Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Galeri seni lukis


__ADS_3

Acara yang di hadiri para pecinta lukisan dan juga seniman lukis seluruh dunia.


Saat ini baru saja memenuhi gedung galery milik Istri Ten.


"Bagus sekali lukisannya. Terlihat warna warni, padahal hanya chat saja." Ayla menatap Lukisan di depannya dengan takjub.


Seketika segelas Wine di berikan pada Ayla. Ayla melihat dan berbalik menatap yang memberikan segelas Wine padanya.


"Kita berjumpa lagi wanitaku," ucap Farhan.


"Maaf aku tidak Minum," ucap Ayla berjalan menjauh dan meninggalkan Farhan yang melihat segelas wine yang di tawarkan pada Ayla. Di tolak.


Ayla melihat lihat karya ukiran patung dan juga beberapa Lukisan yang indah dan cantik. Ayla juga senang menatap Lukisan yang memiliki makna. Seketika ponselnya berdering pesan. Ayla membukannya dan membacanya.


Dari jauh Farhan datang dan berdiri di samping Ayla.


Menatap Lukisan yang sama yang Ayla lihat.


"Berhentilah mengangguku Tuan muda Farhan." Ayla berucap masih dengan menatap layar ponselnya dan menekan beberapa hurup untuk membalas pesan Arga.


"Sayang sekali aku tidak mau karena kesempatan ini jarang aku dapatkan dan aku akan memanfaatkan ke sempatan ini," ucap Farhan berlalu pergi dari dekat Ayla.


Mengambil beberapa kudapan dan duduk di kursi yang di sediakan. Tidak lama Arga datang dan Ayla melihatnya. Seketika Arga di hentikan oleh Ten dan juga kolega bisnisnya. Ayla kembali melanjutkan makannya dan selesai sudah. Ayla menoleh ketika seorang wanita membisikan sesuatu di telinganya.


"Tapi, aku tidak mengenal kamu," ucap Ayla tersenyum. Seketika wanita berambut pirang itu terkejut.


"Kamu masih sadar." Wanita pirang itu menatap Ayla sedikit heran.


"Iya. sayakan tidak tidur." Menjawab seenaknya dan tersenyum ramah pada Wanita pirang tersebut.


Kali ini hipnotis lagi aku tidak akan bisa, batin Ayla.


Seketika wanita pirang itu tersenyum.


"Saya hanya ingin meminta maaf atas ulah saya waktu itu dan juga maukah kamu memaafkan saya," ucap Wanita pirang itu menepuk bahu Ayla. Seketika Ayla mengangguk.


Sekarang Ayla sudah berada di ruangan privat disana Farhan sudah menunggu dan menatap kedatangan Ayla.


"Kerjamu bagus. Pergilah," ucap Farhan.


Tidak.. ini jebakan hipnotis, Aku harus sadar Ayla...batinnya menjerit. Ayla mengeejapkan matanya seketika mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Seketika Ayla berbalik dan memukul wajah wanita yang barusaja ingin berbalik menghadapnya.


"Akh.. Sial." Wanita itu memegang rahang bawahnya dan menatap Ayla yang menatapnya dengan seringai aneh.


Seketika Wanita itu menatap Ayla dan akan menghipnotisnya lagi tapi tidak berhasil karena Ayla menahan tangannya dan memutarnya kebelakang badanya. Mendorongnya dan jatuh berlutut di lantai. Farhan tersenyum sambil menepuk tangannya.


Di luar tempat acara pesta berlangsung Arga baru sadar jika Ayla tidak ada di tempatnya dan hanya ada tasnya saja.


"Dafa periksa Cctv galeri ini minta Nyonya Ten memberikan izinnya." Dafa mengangguk dan segera pergi Arga mendekati barang Ayla dan melihat isinya juga ponsel Ayal.


"Wanita itu lagi," gumam Arga.


Di privat room saat ini. Ayla masih mengambil nafasnya dan juga menatap Farhan.


"Aku sudah bilang jangan mengangguku lagi. Aku sudah beristri dan aku juga sudah memiliki Anak. Kau dan adikmu memang tidak punya malu," ucapan Ayla yang terdengar asing di telinga Farhan. Mengangkat sebelah alisnya menatap Ayla heran dan terkekeh.


Wanita berambut pirang itu lanhsung pergi dan mengunci pintunya. Ayla tidak bisa mengejarnya dan sekarang dirinya terkurung bersama Farhan di privat room ini.


"Wah..wah.. kemana Ayla yang dulu yang selalu ramah lembut dan juga anti kekerasan."


Farhan berjalan mendekat dan seketika Ayla memundurkan langkahnya.


Baru Farhan akan menyentuh kepala Ayla. Ayla langsung bergerak menghindar. Farhan tersenyum menunduk dan kembali memasukan tangan kanannya kedalam saku celana.


"Tapi, dengan ini kamu tidak akan bisa lari lagi." Ayla tersudut di ruangan itu. Langkahnya terhenti di dinding yang ada di belakangnya.


"Menjauhlah atau aku.."


"Apa Ayla.. kamu ingin apa lakukan saja yang kamu inginkan." Seketika tamparan keras membuat wajah Farhan tersungkur dan sudut bibir sedikit berdarah.


"Lumayan juga." Farhan terkekeh. sedikit memundurkan langkahnya. Tiba-tiba Farhan menarik rambut Ayla dengan kasar dan melemparnya di atas sofa.


Ayla langsung bangkit seketika pakaiannya di sobek bagian bawahnya dan membuat pahanya terlihat nyata di pandang mata telanjang Farhan.


"Cantik sekali."


Aku tidak bisa menangis sekarang, ingat Ayla dia hampir membuat Zelin dan Angga tiada, batin Ayla.


Ayla menatap Farhan yang terus mendekat. Seketika Ayla mengabil botol Wine dan memukul kepala Farhan dengan keras.


Menatap Ayla dengan mata merah wajah kesal dan marah.

__ADS_1


"Kau kira aku akan diam saja." Mencengkram dagu Ayla dan menariknya sangat dekat dengan wajah Farhan.


"Mungkin. Nyatanya kau tidak menghajarku." Ayla menendang pusat Farhan dengan keras hingga Farhan kesakitan setengah mati.


Ayla bangkit dan berlari ke pintu berusaha membuka pintunya dengan wajah panik dan keringat. Tapi, semua sia-sia pintu terkunci.


"Tolong, Tolong...." sambil memukul pitu dengan keras menggedornya hingga tangannya memerah.


"Percuma.. Hehhe.. Percuma ruangan ini jauh dari Cctv dan juga keramaian Arga tidak akan menemukanmu jika Nyonya Ten sendiri yang memberi tahu.. tapi sayang Nyonya Ten sedang berada di liar." Farhan dengan percaya dirinya kembali bangkit dengan rasa sakit yang masih sedikit terasa.


Ayla mengepalkan tangannya dan memukul pintu dengan keras.


"Kemarilah sayang." Ayla berhenti berdiri di tempatnya terdiam. Farhan sudah menatapnya seperti hewan buas yang kelaparan.


Lakukan apa yang kamu inginkan sekarang kamu yang harus membuatnya menyerah mengganggumu, batin Ayla.


Membalik badannya menatap Farhan. Berjalan maju seketika pukulan keras di wajah Farhan dan perutnya membuat Farhan sedikit kesakitan.


Serang berikutnya Farhan menahannya. Memelintir tangan Ayla kebelakang dan mencium leher Ayla. Ayla terus bergerak berontak tapi percuma. Sekarang Farhan tidak lemah lagi jika tadi Ayla mudah memukul dan menghajarnya sekarang tidak bisa lagi.


Hantaman keras pintu dan tembakan di dada Farhan seketika membuat Ayla sedikit terkejut menoleh kebelakang dengan Farhan yang tergeletak tidak sadarkan diri. Membalik tubuhnya dan menatap siapa yang menembak Farhan.


"Arga! ARGA." Ayla berlari memeluk Arga dan menagis. Wajh dan baguan tubuh juga pakaian yang terkena cipratan darah.


Melepaskan pelukannya menatap wajah Ayla. Seketika Arga sadar jika gaun Ayla rusak dan memperlihatkan bagian kaki cantik Ayla.


Melepas jasnya dan memakaikannya pada Ayla.


"Bawa Ayla pergi dan antarkan dia pulang kerumah." Bawahannya mengangguk dengan berjalan mengantar Ayla keluar dari ruangan tersebut.


Arga mendekati Farhan dan menepuk kasar pipi Farhan. Farhan bangun dan menatap Arga terkekeh.


"Kurang ajar. aku tidak akan.." Seketika pistol menekan dada Farhan tepat di atas jantung Farhan jika Arga melepaskan tembakan Farhan langsung mati.


"Sssst.. aku tidak akan pernah membuat hidupmu tenang dengan melakukan ini pada istriku. Bukan aku yang akan menghabisimu tapi," ucap Arga mempersilahkan seorang wanita paruh baya yang masuk dengan membawa tongkat besball.


Arga kembali menarik pistolnya. Bangkit berdiri.


"Biarkan anak ini menjadi bahan ocehan papahnya," ucap Nyonya Ten dengan santainya.


Arga menatapnya mengangguk dan keluar dari sana.

__ADS_1


__ADS_2