
Ayla tersenyum menatap ke depan, Rosa yang masih duduk disebelah Ayla tersenyum remeh.
"Hem...iya kak, Baik," ucap Ayla.
"Kak gimana kabar mama ayah?" ucap Ayla ketika Rosa sudah berdiri dan hampir melangkah.
"Baik, Lebih baik lagi kalo kamu gak usah tanya-tanya Mama sama ayah lagi," ucap Rosa berlalu pergi meninggalkan Ayla.
Kak Rosa dia kakak ku... Wajahnya mirip dengan ku... kakak aku mau bilang kalo aku udah bisa melihat lagi. Kak Rosa tetap sama tetap tidak menyukai aku, Kak.. Bisa tidak kakak Melihat aku dengan rasa sayang kakak kepada ku, batin Ayla.
Tak lama Rosa pergi berlalu, di waktu bersamaan Lisa datang membawakan pesanan Ayla.
"Yang sedang atau pedas nyonya?" ucap Lisa.
"Nyonya Anda sedih kenapa... Oh.. Non Rosa," ucap Lisa ketika melihat Ayla menunduk dan meneteskan Air matanya. Lisa menoleh dan tak sengaja melihat Rosa.
" Engga bi.. Ayo makan," ucap Ayla.
Memakan rujak buah yang di beli Lisa tadi, Tersenyum untuk menutupi rasa sedihnya.
"Enak ternyata ya bi, ini Ayla pertama kali makan," ucap Ayla.
Lisa mengangguk dan tersenyum.
Di kantonya.
Arga sibuk dengan beberapa pekerjaan yang membuatnya harus keluar masuk kantor karena pertemuan Client yang tidak selalu di perusahaannya.
"Tuan beberapa hal penting ini harus segera di selesaikan untuk hasil yang memuaskan, dan pemasaran yang belum terlalu meluas membuat barang ini hanya terkenal di kalangan yang tahu dan faham saja."
"Ya kau benar," sahut Arga.
"Kalo gitu urus itu bersama Dafa, dia akan menjelaskannya pada mu," ucap Arga.
"Jadwal apa selanjutnya?" tanya Arga apada sekertarisnya dan juga Dafa.
"Ada undangan makan malam Tuan," ucap Dafa.
"Hem ... setelah ini langsung saja datang kesana," ucap Arga.
*****
Waktu sudah semakin sore, Ayla dan Lisa baru saja dari taman Samping rumah untuk bersantai sore.
"Bi, Kok dari kita pulang dari Taman dekat danau, Lita sama Mama kok gak keliatan," ucap Ayla.
"Mungkin sedang keluar nyonya," sahut Lisa.
"Oh.. Bi sore ini masak apa," ucap Ayla.
Sampai mereka di dapur pelayan baru saja selesai memasak.
"Bi aku mau masuk ke dapur," ucap Ayla. Berjalan duluan sebelum Lisa.
__ADS_1
Masuk kedalam dapur dan melihat beberapa bahan masakan yang pelayan sediakan.
"Apa ini namannya," ucap Ayla sembari meraba dan pura-pura tidak melihat karena masih banyak pelayan, Yang tahu Ayla bisa melihat hanya Dokter dan Lisa saja.
"Ini Bunga lawang nyonya bisa di tambahkan ke masakan untuk penyedap atau pelengkap rasa," jelas pelayan.
Ayla mencium beberapa bumbu dapur.
"Apa nyonya ingin memasak," ucap pelayan tersebut.
"Apa aku bisa," ucap Ayla dengan wajah sennagnya.
"Tentu Nyonya, Anda tingga mengandalkan penciuman anda," ucap Pelayan tersebut.
"Ah.. iya, kamu pinter banget kok aku gak kepikiran ya, Em..boleh deh," ucap Ayla.
"Kemari Nyonya saya akan ajarkan anda caranya," ucap Pelayan tersebut.
"Pertama kita akan memasak yang paling mudah saja, seperti bihun rebus dengan bumbu jadi Pertama Bihun dan bahan bahan di siapkan dan lainnya," jelas Pelayan meletakan bahan mentah tersebut di depan Ayla.
"Ini kasar ini bihun ya," ucap Ayla.
"ini Bawang putih, bawang merah lada tumbar," ucap Ayla.
Ayla mencium semua bahan masakan mentah itu.
Setelahnya pelayan memasaksesuai ke inginan Ayla.
Tak berapa lama masakan jadi pelayan tadi menyiapkannya di mangkuk dan meletakan di depan Ayla.
"Em..aku menunggu Arga saja biar dia yang memakannya," ucap Ayla. pelayan pun mengangguk.
Di tempatnya Arga baru saja turun dari mobil dan memasuki gedung mewah seperti hotel dan berjalan masuk berjalan ke dalam lift menuju tempat dimana acara makan malam diadakan.
"Selamat datang Tuan Muda, silakan Tuan besar menunggu anda," ucap Pelayan.
Setelah duduk di meja besar yang hanya terdapat dirinya dan Ayahnya.
" Untuk apa ayah mengajakku untuk makan malam bersama," ucpa Arga datar.
"Memangnya harus ada izin seseorang untuk waktu ayah dan anak," ucap Ayah Arga.
"Kenapa Ayah tidak memperlihatkan wajah Asli ayah pada mereka berdua," ucap Arga dengan senyum miris.
"Tidak perlu karena kamu anak ayah," ucap Ayahnya tak kalah datar.
"Cih Anak," ucap Arga.
Berdiri dari duduknya dan melangkah pergi Arga sudah kehilangan nafsu makan ketika ayahnya mengatakan jika Arga adalah putranya.
"Jika kau bahagia menjalaninya dengan perempuan itu teruskan tapi, jika hanya rasa iba jangan teruskan kau bisa menyakitinya secara perlahan," ucap Ayahnya sambil menerima makanan dan juga air minum yang pelayan tuangkan ke dalam gelasnya.
Arga menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Aku tidak seperti itu, Ayah uruslah anak dan istri Ayah, bersandiwaralah dengan baik sampai waktunya," ucap Arga.
Meneruskan langkahnya keluar dari ruang makan mewah milik Ayahnya. Masuk kedalam Lift.
Di ruang makan dengan meja panjang dengan para pelayan yang berdiri untuk menunggu Ayah Arga menyelesaikan makanannya dan menunggu jika Ayah Arga membutuhkan sesuatu.
"Kalian bisa tinggalkan aku sendiri," perintah Ayah Arga. Seketika semua pelayan yang ada di ruang makan tersebut pergi, meninggalkannya sendirian.
Putraku sudah sangat dewasa ternyata... Sandiwara... Sandiwara dengan wanita itu dan putrinya... cih Sandiwara...batin Ayah Arga
Dari makan malam yang masa sekali tidak Arga nikmati dengan nyaman, sekarang dalam perjalan pulang ke Mansionnya Arga baru saja memasuki gerbang utama dan mobil pun melaju berhenti di depan pintu utama.
Arga turun dari mobil dengan tenang. Seperti biasanya pelayan akan melayani Arga dengan baik.
Pak Tua itu selalu merepotkan, Aku menyakitinya... tidak aku tidak akan menyakitinya, batin Arga.
Tak sengaja Arga yang berjalan masuk melihat Ayla duduk di meja makan sendirian hingga tertidur.
Arga tidak tega dan menghampirinya.
"Ayla," ucap Arga dengan pelan sembari mengusap kepala Ayla pelan.
" Hem.. Eh," ucap Ayla.
"Kamu menungguku?" ucap Arga.
"Oh Arga.. Iya aku hari ini aku belajar masak dan ini bihun kuah ," ucap Ayla dengan bangga menyerahkannya pada Arga dengan Hati- hati.
Seketika tutupnya di buka, Uapnya keluar dan harumnya membuat Ayla tersenyum.
"Apa kau masak sendiri," ucap Arga.
"Tidak juga aku hanya memberi perintah dan pelayan yang memasaknya tadi aku juga belajar mengenal bumbu tapi, aku juga yang meminta untuk mencapurkan bahannya untuk bihun kuah ini," jelas Ayla.
Jujur sekali.. batin Arga.
Arga mengambil garpu dan menarik kursinya. Lalu duduk.
"Aku coba," ucap Arga. Ayla mengangguk.
Suapan kuah pertama yang masih sedikit panas dan juga jamur kuping yang menjadi toping dalam bihun kuah tersebut.
Lumayan.. batin Arga.
"Kamu bisa masak?" tanya Arga lagi.
"Engga juga ini pertama kalinya aku masak, dan itu masih di ajari pelayan," jelas Ayla.
"Aku akan ambil nasi," ucap Arga.
"Ah.. Arga disini ada," ucap Ayla ketika mendengar Arga mengambil piring dan Nasi.
Arga baru menyendok nasi Dan Ayla yang meletakan nasi untuk Arga di sebuah mangkuk sejak tadi bersamaan dengan bihun yang di hangatkan di atas penghangat makanan portabel.
__ADS_1
Ayla senbenarnya melihat Arga yang makannya sangat menikmati walau hanya bihun kuah yang di buat Ayla.