Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Malah jadi kesal


__ADS_3

Ayla yang sampai lebih dulu dirumah. Langsung masuk kedalam bersma Lisa. Seketika suara ibu Arga menyambutnya bersama suara perempuan lain.


"Ayla kamu baru pulang ya, sekarang kamu ke dapur gih, siapin makan malam karena tamu Arga mau makan malam disini," ucap ibu Arga.


"Tamu? siapa tamunya Mah?" ucap Ayla dengan ramah.


Lisa hanya menatap sekilas Claudia dan Lita juga ibunya.


"Hay.. Ayla," ucap Claudia dengan bangga.


"Iya nih kakak iparku... Namanya Kak Claudia dia kekasih kak Arga tapi, lebih baik dari pada istri sahnya yang buta, ups maaf," ucap Lita.


"Kalo gitu aku ke dapur dulu nyiapin makan malamnya," ucap Ayla tersenyum berlalu pergi bersama Lisa.


Di dalam dapur Ayla bingung harus apa.


"Bi apa semuanya sudah di masak?" tanya Ayla.


"Iya Nyonya semua sudah matang, tinggal menyiapkan di atas meja saja," ucap Lisa.


Ayla mengangguk dan meminta Lisa memberikannya sesuatu untuk dibawa ke meja makan.


Semua siap tinggal Ayla yang masih mengambil teko air di dapur. Lisa membantu Ayla menyiapkan semuanya dan akhirnya cepat selesai.


Lita dan ibunya bersama Caludia datang ke dapur untuk bersiap makan malam.


Semuanya masing-masing menarik kursi untuk duduk dan Ayla melangkah pergi.


"Eh kakak ipar mau kemana, kita belum di siapin nasinya," ucap Lita.


"Biar saya saja Nona,"ucap pelayan lainnya.


"Saya maunya sama kakak ipar saya," ucap Lita.


Ayla terpaksa berjalan menghampiri Lita yang suaranya terdengar di depan Ayla.


"Ayo kak ambilin nasinya," ucap Lita tidak sabar.


Ayla lupa dimana letak nasi dan Lauknya, Ayla harus mengambil nasinya di sebelah mana.


Lisa yang melihat itu segera mengarahkan tangan Ayla dan membantunya mengambilkan nasi lalu menaruhnya di dalam piring Lita.


"Claudia juga ya," ucap ibu Arga.


Senyum sinis terlihat di wajah ketiga perempuan itu mereka sangat terhibur mempermalukan Ayla didepan Claudia.


Oh ternyata ini sitrinya, ternyata memang bener gak bisa liat, ck..ck.. Arga-arga, kamu naif banget mau sama perempuan kayak gini, batin Claudia dengan menatap remeh ke arah Ayla.


Tak berapa lama Arga datang dan seketika suara pecahan kaca membuat semua berterik kaget.


"Ayla kamu kenapa malah mecahin mangkok sayurnya sih," ucap ibu Arga.

__ADS_1


"Sekarang kamu bersihin, Lisa saya gak nyuruh kamu," ucap Ibu Arga ketika Lisa melangkah mendekat.


"Kamu gak apa-apa kan Cla?" tanya ibu Arga.


"Enggak tante tapi, bajuku bau kuah sayur tadi," ucap Cla.


Ayla langsung berjongkok dan memunguti semua pecahan kaca itu di bantu Lisa walaupun ibu Arga sudah melarang Lisa tetap membantu Ayla.


"Sudahlah Nyonya biar saya saja,"ucap Lisa.


Ayla mengangguk dan berdiri. Setelah selesai membersihkan kekacauannya.


Ayla pergi kedapur untuk mencuci tangannya.


Setelah dari dapur Ayla kembali melangkah untuk pergi ke tempat lain tapi, lagi-lagi di cegah oleh Ibu Arga.


"Ayla kamu mau kemana?" ucap Ibu Arga.


"Ma-mau keluar mah," ucap Ayla takut.


Suara langkah kaki Arga membuat semuanya diam seketika Ayla yang juga mendengar suara langkah kaki Arga langsung menunduk takut masih berdiri didepan pintu dapur.


"Ayla," ucap Arga datar. Tanpa menoleh pada ketiga perempuan yang ada di hadapannya, anggap saja jika Arga sengaja tidak melihat keberadaan mereka.


Arga mendengar suara pecahan kaca itu. Arga tidak langsung bereaksi karena tahu di rumah ini sedang ada orang luar.


Ayla mengangguk menghampiri Arga yang sudah sedikit jauh melangkah menaiki tangga meninggalkan ketiga perempuan tersebut.


Di dalam kamar Ayla membantu Arga melepaskan jasnya kemejanya dan dan memberikan jubah handuk untuk Arga.


Ayla memungut baju kerja Arga dan menaruhnya dikeranjang pakaian kotor. Sempat sebelumnya Ayla periksa terlebih dahulu.


Ayla pergi lagi menuju ruang ganti, selama Arga masih mandi Ayla pergi keruang ganti untuk menyiapkan pakaian Arga.


"Semoga aja gak salah," ucap Ayla kembali memeriksa pakain yang dia siapkan.


Ayla keluar dari ruang ganti setelah menyiapkan pakaian Arga dan sekarang Ayla yang pergi untuk mandi sambil membawa pakaian ganti dan handuknya.


Arga keluar dari kamar mandi dan melihat Ayla yang barusan keluar ruang ganti.


"Pakaianku," ucap Arga.


"Sudah aku siapkan sekarang aku mau mandi," ucap Ayla.


"Bersama," ucap Arga.


"Hah Bersama ..."


"Iya Ayla mau aku mandikan," ucap Arga lagi menggoda Ayla.


"MANDI BARENG GITU, enggak..enggak usah aku masih bisa sendiri," ucap Ayla dengan wajah yang merah seperti tomat.

__ADS_1


Ayla langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintunya dari luar.


Di dalam kamar mandi Ayla terus saja berdetak tak karuan jantungnya.


"Mandi bareng... tidak itu gak boleh apanya yang mandi bareng, walau udah nikah.. udah nikah tunggu Aku udah nikah sama dia, tapi... tapi dia juga gak menyentuh aku... jadi gak masalah gak apa-apa, tenang Ayla, tenang!" ucap Ayla seperti tak karuan pada dirinya sendiri masih berdiri di balik pintu.


Arga hanya terkekeh ketika melihat reaksi Ayla yang baru menurutnya.


Di lantai bawah Claudia dan ibu Arga sedang bicara berdua, jika Lita dia pergi kekamarnya untuk sibuk dengan urusannya sendiri.


Di kamar Arga. Ayla baru saja selesai mandi dan berkeramas. Ayla lupa terakhir kali ia mencuci rambutnya hari apa tapi, tidak bau juga rambutnya menurutnya.


Ayla duduk di kursi rias depan cermin Ayla mencari pengering rambut dengan tangannya yang terus meraba laci dan lemari kecil di kiri kanannya.


Seketiak handuk dikepala Ayla terlepas den membuat rambut basah Ayla berjatuhan seketika itu juga suara pengering rambut membuat Ayla menunda ucapan yang akan keluar dari mulutnya.


"Tegakkan kepalanya," ucap Arga.


"Ka-kamu bisa," ucap Ayla.


"Memangnya kamu bisa," ucap Arga lagi.


"Lumayan," ucap Ayla.


"Diem jangan banyak gerak kepalamu," ucap Arga.


Selesai mengeringkan rambut Ayla. Arga memasangkan bandana untuk Ayla.


"Apa ini,"ucap Ayla meraba kepalanya.


"Kok kayak ada tali-tali gini, Arga kamu mau gantung aku," ucap Ayla polos.


"Itu banda Ayla kamu gak pernah punya," ucap Arga. Ayla menggeleng.


Menatap cermin dengan Ayla yang juga menatap cermin.


"Kamu lucu banget Ayla," ucap Arga.


Seketika Ayla merasa berdebar dan ingin berteriak karena pujian Arga.


"Em.. makan malam, kamu belum makan malamkan," ucap Ayla mengalihkan pembicaraan.


Arga mengangguk dan menarik Ayla untuk jalan bersama turun ke lantai bawah.


"Arga aku tadi beli kueh ubi talas, apa kamu mau nyoba, Aku juga beli banyak buat mama dan Lalita," ucap Ayla.


"Iya boleh nanti setelah makan malam aku nyicip," ucap Arga.


Sampai di lantai bawah. Arga langsung saja berjalan melewati ibunya dan Claudia yang sedang mengobrol di ruang tengah.


Seketika itu juga tatapan tajam mata Claudia mengarah pada tangan Arga yang menggenggam tanga Ayla istrinya dengan begitu erat seolah tidak akan pernah lepas.

__ADS_1


Claudia merasa sesak dan kesal. Kenapa harus melihat adegan itu, maksudnya kesinikan untuk membuat Ayla terpojok dan sedih. Malah jadi dirinya yang merasa kesal dan jengkel.


__ADS_2