menyiapkan makanan dipiring Arga.


“Ada yang lagi cari muka nih tante.” Seketika Claudia menyahut ucapan Ibu Arga dengan menatap Ayla remeh.


“Tidak ada suara ketika di meja makan,” tegas ayah Arga membuat kedua perempuan yang sejak tadi banyak bicara.


Semua diam tanpa terkecuali. Dalam hati Lalita tertawa senang dengan keterkejutan mamanya dengan Claudia yang di tegur Papanya karena berisik di di meja makan.


“Siapa yang menyuruhmu duduk disampingku,” ucap Arga pada ayla yang baru saja mendudukkan tubuhnya di kursi samping Arga.


Seketika semua menatap Arga dan Ayla.


“Lalu,” Ayla menatap heran kearah Arga. Seketika Arga melempar tatapannya pada Claudia. Seketika juga Claudia yang paham langsung bangkit dari duduknya dan menyingkirkan Ayla dari tempatnya.


Dan kini Ayla duduk di hadapan Arga bukan di samping Arga tapi, di samping ibu Arga.


Makan malam berakhir tanpa suara. Ayla memperhatikan Arga yang diam saja sejak Claudia terus menerus mengambil perhatian Arga yang terus menatap layar ponselnya.


Arga kamu gak ngomong sama aku, udah lebih dari lima belas jam. Aku minta maaf.. Arga .. Ayla kamu harus kuat buat diri kamu lebih baik lagi.. kamu istrinya dan Claudia bukanlah apa-apa.. posisimu lebih baik dari yang Claudia pikir, batin Ayla.


Menguatkan dirinya dan tanpa sadar menancapkan garpu di meja makan. Pelayan yang melihat itu terkejut. Sampai Lisa yang melihat tingkah Ayla sejak tadi hanya bisa mengelus dada dan menggeleng menatap Tuannya dengan Claudia yang sedang duduk berdua di sofa.


"Non Cla.. memang tidak tahu malu," gumam Lisa.

__ADS_1


Arga yang menatap ponselnya seketika tersenyum tipis, sangat tipis hingga tidak terlihat jika Arga tersenyum.


Ayla aku ingin melihat seberapa dalam kamu bisa jujur pada dirimu tentang perasaanku padamu, aku ingin melihat bagaimana jika suamimu dekat dengan perempuan lain. Maaf Ayla aku hanya ingin melihat reaksimu dan ketika waktunya aku akan menyelesaikan semua sandiwara ini, batin Arga.


Arga tahu Ayla sejak tadi sudah bersikap sadis. Arga hanya ingin melihat bagaiman Ayla menghadapi Claudia yang selalu berusahan mendekati Arga.


Cemburu atau diam saja.


“Arga kamu kok diem aja, Arga... ayolah mau ya kamu jadi pasanganku diacara peragaan busanaku besok.”


Claudia terus merengek dan terus seperti itu. Hingga Arga menganggukan kepalanya tanda setuju.


“Yes.. Besok kamu dateng ke butik aku dan bawa Ayla juga. Aku sedikit kasian sama dia. Dia ikut buat jadi obat nyamuk diantara kita.”


Seketika Arga pergi dari sofa dan melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya. Claudia yang ditinggal Arga begitu saja juga langsung mengikutinya masuk ke dalam ruang kerja Arga.


Ayla hanya bisa memperhatikannya hingga perasaan Arga tidak nyaman dengan pintu yang tertutup.


“Apa yang mereka lakukan, Arga semoga kamu tidak melakukannya,” gumam Ayla.


Di dalam ruang kerja Arga melangkah duduk di kursi kerjanya seketika terkejut dan kembali dengan sikap tenangnya. Claudia mengunci pintu itu dari dalam.


“Apa yang kau inginkan?”


“Arga. Arga sudah ku bilang aku perempuan yang paling baik untukmu dan kamu juga harus menjadi milikku. Lagi pula perempuan itu pasti tidak akan hamil walau kau sudah menyentuhnya.”


“Mungkin kemarin sewaktu Ayla sadar dia sudah meminum susu tersebut dan.. blush.. hancur sudah semua yang Ayla miliki jika kau menunggunya hingga beberapa lama itu tidak akan terjadi karena susu yang Ayla minum adalah obat yang membuat Ayla tidak akan pernah bisa hamil.”


Seketika tangan Arga mengepal erat bangkit dari duduknya dengan kasar. Berbalik menatap Claudia.


Claudia tersenyum remeh.


“Kenapa Arga.. kamu belum menyelidiki hal itu.. Kamu melewatkan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kamu duga kalo aku bisa sampai melakukannya.”


“Perempuan gila.”


Seketika Claudia tertawa terbahak-bahak memegangi perutnya.


“YAA.. AKU GILA AKU GILA KARENA AKU MERINDUKANMU.. KARENA AKU MENYESALI TELAH MEMBUAT KEPUTUSAN ITU.. DAN SEKARANG AKU INGIN.. AKU HANYA INGIN DIRIMU.. ARGA MARVELINO CALON SUAMIKU,” nada tinggi Claudia membuat Arga seketika mengusap wajahnya kasar.


“Arga..” panggilan lembut Claudia membuat Arga menatap mata Claudia dengan begitu tajam.


Seketika bau harum dari tubuh Claudia membuat Arga merasa pening.


Sial.. parfum apa ini,batin Arga.

__ADS_1


Akhirnya kamu bisa terpengaruh jebakanku juga Arga, batin Claudia.


“Arga apa kamu ingin melakukannya denganku,” ucap Claudia sambil mengalungkan tangannya perlahan.


“Menjauh!” melepas tangan Claudia dari lehernya dengan kasar.


“Arga..” seketika Arga diam menatap Claudia yang memanggilnya dengan begitu lembut.


“Apa kau mencintaiku.”


Ketika akan mengangguk Arga langsung menggeleng dan memegangi kepalannya.


“KU BILANG MENJAUH CLAUDIA!”


“Jangan menolak harumnya nikmati saja kau akan menjadi yang pertama menyentuhku dan membantuku menyingkirkan perempuan itu.”


Arga melepaskan kedua tangannya yang memegangi kepalanya dan tangan Claudia mengambil kedua tangan Arga. Membawa Arga ke sofa dab mendudukkan dirinya.


Seketika wajah mereka sudah sangat dekat.


“Berhentilah, jika kau tidak ingin aku menghancurkan segalanya. Dan membuatmu keguguran.”


Claudia menarik tubuhnya dan menatap Arga tajam.


“Jangan kira aku pria lemah.. mudah sekali terpengaruh parfum aneh mu.. dan satu lagi.. pertemukan bayimu dengan ayahnya dan jangan pernah datang lagi padaku.”


Arga bangkit dari duduknya melangkah keluar dan meninggalkan Claudia yang terkejut dan menatap marah di mana pintu terbuka.


Di dalam kamar Ayla duduk diam meluruskan kaki dan memutar musiknya. Seketika Arga masuk dengan kasar dan menutup pintu dengan kencang. Ayla meletakan Mp3nya di atas nakas dan berjalan menghampiri Arga yang masih berdiri menghadap pintu. Seketika Arga menoleh, berbalik.


“Arga kamu kenapa. Wajah kamu rambut.. kamu,” seketika Ayla menjauh dari Arga tapi, cekalan tangan Arga lebih cepat.


Sesuatu yang tiba-tiba itu pun terjadi. Tidak hanya sebentar bahkan Arga meneruskannya hingga Ayla terlelap di kasur dengan nyaman di dalam pelukannya. Dan tidak terasa sudah pukul tengah malam. Arga tersenyum menatap wajah Ayla.


Dikamar lain. Berjalan bolak-balik , Claudia ketahuan jika dia pernah hamil.


“Arga tahu.. Kapan bagaimana? Tapi, aku sudah ke guguran sejak kemarin dan pria itu .. pria itu..Akh.. Arga sudah mengetahuinya.”


Claudia mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu. Claudia melempar ponselnya di kasur seketika Notif terdengar di buka pesan itu.


“Aku akan kembali setelah semuanya selesai.”


Balasan pesan tersebut, membuat senyum di wajah Cludia mengembang.


Di lai tempat yang begitu mewah tidak kalah mewah dari Mansion Arga.

__ADS_1


“Dafa sampaikan pesanku tentang calonku padanya. Minta Tuanmu jangan pernah menyakitinya Aku masih memperhatinya dari jauh, ketik urusanku selesai aku akan membawanya .”


“Baik Tuan.”


__ADS_2