
Selesai dengan mandinya Ayla melangkah keluar dan sama seperti sebelumnya Bi Lilin sudah menyiapkan pakaian untuknya dan itu juga sudah lengkap.
Langkah kaki Ayla berjalan keluar kamar. Suasana hangat dari mentari pagi masuk dari celah ruang kecil yang ada di dalam rumah ini yang bisa, Ayla rasakan.
Tapi, langkahnya terhenti saat di tengah menuruni tangga Ayla mendengar langkah lain dan seperti banyak suara berbeda satunya dengan ketukan besar satunya dengan ketukan seperti sepatu hels.
"Heey.. sudah bangun Ayla.. Pagi." Suara Perempuan yang sama. Claudia dengan pakaian formalnya akan pergi bersama dengan Arga kekantornya dan akan pergi untuk membicarakan kontrak kerja bersamaan bisnis perusahaan ayahnya Claudia yang memang tak bisa secara langsung hadir.
Ayla tersenyum mengangguk.
"Iya.. Claudia pagi." Langkah Claudia terjeda lalu berbalik di belakang Arga yang sudah melewati keduanya.
"Oh.. Aku baik Ayla... Bagimana apa kegiatanmu hari ini, sibuk? Atau kau mau tahu apa kabar pagi ini?" Ayla menyambut senyum semua perkataan Claudia.
Claudia semakin percaya diri dan mengibaskan rambut panjang yang bagian bawahnya sengaja di buat ikal. Rambut yang panjang sepunggung itu terlihat manis di urai dengan senada pakaian formal yang Claudia gunakan.
"Kau tahu hari ini suamimu akan pergi bersamaku, seharian dan ya, banyak hal yang akan kami lakukan bahkan kami sepertinya sering berduan dan lagi kami akan makan siang bersama jadi tak perlu membuatkan makan siang takutnya nanti Arga tak mau memakan makananmu," ucapan Claudia panjang dan itu Ayla terima dengan baik.
Bukan marah melainkan tersenyum.
"Ohya.. Baguslah.. Apa besok juga? Kalo gitu lebih lama lah menginap di rumah ini," ucapan Ayla seakan lampu hijau untuk Claudia tapi, sekali lagi Claudia tersenyum senang.
__ADS_1
Berharap jika Ayla akan marah dan mengamuk padanya. Ternyata Claudia malah di buat terpukau dan seakan harus malu juga di beri hati dan kesan baik, Caludia juga menilai kalu Ayla adalah wanita yang aneh sekaligus sangat polos.
"Tuan." sapa Kepala pelayan yang mau membawakan makanan ke taman belakang dimana Ayla berada.
Ayla tak ikut sarapan di meja makan dan memilih sarapan di taman di temani Bi lilin dan dan Pak Lampu.
Arga acuh saja dan membiarkannya tapi, Claudia setatusnya kekasih menurut Caludia saja, bukan menurut Arga.
"Ayla. Kenapa sarapan disana?" Ucapan Arga sangat pelan persis seperti orang berguman tak jelas.
Arga lebih baik menghabiskan sarapannya saat akan selesai di suapan terakhir. Claudia memeganga tangannya yang diam di atas meja setelah meletakkan ponselnya.
"Kamu tahu kalo dia tidak begitu perduli padamu, Arga?"
"Hem."
"Dia begitu saja membiarkan aku denganmu, biasanya semua wanita akan marah jika suaminya di pinjam perempuan lain bahkan setatusnya adalah buta dan itu seharusnya dia lebih posesif."
Arga berdiri dan mengambil ponselnya dan jasnya.
"Itu tanda jika kau jangan sengaja membuat masalah dengannya, hati-hati."
__ADS_1
Arga berlalu pergi dari hadapan Claudia setelah mengatakan itu.
Seketika Claudia menatap kesal.
"Haah.. Arga!"
"Kenapa kok kamu bilang gitu sih! Arga aku itu masih cinta sama kamu aku bahkan masih ngerasa kalo kamu itu pasti masih suka sama aku, bukti... kamu jemput aku di bandara."
Arga tetap berjalan menjauh.
"Aku hanya kasihan padamu kau tak punya rumah, Aku tak punya perasaan apapun padamu setelah kejadian itu, kau tidak lupa bukan?" Seketika Claudia terdiam.
Saat akan mengambil air di gelas depannya Ayla di arahkan oleh tangan Arga dan di bantu memegang. Arga sedang ada di depan Ayla. Arga menghampiri Ayla yang ada di taman.
"Apa kau begitu acuh, aku mau berangkat kerja, berikan rasa hormatmu untuk suamimu. Apa orang tua tidak..."
"Tidak ada yang aku pelajari, Aku orang yang bodoh juga tak tahu aturan aku akan menjauhimu aku bahkan bukan orang terpandang juga sempurna setidaknya, Aibmu ini bisa menyembunyikan dirinya sendiri."
Arga duduk didepan Ayla. Ketika Pak lampu dan Bu Lili akan pergi Arga melarangnya.
"Baik.. Aibku.. Bodoh... menjauhi, yaa beberapa kata itu akan aku ingat." Seketika Arga berdiri dan menjauh dengan raut wajah dan tatapan sulit diartikan oleh semua yang melihat termasuk Claudia yang menguping.
__ADS_1
Ayla terdiam berusaha tetep tak menunjukkan ekspresi apapun karena rasanya wajahnya membeku dan sekakan bibirnya sulit di tarik untuk senyum.