Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Keluarga


__ADS_3

Arga Masuk dari pintu belakang dan mengganti sepatunya dengan sandal rumah. Langkahnya berjalan maju menuju ruang makan.


Seketika suara orang yang membuat Arga malas meladeninya, kini datang dan membuat mood Arga hancur tak berbentuk.


"Lisa bawa Ayla naik," ucap Arga dengan datar dan keras hingga membuat Ayla dan Lisa terkejut.


Ayla yang merasa bingung hanya bisa menunduk dan berjalan pelan dengan tuntunan tangan dari Lisa.


"Kau sudah menikah?" ucap ibu tiri Arga.


"Cantik sih tapi, kok pucet gitu mukannya," ucap saudari tiri Arga yang melangkah duduk di kursi meja makan.


"Cepat pergi kemasi barang kalian, aku tidak membutuhkan kunjungan kalian," ucap Arga datar tanpa ekspresi.


"Arga, apa maksudmu! mereka itu keluargamu juga," ucap ayah Arga langsung marah dan menggebrak meja makan.


Sejak tadi Ayah Arga memang sudah ada di meja makan dan menikmati kopinya, sembari menunggu istri dan anak prempuannya selesai memasak.


"Cih keluarga," ucap Arga dengan wajah meremehkan. Arga pergi dari sana tanpa mau menjawab semua teriakan ucapan dan ocehan dari ibu tirinya dan Ayah kandungnya.


Arga yang sudah naik ke atas dan masuk kedalam kamarnya. Seketika itu juga Ayah Arga kembali duduk dan istri, anaknya juga


"Lihatkan apa yang dia katakan, sudahku bilang nikahkan dia segera agar kamu bisa mengendalikannya. Anaknya menikah orang tua tidak tahu apa seperti itu ibunya mendidiknya, benar-benar tidak baik," ucap Ibu tiri Arga.


"Terserah, aku sudah katakan padamu sejak awal menikah tapi, sekarang kamu malah membuat semuanya berbeda," ucap Ayah kandung Arga dengan kesal.


"Mah, pah Aku dah selesai aku ke kamar aja ya," ucap Lalita.


"Iya sayang istirahat ya," ucap sang ibu dengan lembut.


Lalita pergi menjauh meninggalkan meja makan.


"Kamu bisa bersikap lembut pada putrimu, kenapa pada putraku kau tidak bisa melakukannya," ucap Ayah kandung Arga.


Wanita itu hanya diam saja dan menikmati kembali makanannya.


*****


Di dalam kamar Arga baru saja selesai mandi dan juga Ayla yang duduk di kasur dengan wajah bingungnya.


Lisa yang baru saja turun langsung mengambilkan makanan untuk Arga dan Ayla, yang ingin makan di kamar.


"Jangan pernah bicara banyak dengan orang yang tadi bicar dengan mu," ucap Arga.


"Mereka adalah ibu dan saudari tiriku, dan juga ayah. Mereka datang kemari," ucap Arga malas.

__ADS_1


Ayla hanya menganggukan kepalanya Ayla bingung dan hanya mendengarkan saja apa yang Arga bilang.


Sekarang Lisa datang kembali membawa makan malam untuk Ayla dan Arga.


Arga menerimanya dan menyuruh Lisa untuk keluar lagi.


"Arga aku akan makan sendiri saja," ucap Ayla.


Arga memberikan sepiring nasi dengan lauknya dan Ayla makan dengan berdoa terlebih dahulu.


Arga juga makan dengan tenang hingga selesai makan Arga pergi mengambil dua gelas Air minum untuknya dan Ayla.


"Minumlah," Arga mengambil piting kotor Ayla sehabis makan dan meletakannya di dekat piringnya.


Ayla menerima segelas air tersebut dan meminumnya.


"Aku akan turun kebawah," ucap Arga.


"Arga... apa aku boleh menonton tv," ucap Ayla.


Ayla yang merasa Arga tidak menjawab, Ayla langsung menjelaskan jika dirinya bisa mendengarkan saja dan itu juga sudah sangat menyenangkan. Arga mengangguk paham.


"Ini remotnya," ucap Arga mengambilnya dari laci nakas.


Arga berlalu keluar setelah Ayla sudah menyetel tvnya dan mulai tersenyum senang mendengarkan suara berisik tv.


"Lita lepas," ucap Arga datar.


"Tidak kak... kau itu tampan hanya aku yang bisa memilikimu, Tidak ada yang lainnya," ucap Lita kekeh.


"Tidak," ucap Arga sambil melepas pelukan tangan Lita dengan kasar.


Arga pergi meninggalkan Lalita melangkah menuju ruang kerjanya.


Lita yang masih di tempatnya hanya bisa menghentakan kakinya kesal karena Arga tidak pernah melihatnya ada.


"Aku harus menyingkirkan Perempuan itu, Aku tidak suka milikku di ambil orang lain, Perempuan yang tidak terlalu cantik wajahnya pucat tidak pantas bersanding denganmu kak," gumam Lalita dengan wajah kesalnya. sembari memukul udara kebawah dengan kepalan tangannya.


Berlalu pergi meninggalkan tempatnya berdiri tadi ke dalam kamarnya dengan senyum miringnya.


****


Di ruang kerjanya Arga dan Dafa sedang membicarakan tentang seseorang.


"Besok adalah Acara peragaan busana yang di selenggarakan nona Claudia," jelas Dafa.

__ADS_1


"Apa Tuan akan hadir besok," ucap Dafa lagi.


Seketika wajah Arga terlihat begitu malas dan berdiri dari duduknya.


Arga melangkah mengambil undangan untuk hadir dalam acara peragaan busana yang di selenggarakan oleh Claudia. Melihat undangan tersebut lalu melemparkannya kembali ke atas meja di depan Dafa.


"Aku akan datang siapkan segalanya," ucap Arga.


Dafa mengangguk dengan perkataan Arga. Seketika Arga kembali berbalik menghadap Dafa.


Belum sempat Arga berucap, Dafa sudah menyodorkan barang yang Arga inginkan.


"Aku akan pergi, selesaikan pekerjaanmu aku akan kembali beristirahat," ucap Arga sambil berlalu keluar meninggalkan Dafa yang kembali menghela nafas kasar karena pekerjaan Arga yang menumpuk dan harus dia selesaikan juga.


Dafa melanjutkan semua pekerjaan itu dengan segera, karena dirinya juga butuh istirahat.


Untung temen kalo bukan aja udah gue umpati dari tadi, sabar-sabar Daf, batin Dafa sembari mengelus dadanya dan menghembuskan nafanya pelan.


Arga kembali naik ke atas lantai dua dan masuk kedalam kamarnya.


Seketika Arga masuk suasana kamarnya sudah sepi dan sunyi.


Arga berjalan masuk, sebelumnya menutup pintu tanpa suara, Arga melihat Tv yang tadi menyala sekarang sudah mati dan Ayla yang sudah tertidur.


Arga meletakan barang yang diberikan Dafa tadi di ruang kerja. Menaikan selimut Ayla dan pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual sebelum tidur.


*****


Pesawat baru saja mendarat di bandara internasional.


Seorang Perempuan yang sangat cantik dan juga tinggi seperti model bentuk tubuhnya juga sangat bagus.


Berjalan keluar bandara menghampiri sopirnya yang sudah menunggunya sejak tadi.


"Lama pak," ucapnya sambil menyerahkan koper dan juga barang lainnya untuk di taruh dalam bagasi mobil


"Tidak kok bu," ucap Sopir itu menimpali ucapan Perempuan tersebut sambil memasukan barang kedalam bagasi.


Perempuan tadi sudah duduk tenang di dalam mobil. Di susul sopirnya yang juga naik kedalam mobil.


"Langsung pulang aja ya pak," ucapnya. Sopirnya mengangguk dan melajukan mobilnya meninggalkan bandara.


Perempuan tadi membuka ponselnya yang mati, seketika terlihatlah wajahnya bersama seorang lelaki yang masih sangat ia cintai tapi, semua itu pergi ketika dirinya melakukan kesalahan dan tidak mau untuk melakukan apa yang lelakinya perintahkan untuk menjauhi karirnya jika sudah menikah.


Akhirnya hubungan mereka berhenti di tengah jalan dan Lelaki itu juga memilih jalannya sendiri. Sekarang dia kembali lagi ke negara dimana dulu ia pernah merasa bahagia dan senang.

__ADS_1


Bagaimana kabar mu sekarang, batin perempuan itu


__ADS_2