
Lisa yang panik langsung menghubungi Dokter dan juga asisten Dafa.
Lisa yang sudah menelpon dokter dengan ponselnya dan juga Asisten Dafa yang sulit di hubungi walaupun Lisa sudah mencobanya lima kali sejak tadi.
Tak berapa lama seorang dokter yang Lisa telepon datang. Lisa yang dari tadi menunggu kedatangan dokter tersebut didepan, langsung membawanya masuk dan naik kedalam kamar Arga. Ibu tiri Arga dan Lita hanya melihat Lisa yang sibuk dengan seorang dokter yang di bawanya masuk.
Berbarengan dengan itu Arga baru kembali dan melihat mobil dari Dokter pribadinya, Arga menatap heran.
Kebetulan kunjungan di persingkat, dan sebelum malam Arga sudah kembali pulang. Arga turun dari mobilnya, melangkah masuk. Seperti biasa semua pelayan menghampirinya dan melayaninya dengan baik.
Arga bertanya pada salah satu pelayan tapi, tidak mendapatkan jawabannya.
Arga langsung melangkah naik ke tangga tapi, di hentikan dengan panggilan ibu tirinya.
"Arga kamu sudah pulang? Apa kamu tidak mau menyapa kami?" ucap Ibu tirinya.
"Tidak," ucap Arga singkat masih dengan posisi yang tidak menoleh sama sekali, hanya menghentikan langkahnya.
"Arga kami akan keluar, apa kau tidak mau menawari kami sesuatu... hey," ucap Ibu tiri Arga.
Setelah menjawab dengan seperlunya Arga kembali melanjutkan langkahnya untuk menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya tanpa mau menjawab panggilan yang ibu tirinya ucapkan lagi.
Ibu tiri Arga segera melangkah pergi bersama Lita untuk keluar dan menghindari kemarahan Arga jika sampai Ayla mengadukan perbuatan mereka, bisa habis mereka karena Suaminya sedang tidak berada di rumah.
"Dah mah ayo!" ajak Lita yang sudah rapi. Mereka keluar bersama.
Di dalam kamar Dokter baru saja selesai menangani Ayla dan memasangkan infus pada Ayla.
Dokter berpamitan pada Lisa dan juga meninggalkan seorang perawat perempuan untuk memantau infus Ayla.
Arga yang baru masuk ketika Dokter berpamitan pada Lisa, Dokter tersebut menyadari keberadaan Arga dan mengangguk dengan tersenyum Arga hanya mengangguk kecil. Dokter pamit keluar bersama dengan perawatnya dan meninggalkan Lisa bersama Arga dan Ayla.
"Ada apa Lisa?" ucap Arga dengan nada Datarnya dan wajah tanpa ekspresi.
Lisa seketika terkejut dan menoleh ke belakang.
"Tu-Tuan, Nyonya mengalami dehidrasi dan hampir pingsan," jelas Lisa. Arga mengangguk melajukan langkahnya mendekati Ayla seketika wajah Arga sudah sangat kesal.
"Lisa," panggil Arga dengan datar.
__ADS_1
Lisa yang ketakutan hanya menghampiri Arga dengan berjalan pelan.
"Kenapa sampai seperti ini bukannya saya sudah bilang jika dia tidak boleh sampai terluka dan ini apa? Dia Dehidrasi sampai pingsan, infus, lalu, Lisa jawab saya!" ucap Arga sudah dengan nada sedikit tinggi dan marah.
"Ma-maaf Tuan saya tadi sedang bersama Nyonya dan Nyonya besar memanggil saya, lalu Nyonya muda menyuruh saya memenuhi panggilan Nyonya besar, Setelah saya pergi saya tidak tahu lagi, lalu saya kembali lagi dan tidak melihat Nyonya lagi di taman, ketika saya masuk kemar Nyonya hampir saja pingsan, Nyonya juga sempat jatuh tapi, saya segera membantunya," jelas Lisa.
"Lisa-Lisa..." ucap Arga sambil mengusap wajahnya kasar.
"Keluar!" ucap Arga Emosi.
Lisa keluar dari kamar Arga.
Arga yang baru duduk didekat Ayla, seketika Ayla sadar dan membuka matanya.
"Kamu masih lemes?" ucap Arga dengan lembut.
"Loh.. Arga kamu udah pulang, kapan kamu... eh," ucap Ayla terhenti karena Arga nenekan pelan bahunya agar berbaring lagi.
Ayla tadinya ingin duduk tapi, di tahan Arga.
"Kamu abis makan apa tadi?" tanya Arga lembut.
"Arga memangnya aku kenapa?" tanya Ayla balik. Arga menghela nafasnya kasar
"Lisa bilang kamu hampir pingsan dan itu infus, kamu kekurangan cairan," jelas Arga. Ayla tetap berusaha duduk tapi, Arga tidak mencegahnya lagi.
Ayla menunduk takut memainkan jarinya, tangan Arga mengusap kepala Ayla lembut.
"A-aku tadi, A-ku... aku makan Bakso sama Lita di-dia neraktir tadi, Aku gak bisa nolak, aku gak enak nolak dia," ucap Ayla dengan ketakutan. Ayla tidak tahu jika tangan kiri Arga sudah mengepal keras dan tangan kanan yang masih mengelus rambut Ayla, menyingkirkan anak rambut di wajah Ayla yang tertunduk.
"Bakso biasa bukan?" ucap Arga masih lembut dan santai.
"I-iya Baksonya biasa," ucap Ayla yang sudah merasa tidak enak perasaannya.
"Jika itu bakso biasa kamu gak akan sampai begini bukan," ucap Arga sembari menganggkat wajah Ayla agar Arga bisa melihat raut wajah Ayla.
"Pe-pedes," ucap Ayla sangat pelan. Telinga Arga yang tajam masih bisa mendengar ucapan Ayla barusan, yang sangat pelan.
"Kamu istirahat aku masih ada urusan," ucap Arga.
__ADS_1
Arga berdiri, tangan Ayla menarik tangan Arga agar tidak pergi.
Arga menatap tangan Ayla dan kembali duduk Arga mengatur nafasnya dan menekan amarahnya.
"A-Arga jangan, biarin aja aku juga gak apa-apa Lita mungkin gak tahu kalo aku gak bisa makan-makanan yang terlalu pedas. Ja-Jangan marahin mereka, aku mohon," ucap Ayla ketakitan karena Ayla tahu pasti Arga akan memarahi Lita dan ibunya.
Ayla juga sudah sedikit faham dari nada bicara Arga jika bertemu ibu dan adik tirinya. Ayla hanya ingin jika Arga tidak memarahi meraka.
Ayla kenapa kamu sebaik ini, Kamu gak bisa terus-terusan baik kayak gini, batin Arga.
"Iya, aku gak kemana-mana Aku mandi dulu," ucap Arga, berdiri dari kasur Ayla, melangkah ke kamar mandi dan berganti pakaian rumahan.
Apa aku salah ya terlalu ikut campur urusan keluarganya, Aku terlalu perasaan... kenapa aku ikut campur harusnya tadi aku gak ngomong kayak gitu tapi, kasian mereka kalo sampe Arga marah, Ayahnya juga Marah, Apa aku salah ngomong ya, batin Ayla.
Didalam Ruang ganti Arga menelpon Dafa untuk memanggil Ibu dan Lita ke ruang kerjanya.
Arga keluar dari ruang kerja dan menghampiri Ayla, menemani Ayla bicara dan juga mengajak Ayla menonton tv.
"Katanya pulang malem," ucap Ayla.
"Di persingkat," ucap Arga. Bangkit dari duduknya mengambil segelas Air putih dan meminumnya.
Kembali lahi duduk di samping Ayla dan mengganti Channel tv.
Ayla mengangguk. Terdengar suara ketukan Arga bersuara mempersilakan masuk.
Perawat tadi menghampiri Ayla dan memeriksa infus Ayla dan juga memeriksa Ayla.
"Syukurlah Anda sudah lebih baik, Apa keluhan yanga anda rasakan Nyonya?" tanya Perawat pada Ayla.
Menggeleng dan tersenyum.
"Tidak ada saya sudah lebih baik," ucap Ayla.
"Baiklah kalo begitu saya permisi," ucap perawat perempuan tadi sembari membereskan infus yang sudah terlepas dan memasang plaster untuk tangan Ayla.
Setelah perewat perempuan tadi keluar, Arga mendapat pesan dari Dafa, jika Ibu dan adiknya pergi dan akan pulang besok.
Arga kembali membalas pesan Dafa menyuruhnya untuk membiarkan saja untuk sementara.
__ADS_1