
Setelah mengunjungi dan menemui Anak yatim piatu dengan Lalita dan Lisa di tempat yayasannya.
Mobil Ayla melaju pergi meninggalkan tempat tersebut.
Seketika dari kejauhan sebuah mobil dengan plat nomor tidak terbaca atau berwarna hitam tertutupi membuat sopir Ayla berjaga-jaga. Karena sejak tadi mobil itu membuntuti mereka.
“Ada apa ya pak,” ucap Ayla.
“Maaf nyonya, pasang sabuk pengaman sekarang,” ucap Sopir itu.
Setelah semua memasang sabuk pengamannya Sopir melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan mobil yang sejak tadi mengikuti mereka keluar dari panti dan sekarang masih mengikuti.
Sopir baru yang Arga ganti karena kejadian semalam.
“Kakak jangan takut, ini biasa. Pasti ada yang sengaja melakukan ini." Lalita memandang Ayla yang khawatir.
Seketika Mobil lain truk kontainer besar berhenti dan melintang memotong jalanan didepan.
Terpaksa mobil Ayla berhenti dengan rem mendadak.
Mobil yang mengikuti Ayla seketika berjalan pelan dan berhenti di belakang mobil Ayla.
“Berikan kami wanita itu! istri dari Tuan Arga,” ucap Lelaki asing dengan topeng menyeramkan tersebut.
Melangkah mendekati mobil seketika Sopir Ayla turun dan mengunci pintu mobil.
“Kalian hanya preman rendahan.” Cibiran yang di berikan Sopir Ayla pada ke lima lelaki tersebut, menyulut emosi salah satunya.
Hingga perkelahian sengit, lima lawan satu yang di lakukan orang-orang suruhan dan sopir Ayla.
Ayla tidak bisa melihat perkelahian itu, hanya bisa memejamkan mata.
Seketika pintu terbuka dan Ayla terasa diangkat oleh seseorang.
“Ahk.. A-Arga.”
Ayla menoleh melihat ke lima orang itu sudah terikat menjadi satu dan sekarang Arga meletakannya perlahan di dalam mobilnya.
“Bawa mereka pulang dengan aman, aku akan membawa Istriku,” ucap Arga memberi perintah pada Sopir Ayla.
Sopir Ayla mengangguk.
Masuk kedalam mobil dan meninggalkan Lisa dengan Lalita.
Ayla menatap Arga bingung dari sejak Ayla duduk didalam mobil ini.
“Arga kenapa kamu bisa datang,” ucap Ayla.
“Kamu memanggilku.” Ayla menatap kedepan serius lalu teringat.
“Haah tidak ponsel aku meninggalkannya di mobil Lalita.”
“Sudahlah aku sudah bersamamu sekarang.” Arga menoleh tersenyum.
“Arga mereka siapa?” tanya Ayla lagi.
“ Mereka orang suruhan.”
“Suruhan?” gumam Ayla.
“Aku tidak bisa menjawabnya sekarang Ayla belum waktunya, jika sudah tepat waktunya kamu akan tahu siapa mereka dan kamu jangan pernah menghalangiku untuk memberi pelajaran pada mereka.”
“Arga,” ucap Ayla lemah.
Dia bukan Arga yang aku kenal lagi ternyata dia lebih protektif sekarang aku tidak tahu kenapa bisa. Semoga Argaku tidak benar-benar menghilang, batin Ayla.
“Bau apa ini stop.."
"Arga.. STOP.”
__ADS_1
Arga menepikan mobilnya seketika Ayla langsung keluar dari mobil dan memuntahkan isi perutnya sedikit jauh dari mobil.
Arga segera turun dan memegangi rambut Ayla.
“Kita periksa?” ucap Arga. Ayla menggeleng.
Seketika Ayla muntah kembali dan duduk berjongkok.
Keringat keluar dari tengkuk Ayla.
“Minum,” ucap Ayla pelan. Arga mengambil tisu dan Air di mobil.
Seketika botol terlepas dari genggamannya dan sigap Arga menahan Ayla.
Ayla pingsan.
Arga segera menggendong Ayla ke mobil.
Di rumah sakit saat ini Dokter umum yang baru saja memeriksa Ayla tersenyum menatap Arga.
“Selamat Tuan.. sepertinya Nyonya sedang mengalami gejala kehamilan,” jelas dokter tersebut.
“Ayla,” ucap Arga terlihat begitu terkejut dan seketika airmatanya keluar. Arga menangis.
Arga menangis dan langsung menghapusnya. Menatap Ayla.
“Untuk lebih pasti silakan anda melakukan pemeriksaan pada dokter kandungan.”
“Terimaksih Dokter.” Ucap Ayla seketika bangun dari posisi berbaringnya di bantu Arga. Keluar dari ruangan Dokter umum Arga langsung membawa Ayla periksa.
Begitu senangnya sekarang Ayla menatap gambar hasil USGnya perasaan haru dan senang bercampur .
“Arga aku hamil.”
“Ini anak..anak kita,” ucap Ayla lagi, di dalam mobil yang sedang melaju dan sekarang
Tak berapa lama mereka sudah sampai di perusahaan.
“Arga kamu ada-ada aja.. aku enggak ingin macem-macem hanya ingin daun Salad segar dan salad buah. Boleh?”
“Oh tentu sayang.” Mengusap kepala Ayla sayang.
Turun dari mobil melangkah masuk ke dalam Lobi.
Semua mata menatap Ayla dan Arga.
Arga yang biasa dan santai, berawajah datar dan dingin dan
Ayla yang selalu tersenyum ramah pada orang yang tersenyum ramah padanya kecuali pria. Ayla sangat menjaga akan hal itu.
“Ternyata Nyonya semakin cantik ya..”
“Iya.. pakai perawatan kulit apa ya?”
“Haah satu tampan satu cantik natural.”
“Darimana kamu tahu kalo nyonya cantik natural.”
“Tahulah karena aku Sekertaris Tuan dan nyonya sering bicara denganku ketika kekantor mendatangi ruangan tuan,” ucap Aulia.
“Apa liat-liat sekarang bubar- bubar hush hush...” ucap Larissa yang baru datang membawa dua Cup kopi.
“Makasih sob,” ucap Aulia.
“Ck.. Yoi bro.”
Di ruangan Arga.
Ayla sudah di hadapkan pada pesanannya dan juga Arga yang sudah sibuk dengan urusannya.
__ADS_1
Sambil mendengarkan musik di leptop yang sengaja Arga sediakan untuk Ayla agar tidak bosan menunggunya di ruangngannya.
Memakan daun salad segar dan ayam kerispi dan saos.
Lalu salat buah segar setelahnya.
Tak berapa lama semuanya habis.
Ayla keluar untuk membuang sampah bekasnya. Dan mencuci tangannya.
Masuk kembali ke ruangan ternyata Arga sudah ada di dalam sedang sibuk dengan berkasnya. Ayla kembali duduk dan menutup musik yang di putarnya lalu berpindah menonton vidio tentang bahasa.
****
Waktu terus berjalan hingga tidak terasa sudah pukul empat sore Arga kembali masuk keruangannya setelah keluar sebelumnya.
Menatap wajah istrinya sedang tertidur di sofa.
"Hari ini aku lembur, maaf aku memindahkanmu di ruang istirahat,” gumam Arga, dengan perlahan Arga membawa Ayla ke kamar istirahat di ruangannya.
Setelah selesai memindahkan Ayla Arga kembali melakukan pekerjaannya.
Seketika Ayla terbangun dan menatap ruangan asing. Ayla bangun dan berjalan kekamar mandi.
Mencuci wajahnya dan mengikat rambutnya menggulungnya hingga memperlihatkan leher putih yang begitu cantik.
Melangkah keluar.
“Masih di kantor ternyata.”
Melihat jam.
“Jam delapan?” Seketika mata Ayla membulat.
“Arga kamu.. ya ampun kamu belum akan malam udah-udah.. lanjut di rumah aja.. kamu tahu terlalu sibuk kerja enggak baik buat kesehatan.
Ayla membereskan semua barangnya dan juga outernya yang di pakainya kembali.
“Makan lah dulu itu sedikit,” ucap Arga tenang.
“Hah.” Ayla menatap bungkusan yang ada di hadapannya.
“Kamu lapar bukan...” ucap Arga lagi tanpa beralih dari layar monitornya.
“Engga ?” ucap Ayla sedikit kesal, mengembalikan fokusnya mengajak Arga untuk pulang.
Arga menghentikan pekerjaannya ketika suara Ayla sudah terdengar marah.
“Ayo pulang,” seketika semuanya sudah di rapikan tak lama Dafa datang membantu Arga membawa berkasnya dan juga Dokumen penting untuk segera di selesaikan di rumah.
“Bawa pulang ya,” seketika Ayla mengambil bungkus makanan siap saji yang Arga tawarkan dan berjalan duluan.
“Kok sepi. Arga..” Menghentikan langkahnya tiba-tiba.
“Apa.” Arga baru saja datang dan menatap Ayla yang berhenti dan meoleh menatap Arga.
“Hehe jangan jauh-jauh ya,” Tersenyum lebar dan menggandeng tangan Arga.
Ini terlihat lebih cantik , batin Arga.
Seketika Arga membukka ikatan rambut Ayla dan Ayla terkejut.
“Kok.. ih,” kesal Ayla.
“Gerah.”
“Leher kamu terlalu cantik.” Arga kesal dan membuiarkan Ayla yang kesal. Tidak melepaskan gandengan.
Seketika Arga mengganggam erat tangan Ayla dan menariknya perlahan untuk berjalan keluar kantor.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka sampai di Mansion dan Arga juga baru saja turun dari mobil.
Di susul Ayla di belakngnya.