Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Kembali dengan Arga


__ADS_3

Di dalam pesawat Arga sudah uring-uringan karena pesawat tidak bisa segera sampai.


Di mansionnya. Ibu Ayla sedang menerima tamu dari calon besannya yang baru dan sangat terkenal berpengaruh di negara asalnya.


“Siapa namamu?” tanya ibu Arga.


“Calysta tante.” ucap perempuan manis tersebut.


“Peter.. ternyata putrimu sangat cantik ya... mungkin putraku akan langsung mencintainya.” Ayah Arga menatap ayah dari calysta ketika memuji putrinya.


“Kau bisa saja Luis,” sahut ayah Calysta.


Pembicaraan itu berlangsung lama hingga waktu hampir gelap.


Sedangkan Ayla yang masih melangkah berjalan tidak bisa memakan apapun dan rasanya hampir pingsan


Ayla harus tetap kuat agar bisa sampai ke rumahnya hanya dengan berjalan kaki. Sebenaranya juga Ayla tidak tahu jalan dan sekarang Ayla melewati ruko-ruko yang tutup seketika Ayla menemukan tempat kotak dekat tempat sampah yang terlihat seperti kotak nasi.


Ayla membukannya seketika langsung direbut oleh seorang pengemis. Ayla terkejut dan ketakutan, tersenyum takut dan mengangguk berjalan menjauh.


“Maaf.” Ayla pergi setelah kehadirannya tidak diterima orang itu.


Kembali melangkah dan Ayla sampai disebuah bangku depan taman yang cukup terang karena ramai pengunjung juga air mancurnya dengan indah.


“Haai.. sendirian aja.” Tiga orang lelaki mendekati Ayla. Seketika tercium bau alkhol.


"Maniss.."


Ayla menepis semua tangan nakal yang mencolek wajah dan lengannya dengan sembarangan.


"Jangan!" Ayla sudah sangan lemah. Ketika Ayla di peluk dari belakang oleh orang asing.


Entah kekuatan dari mana Ayla bisa melepaskan diri dan menjauh, berlari tanpa memperdulikan kopernya. Berlari dengan kencang tanpa tahu arah hingga berhenti di sebuah taman dan ada banyak sekali bunga teratai.


“Taman Danau," gumam Ayla. Melangkah memasuki taman tersebut mendekati kursi dekat tiang lampu dan pohon besar.


"Taman saja sejak tadi," gumam Ayla.


hampir gelap mungkin sudah pukul delapan malam, batin Ayla.


Ayla melangkah dan duduk di bangku dekat pohon besar suasana yang lebih gelap membuat Ayla sedikit takut.


“Hiks.. maama.. Ayah.. Ayla takut.. Arga.. Hiks.. Arga..” Ayla menangis dengan melipat kakinya dan menyembunyikan wajahnya.


Duduk diatas kursi dekat lampu yang cahaya remang-remang.


Ayla menangis hingga beberapa lama udara dingin semakin terasa. Ayla kembali menangis tanpa ingin mengangkat wajahnya keatas. sudah sangat lama Ayla menangis mungkin matanya sudah sangat bengkak.


“Hiks Arga.” Seketika suara-suara aneh terdengar hingga seperti samar-samar suara langkah kaki.

__ADS_1


“Arga..” Ayla berteriak didalam lipatan kakinya, masih menyembunyikan wajahnya.


Ayla benar-benar takut. Hingga suara Air danau terasa seperti ada seseorang yang bermain air di danau.


Maaf Arga, Semoga hari ini adalah hari terakhirku mengirup nafas kebebasan.... semoga kamu kembali setelah tiga hari dan aku akan melihatmu bahagia bersama perempuan lain pilihan Mamamu.. Mereka semua memang pantas berada di sampingmu bukan aku.. Kau lebih sempurna untuk ku yang hanya perempuan dengan masa depan suram, batin Ayla.


Seketika Ayla sudah sangat lemas dan rasanya ingin memejamkan matanya. Tubuhnya juga terasa sangat panas.


*****


Arga yang baru sampai di bandara tanah air. Segera meminta Dafa menyiapkan mobil.


Arga langsung melangkah keluar dari pesawaat bersamaan Dafa.


Seketika itu juga sebuah mobil baru saja datang dengan sopir yang baru saja turun dari Mobil dan berlari


membukakan pintu untuk Arga naiki dan Dafa yang segera naik di bangku kemudi. Mobil langsung melaju cepat meninggalkan bandara.


Di Mansion.


"Mama gak takut kalo tiba-tiba kakak pulang," ucap Lalita tiba-tiba ketika makan malamnya sudah selesai.


"Tidak kan ada papa mu," ucap Ibu Arga melirik ayah Arga yang baru saja bangkit dari duduknya dan melangkah pergi.


"Urus sendiri ulah mu aku tidak akan menjawab apapun jika yang Lalita katakan segera terjadi."


"Papa.. Apa sih maksudnya," kesal ibu Arga yang langsung menatap suaminya meminta jawaban.


"Aku hanya mengatakan padanya untuk memiliki keputusan dan keputusannya malah pergi.. Ya itu salahmu juga. Jika Ayla tetap disini mungkin Arga lebih Marah dari sebelumnya, mungkin kau juga akan malu pada keluarga Peter."


Lalita berjalan pergi dari meja makan sambil mengedikan bahunya. Menyusul Papanya yang juga keluar dari ruang makan.


Di mobil yang melaju kencang.


"Dafa minta semua anak buahmu lacak keberadaan Ayla. Setidaknya kamu sudah menyiapkan cadangan jika masalah ini terjadi," ucap Arga dengan suara menahan amarah.


Tuan benar-benar sangat marah.. Oh Nyonya besar anda membuat bangun Singa yang sedang terlelap.


Aku akan langsung bersembunyi dan menganggap tidak tahu apapun ketika Tuan membuat seluruh Mansion Hancur, batin Dafa.


Membanting stirnya kekanan ketika sambungan telpon di telingannya memberi tahu informasi keberaan Ayla.


Mobil Arga berjalan pelan menyusuri parkiran taman Danau. Seketika Dafa menghentikan mobilnya dan baru menarik rem tangan, Arga sudah turun dengan langkah lebarnya memasuki taman Danau. Berlari kecil mengelilingi Danau dengan cahaya remang-remang. Mata Arga menangkap sosok yang sedang duduk melipat kakinya.


Arga menghampiri sosok perempuan tersebut dan mengoyangnya sedikit. Seketika tubuh itu roboh dengan cepat Arga menangkapnya.


"Ayla," gumam Arga.


Tangan Arga memegang wajah Ayla dan menepuknya pelan seketika tangannya terasa sangat panas.

__ADS_1


"Demam," gumam Arga.


Dafa langsung mengambil Mobil mendekatkan ketempat Arga dan Ayla yang sedang berjalan keluar taman.


Maaf Ayla aku terlambat. Batin Arga.


Setelah memesukan Ayla kedalam mobil Arga juga langsung masuk dan memangku kepala Ayla.


"Mereka harus bertanggung jawab atas semua ini."


Arga sudah terlihat begitu marah dan khawatir menjadi satu.


"LEBIH CEPAT.. LAGI.. AAKH. SIAL.. Dafa kau mengemudi seperti SIPUT HAAH...."


"Baik Tuan," Ucapa Dafa yang menambah laju mobilnya lebih cepat seperti sedang dalam lintasan balab.


Semoga kita bertiga tidak memanggil Ambulan untuk menggantikan aku sebagai pengemudi. Dan membuat Kita menjadi korban...batin Dafa.


Speedometer sudah melebihi batas angka kecepatan yang seharusnya. Seketika mobil didepan Dafa membuat Dafa membanting stir kekiri.


Dafa mengumpat memukul stirnya.


Di bangku penumpang Arga sudah sangat khawatir karena denyut nadi Ayla sangat lemah.


"Dafa.." panggil Arga dengan suara yang menyeramkan bagi Dafa.


"Sabar Tuan," ucap Dafa dengan tenang.


"Jika Sampai Ayla meninggal Aku akan membunuhmu dengan melidas tubuhmu di rel kereta."


Dafa meneguk ludahnya kasar. Dafa beralih menelpon seseorang.


"Lisa panggil Dokter pribadi CEPAT.. LIMA MENIT TIDAK LEBIH SEBELUM KAMI SAMPAI."


Di mansion. Lisa langsung menatap semua pelayang yang sedang duduk bersamanya di paviliun belakang.


"Cepat kita harus bersiap jangan sampai membuat masalah. Siapkan pakaian Nyonya yang penting untuk malam ini sisanya kita pikirkan besok." Lisa Segera membagi tugas kepada para pelayan yang membeli pakaian Ayla dan ada juga yang membantu membereakan kamar Arga.


Malam itu juga pukul Sebelas malam suasana Mansion sangat ramai. Tak berapa lama Dokter pribadi sudah sampai di Mansion dan diajak Lisa kekamar Arga untuk menunggu.


Tak lama Mobil Arga berhenti. Dafa turun dengan wajah kesal sambil membuka kancing jasnya dan membuka pintu mobil untuk Arga.


"Di mana Dokter?" ucap Arga sambil melangkah masuk disusul Lisa dan Dafa.


"Diatas Tuan bersama pelayan lainnya." Lisa membuka pintu kamar Arga.


Melangkah meletakan Ayla di atas kasur dan segera pelayan membantu Dokter wanita itu mengganti pakaian Ayla dan memeriksanya.


"Sepertinya Nyonya kelelahan dan Demam juga Nyonya, sepertinya tidak makan nasi sejak pagi, Jadi saya akan memberikannya infus. Seperti biasa perawat akan saya tinggal untuk mengecek kondisinya setelah infus habis."

__ADS_1


Arga menganggukkan semua penjelasan Dokter dengan tatapan yang tidak berubah menatap Ayla yang sedang berbaring lemah di atas kasur. Dokter berpamitan pada Arga yang hanya Diam dan pada Dafa yang mengangguk. Lisa mengantarkan Dokter untuk keluar.


__ADS_2