Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Rosa kecelakaan


__ADS_3

" Iya halo." Leni menerima telepon dari nomor pribadi.


"Apa benar anda Orang tua dari Rosa calysta." Menjauhkan ponselnya menatap heran. Leni kembali mendekatkan ponsel ketelinganya.


"Iya saya sendiri ibunya."


Seketika ponsel Leni terjatuh dan ketika itu juga Rico membantunya untuk bangkit. Rico baru saja kembali dari kantor dan melihat Leni terduduk di lantai.


Di rumah sakit Korban kecelakaan sedang ada di ruangan UGD.


Leni yang baru sampai di rumah sakit langsung melihat kedaan Rosa yang terbaring dengan begitu banyak luka dan perban.


Rosa di pindahkan ke ruang rawat oleh dokter dan perawat atas permintaan Rico. Leni dan Rico saat ini sedang berada di ruangan Dokter.


"Maaf Pak bu."


"Golongan darah yang di butuhkan pasien saat ini sedang kosong di bank darah dan rumah sakit kami juga kehabisan stoknya."


"Kalo begitu darah kami saja."


Leni mengangguk membenarkan ucapan Rico.


"Em.. baik silakan perawat akan memeriksa anda berdua sebelum mendonorkan darah."


Di depan ruangan donor darah Rico dan Leni menatap pintu itu dengan sedih.


" Gimana ini yah.. mama gak bisa. Ayah juga.. siapa lagi yang bakalan bisa bantu. Golongan darah Rosa langka."


Leni sudah putus asa.


"Ayla.. iya Ayla ayah kita harus minta Ayla donorkan darahnya." Rico terkejut dengan ucapan yang Leni katakan. Seketika Leni pergi beranjak dan meninggalkan Rico yang berjalan di belakangnya.


Di mansion Arga Ayla sedang duduk meluruskan kaki dengan Arga yang menikmati pijatan di kepalanya, yang di lakukan Ayla.


Seketika Pintu kamar Arga terketuk dengan sedikit kencang. Arga bangun duduk dan menoleh kearah pintu, bangkit.


Pintu di buka Arga dari dalam. Menatap Lisa.


"Maaf Tuan mengganggu anda tapi, kedua orang tua Nyonya ada di bawah." Lisa menund


Arga mengangguk Lisa segara pergi turun.


Arga menoleh dan menutup pintunya berjalan ke arah Ayla.


"Mama dan Ayahmu ada dibawah Apa kamu ingin menemui mereka?"


Ayla terdiam.


Di lantai bawah kedua orang tua Ayla, Leni dan Rico sudah tidak bisa tenang karena mengingat perkataan Arga waktu lalu dan di sisi lain, jika sampai Rosa tidak mendapatkan donor darah maka Ke adaan Rosa akan memburuk.


Seketika suara langkah Ayla dan Arga datang menghampiri Rico dan Leni yang gelisah menoleh menatap kedatangan Ayla dan Arga.


Leni bangkit dari duduknya dan berlari memeluk Ayla.

__ADS_1


"Mama," gumam Ayla.


"Ayla mama.. minta tolong sama kamu, mama minta kamu donorkan darah kamu buat Rosa.. kakak kamu kecelakaan dan keadaannya keritis."


Ayla yang memegang tongkatnya seketika lebih mengeratkan genggamannya.


"Ayla, Ayah tidak bisa karena kurang sehat." Rico ikut bergabung menghampiri Ayla.


"Mama mohon Ayla, mama akan lakuin apapun buat Kakak kamu?"


Disaat seperti ini Mama dan ayah yang baru aku lihat wajahnya dan berdiri di depanku datang dengan kabar buruk. Mereka sengaja datang hanya untuk membutuhkan darah untuk didonorkan pada Kakak.. Sedangkan aku.. Aku tidak terlalu penting mungkin jika berada di posisi itu... batin Ayla.


"Kalian datang kembali hanya untuk menyakiti Ayla lagi."


Seketika tangan Ayla mengeratkan pegangannya pada genggaman tangan Arga. Menghentikan amarah Arga yang akan membuat suasana semakin buruk.


" Mama... Ayah... apa kak Rosa baik-baik saja sekarang?"


"Tidak.. tidak baik Ayla.. keadaan Rosa benar-benar keritis."


Ayla mengangguk dan mengeratkan tangannya pada tongkat dan genggaman tangan Arga.


Perjalanan menuju rumah sakit saat ini Ayla dengan Arga.


Dan Leni dengan Rico.


"Aku gak tahu pasti apa mau kamu.. tapi, kenapa kamu mau... mereka bahkan gak pernah mengharapkan kamu dari dulu... sekarang kamu malah mau menyelamatkan Kakak kamu.. Ayla kamu itu harus..."


"Aku harus menyelamatkan kak Rosa lagi pula belum tentu darah aku cocok bisa jadi darah aku itu gak cocok kan... jadi Aku akan melakukanny jika aku bisa membuat mama dan ayah menyayangiku walau hanya beberapa detik kedepan atau hitungan cepat."


Arga yang melihat itu hanya mengikuti ketiga orang itu dari belakang.


Aku akan melakukannya untuk kalian berdua dan Kak Rosa.. semoga darah ku bisa membantumu, Batin Ayla.


Di depan Ruangan Risa saat ini setelah Ayla mendonorkan darahnya. Arga juga selalu menggenggam tangan Ayla.


"Mamah Ayah.. Ayla boleh gak masuk," ucap Ayla. yang masih berpura-pura buta.


Kalian berdua mengangguk dengan wajah sedih. Aku sangat kasian melihat kalian.. kenapa aku tidak merasakan benci sama sekali terhadap kalian aku terus merasakan kalo kalian adalah segalanya bagiku.. batin Ayla.


Ayla masuk bersama Arga dan berdiri di dekat Rosa yang terbaring dengan beberapa alat menempel pada tubuhnya.


Kak Rosa cepatlah sembuh dan benci aku lagi.. bayin Ayla.


Setelah dari ruangan Rosa. Arga dan Ayla kembali berjalan melewati koridor rumah sakit.


" Beberapa minggu lagi kita akan pergi ke swiss.." ucap Arga.


Ayla menghentikan langkahnya, kembali lagi melangkah dengan pelan menghampiri Arga.


"Untuk apa," ucap Ayla.


"Berlibur.. bukannya kamu ingin berbulan madu," ucap Arga.

__ADS_1


"Aku-aku tidak bisa."


"Kenapa? "


Didalam mobil perjalanan pulang saat ini Ayla terdiam dengan pikiran yang terus menghantuinya tentang penglihatan yang pulih tapi, Arga belum mengetahuinya.


"Kamu memikirkan apa Ayla.. kamu gak memikirkan kalo darah kamu di tubuh Rosa tertinggal banyak bukan?"


"Kamu nih ada-ada aja.. Engga aku engga mikirin itu."


"Arga aku mau tanya.."


"Tanya lah, Apa?"


"Jika aku bisa melihat lagi apa yang akan kamu lakukan kepadaku."


"Senang."


" Jika Aku kembali buta karena oprasi yang tidak berhasil."


Seketika suasana antara Arga dan Ayla terasa dingin.


"Itu tidak akan terjadi." Wajah datar dan dingin Arga menunjukan jika Arga tidak suka dengan ucapan Ayla barusan.


"Aku akan menghabisi semua dokter yang menanganimu hingga semua keluarganya mati juga."


Sampai seperti itu kamu melakukannya, batin Ayla.


"Arga, apa kamu tidak salah mencintaiku?"


"Kapan aku tidak pernah bilang mencintaimu," sahut Arga.


"Oh ya kamu benar."


Tidak, Ayla tidak akan pernah salah.. Karena aku memang mencintai orang yang benar, Kekuranganmu adalah hal yang harus aku lengkapi dan aku kan menjadi penyebab kebahagiaanmu, batin Arga.


Leni dan Rico menatap Rosa yang terbaring lemah di bangkar rumah sakit.


Sedangkan seorang perempuan kini sedang merasa sangat bahagia karena bisa menyingkirkan perusuh kecil.


"Ini untuk kalian, pergi lah yang jauh ubah identitas kalian," ucap Claudia pada kedua orang suruhannya.


Mereka bertiga pergi meninggalkan Claudia di kursi taman di malam hari, sendirian tanpa siapapun.


Tidak semua perempuan bisa memiliki mu perlahan aku akan menyingkirkan perempuan yang terus menempel padamu seperti serangga lalu yang sering memperhatikanmu di dalam rumah.


Dan terakhir.. Perempuan yang selalu kamu genggam dan kamu percaya jika dia bisa memberikanmu keturunan.. Istri buta.. Arga.. Batin Claudia.


Baru sampai di mansionnya Ayla tidak langsung masuk kedalam tapi melangkah pergi keteman untuk duduk diayunan.


Arga memperhatikan Ayla hingga sekarang Ayla sudah duduk di Ayunan.


"Dingin. Masuklah," ucap Arga. Arga berdiri didepan Ayla dengan kedua tangan di masukan kedalam saku.

__ADS_1


"Tidak, aku akan di luar sebentar."


Arga malah melangkah dan duduk di sebelah Ayla. Memaikan ponselnya memeriksa pekerjaannya.


__ADS_2