Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Perlahan terlihat


__ADS_3

Ayla yang kembali lagi masuk dan duduk di kursi meja makan lalu Lisa menghampiri dengan berjalan pelan.


"Nyonya?" Ayla menghela nafasnya panjang. Terasa sangat sakit hatinya kali ini. Arga marah dengannya hanya karena menyimpan tentang kabar kesembuhan matanya.


"Bibi... Bisa kita keluar ke panti kemarin?" ucap Ayla menatap kedepan.


"Iya Nyonya tapi, apa anda ingin sarapan dulu?"


Ayla menggeleng.


Kembali berdiri, tangan Ayla sempat mengambil selembar roti tawar itu dan memakannya. Berjalan pelan ke arah kamar.


Kasian Nyonya, batin Lisa.


Sampai di kamarnya Ayla memakan selembar roti itu lagi sambil mengakah duduk di kasur. Lalu Lisa datang dan menyiapkan pekaian Ayla.


Selesai dengan makannya Ayla kembali bangkit dan berjalan masuk kedalam kamar mandi membawa pakaian gantinya.


Beberapa menit kemudian Ayla keluar dari kamar mandi dan sudah rapi. Menghampiri Lisa dan mengangguk.


Di kantor Arga saat ini sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya.


Sesekali Arga teringat bentakannya pada Ayla.


Maafkan aku Ayla.. aku hanya sedang melakukan apa yang perlu membuatmu mengerti jika berbohong hal kecil itu tidak begitu baik, Batin Ayla.


Tak berapa lama Dafa masuk.


"Tuan Nyonya akan keluar pergi dengan Lisa ke panti tapi, Nyonya belum sarapan," ucap Dafa.


"Tidak di izinkan."


Dafa mengangguk dan kembali menelpon Lisa.


Di mansion. Lisa mengiyakan perkataan Dafa dari telpon dan kembali mematikan Teleponnya setelah selesai.


"Nyonya saya tidak bisa membawa anda keluar jika anda belum mengisi perut anda... Tuan bisa memarahi saya."


"Apa ini perintah Arga."


Lisa menggeleng seketika raut wajah Ayla langsung murung.


maafkan saya Nyonya Tuan saya dan Tuan Dafa telah sepakat...batin Lisa.


"Bailaklah Bi aku akan sarapan pagi."


"Saya akan siapkan nyonya."


"Eh tidak usah bi saya bisa sendiri. Bibi teman saya saja."


Lisa mengangguk dan menunggu Ayla memakan sarapan di meja makan saat ini.


Beberapa menit kemudian Ayla sudah selesai sarapan dengan empat lembar royi tawar dan coklat panasnya.


Melangkah menuju mobil dan menaikinya.


Sekarang, Ayla yang sudah duduk tenang di dalam mobil segera di susul Lisa.


Mobil melaju menjauh dari halaman.


Sepanjang perjalanan Ayla hanya diam dan menatap keluar jendela sembari mendengarkan musik dengan hedsetnya.


Beberapa menit kemudian Ayla sampai di panti tersebut.

__ADS_1


"Bi Aku mau bersama anak-anak sampai siang bibi dan Pengelola panti bisa kan memberikan waktu pada ku," jelas Ayla.


"Baik Nyonya."


Seketika pengelola panti keluar dan melihat Ayla dengan Lisa datang.


Pengelola panti tersebut melihat ada yang berbeda dari Ayla.


"Selamat datang Nyonya Ayla dan Bu Lisa."


"Maaf Nyonya sebelumnya?"


"Apa anda sudah sembuh."


Ayla tersenyum dan mengangguk. Seketika itu juga pengelola panti menoleh pada Lisa dan diangguki Lisa. Pengelola panti tersebut mengambil tangan Ayla dan menyalaminya.


"Selamat Nyonya semoga Tuhan selalu memberikan anda kebahagiaan."


Amiin.. semoga selalu bahagia, batin Ayla. Seketika terkekeh dan mengangguk menyahuti perkataan Pengelola panti.


"Bu Boleh saya masuk?" ucap Ayla langsung di diangguki pengelola panti.


Pengelola panti mengantarkan Ayla sampai diruangan balita dan juga terdapat seorang pengurus.


"Sendiri."


Pengelola panti dan Lisa juga menganggukkannya pada pengurus Balita tersebut.


"Saya permisi Nyonya." Ayla menganggukan kepala melangkah masuk kedalam ruangan itu ketika Pengurus Balita keluar.


Menatap semua balita yang tertidur dan bermain membuat suasana hati Ayla sedikit membaik. Seketika seorang Balita yang sedang belajar bicara memanggil Ayla dengan sebutan mama.


Ayla terkejut dan menghampirinya.


Di luar Lisa dan pengelola panti juga pengurus Balita berbincang. Jarak ruang tengah dan ruangan khusus balita tidak terlalu jauh.


"Tante bawa apa ini kenapa tante kok kayaknya bahagia banget?"


"Haah.. kamu gak tahu ya.. ya jelas lah tante seneng karena Arga dan Ayla pagi tadi bertengkar hebat.."


Seketika Claudia menutup mulutnya terkejut.


"Masa sih tante. Nanti malam aku kerumah tante ya aku pengen deh manfaatin keadaan ini."


"Dateng aja.. Arga juga pasti butuh kamu."


Haah.. akhirnya moment ini dateng juga.. aku kira aku harus turun tangan ternyata keburuntungan berpihak lagi pada ku, batin Caludia.


Di kantornya Arga kembali harus disibukan dengan pertemuan diluar dengan Client.


"Terimakasih Tuan saya akan bekerja lebih baik agar kita bisa sama-sama bisa membangkitkan semangat maju perusahaan."


Arga terkekeh.


"Anda bisa saja."


"Ehm.. saya akan pergi sebentar ke toilet." Arga berjalan pergi meninggalkan Dafa dengan Client tersebut.


"Silakan Tuan." Client dan Dafa saling berbincang riang seketika seorang gadis datang dan memeluk Client Arga.


"Ayah aku menemukan ayah."


"Oh.. Putrii.. kamu sedang apa disini. Belajar mandiri atau menjadi pelayan."

__ADS_1


"Iyaa aku menjadi seseorang bekerja disini."


Dafa mash memperhatikan perbincangan tersebut dengan putri Client Arga.


Seketika Arga datang dan bergabung.


"Ayah Putri balik kerja lagi ya."


Setelah kepergian gadis tersebut. Arga meminum minumannya.


"Maaf Tuan, yang barusan tadi adalah putri saya. Maaf juga kita bertemu dalam keadaan seperti ini. Putri saya memang selalu ingin melakukan segala halnya sendiri dan jika memiliki keinginan dia akan berusaha untuk mendapatkannya."


"Tidak masalah Tuan. Baiklah Saya dan asisten saya pamit."


"Silakan Tuan. Terimakasih atas hari ini."


Arga mengangguk lalu tersenyum.


Berjalan keluar dari tempat pertemuan tersebut Arga kembali terbayang dengan Ayla yang selalu ingin melakukan apapun sendiri ketika dalam keadaannya yang tidak bisa melihat. Selalu memiliki keinginan tapi, harus dirinya yang berusaha mendapatkannya tidak menerima pertolongan kecuali, penting sekali.


"Tuan," ucap Dafa sambil mengemudikan kendaraanya.


"Hem."


"Lisa melaporkan jika Nyonya akan lama di panti asuhan dan untuk makan siang Nyonya akan datang."


"Hem."


******


Di perusahaan ini saat ini Ayla sudah duduk didepan Arga dengan nasi yang di bawa. Tapi, Arga belum menyentuhnya sejak tadi.


"Arga apa kamu tidak ingin memaafkan aku."


Tidak ada sahutan dari Arga yang ada hanya suara kertas dan dokumen.


Ayla mengangguk lalu bangkit dari duduknya.


Seketika Arga juga bangkit dan melangkah cepat ke tempat Ayla dan sekali tarikan, Ayla berputar dan wajahnya menatap Arga dengan jarang yang sangat dekat.


Seketika keintiman itu terjadi.


Setelah memakan Makan siang di kamar istirahat Ayla keluar dengan pakaian ganti yang ada di ruangan Istirahat Arga.


"Apa kamu tidak lapar?" ucap Ayla, seketika pintu terbuka dengan seseorang yang membuat Ayla tertegun.


"Arga aku bawa makan siang untukmu."


Claudia..batin Ayla.


"Kamu datang sayang." Seketika Ayla merasakan hantaman keras didadanya. Sesak kini terasa.


Sayang Arga.. gak mungkin kan kalo Arga . batin Ayla.


Ayla keluar dari ruangan Arga dengan perasan sesak yang tidak terkendali hingga membuat matannya basah karena air mata.


Setelah Ayla tidak terlihat oleh Arga. Arga melepaskan pelukannya dari Claudia dan beralih pergi mengambil makan siang masakan Ayla.


"Kau keluar lah," ucap Arga.


"Arga." Claudia tidak terima dengan ini. Seketika Dafa datang dan membawa Claudia pergi.


"Jangan lupa awasi Ayla." Dafa mengangguk.

__ADS_1


Di dalam mobil Ayla dengan Sopir.


Perlahan aku tahu apa maksudnya semua ini, batin Ayla.


__ADS_2