Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Izin keluar


__ADS_3

Mobil Arga berhenti tepat halaman teras depan. Arga turun setelah Dafa membukakannya pintu dan segera melangkah menghampiri pintu samping Ayla.


Ketika Lisa baru membukanya Arga langsung mengambil alih Ayla. Mengangkatnya ala bridal.


"Arga aku bisa jalan sendiri," ucap Ayla.


"Masih belum bisa Ayla," sahut Ayla mengangkat Ayla sambil melangkah, berjalan masuk ke dalam rumah.


Semua pelayan menyambut kedatangan mereka termasuk Lalita yang hampir menyemburkan Air minumnya karena melihat Ayla yang ada di gendongan Arga.


Sadar... udah sadar... ah.. ya ampun, batin Lalita kesal.


"Mah itu gimana katanya Masih belum sadar," ucap Lita pada ibunya yang melihat Arga lewat menggendong Ayla.


"Gak tahu ah... mama males mikir buat sekarang," ucap ibunya dan pergi berlalu.


Di kamar Arga.


Ayla dibaringkan dengan pelan oleh Arga dan di selimuti.


"Ini di kamar ya," ucap Ayla.


"Iya," sahut Arga.


"Lisa awasi Ayla, aku kan keluar masih ada yang harus aku urus," ucapArga berlalu pergi setelah mengusap kepala Ayla.


"Arga," panggil Ayla.


Arga menoleh.


Mengacungkan tangan untuk menyambut tangan Arga.


Arga memberikan tangan kanannya dan Ayla menciumnya.


Setelah Arga keluar dari kamarnya Lisa menghampiri Ayla.


"Nyonya Anda ingin mandi?" tanya Lisa.


"Iya bi," sahut Ayla.


Lisa pergi keruang ganti untuk mengambilkan pakaian Ayla.


Memberikannya langsung, membantu Ayla untuk melangkah ke kamar mandi, Sampai didalam kamar mandi Ayla langsung bergegas membersihkan dirinya.


Berdiri dibawah guyuran sower.


Kamar mandi yang luas, Mewah banget, gak mungkin Arga cuman pekerja kantoran bisa punya kamar mandi dan kamar pribadi super mewah begini, Pelayan yang banyak tadi juga. Rumah yang mewah dan luas mobilnya pun mewah, batin Ayla.


Selesai dengan acara mandinya Ayla keluar dengan menggunakan pakaian santai yang diberikan Lisa tadi.


"Lisa aku lapar, cari jajanan di luar," ucap Ayla.


"Nyonya yakin ingin keluar dengan keadaan seperti ini," ucap Lisa.


Ayla yang sekarang duduk di depan meja rias dan Lisa membantu mengeringkan rambutnya.


Ayla tersenyum melihat dirinya di cermin.


Ini wajahku, batin Ayla.


"Di ikat saja bi," ucap Ayla.


"Baik Nyonya," sahut Lisa.

__ADS_1


Setelah selesai mengikat rambut Ayla. Lisa menelpon Dafa.


Di kantor Arga.


Dafa menerima telepon dari Lisa membesarkan volumenya dan meletakannya di meja hadapannya disana juga ada Arga.


"Iya," sahut Dafa.


"Tuan Nyonya ingin pergi keluar," ucap Lisa.


"Maaf Lisa Nyonya tidak bisa keluar,"ucap Dafa.


Di kamar Arga.


"Kemari bi biar aku yang bicara," ucap Ayla.


Lisa memberikan telponnya pada Ayla.


"Hallo Dafa," ucap Ayla.


" Iya Nyonya," sahut dafa di sebrang sana.


Di kantor Arga.


Ketika mendengar suara Ayla, Arga langsung mengambil ponsel Arga dan mengecikan suaranya.


Agar Dafa tidak bisa mendengarnya.


"Halo Dafa... Tolong lah Aku bosan bisa kah aku keluar dengan Lisa aku ingin menghirup udara segar bukan mau pulang untuk didalam rumah juga itu sama saja aku keluar ruangan Rumah sakit masuk lagi kerumah didalam saja, Boleh ya Dafa," ucap Ayla.


"Ayla..." sahut Arga.


Ayla langsung menjauhkan telponnya dan memejamkan matanya.


"I-iya," sahut Ayla.


"Ayla, Kamu mau kemana kamu tidak bisa keluar sebelum sembuh total," ucap Arga.


"Hem... Iya," sahut Ayla di telpon seperti nadanya sangat lemas dan kecewa.


Arga mengela nafasnya kasar. Menatao Dafa yang mengedikkan bahu.


"Dengan Lisa dan Sopir," ucap Arga.


"Haah..." sahut Ayla.


"Kalo tidak mau itu lebih bagus," ucap Arga.


"Engga.. engga.. iya aku mau keluar," ucap Ayla.


Ayla menyerakhan ponselnya pada Lisa. Dan Arga juga menyerahkan ponselnya pada Dafa.


"Ayo bi," ucap Ayla dengan senang.


"Baik Non,"ucap Lisa pergi ke dalam ruang ganti mengambil Outer untuk Ayla dan tas selempang kecil.


Di cafe dekat butik Claudia.


"Cla kamu tahu kalo Ayla udah sadar dan pulang ke rumah," ucap ibu Arga.


"Belum tante, Aku cuman tahu kalo Ayla udah sadar dan gak tahu juga klo di bawa pulangnya hari ini," sahut Claudia santai sambil meminum kopinya.


"Giman caranya misahin mereka Tante, Tante bener-bener gak suka sama Ayla, dia itu buta dan gak bisa apa-apa," ucap Ibu Arga dengan kesal.

__ADS_1


Claudia tersenyum lalau terkekeh, Claudia mencari sesuatu di ponselnya.


Menyerahkan pada ibu Arga.


Seketika mata ibu Arga mengeriyit, heran.


"Apa ini?" tanya ibu Arga.


"Hem.. semacam obat yang membuat rahim kering.. atau bisa juga obat pengugur kandungan," ucap Claudia.


"Maksudnya apa," ucap ibu Arga masih belum faham.


"Tante... Klo Arga belum menyentuh Ayla itu bagus dan ketika Arga nyentuh Ayla ternyata hasilnya nihil berarti Arga gak bisa dapet keturunan dari Ayla dan otomatis Tante bisa gunain kesempatan itu buat bikin Arga mencari istri lain, dan mendapatkan keturun selain dari Ayla, dan juga. Klo Arga udah nyentuh Ayla sebelum minum susu itu... otomatis Ayla akan keguguran dan seterusnya tidak bisa punya kesempatan lagi," jelas Claudia dengan tersenyum


"Kamu pintar Cla, Ini rencana bagus buat misahin mereka," ucap Ibu Arga dengan senang dan memberikan ponsel itu pada Claudia lagi.


Didalam mobil yang melaju mengarah ke taman dekat danau.


Ayla menikmati semilir angin dari jendela mobil yang terbuka.


Tak berapa lama akhirnya Ayla sampai, Melihat ke sekeliling Danau.


Aku baru tahu kalo taman dekat danau yang aku sering duduki bangkunya dan juga suasananya sangat asri, batin Ayla.


Ayla berjalan bersama Lisa mengarah ke bangku taman dan duduk di kursi taman. Lisa langsung pamit pergi sebentar untuk mencari Atm terdekat.


Ini kursi yang sering aku pakai duduk waktu itu, batin Ayla sambil meraba kursi tersebut.


Memandang ke depan, Melihat danau yang di penuhi teratai yang masih berbunga, indah.


"Nyonya..Anda ingin makan apa?" ucap Lisa yang baru saja datang dari mengambil uang tunai.


"Memangnya Ada uang tunai," ucap Ayla yang masih berpura-pura tidak melihat karena ada sopir yang mengawasi mereka berdua.


"Saya sudah menukarnya Nyonya," ucap Lisa di sebelah Ayla.


"Ada tukang rujak gak bi," ucap Ayla dengan pelan.


Seketika Lisa menoleh ke kana dan kiri.


"Ada, apa anda mau," ucap Lisa.


Ayla mengangguk dengan tersenyum.


"Beli tiga ya bi, Pak sopir di kasih juga," ucap Ayla.


"Iya Nyonya," ucap Lisa.


Lisa mengangguk dan pergi untuk membelu rujak buah didekat Taman.


Di ruangan Arga sibuk dengan beberapa berkas dan juga laporan tentang beberapa perusahaan cabangnya yang baru mengirimkan laporannya lewat pesan.


"Apa perusahan yang lainnya belum membrikan rinciannya," ucap Arga.


"Belum Tuan, Nanti saya akan menghubungi mereka lagi," ucap Dafa.


Di taman dekat Danau.


Rosa yang sedang berjalan-jalan dengan Lelaki seketika melihat Ayla.


Menghampirinya dan duduk disebelah Ayla.


" Ayla apa kabarmu, Sudah sadar kamu, Kukira kamu meninggal," ucap Rosa.

__ADS_1


__ADS_2