Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Realita


__ADS_3

Ayla kesal karena Arga menariknya dalam pelukannya dan terduduk diatas pangkuan Arga.


Ayla memang sudah bangun dari tidurnya dan melangkah ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan lainnya, seketika keluar dari kamar mandi, Ayla mendengar suara ponsel berbunyi. Ayla yang memanggil Arga, untuk memastikan jika Arga ada di kamar.


Tiba-tiba langsung kaget karena tarikan Arga dan jatuh terduduk di pangkuan Arga.


"Akh...Arga jangan, Aduh, Gak napas ini," ucap Ayla.


posisi duduk menghadap Arga dan di peluk Arga dengan sangat kencang.


"Apa kamu masih..." ucap Arga.


Melepaskan pelukannya dan menatap Wajah Ayla.


"Tidak aku sudah lebih baik," ucap Ayla.


Di tempat lainnya Claudia sangat marah karena suara Arga dan perempuannya.


Ponsel yang sudah hancur karena di banting sekencang-kencangnya hingga retak di bagian layarnya, sudah mati dan rusak.


Di ponsel Arga, panggilan itu langsung mati. Arga menoleh pada Ponselnya yang sudah tidak ada panggilan nomor asing itu langsung tersenyum.


"Baiklah ayo jalan-jalan saja," ucap Arga pada Ayla.


"Kemana?" tanya Ayla.


Arga tidak menjawabnya dan malah mengangkat Ayla seperti Koala.


Ayla juga sepontan berteriak. Lalu diam karena Arga berhenti tiba-tiba.


Ayla hanya diam dan mengikuti apa mau Arga agar aman.


Ke ruang ganti dan memberikan outer untuk Ayla.


"Arga turun. Tongkatnya gimana, Arga!" ucap Ayla yang terus bergerak di gendongan Arga.


"Ada aku, kamu gak usah khawatir," ucap Arga menghentikan langkahnya.


"Dan satu lagi jangan bergerak terus atau kau mau... jika," ucap Arga sengaja berhenti seketika.


Terasa di bahu Arga jika Ayla mengangguk.


Arga tersenyum, sambil melangkah lagi mematikan leptopnya mengambil ponsel dan kunci mobil di saku jasnya. Melangkah lagi keluar kamarnya masih dengan menggendong Ayla. Hingga pelayan yang tak sengaja melihat langsung menundukkan kepalanya.


Lisa yang sudah menunggu di depan bersiap dengan sepatu yang di bawanya untuk Ayla.

__ADS_1


"Terimakasih Bi," ucap Ayla pada Lisa yang membantu memakaikan sepatu flat untuk Ayla dan mengambil sandal rumah yang Ayla pakai, Karena tidak boleh turun dari gendongan jadi, Lisa melakukannya ketika Ayla dalam gendongan Arga, Ayla jelas tidak enak dan sangat malu.


Arga kembali melangkah dan membuka pintu mobilnya menurunkan Ayla.


"Ringan sekali seperti membawa kapas," ucap Arga.


"Benarkah," ucap Ayla. Dengan berpikir sambil menaiki Mobil.


Arga memutari mobilnya langsung menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan Mansion.


Di kamar Lita dan ibunya sudah sangat pusing dengan rencana yang belum berjalan dan sudah gagal terlebih dahulu.


"Mama bisa gak sih jangan marah dulu tadi," ucap Lita.


"Kamu nyalahin mama lagi, Lah kamu aja kelepasan tadi emosi sama Ayla," ucap ibunya.


"Ya..Ya kita berdua payah," ucap Lita.


Tatapan mata ibunya langsung melirik tajam ke arah Lita.


"Enak aja kita, kamu aja Mama gak mau di bilang payah," ucap ibunya dengan kesal.


Kembali memikirkan rencana buruk untuk memisahkan Arga dari Ayla karena Ibunya lebih menyukai Claudia dan Lita menyukai Arga.


Mereka berdua bekerja sama agar Arga menjauh dari Ayla.


Mobil Arga berhenti di salah satu Mall terkenal. Luas dan besar, bangunan yang tinggi menjulang, terlihat begitu mewah dengan semua yang terlihat dari depan semua orang tahu jika ini adalah Mall yang paling besar dan mewah.


Ketika masuk ke dalampun semua barang dan toko yang ada di dalamnya bukanlah barang biasa atau murahan, bisa-bisa harga yang di jual dalam setiap barang yang ada di toko mereka bisa mencapai harga miliyar atau paling kecil ratusan juta.


"Arga kita kemana ini kenapa tempatnya kok rame banget kayak di pasar," ucap Ayla.


Sambil berjalan saling menggenggam tangan.


"Kita di mall," ucap Arga dengan terkekeh.


Ayla hanya tersenyum malu.


"Kamu gak pernah jalan-jalan ke Mall," ucap Arga sengaja, sebenarnya Arga tahu jika Ayla tidak pernah keluar, tapi Arga tetap bertanya.


"Hem... itu aku anak rumahan, Aku cuman sering merasakan hawa taman di dekat danau sama rumah, itu aja," ucap Ayla lalu tersenyum.


"Kalo gitu kita nikmatin aja disini, kamu mau makan apa," ucap Arga sembari melangkah melihat setiap resto dan kedai makanan. Atau toko lainnya yang terlihat mata Arga.


"Makan emang boleh?" ucap Ayla.

__ADS_1


"Ya iyalah atau kamu mau aku beli semua resto yang ada di Mall ini," ucap Arga.


"Haa.. gak mungkinlah, kamu kan kerja kantoran, jangan gitu, gak boleh boros, jugaan pelayan dirumah kamu juga kayaknya rame banget, itu aja aku mikir gimana kamu bayar mereka karena kamu kerja kantoran doang," ucap Ayla lalu tersenyum.


Polos banget kamu Ayla, Kamu itu masih tidak tahu kalo suamimu bahkan bisa mengabulkan semua keinginan yang kamu mau tapi, aku tidak bisa memberikan Penglihatan padamu karena aku belum menemukannya, sabar Ayla aku akan berusaha, agar kamu bisa melihat wajah ku setiap pagi dan melihat dunia dengan penglihatan yang lebih baik, Aku tahu kamu hanya melihat kegelapan selama ini, Aku akan berusaha Ayla.


Aku akan berusaha mendapatkan pendonor itu, batin Arga.


Mereka berbelok ke arah kedai atau restoran yang Arga lihat-lihat jika makanan itu enak. Mereka duduk di bangku dekat kaca yang menatap keluar kedai atau resto tersebut.


"Kamu mau pesen apa," ucap Arga sembari melihat buku menu yang di pegangnya.


"Sama kayak kamu aja tapi jangan yang aneh-aneh," ucap Ayla lalu tersenyum.


"Kamu suka Sosis bakar apa dimsum," ucap Arga.


"Hah.. apa itu dimsum?" tanya Ayla.


Seketika pelayan resto itu terkejut tapi, tetapan santai dan tenang.


Arga tersenyum lalu menjelaskan pada Ayla jika Dimsum semacam makanan yang di kukus tapi, ada isiannya. Ayla mengangguk mengerti.


"Terserah kamu aja," ucap Ayla.


Arga menganggukan kepala pada pelayan setelah meminta apa yang di pesannya.


Tak berapa lama pesann mereka datang, seketika Ayla tersenyum.


"Sosis bakar kan sosisnya halal kan?" tanya Ayla pelan seperti berbisik.


"Iya, kamu tahu klo makanannya udah dateng," ucap Arga lalu tersenyum.


"Kalo makanan penciuman kamu tajem ya," ucap Arga lagi.


Ayla hanya terkekeh. Arga memberikan potongan sosis itu kearah mulut Ayla.


"Makasih," ucap Ayla sembari mengunyah sosisnya di dalam mulut.


"Iya," ucap Arga.


"Arga, kamu tahu aku selalu penasaran dengan dunia yang aku pijak ini, seluas apa sih? dan sebesar apa? sebanyak apa orang yang menghuni dunia ini? Tapi, balik lagi ke realita kalo aku cuman bisa tersenyum dan menerima klo semua ini adalah sebuah rencana Yang Kuasa buat aku lebih bersyukur lagi bukan," ucap Ayla.


Arga tersenyum dan mengusap kepala Ayla lembut.


"Aku salah satu hal yang akan selalu ada buat kamu," ucap Arga.

__ADS_1


"Tapi, Arga kamu akan bosan dengan perempuan cacat sepertiku," ucap Ayla.


__ADS_2