
Selesai berbelanja Ayla mengistirahatkan tubuhnya di kursi depan meja pantry dengan habis dua gelas air putih.
Melihat Lisa dan pelayan lainnya membereskan belanjaan dan merapikan barang-barang lainnya yang akan di bawa untuk diberikan ketempat yang Lisa bilang.
"Bu Lisa Apa Nyonya akan ikut?" tanya pelayan tersebut.
"Iya.. bersiaplah," sahut Ayla.
"Hehe Maaf Nyonya," ucap pelayan tersebut.
"Sudah semua mari nyonya tunggu di mobil saya akan memebawa semua barang ini.
"Loh kenapa? aku juga mau membantu," ucap Ayla sambil membawa sekardus piring cantik yang baru di pakai enam bulan lebih.
Setelah Ayla pergi para pelayan lain termasuk Lisa langsung membantu Ayla membawakannya ke mobil.
"Nyonya selalu baik."
"Tidak seperti nona Calysta dan nona Claudia yang bisanya memerintah."
"Nyonya apa adanya... tidak pernah aku melihat Nyonya berteriak marah atau mengangkat tangan karena tidak suka."
"Iya kau benar...Kau ingat waktu aku dan lainnya tidak bisa memakan Mie ayam atau Bakso. Nyonya malah meminta Bu Lisa memberikan jajan lain untuk kita."
"Yaa aku kira Nyonya akan marah waktu dia bilang tidak bisa memakan baksonya, ternyata tidak." Tunjuknya pada temannya pelayan.
"Nyonya itu cantiknya dari hati bukan wajah, nyonya juga lembut. Kurasa sebentar lagi akan terdengar suara tangisan bayi di rumah ini."
"Ah. maasa sih.. Tahu dari mana kamu."
"Ada deh.. Ya di pikir pikir Tuan sangat menyayangi nyonya walaupun Nona Claudia atau pun Nona Calysta datang, Tuan tetap dengan Nyonya Ayla. Rasanya Lelaki seperti Tuan Arga selalu di berkahi karena selalu menyayangi dan memanjakan istrinya."
"Kurasa Nyonya tidak di manjakan."
"Kata siapa... Aku pernah mendengar jika Nyonya sering di minta Tuan untuk melakukan apapun yang di inginkan dan membeli apapun tapi, Nyonya tidak melakukan itu malah sering membeli pakaian di tempat biasa dan kemarin pelayan yang baru berulang tahun di belikan tiga setel pakaian bagus dan sopan."
"Haah.. Aku tahu.. Dia pelayan yang baru bekerja enam bulan itu.. kemarin aku menemaninya mencoba pakaian yang Nyonya Ayla berikan. Ternyata bagus dan sopan pakaian itu juga dia bilang kalo dia akan bekerja lebih semangat untuk Nyonya Ayla."
"Hemm benerkan ... beruntung kita mendapatkan Nyonya seperti Nyonya Ayla. Tidak seperti Nyonya besar dan Nona Lalita yang judes dan dingin juga tahunya hanya membentak jika salah. Jika ada Tuan Besar dan Tuan Muda mereka berdua akan terlihat manis dan tenang."
Seketika semua pelayan yang bergosip itu berhenti ketika Ayla menoleh dan mengucapkan terimakasih.
Suara bisik-bisik pelayan itu sama sekali tidak terdengan Ayla tapi, di dengar oleh Calysta.
Yang baru saja tak sengaja melewati para pelayan yang berbisik.
__ADS_1
Setelah selesai memindahkan barang yang sudah dipilih ke dalam mobil. Ayla dan pelayan juga Lisa berangkat untuk membawa barang tersebut.
Ternyata seperti itu pelayan menilai Ayla.. uh selama beberapa waktu ini hati seluruh palayan Mansion sudah di rebut Ayla dengan cara cantik dan sampai ada yang mendoakannya memiliki bayi, batin Calysta.
Berjalan masuk kedalam memikirkan rencana lainnya.
Sampai di sebuah pabrik yang terlihat bersih dan tidak kumuh alis indah dengan taman bunga mewarnai tempat tersebut jadi tidak hanya pohon besar dan rumput hijau saja.
Ayla dan Lisa turun dari mobil dan melihat luasnya pabrik.
Tak lama datang beberapa orang dan juga salah satu wanita menyambut Ayla.
"Selamat datang Nyonya marvelino," ucapnya.
"Haah.. terlalu berlebihan. Biasa saja," ucap Ayla. Hanya di angguki Wanita tersebut.
"Silakan masuk," ucapnya.
"Eh.. tapi," ucap Ayla. menatap semua barang yang sudah dibawa para pegawai pabrik dan menatap Lisa yang mengangguk.
"Saya Lisa nama yang sama dengan Bu Lisa Nyonya," ucap Wanita itu terkekeh. Ayla juga ikut terkekeh kecil.
"Saya baru saja mendapat kabar jika Nyonya akan berkunjung," jelasnya. Ayla menatap heran seketika wanita itu tersenyum.
"Tuan Dafa yang mengabari saya, mungkin Bu Lisa sudah melaporkannya. Jadi Tuan Dafa meminta kami melayani anda dengan baik. Karena sebelumnya Tuan besar tidak pernah berkunjung dan ini adalah kunjungan pertama anda di pabrik ini."
"Hem.. Apa sebenarnya yang di lakukan disini?"
"Mari ikut saya ke tempat dimana barang yang sudah jadi," ucap Wanita itu membawa Ayla naik ke atas melewati tangga. Wanita bernama Lisa itu menjelaskan semuanya sambil berjalan-jalan dan memeperlihat beberapa tempat aman untuk di datangi.
"Setelah itu semua barang ini akan di sortir atau dikirim ke semua supermarket atau Mall besar milik Tuan besar."
Ayla terkejut tapi, berusaha ia sembunyikan.
Sangat kaya, dan hal seperti ini Arga juga lakukan. Aku tidak menyangka jika barang perkakas yang aku beli tadi adalah hasil daur ulang, Tidak terlihat seperti daur ulang melainkan barang baru yang terlihat baru pertama kali di buat...batin Ayla.
"Dan semua pekerja di pabrik ini hanya yang terbaik yang bisa bekerja, kami tidak mementikan nilai dari pendidikan melainkan kualitas kemampuan mereka nyonya, masa percobaan di pabrik ini untuk semua karyawan bisa mencapai enambulan lebih jika dia bisa kurang dari enam bulan maka kami akan mempertimbangkan karyawan itu untuk di tempatkan di tempat terbaik."
"Baik sepertinya kita sudah setengah jam berkeliling bagaimana jika kita mampir untuk beristirahat." Wanita itu memepersilahkan Ayla dan Lisa untuk melangkah duluan.
Di ruangannya. Ayla dan juga Lisa dan Wanita yang menemankan Ayla tadi sedang menikmati makanan dan minuman.
Seketika pintu ruangan di ketuk. Ternyata sekertarisnya.
"Nona ini," ucap Lelaki itu terkejut.
__ADS_1
"Maaf Nona bukannya yang di supermarket itu?" ucap Lelaki itu lagi.
"Farhan jaga ucapan mu dia istri dari Tuan Arga.. mau macam-macam kamu hah," ucap Atasannya.
"Maaf Bu Lisa..."
"Tidak apa-apa, iya aku yang di super market tadi, kamu bekerja disini?" ucap Ayla santai.
"Iya Nyonya, maaf atas kelancangan saya tadi," ucapnya.
"Haah.. tidak masalah," ucap Ayla santai.
"Kalo begitu saya permisi keluar." Ayla dan kedua wanita lainnya mengangguk.
Di depan Ruangan atasannya Farhan memukul udara dengan kepalan tangannya.
"Ck.. udah punya suami.. Tapi, kenapa wajahnya masih cantik gitu masih seperti abg, haah.. gagal," gumam Farhan melangkah pergi dari sana.
Di dalam ruangan.
"Berapa umurnya?" ucap Ayla.
"Baru lulusan SMK," sahutnya. Ayla mengangguk paham.
Ayla berusaha mengalihkan pembicaraannya.
"Lisa sepertinya kau sedang hamil muda kau tidak meminta cuti," ucap Ayla yang melihat perut Wanita bernama Lisa yang sedikit buncit.
"Tidak apa nyonya. Saya suka melakukanya, nanti saya akan mengambil cuti sebulan sebelum melahirkan." Ayla mengangguk lalu tersenyum ramah.
Tak berapa lama Ayla dan Lisa pamit pulang.
"Hati hati nyonya, Bu Lisa," ucap Wanita yang namanya Lisa juga.
Berlalu pergi meninggalkan halaman pabrik yang terlihat bukan seperti pabrik tersebut.
"Nyonya kenapa?" ucap Pelayan di sebelahnya.
"Ah tidak Nena," sahut Ayla.
Aku hanya berpikir tentang keturun untuk Arga.. aku belum hamil sejak saat itu.. dan sekarang aku belum memiliki tanda-tandanya. batin Ayla.
"Nyonya sepertinya Anda sedikit ingin terlihat seperti Bu Lisa pengelola pabrik tersebut ya," ucap Nena seketika.
"Eh.. Nena." Ayla tersenyum.
__ADS_1
"Maaf Nona." Pelayan tersebut ketakutan dan menunduk.
"Tidak aku tidak marah hanya saja. Kamu pintar sekali mengetahui tanpa aku bercerita terlebih dahulu." Ayla tersenyum dan pelayan itu mengangguk malu.