Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Menyembunyikannya


__ADS_3

Arga sedang keluar untuk mengurus urusan di penting.


Pagi-pagi sekali Lisa sudah di panggil Arga untuk menggantikannya.


Sekarang Lisa baru saja selesai mengelap Ayla.


Dokter masuk karena sudah jadwal pemeriksaan Ayla.


Lisa menjauh membiarkan Dokter memeriksa Ayla, memperhatikan dari jarak tertentu apa yang dokter lakukan pada Ayla.


Dokter yang sedang memeriksa Ayla seketika terkejut dengan kelopak mata Ayla yang perlahan terbuka sendiri.


Dokter langsung memeriksanya.


"Ini keajaiban," ucap Dokter.


"Anda bisa melihat saya Nyonya," ucap Dokter tersebut. Ayla mengangguk.


Ayla bangun dari berbaringnya di bantu perawat wanita.


"Dokter, Saya dimana," tanya Ayla.


Tampak semuanya asing baginya dan juga ruangan dan dokter perawat di sekitarnya.


"Anda ada di rumah sakit Nyonya," ucap Dokter tersebut.


"Ini hari kedua Anda menginap di rumah sakit," ucap Dokter tersebut dengan senang.


Dua, hari kedua..batin Ayla.


"Hem Dokter saya mohon sembunyikan tentang penglihatan saya ini," ucap Ayla.


Dokter dan perawat hanya memgangguk biasa, menjawab perkataan Ayla.


"Kalo begitu saya keluar sebentar, dan jaga kesehatan anda Nyonya," ucap Dokter tersebut.


Dokter keluar bersama perawatnya. Lisa kembali mendekati Ayla.


"Apa anda ingin minum nyonya," ucap Lisa.


Seketika Ayla menoleh melihat Lisa.


Lisa tidak mendengarkan apa yang Dokter dan Ayla bicarakan, jadi Lisa belum tahu jika Ayla sudah melihat.


Wajah yang seumuran wanita tiga puluhan dan terlihat sangat ramah pakaian Lisa juga seperti pelayan pada umumnya hanya saja lebih baik, batin Ayla.


"Lisa," ucap Ayla menoleh kearah wajah Lisa.


"Bibi Lisa," ucap Ayla lagi.


Lisa yang di panggil untuk ke dua kalinya langsung menatap wajah Ayla. Lisa terkejut Ayla menatap wajahnya.


"Nyonya Anda...anda sudah melihat... Ini keajaiban nyonya," ucap Lisa begitu senang.


"Anda bisa mengenali saya Nyonya," ucap Lisa.


"Suara Bibi, aku tahu itu Bibi Lisa karena bibi bicara tadi," ucap Ayla.


Tanpa sadar mereka berpelukan dan kembali menarik dirinya masing-masing untuk lepas.

__ADS_1


"Tuan harus di kabari," ucap Lisa. Segera mengambil ponselnya untuk menghubungi asisten Dafa. Seketika tangan Ayla mencegahnya.


"Eh.. jangan Bi aku masih ingin menjadi Ayla yang Arga tahu," ucap Ayla.


"Kenapa Nyonya, bukannya ini kabar baik jika Anda sudah bisa melihat," ucap Lisa.


"Tidak bi, Aku hanya ingin memberitahunya sendiri, Dan bibi bisa beritahu dokter yang tadi untuk tidak menyampaikan kabar ini dulu, aku sudah memberi peringatan pada dokter tadi, tapi aku merasa kurang yakin, jadi Bibi bantu Ayla ya bi," ucap Ayla.


"Baik Nyonya, saya keluar dulu sebentar," ucap Ayla pergi berlalu keluar ruangan Ayla untuk menghampiri dokter tersebut.


Di ruangan Dokter.


"Permisi Dok," ucap Lisa.


"Ya, silakan duduk,"ucap Dokter.


"Dokter saya Asisten nyonya Ayla, saya kemari hanya ingin menyampaikan pesan Nyonya jika Dokter jangan memberitahukan hal ini pada Tuan Arga karena Nyonya ingin menyampaikan kabar ini sendiri," ucap Lisa.


Dokter diam menatap Lisa, mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di meja kacanya dan mengangguk.


"Tapi, saya tidak tahu harus bagaimana jika Tuan Arga mendesak untuk berkata jujur," ucap Dokter tersebut.


"Tapi, saya juga akan membantu Nyonya sedikit," ucap Dokter itu lagi.


"Terimakasih Dokter," ucap Lisa.


Berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan Dokter tersebut.


Berbarengan dengan Lisa yang keluar dan masuk keruangan Dokter seorang perawat wanita masuk kerungan Ayla.


"Permisi Nyonya," ucap perawat Wanita itu meletakan segelas susu untuk Ayla minum lalu pergi keluar.


Setelahnya Lisa masuk ketika perawat itu ingin keluar.


Wajahnya asing, batin Lisa.


"Nyonya Dokter tadi setuju untuk tidak mengabari Tuan," ucap Lisa sambil berjalan menghampiri Ayla.


" Terimakasih bi, Oiya bi kapan kita bisa pulang," ucap Ayla.


"Mungkin sebentar lagi, kita tunggu saja perawat lainnya, Nyonya apa tadi ada perawat yang masuk kemari," ucap Lisa.


"Iya, bukannya tadi berpapasan dengan bibi," ucap Ayla.


"Tadi dia memberikan susu itu," ucap Ayla menunjuk obat diatas nakas.


"Sebaiknya susu ini Nyonya jangan minum," ucap Lisa.


Ayla hanya mengangguk saja, Ayla juga sebenarnya sedang malas minum susu.


Di tempat lain dekat parkiran seorang perawat dan Claudia sedang bicara.


"Saya sudah melakukannya," ucap perawat yang meletakan Susu di atas nakas ruangan Ayla.


"Apa dia benar-benar sudah sadar," ucap Claudia.


"Iya Nona, Dia sudah sadar," ucap Perawat tersebut.


Claudia mengetik sesuatu di ponselnya dan memperlihatkan pada perawat tersebut.

__ADS_1


"Terimakasih nona," ucap Perawat tersebut.


Perawat tadi pergi mengubah penampilannya dan membuang pakaian perawatnya didalam tong sampah.


Claudia berjalan memasuki area rumah sakit lagi.


Sempat sebelumnya Claudia sudah datang tapi, ada Lisa dan Dokter yang memeriksa Ayla.


Seketika Claudia memiliki pikiran untuk membayar orang lain meletakan obat didalam susu Ayla. Dan Sekarang Claudia ingin masuk dan melihatnya sendiri. Apakah obat yang orang itu letakan sudah diminum Atau belum.


Diruangan Ayla Lisa baru saja membuang susu tersebut di wastafel dan mencuci gelasnya.


Tak berapa lama Claudia masuk, Ayla yang sudah berpura-pura menyembunyikan penglihatannya.


"Pagi Ayla, kamu udah sadar," ucap Claudia dengan sangat ramah.


"Iya Cla, makasih ya udah dateng jenguk," ucap Ayla dengan senyuman.


"Oiya kamu udah ngabarin Arga belum," ucap Claudia.


"Belum sempet, mau ngabarin takut lagi sibuk," ucap Ayla.


Seketika mata Claudia menatap gelas berisi susu tadi sudah bersih.


"Ayla kayaknya aku gak bisa lama-lama, oiya maaf juga ya gak sempert bawa macem-macem," ucap Claudia.


"Iya gak papa Cla, Makasihya udah jenguk," ucap Ayla.


Claudia keluar daru runagan Ayla dan seketika matanya melirik Lisa yang menunduduk.


Melangkah menjauhi runagan Ayla.


Hem... kira-kira Arga marah gak ya klo aku dateng kekantornya dan bilang kalo istrinya udah sadar tapi, pelayannya gak ngabarin, coba aja dateng, batin Claudia.


Sampai di mobilnya Claudia langsung melaju meninggalkan Area ruamh sakit.


Di kantor Arga baru saja kembali dari metting dengan Client penting yang datang dari Luar negeri.


Baru saja Arga masuk kedalam Lobi Claudia datang dan menarik tangan Arga.


"Arga tunggu," ucap Claudia.


"Arga dengerin dulu," ucap Claudia ketika Arga menepis tangannya dan kembali berjalan.


"Ayla udah sadar aku baru aja dateng kesana buat jengukin dia," ucap Claudia.


Seketika Arga menoleh dan menatap Dafa. Dafa langsung menelpon Lisa. Tak berapa lama Dafa kembali dan menganggukan kepalanya.


"Oiya.. Arga," ucap Claudia menghentikan langkah Arga tepat disampingnya.


"Kalo misalkan Ayla itu bukan istri yang bisa memberikan keturunan buat kamu gimana, Aku siap kok buat gantiin tempatnya," ucao Claudia sambil memainkan jari kuku dan warna kukunya yang cantik.


Arga berbalik menatap Claudia yang berdiri menyamping.


Claudia seketika menoleh dan membalik semua badannya menatap Arga.


"Tidak masalah. Walaupun Ayla tidak bisa memiliki anak dariku tapi, aku tidak akan menceraikannya atau menikah lagi, ingat itu," ucap Arga, menatap tajam Claudia dan tersenyum remeh menatap wajah Claudia.


Claudia terkejut dan merubah wajahnya menjadi kesal.

__ADS_1


Kenapa dia gak terkejut gak marah juga.. ekpresinya datar, Baiklah kita tunggu aja sebentar lagi Ayla juga ketahuan tidak bisa memiliki keturan darimu, batin Claudia.-


__ADS_2