
Melanjutkan perjalanan mereka hingga sampai di tempat hiburan yang menyenangkan dimana Ayla juga bisa bermain.
"Arga omongan aku yang di restoran tadi gak usah di pikirin ya. Anggap aja aku curhat sesama teman," ucap Ayla sembari melompat diatas trampolin.
"Kenapa kalo aku memikirkannya?" tanya Arga.
Ayla terdiam seketika, berjalan keluar arena permainanan.
"Arga sebaiknya kita ketempat lain saja," ucap Ayla yang berusaha mengalihkan pembicaraan lalu tersenyum ketika tangan Arga kembali menggenggamnya.
"Iya," ucap Arga.
Arga tahu jika Ayla tidak ingin membuat seseorang kesulitan karenanya makanya Ayla tidak melanjutkan pembicaraan yang tadi.
"Arga apa kamu punya kekasih?" ucap Ayla sambil berjalan keluar menggunakan sepatunya dan Arga yang menunggu di depannya.
"Kamu," ucap Arga. Seketika Ayla terdiam.
"Hem.. bukan maksudku kamu dulu pasti memiliki kekasih yang lebih baik dari aku," ucap Ayla.
"Punya, mungkin," ucap Arga. Seketika Ayla terdiam dan menghentikan langkahnya, genggamana tangannya pada Arga juga melonggar.
Kenapa rasa sedih dan sesak, batin Ayla.
Arga yang menyadari itu terus menggenggam tangan Ayla dan tidak akan melepaskannya. Arga lalu tersenyum dan menghentikan langkahnya juga berbalik menatap Ayla, yang juga berhenti ketika ingin melangkah lagi.
"Mereka masalalu dan kamu masa depanku Ayla," ucap Arga. Ayla merasa senang tapi, langsung mengingat hal yang mengharuskan Ayla menahan perasaan senang itu agar tidak terjadi.
"Aku bukan Perempuan.... hemp," ucap Ayla.
"Iya bukan perempuan biasa kamu luar biasa buat aku," ucap Arga meneruskan ucapan Ayla.
"Sekarang bersenang-senang bukan bersedih," ucap Arga. Seketika Ayla mengangguk. Ayla yang mulutnya masih dibekap Arga karena Ayla ingin mengatakan hal aneh.
"Jangan banyak mengeluh Ayla, ingat itu," ucap Arga.
Ayla mengangguk lagi, Arga tersenyum ketika Ayla mengangguk paham dan Arga melepaskan bekapannya pada mulut Ayla, kembali melanjutkan langkah mereka mengelilingi Mall.
Cepat atau lambat aku pasti akan menyingkir dari posisi ini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti, semoga Yang Kuasa masih memberikan sedikit kebahagiannya untuk waktu-waktuku bersama mu Arga di detik terakhir yang tidak tahu kapan datangnya. Aku tidak ingin egois untuk menetapkanmu menjadi milikku selamanya... tapi, Aku ingin hal tentang selalu bersamaku itu.... adalah kebenaran langsung dari hatimu yang tulus kamu ungkapin ke aku waktu Di resto tadi, batin Ayla.
Arga mengajak Ayla untuk mampir di sebuh toko aksesoris.
Ayla hanya mengikuti langkah Arga hingga berhenti di sebuah gelang cantik yang terlihat sangat bagus.
__ADS_1
"Permisi, Tuan A..." ucap pelayan toko terhenti ketika Arga mengisyaratkan diam.
Pelayan toko itu mengenal siapa Arga, dia adalah pemilik Mall terbesar ini.
Jika ada yang akan memanggilnya Arga segera mengisyaratkan untuk diam. Arga harus menyembunyikan siapa dirinya pada Ayla untuk beberapa waktu ini dan kedepannya.
Arga mengambil gelang tersebut setelah pelayan memberikannya pilihan dan menaruhnya di hadapan Arga.
Arga memilih gelang paling cantik dan bagus. Langsung diambilnya gelang itu dan di pakaikan Arga pada Ayla.
"Arga apa ini," ucap Ayla.
Setelah gelang terpasang Arga membayarnya. Ayla memegangi gelang tersebut.
"Arga ini, gelang, Arga ini buat apa?" ucap Ayla.
"Di pake," jawab Arga sambil menggandeng tangan Ayla berjalan keluar toko aksesoris tersebut.
Pelayan yang melihat itu seketika berpikir. Lalu dia buang pemikiran ingin tahu itu.
Tidak terasa sejak mereka keluar dari mansion sekrang sudah hampir gelap.
Berjalan keluar Mall, berjalan menuju parkiran.
Terjebak macet sekarang, Arga dan Ayla harus menunggu beberapa menit.
*****
Di cafe depan Butik Claudia.
"Tante kapan dateng maaf ya lama Cla abis ada Client tadi," ucap Cla pada Ibu tiri Arga yang sudah sedikit lama berjamur menunggu Cla.
"Udah pesen tante?" ucap Cla basa basi.
"Udah, kamu aja pesen sana," ucap ibu tiri Arga.
"Tante datang, cuman mau ngomong sesuatu sama kamu tentang Arga."
Claudia mendengarkan dan bersamaan itu pelayan datang membawakan semua pesanan Claudia.
"Tante pengen kamu segera memisahkan mereka, Tante gak mau Arga punya istri kayak Ayla," ucap Ibu tiri Arga.
"Ayla, istri... maksudnya apa Tante? Apa Arga udah nikah dan Ayla itu istrinya?" ucap Claudia menebak-nebak.
__ADS_1
" Iya, Tante gak mau, kalo Arga punya istri yang gak bisa apa-apa, cacat dan buta. Tante lebih suka kamu yang sama Arga bukan Ayla," ucap Ibu tiri Arga.
"Yah... gimana ya tan... orang Arga juga gak mau balikan lagi ke aku padahal kemaren aku dah bujuk tapi, dia tetep gak mau," ucap Claudia pura-pura sedih.
"Tenang tante bisa bantu kamu asal kamu bisa bantu tante," ucap Ibu tiri Arga.
"Iya tante.. siap aku jadi gak enak deh udah pernah nolak Arga dan nolak pernikahan itu," ucap Claudia di buat dramatis.
"Itu dulu, sekarang pasti Arga mengerti... jadi Kamu harus berusaha untuk dapetin hati Arga ya," ucap Ibu tiri Arga.
Seneng banget... akhirnya dapet pendukung juga tanpa ngemis. Aku bakal berusaha rebut kamu lagi Arga, Kamu itu harusnya nunggu Aku dan gak nikah duluan, Liat aja perempuan itu akan aku singkirin dan aku yang akan menggantikan posisi istri itu, batin Claudia.
Arga dan Ayla baru sampai di mansion dan turun bersama. Seketika mata Arga melihat kendaraan yang tidak asing ada di halaman rumahnya.
Arga masuk kedalam bersama Ayla.
Di ruang keluarga Ayahnya dan Rico mertuanya. Sedang berbicara hangat.
Wajah Arga sudah tidak bisa terlihat senang, Ketika melihat Rico istrinya dan Rosa datang.
"Hay.. Arga," ucap Rosa. Seketika itu juga Ayla mengenal suara itu.
Kak Rosa... apa mama ayah juga ada apa mereka mau membawa aku pergi, batin Ayla.
"Kak Rosa," panggil Ayla. Risa menoleh dan melihat Ayla di samping Arga. Bangkit dari duduknya dan menghampiri Ayla memeluknya dengan perasaan jengkel dan kesal tapi, terlihat dari luar kalo mereka berpelukan untuk saling melepas rindu.
"Hay Ayla, Gimana Kabarnya, baik ajakan, Oiya Ay.. kita ngobrol berdua ya...gue pengan kangen-kangenan sama Lo," ucap Rosa.
Seketika Lisa datang dan menemankan Ayla dengan Rosa untuk pergi ke taman.
Arga pergi berkumpul dengan para orang tua.
"Arga mereka adalah orang tua Ayla," ucap Ayah Arga.
"Cepat sampaikan apa mau kalian, aku sudah tidak punya waktu meladeni kalian," ucap Arga sarkas.
Rico sedikit terkejut.
Sikap Arga berbeda jauh ketika pertama bertemu sekarang terlihat lebih datar dan tajam.
"Maafkan putra saya ya, Ayo silahakan di minum," ucap Ayah Arga yang tidak enak pada keluarga besannya.
"Ke datangan kami kesini hanya untuk sekedar mampir dan main, Karena Rosa sangat rindu dengan adiknya," jelas Leni.
__ADS_1
Di taman belakang Ayla dan dan Rosa sedang berbicara di temani Lisa dan meminta pelayan lainnya untuk menyiapkan camilan dan minuman.