Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Lalita ketakutan


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi Lalita dengan sopir bersamaan dengan barang yang di pesan Arga pada Lisa, baru saja sampai di rumah sakit.


Lita langsung turun dari mobil bersamaan dengan itu mata Lita melihat sopir membawa sesuatu.


"Eh.. pak-pak.. tunggu, itu apa?" tanya Lita pada Sopir.


"Eh iya Non, ini pesenan Tuan," ucap Sopir tersebut.


Ada alesan... batin Lalita.


"Hem biar saya yang bawa aja pak tapi, tunjukin tempat Ayla di rawat boleh pak," ucap Lalita.


Sopir pun mengangguk dan membawa Lalita kepada resepsionis dan resepsionis pun menunjukan ruangan Ayla di rawat.


"Makasih ya pak," ucap Lalita dengan senang.


Ada apa dengan Nona lalita.. tumben, batin sopir tersebut berjalan meninggalkan meja resepsionis sambil berpikir tentang sikap manis Lalita.


Setelah di tunjukan tempat Ayla di rawat Lalita langsung melangkah menuju lift dan naik ke lantai dua dan mencari ruangan Adelwis vvip.


Sambil menunggu Lift terbuka Lalita memeriksa penampilannya, pintu lift seketika terbuka.


Lalita keluar dan melangkah mencari ruangan Adelwis, tempat Ayla dirawat.


Huh.. ini ruangan Ayla, batin Lalita.


Sampai didepan pintu bertuliskan Adelwis Lalita mengatur nafasnya dan mengangkat tangan untuk mengetuk seketika pintu terbuka dan Itu Claudia.


Tunggu untuk apa Claudia kemari, batin Lalita.


"Eh ada adik kecil," ucap Claudia.


Lalita masuk ke dalam dan meletakan bungkusan tas paper bag besar itu di atas meja.


"Sopannya maen masuk gak salam gak apa udah tahu ada yang tua disini," ucap Claudia.


Lalita memutar bola matanya malas.


"Iya yang Tua, Maaf," ucap Lalita.


Arga yang sejak tadi duduk di samping rajang Ayla hanya diam tanpa bergeming sedikitpun dengan kedatangan Claudia yang sejak tadi setelah Lisa pergi.


Lalu sekarang kedatangan Lalita.


"Kalian keluarlah," ucap Arga seketika membuat dua perempuan itu diam dan menutup mulutnya rapat.


"Lalita, ada apa?" ucap Arga.

__ADS_1


"Ah engga kak aku cuman mau nengokin Ayla aja emang gak boleh?" ucap Lalita sambil melangkah maju dan melihat Ayla yang terbaring tak berdaya dan Arga yang menggenggam tangan Ayla dan menciumi tangan Ayla sepertinya Arga sedang sangat sedih yang Lalita lihat saat ini.


Apa Ayla sebegitu berharganya hingga Kak Arga tak pernah bisa berpikir kalo kekurangannya itu buruk, kenapa Kak Arga selalu seperti ini pada Ayla, walaupun Ayla yang terbaring tak berdaya saja kak Arga masih begitu menyayanginya, batin Lalita.


"Pulanglah jika tidak ada yang ingin kamu katakan lagi, dan bawa dia juga bersama mu," ucap Arga tanpa menolehkan wajahnya pada Lita dan Claudia.


"Tapi, kak aku kan cuman mau jenguk doang," ucap Lalita berpura-pura sedih.


Arga berdiri dari duduknya dan mendorong kedua perempuan itu untuk keluar ruangan Ayla.


Lalu menutupnya dan menguncinya dari dalam.


Arga pergi kekamar mandi ruang rawat Ayla untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian.


Arga sudah bersih dan sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih bersih.


Melangkah ke pintu untuk membuka pintunya.


Seketika dua perempuan tadi langsung berdiri di depan pintu seperti ingin memakan Arga. Tak berapa lama seorang dokter dan perawat masuk Arga mempersilahkan mereka masuk kecuali, kedua perempuan tersebut.


Di depan ruangan Ayla,


Claudia menatap Lalita remeh dan Lali menatap Claudia jijik.


"Tuan Sebenarnya saya juga tidak tahu kenapa nyonya tidak kunjung sadar ini seperti koma tapi, tidak bisa dikatakan koma. Seperti orang yang tertidur tapi, juga seperti orang yang koma.


Nyonya juga sudah sangat sehat dan pulih, semua organ aman, semuanya tanpa terkecuali. Dan ini hasil ronsen ketiga kalinya," ucap Dokter sambil memberikan amplop coklat pada Arga.


Menerimanya dan melihatnya di depan jendela, sampai semua lembarannya di lihat Arga. Berbalik dan meletakan kembali hasil ronsen tadi. Menatap Ayla dengan perasaan sedih.


Ini aneh, Ayla bangunlah aku terasa sangat sepi, bisakah kamu mendengar suara batinku, batin Arga.


"Kalo begitu saya pamit dulu," ucap Dokter membuyarkan lamunan Arga.


Dokter berlalu pergi meninggalkan Ayla dan Arga keluar bersama perawatnya dan kembali menutup pintunya.


Arga melangkah keluar ketika mengingat ada dua anak kecil kehilangan tempat tinggal sedang duduk didepan ruangan Ayla.


"Ah.. Kak Arga."


"Arga."


Ucap Lalita dan Claudia bersamaan, dan berdiri juga bersamaan.


"Cla pulang lah," ucap Arga dan menarik Lalita untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


Lalita yang langsung di tarik Arga merasa diatas awan sekarang dan menang dari Claudia.


"Arga!" teriak Claudia dengan kesal.


Seketika Arga berhenti membuka pintu dan menoleh pada Claudia dengan tatapan tajamnya.


"Pulanglah, Aku tidak menyuruhmu datang kenapa kau datang," ucap Arga seketika membuat dua perempuan itu ketakutan.


Menatap Lalita dan Arga lalu Claudia menghentakan kakinya. Claudia pergi dari sana dengan perasaan kesal.


Arga kembali masuk ke dalam dan melempar Lalita dengan kasar di sofa.


"Lalita, kamu bisa jelaskan apa maksud dari vidio ini," ucap Arga memperlihatkan vidio Lalita yang dengan sengaja membuat Ayla terjatuh.


"Hah... Kak Aku bisa jelasin, itu semua gak seperti yang .."


Lalita seketika ketakutan dan menatap Arga gemetar.


Arga tersenyum aneh ketika melihat Lalita ketakutan dan bingung.


"Yang apa...kamu pikir Diam ini karena aku tidak tahu, Aku tahu semua dan masih banyak lagi, Jika Lisa tidak datang tepat waktu aku sudah membuat ibumu dan kamu keluar dari rumah tanpa ada penolakan dari ayah mengerti!" ucap Arga.


"Aku diam, karena aku masih menghormati Ayah tapi, sejauh ini kalian semakin tidak mengerti diam ku ini, Aku sudah tahu semuanya tanpa harus meminta penjelasan mu dan ibu mu, Sekali lagi aku ingin tanya apa kamu masih ingin tinggal di rumah atau Aku membuat kalian tinggal lagi di apartemen lagi," ucap Arga.


"Kak, Aku mohon aku gak sengaja aku boleh ya ... Tinggal lebih lama lagi, Aku janji aku gak bakalan buat ulah lagi ini yang terakhir," ucap Lita dengan memelas.


Dan juga terakhir gue ngeliat muka Ayla, semoga aja besok Ayla tenang dan gak bisa bangun lagi, batin Lalita.


"Sekarang pulang," ucap Arga.


Menelpon seseorang dan tak lama seseorang mengetuk pintu ruangan Ayla.


"Bawa dia pulang," ucap Arga dengan menatap tajam Sopir rumah tersebut.


Lita melihat Arga yang mengalihkan tatapannya ketika Lalita berharap tatapan mata mereka bertemu.


Sopir tadi membawa tas kantong berisi baju kotor Arga dan pergi keluar bersama Lalita.


Sampai didepan Lalita langsung menaiki mobil dan duduk didalam, Sopir langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.


Mau sampai kapanpun Kak Arga tetep nganggep gue adik tirinya bukan orang yang dia suka padahal gue udah suka sama Kak Arga udah lama banget apa ini cinta pertama gue harus terhalang hubungan saudara tiri, Dan kak Arga masih mikirin gue pulang dengan aman walaupun sopir rumah yang nganter emang kak Arga mandang gue sebagai adiknya, batin Lalita.


Di ruang rawat Ayla.


Arga mengelap wajah Ayla dan juga tangan dan kaki Ayla.


Arga kembali kekamar mandi untuk membersihkan kain lap yang ia gunakan seketika Ayla menggerakan mata dan jarinya.

__ADS_1


__ADS_2