
Lita dan ibunya merasa aneh dengan Ayla yang belum keluar kamarnya setelah Arga pergi. Claudia yang sudah pergi berlalu meninggalkan rumah sejak Sejam yang lalu.
"Mah kok gak keluar-keluar dia. Oh... jangan jangan semalam, Mah jangan-jangan," ucap Lita membuat Ibunya seketika tersenyum senang.
"Apa.. kamu mikirin apa.. Klo semalam mereka berhubungan gitu.. bersama-sama semalam bermain berdua gitu, iya.. hem," ucap Ibu Lita dengan jari telunjuk di dagu dan menyipitkan mata, ekspresi seperti berpikir keras menerawang sesuatu.
"Tidak aku tidak sampai sana, Kalo otak ku mikirnya. Jangan-jangan Ayla habis berantem sama Kakak," ucap Lita.
"Dari pada mikir mending datengin aja orangnya langsung."
Lalita segera mengejar ibunya untuk segera pergi kekamar Arga mencari tahu kenapa Lisa yang naik kekamar Arga tidak turun sedangkan Lalita yang sudah keluar masuk ke kamar dan kembali lagi turun, aneh pikir mereka.
Pintu langsung dibuka oleh ibu tiri Arga. Melihat Ayla mendengarkan Mp3 dan Lisa yang sedang mengganti pengharum ruangan.
"Tuh kan mah... Apa yang mama pikirin pasti gak akan terjadi percaya deh," ucap Lita yang baru sampai dan melihat Ayla yang duduk sambil mendengarkan Mp3 dan Lisa yang sedang sibuk dengan tugasnya.
"Lisa!" panggil ibu Arga.
"Iya Nyonya," sahut Lisa yang langsung berjalan mendekat.
" Kenapa kamu didalam sini lama sekali kenapa gak turun-turun?" tanya Ibu tiri Arga.
" Maaf Nyonya Saya harus berada di samping Nyonya muda karena nyonya tidak bisa berjalan sendiri, dan itu perintah Tuan muda," jelas Lisa.
"Tidak bisa berjalan?" ucap Ibu Arga sambil berjalan mendekat dan melihat kaki Ayla.
Terlihat baik apanya yang tidak bisa berjalan, Klo bukan kaki yang tidak bisa berjalan berarti.. oh.. gak mungkin itu terjadi!...semoga obat yang Cla kasih disusu Ayla itu diminumnya, batin Ibu Arga.
"Gak ada yang sakit, Halah malesan aja," ucap Lita.
"Lita... Mama, " ucap Ayla lalu tersenyum.
"Kamu gak bisa jalan?" tanya ibu Arga dengan selidik.
Ayla mengangguk dengan tersenyum.
Seketika ibunya pergi meninggalkan kamar Arga dan Lalita juga mengikuti di belakang.
Lisa kembali menutup pintu dan mengalihakan dirinya dari pintu mendatangi Ayla.
"Bi Ibu Arga, Lalita adiknya," ucap Atika ketika melihat wajah ibu Arga dan adik tiri Arga.
"Iya Nyonya mereka berdua keluarga sambung dari Tuan, Setelah ibu tuan meninggal Tuan besar menikah lagi," Jelas Lisa. Ayla mengangguk paham.
"Bi.. aku bosan ayo buat kueh saja," ucap Ayla.
__ADS_1
"Tapi Nyonya bukannya, Masih sakit," ucap Lisa.
Ayla menggelengkan kepalannya dan tersenyum perlahan berdiri dan mengambil tongkatnya.
Mereka berjalan keluar kamar bersama.
"Aku ingin buat Kueh untuk Arga cicipin siang ini Bi sama bekal makan siang," ucap Ayla.
Lisa mengangguk. Tak berapa lama mereka sampai di dapur. Seketika dua orang pelayan datang setelah Lisa panggil.
"Kalian berdua bisa membuat kueh," ucap Ayla yang mendengar sapaan kedua pelayan yang baru saja datang.
" Bisa Nyonya, anda ingin kami buatkan apa?"
" Ehm.. Bolu yang tidak terlalu manis saja, biasa tapi, dengan resepku kalian bisa?"
"Tentu.. Nyonya." Ayla tersenyum.
Semua menyiapkan alat dan juga bahan dari arahan Ayla. Lisa juga mengucapkan sesuatu dengan berbisik tentang pelayan yang memasak.
Beberapa jam kemudian Kueh yang Ayla buat bersama pelayan selesai dan kini tiga loyang bolu jadi.
"Berapa loyang?"
"Tiga loyang sudah matang Nyonya dan ada satu yang masih di panggang."
Kedua pelayan tadi mengangguk.
Ternyata Nyonya sangat baik, aku kira karena buta dia selalu menyuruh-nyuruh saja.. tapi, itu tidak terjadi.. Sebenernya nyonya hanya meminta bantuan, batin pelayan.
"Apa kalian sudah membawanya?" tanya Ayla yang merasa kalo kedua pelayan itu belum mengambil bolunya.
"Belum nyonya, kami akan menunggu nanti saja."
Ayla tersenyum.
"Bawalah yang sudah matang saja, Lisa berikan pada mereka berdua untuk dibagikan kepelayan lainnya, mereka terlalu segan," ucap Ayla dengan wajah ramahnya.
"Bu Lisa jangan repot-repot."
"Kalo begitu kalian ambilah, Atau nyonya akan memarahiku nanti," ucap Lisa membuat mereka terkekeh.
"Tapi, nanti kalian kembali lagi ya kita masak makan siang," jelas Ayla.
Kedua pelayan yang tadinya sudah melangkah seketika berhenti, menoleh pada Ayla dan mengangguk.
__ADS_1
*****
Acara masak makan siang kini dilakukan lagi dengan kedua pelayan yang sama. Seketika Lalita yang akan pergi keluar menangkap pemandangan indah di atas meja makan. Lalita menghampirinya dan melihatnya dari jarak sangat dekat.
"Siapa yang akan ulang tahun...dan kalian beli dimana kueh ini," ucap Lalita sambil mengambil sepotong kueh tersebut dan memakannya.
"Tidak ada Lita itu kueh untuk kita semua, Kamu ingin mencobanya makan lah, atau kamu mau membawanya untuk dimakan di perjalanan." Ayla tersenyum pada Lita yang memakan kueh buatannya bersama pelayan.
"Siapa yang membuat kuehnya?" sambil memakan sepotong kueh lagi.
"Nyonya dan para pelayan, Nona."
Ini gak mungkin si buta bisa masak.. oh Gak mungkin terjadi dan ini kueh buatannya, Dan enak!.. Oh Lalita kamu sudah memakannya hampir tiga potong kueh.. Ingin mengeluarkannya lagi sayang.. ini kueh terenank yang aku makan, mama saja tidak bisa membuatnya, Batin Lalita.
"Oh.. Gak enak!" ucap Lalita sambil mengambil tiga potong lagi dan membawanya pergi. Lisa yang melihat itu hanya menggeleng tak percaya sedangkan Ayla tersenyum.
Bodo... lah, dia kan buta gak tau kalo separuh kuehnya aku makan, Malu depan Lisa gak masalah.. palingan Ayla sedih karena aku bilang Kuehnya gak enak.. Haah.. lumayan Kenyang hari ini Kuehnya enak lagi heem.. ada sisa gak ya..batin Lalita.
Setelah kepergian Lalita tadi dari dapur Ayla dan para pelayan sudah selesai dengan bekal Arga yang sudah matang.
"Terimakasih ya," ucap Ayla.
Kedua pelayan tadi mundur beberapa langkah dan Lisa membantu menata bekal itu untuk dibawa Ayla.
"Saya memanggil sopir sebentar."
Ayla mengangguk.
Tak berapa lama Mobil siap dan Lisa yang pergi ke atas mengambilkan pakaian luaran yang sering Ayla gunakan untuk pergi keluar.
Setelah Ayla siap dan mengganti sandalnya dengan sepatu Flatnya.
Ayla keluar dengan dibantu Lisa memabawakan dua bekalnya.
"Apa mau saya antar sampai di kantor tuan Nyonya," ucap Lisa.
"Hemm.. tidak usah bi Terimakasih ya."
Lisa mengangguk dan menutup pintu mobil setelah meletakan bekalnya di pangkuan Ayla.
Mobil berjalan pergi meninggalkan Mansion.
Beberapa menit kemudian Ayla sampai di kantor Arga. Petugas keamanan menatap Ayla yang turun dari mobil Arga dan sopir milik Arga yang sering mereka lihat.
para petugas tadi menatap Ayla dari atas sampai bawah dan juga tongkat.
__ADS_1
Buta.. perempuan ini tidak bisa melihat.. batin Mereka.