
Ayla yang sudah cantik dengan gaun malam yang Lisa bantu pakaikan untuknya. Arga yang sudah siap dan duduk di tepi kasur dengan poselnya seketika terhenti dengan suara kekehan Ayla.
"Masa sih ," ucap Ayla yang tak percaya jika Lisa memujinya.
"Kamu bisa keluar," ucap Arga pada Lisa. Lisa mengangguk dan pergi keluar kamar Arga.
Arga bergerak melangkah kebelakan Ayla dan menatapnya dari cermin.
"Kamu cantik Ayla," ucap Arga.
"Kamu berlebihan," ucap Ayla santai tapi, sebenarnya Ayla senang karena pujian itu.
"Arga memangnya kita mau ke mana?," ucap Ayla.
"Hari ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang Ramai dengan banyak orang melakukan pergaan busana dan Model yang berjalan di atas Catwalk," ucap Arga.
Raut wajah Ayla langsung murung.
"Hey.. kenapa apa kau tidak bosan seharian dirumah aku tahu, kau sangat bosan jadi aku mengajakmu keluar," ucap Arga.
Arga Tersenyum lalu mengajak Ayla berdiri di hadapannya .
"Ayla aku akan malu buat bawa kamu ke acara, kamu jangan minder terus," ucap Arga.
"Tapi, Arga aku," ucap Ayla ragu lalu terpotong dengan kedua tangannya yang Arga genggam dan di ciumnya dengan lembut.
"Gak akan ada yang berani buat mempermalukan aku, Kamu itu bukan hal yang memalukan justru kamu adalah hal terbaik yang aku punya," ucap Arga.
"Tapi, nanti," ucap Ayla lagi masih ragu.
"Sudah ayo berangkat," ucap Arga cepat memotong ucapan Ayla.
Baru melangkah keluar kamar dan menuruni tangga Arga langsung di sambut Lita.
"Loh kak kok sama dia mana menor lagi dandanannya," ucap Lita yang merasa iri dengan melihat kenyataan kalo Ayla yang terlihat begitu lebih cantik walau hanya sebuah polesan tipis di wajahnya.
Sedangkan Lita harus dua jam lamanya untuk bisa tampil cantik hari ini dan harapannya untuk pergi bersama Arga.
"Hari ini kan Kak Arga harus datengnya sama Aku ke acaranya Claudia bukan sama dia," ucap Lita dengan kesal menunjuk Ayla.
Arga tetap Diam tanpa mau menjawab perkataan Lita.
"Ih Kak Arga," ucap Lita kesal.
dari arah dapur Ibu tiri Arga datang.
"Arga adik kamu udah cantik kayak gini masa kamu lebih milih istri kamu yang menor," ucap ibu tirinya dengan wajah iri ketika melihat kenyataan jika Ayla yang begitu sangat serasi dan sangat cantik dengan Arga.
"Sopir saja," ucap Arga.
Ayla yang mau menyapa Lita dan Ibu tirinya Arga, malah ditarik Arga untuk berjalan terus.
__ADS_1
Tanpa memperdulikan Lita.
"Arga tapi itu," ucap Ayla berbisik.
"Biarkan saja," ucap Arga.
Lita menatap punggung Arga dan Ayla yang menjauh dengan cepat, Lita menghentak-hentakan kakinya dan kesal. Lita tidak jadi pergi dan masuk lagi ke kamarnya.
"Udahlah sayang pake sopir aja sama aja," ucap ibunya. Mengejar Lita yang kesal.
"Gak mau mah aku maunya sama kakak Arga, orang aku kesini buat ketemu kak Arga malah ada pengganggunya," ucap Lita.
****
Di dalam mobil yang sudah melaju meninggalkan Mansion itu sekarang sedang berada di jalan Raya yang cukup padat.
"Arga aku takut, Kayak nya aku di mobil aja deh, nanti kalo aku malu-maluin gimana?" ucap Ayla.
"Kalo gitu kita gak jadi dateng, pak puter balik," ucap Arga seketika sopirnya mengangguk. Memutar balik mobilnya untuk kembali ke mansion.
"Eh pak jangan," ucap Ayla cepat.
Sopir pun binggung, mana yang harus dia ikuti Perintah Ayla atau Arga.
"Ke tempat acara aja pak," ucap Arga cepat.
Sopir mengangguk. Melajukan mobilnya kembali kearah jalan semula.
Ayla sebenarnya sudah merasa malu dan pikirannya sudah negatif, bagaimana jika Arga di permalukan. Tapi, Arga tetap ingin membawa Ayla tanpa malu.
Ayla sebenarnya senang jika Arga mau memperlihatkan Ayla ke depan publik bersamanya. Tapi, Ayla juga takut jika ada orang lain juga mengejek Arga.
*****
Diruangan yang ramai dengan beberapa orang model bersiap untuk tampil.
"Bu Cla gimana tentangnya apa dia benar datang?" tanya penata rias.
"Iya siapkan saja mereka dengan baik dan juga busana terbaik untukku di bagian terakhir," ucap Cla.
Seketika Ponselnya berdering dan menjawab nya menjauh dari semua orang.
Setela Claudia menjauh keluar dari ruang rias model tersebut.
"Bu Cla sekarang semakin naik daun ya, semua karya dan Desain gaun dan juga butiknya semakin terkenal," ucap seorang model bernama Alana.
"Iya Dia seharusnya juga tidak putus dengan pengusaha muda itu coba aja kalo dia tetep sama si Pengusaha tampan itu mungkin sekarang dia gak lelah lagi kerja kayak gini," ucap Model lainnya menimpali obrolan kedua orang model lainnya.
Dari arah pintu Claudia datang dengan mengajak semuanya untuk berdoa sebelum memulai acara dan selali semuanya langsung bersiap di tempatnya.
Terdengar suara musik yang memnuhi ruangan yang di gunakan untuk tamu dan model Catwalk.
__ADS_1
Model pertama sudah keluar lalu Model kedua dan tak lama model selanjutnya.
"Arga ini sangat ramai ya," ucap Ayla dengan senang.
"Makasih ya," ucap Ayla lagi.
Arga hanya tersenyum melihat Ayla bahagai.
Dari Arah lainnya seorang Perempuan sedang menatap Arga dari balik tirai.
"Dia sudah memiliki Perempuan lain," gumam Claudia.
Dia adalah Claudia yang sengaja datang untuk mengadakan acara peragaan busana milik karyanya dan alasan lainnya adalah untuk bertukar rindu dengan mantan kekasihnya. Arga Marvelino.
"Arga apa semua model itu perempuan?" tanya Ayla.
"Ada yang pria juga," ucap Arga.
"Waah sayang sekali kalo aku bisa melihat aku pasti langsung jatuh cinta," ucap Ayla seketika membuat Arga berekasi cepat menoleh kearah Ayla.
"Iya jatuh cinta karena mereka semua pasti tampan memakai semua pakaian apapun," ucap Ayla.
"Maksudnya," ucap Arga datar. Ayla langsung terkekeh kecil.
"Tidak bukan begitu, kamu juga tampan Arga dan tampan kamu dari hati," ucap Ayla sambil menunjuk dada Arga.
Ayla bisa saja membuat Arga bersemu merah. Arga sangat malu saat ini tapi, Arga berusaha menahannya agar tidak terlihat siapa pun.
Acara yang berlangsung begitu saja dan terakhir adalah acara penutupan yaitu semua model keluar dan berbaris lalu Sang Desainer naik panggung dengan pakaiannya yang sangat mewah dan mencerminkan jati dirinya yang terkesan mandiri.
Seorang memeberikan sebuket bunga dan lainnya yang juga ingin memberikannya. Pandangan Claudia berkeliling dan seketika pandangan matanya menatap Arga.
Seketika tatapan dingin itu kembali bertemu dengan tatapannya.
Claudia memberikan sebuah kertas pada seseorang untuk di berikan pada Arga.
****
Saat ini di tempat lain Arga dan Ayla berada didalam mobil tak berapa lama seseorang mengetuk kaca mobilnya.
"Kamu tunggu sini aku keluar sebentar," ucap Arga pada Ayla, Ayla langsung mengangguk.
Arga keluar dari mobil menghampiri mobil Claudia di depan. Sampai di dekat mobil, Claudia memeluk Arga dengan erat tapi, Arga tidak membalasnya sama sekali.
Di dalam mobil Arga Ayla sedang duduk sambil mendengarkan Mp3 yang Arga belikan kemarin untuknya.
Di luar, Arga menatap Claudia datar, dan yang ditatap tetap tersenyum memandangi wajahnya.
"Apa urusanmu ingin bertemu," ucap Arga datar.
"Aku Rindu padamu Arga," ucap Claudia dengan senyuman yang sangat lebar dan wajah bahagia.
__ADS_1