Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Sadewa


__ADS_3

Hari ini Ayla dan Arga pergi untuk memeriksa kandungannya yang hampir berusia sembilan bulan.


Setelah selesai melihat Arga melihat hasil usg yang memperlihatkan anaknya yang sangat sehat.


Dan Ayla juga senang ketika Dokter menjelaskan jika kemungkinan Ayla akan mengalami persalinan normal karena posisi bayi juga sudah sangat bagus.


Selesai dari memeriksa kandungan Ayla kembali untuk pulang.


Tidak sengaja Ayla bertabrakan dengan seorang anak laki-laki yang menggunakan pakaian tekwondo dan dua teman lainnya bersamanya langsung terkejut dan meminta maaf.


"Tidak masalah. Kalian baik-baik saja?"


"Iya Tante.. kami baik-baik saja. Maaf Tante kami buru-buru pergi."


"Iya hati-hati ya.."


"Ada yang sakit?" tanya Arga.


"Tidak masalah.. Aku enggak apa-apa."


Setelah Ayla dan Arga berlalu pergi. Anak lelaki dan dua temannya perempuan dan lelaki mengomelinya.


"Huh.. kamu nih.. makannya jangan lari.. nabrakkan untung enggak jatuh ibu tadi.. Suaminya juga tatapannya tajem banget. lagi."


"Iyee.. maap.. dah.." Logat sehari-hari yang keluar dari mulutnya.


Sekerang mereka menuju ruang rawat temannya yang baru saja selesai melakukan oprasi.


****


"Arga aku akan keluar sebentar ya.."


"Kemana minta saja Larisa atau Aulia untuk membelikannya."


"Tidak Arga aku ingin keluar sebentar lagi pula kamu akan pulang telat bukan nanti setelah selesai dari jalan-jalan ku, aku langsung pulang kok. Nanti pak sopir akan mengabari."


"Dua orang ikut denganmu ya."


"Hem... iyaa deh.. iya."


Sekarang Ayla sudah keluar kantor bersama dua orang yang di tugaskan menjaga Ayla.


Mobil berjalan meninggalakan halaman kantor dan pergi ke tempat yang Ayla ingin kunjungi.


"Pak saya mau ke tempat latihan tekwondo ya.. tiba-tiba.. boleh enggak pak."


"Bisa nyonya Kebetulan Tuan juga memiliki tempat latihannya dan sekarang mungkin sedang ramai anak-anak berlatih."


"Wah.. seru makasih pak."


"Maaf ya pak ini kemauan si dia," ucap Ayla sambil mengusap perutnya.


"Tidak masalah nyonya."


Beberapa menit mereka sampai di sebuah. Gedung Latihan tekwondo yang terlihat sedikit mewah dengan tiga lantai. Ukuran gedung yang cukup besar walau hanya tiga lantai.


Ayla turun dari mobil dan bersama kedua pengawalnya Ayla berjalan masuk dan seketika dari luar seorang anak lelaki berlari menghampiri Ayla dan juga dua temannya mengikutinya berlari mendekat.


"Tante.."


Ayla menghentikan langkahnya. Ayla merasa tidak asing dengan suara itu.

__ADS_1


"Tante.. eh.. aduh.. nabrak lagi." Anak lelaki itu langsung mendapat tatapan intimidasi dari kedua pengawal Ayla.


"Eh... hem.. maaf Tante.. saya nabrak Tante lagi.. Saya juga mau minta maaf waktu di rumah sakit nabrak tante.. tante enggak apa-apa kan?"


Ayla meraba udara dan seketika anak perempuan tadi mengarahkan tangan Ayla ke kepala teman lelakinya.


"Terimakasih."


"Kamu perempuan kok suaranya..."


"Oh.. bukan tante.. itu tadi yang pegang tangan tante namanya Adel terus yang ngomong aku. Aku Sadewa."


"Salam Tante aku Adel."


"Salam Tante aku Faruq."


"Emh.. kalian bertiga ternyata.. Kalian ada apa kesini?"


"Kami latihan tante." Sahut cepat Sadewa.


"Kami habis dari rumah sakit buat jenguk temen kami yang habis oprasi bahu," Jelas Adel.


"Tante mau lihat kami latihan..." Seketika kedua temannya menyikut Sadewa karena bicara aneh.


"Eh.. maaf Tante.. Maaf Sadewa suka asal kalo ngomong," ucap Faruq.


"Iya Enggak apa-apa. Tante juga masih bisa denger kalian sebagus apa latihannya dari mereka." Ayla menunjuk pengawal perempuan di sebelah kirinya.


"Oh ternyata ini perempuan aku kira laki-laki semua tante."


Seketika Adel di tepuk bahunya lumayan keras oleh Faruq.


Di ruangan latihan saat ini Ayla dan kedua pengawalnya duduk di tempat yang sedikit jauh untuk mendengar suara dari anak-anak yang sedang latihan Tekwondo.


"Apa yang mereka katakan?" ucap Ayla seketika pada pengawal perempuannya.


"Salat satu teman dari lawan Sadewa mengatakan jika Sadewa tidak akan mudah mengalahkan lawannya. Alex. Karena Alex sangat pintar dan terlatih."


Sebenarnya Ayla juga mendengarnya dengan jelas tapi, Ayla ingin memastikan lagi dengan bertanya pada pengawal perempuannya.


"Kamu jangan membuat malu. Kamu datang kemari bersama istri pemilik tempat latihan ini bukan." Alex.


"Memangnya apa masalahnya ingin datang bersama atau tidak." Sahut Sadewa datar.


Pelatih sudah memberi aba-aba dan Sadewa memulainya dengan serangan pertama lalu Alex.


"Lihat kau akan kalah."


Seketika Sadewa menerima serangan mengejutkan dari Alex hingga jatuh.


"Ayo Sadewa.. semangat." Ayla seketika mengeluarkan suaranya mendukung Sadewa.


Seketika itu juga semua anak anak menatap Ayla.


dan mulai berbisik. Ayla tersenyum


Sekarang kehadiranku dirasa oleh mereka, batin Ayla.


Sadewa kembali bangkit dengan memasang kuda-kudanya.


Alex juga melakukannya dan menatap Sadewa remeh.

__ADS_1


"Wajah mu sombong sekali." Sadewa dengan menatap Alex datar.


"Di semangati perempuan b-u-t-a," ucap Alex dengan berbisik.


Seketika Sadewa mengepalkan tangannya menatap Alex dengan marah dan memulai serangnnya tanpa jeda membuat Alex kewalahan tidak dapat membalas semua serangan Sadewa.


"STOP.. HENTIKAN SADEWA.. HENTIKAN.."


Pelatih kewalahan memisahkan Sadewa yang terus menghajar Alex.


"Sadewa kamu di hukum!" Seketika Sadewa berhenti. Menatap salah satu pelatihnya yang menghentikan pertengkaran itu.


Ayla juga tahu jika perkelahian itu tidak terlihat baik karena semua terdengar sangat berisik di telinga Ayla.


Sadewa menatap Ayla dan melihat pelatihnya.


"Sadewa.. Tunggu." Adel dan Faruq langsung mengejar Sadewa.


"Maaf Nyonya kali ini Sadewa menghajar lawannya dengan tanpa ampun hingga sekarang lawannya harus di bawa untuk di periksa di ruangan kesehatan."


Ayla langsung berdiri.


"Bawa aku pada Sadewa." Pengawal lelaki Ayla Mengangguk.


Saat ini di ruangan yang terbuka diatas. di Rooftop.


Ayla dan Sadewa juga kedua temannya sedang duduk berempat di kursi yang di sediakan di Rooftop.


"Aku membelikan kalian minuman dingin." Ketika pengawal lelaki Ayla memberikan empat minuman dingin untuk Ayla dan ketiga anak-anak di dekatnya.


"Maaf tante.. aku salah." Tiba-tiba Sadewa.


"Kenapa?" Ayla bertanya dengan Sadewa.


Seketika pengawal perempuan Ayla mengerti dan membawa Adel dan Faruq sedikit menjauh.


Ayla tersenyum dan menyentuh bahu Sadewa.


"Aku tidak suka jika orang memandang orang lain lemah dan buruk dan itu terjadi di depanku, Alex sendiri menjelekan Tante."


"Alex tadi mengatakan jika Tante tidak bisa melihat dan dia bilang jika aku di bela perempuan buta."


Tangan Ayla langsung kembali lagi memegang tongkatnya dengan kedua tangannya.


Sadewa merasa jika Ayla marah sekarang.


"Maaf Tante Sadewa engga maksud ngomong kayak gitu."


"Engga apa-apa Sadewa tante enggak marah Tante biasa aja.. temen kamu kan bilangnya sesuai kenyataan."


"Tante.. Tante jangan terlalu baik. Orang sombong kayak dia harus di habisi."


"Hehe.. Sadewa, Denger Tante.. Tante sudah biasa seperti itu.. jadi kamu jangan terlalu marah ya."


"Tante.. aku enggak suka kebohongan jangan bohong ya tante."


Ayla tersenyum dan mengangguk.


Seketika Ayla mengingat Arga, waktu pertama kali Arga mengakatakan hal itu padanya.


"Ayo minum dulu. Besok kamu masih bisa latihan biar Tante yang bilang sama pelatih kamu. Tapi, Hukuman tetep jalan ya."

__ADS_1


"Iya tante. Terimakasih Tante."


Ayla tersenyum. Mengangguk.


__ADS_2