Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Bersamamu


__ADS_3

Arga menatap Claudia dengan tatapan datar, penuh dengan kebencian.


"Berhentilah berharap, karena aku sudah menikah?" ucap Arga dengan wajah datarnya dan nada bicara kelewat santainya.


"Tapi, Aku masih mencintaimu Arga aku akan melakukan apapun agar kamu mau bersamaku lagi," ucap Claudia yang sudah sangat tahu rasa penyesalan meninggalkan Lelaki sebaik dan setulus Arga.


"Arga kamu bisa ceraikan dia dan kamu bisa nikahin aku, Aku bakalan berhenti dari karirku dan ngurus rumah tangga kita, asalkan kamu mau nerima aku lagi," ucap Claudia dengan wajah hampir menangis.


"Maaf Cla Aku tidak bisa, Aku sudah memiliki istri dan istriku lebih berhak menerima cintaku dan bukan kamu," ucap Arga berjalan pergi ke mobilnya.


Claudia mengejar Arga.


"Aku akan lakuin apapun Arga tapi, kamu harus sama aku, aku gak rela Arga, kamu harus balik lagi ke aku" ucap Claudia dengan berterik.


Arga tak menggubrisnya dan menyuruh sopir melajukan mobilnya.


"Arga itu suara orang perempuan kok kayak panggil nama kamu terus gitu," ucap Ayla yang sudah tidak mendengarkan Mp3.


"Biarin aja, biasa orang ganteng banyak yang suka," ucap Arga dengan sombongnya. Tapi, wajahnya datar.


"Iya orang ganteng " ucap Ayla yang sudah sedikit lebih santai lalu memukul Arga gemas karena menoel pipi Ayla.


Arga terkekeh dengan tingkah Ayla yang memukuli lengannya gemas.


Arga hanya bisa bersikap hangat dan banyak bicara hanya pada Ayla saja ketika berhadapan dengan orang lain Arga sudah berbeda.


Karena Ayla adalah orang sangat sepesial untuknya jadi Arga akan memberikan apa pun yang akan membuat Ayla bahagia dengannya.


Menjauh hingga tidak terlihat lagi. Claudia mengepalkan tangannya, berputar memukul udara, menyisir rambutnya yang tertiup angin.


"Perempuan itu," ucap Claudia.


Berjalan pergi melangkah dan naik kemobilnya, pergi meninggalkan tempat itu bersama mobil dan sopirnya.


Di mobil lainnya Arga sibuk memainkan ponselnya, Ayla hanya diam saja.


Tak berapa lama mobil mereka sampai di Mansion. Arga turun lebih dulu sambil menelpon seseorang Ayla turun dengan perlahan dengan tongkatnya.


Kebiasaan kalo sibuk maen tinggal aja, Aku pertama kali pake tongkat yang dia kasih kemaren pagi, lumayan bisa bantu, tapi, keluarga Arga kan gak tahu kalo aku gak bisa liat, Semoga aja gak papa, batin Ayla.


Ayla turun dari mobil sambil melangkah menggunakan tongkatnya.


Ayla berjalan masuk dengan biasa, lalu melangkah ketangga dengan perlahan, berpegangan pada dindiding atau pegangan tangga.


"Oh jadi ini, Istri kesayangannya, BUTA YA," ucap Lita sambil memakan snack yang ia ambil dari dapur tidak sengaja melihat Ayla menggunakan tongkat Lita berjalan mendekat untuk memastikannya, awalnya terkejut tapi, setelah benar-benar nyata apa yang Lita lihat dari Ayla, seketika muncul pikiran jahat dalam kepalanya.

__ADS_1


"Eh Lita, apa kabar?" ucap Ayla yang berusaha mengalihkan pembicaraan Lita yang pedas.


"Sok akrab lagi, Gak usah sok peduli... Lagian perempuan kayak kamu itu harusnya gak pantes ada di rumah ini, Ck... aku yakin Kak Arga nikahin kamu karena terpaksa dan juga karena perjanjian bisnis bukan. Dengerin ya! Di luar sana masih banyak perempuan cantik sempurna ya...terutama bisa liat, dan lagi....bisa jadi istri yang baik, lah kamu... apalah gak guna," ucap Lita. sambil berjalan naik ke tangga, menyenggol bahu Ayla hingga terhuyung kedepan sedikit.


"Tapi, aku akan usaha buat bisa jadi istri yang baik," ucap Ayla membalas semua ucapan Lita lalu tersenyum.


Lita yang sudah berjalan seketika menghentikan langkahnya ketika Ayla kembali bicara. Lita berhenti, menoleh kebelakang menatap Ayla malas.


Lita kembali berjalan dan malas menanggapi ucapan Ayla yang terlalu menghayal tinggi hingga membuat kepala Lita pusing mendengarnya.


Ayla kembali melanjutkan langkahnya hingga ke atas, melangkah ke kamar Arga dan masuk lalu mengganti pakaiannnya dengan pakaian rumahannya, Ayla juga belajar menghilangkan bekas Make up dengan pembersih yang Lisa berikan dan ajarkan. Ayla dapat membedakan pembersih make up dan pelembab dengan mencium baunya.


Setelah selesai Ayla melangkah ke meja nakas untuk mengambil minum, Ayla dari tadi sudah sangat haus apalagi meladeni perkataan Lita adik tiri Arga.


Tidak apa apa Ayla, mereka itu orang baik, batin Ayla.


Sebenarnya hatinya sedikit membenci semua ucapan Lita tadi tapi, Ayla membuatnya untuk menilai Lita dan ibunya itu adalah orang baik.


Ayla kembali berjalan menuju ruang ganti dan menyiapkan pakaian untuk Arga, Ayla sudah sedikit banyak belajar jadi Ayla harus bisa mempraktekannya sedikit-sedikit.


Terdengar suara pintu terbuka, langkah kaki orang, Ayla menoleh dengan tersenyum, Ayla tahu jika yang masuk adalah Arga.


"Arga aku sudah menyiapkan pakaianmu di sana," ucap Ayla yang keluar ruang ganti.


Tak mendengar sahutan Ayla pergi ke kasurnya sambil mengedikan bahunya sekali, duduk ditepi kasur. Tak berapa lama pintu kamar mandi akhirnya terbuka.


Arga tidak mau protes, memiliha pergi ke lemari mengganti kemeja dengan kaos putih.


Arga sudah berpakaian nyaman ala rumahan, keluar dari ruang ganti, Arga menghampiri Ayla.


"Terimakasih ya," ucap Arga tulus. Ayla mengangguk, tersenyum.


"Istirahatlah aku harus turun lagi ke bawah," ucap Arga.


Ayla mengangguki ucapan Arga.


Seketika Arga berbalik dan menatap wajah Ayla.


Lalu kembali lagi pergi keluar dengan menutup pintunya.


Ayla merasa belum mengantuk dan tidak ingin tidur dulu, kembali berdiri dan melangkah ke kursi dekat pintu Balkon Ayla mengambil Mp3nya di meja dekat rak buku.


Duduk di kursi santai itu sembari mendengarkan musik.


Di ruang kerja Arga sedang sibuk dengan berkasnya dan juga dengan beberapa hal yang menyakut urusan bisnisnya.

__ADS_1


"Tuan, Besok adalah kunjungan anda ke tempat industri," ucap Dafa.


Seketika Arga teringat tentang jadwalnya itu, Arga menghentikan aktivitasnya, memijat pangkal hidunya.


Menyandarkan punggungnya pada kursi kerjanya.


"Apa tidak bisa di tunda?" tanya Arga.


" Tidak bisa tuan karena ini sangat penting sudah tiga kali anda memundurkan jadwal ini sebelumnya,"ucap Dafa.


Arga jengah jika Dafa sudah mulai mengomel. Arga kembali melanjutkan pekerjaannya, hingga larut malam. Arga dan Dafa baru menyelesaikan pekerjaannya.


Arga kembali naik ke atas, masuk kedalam kamarnya.


Arga melihat jika kasur kosong lalu ke mana Ayla pergi, mengedarkan pandangannya seketika Arga melihat Ayla yang tertidur di kursi.


Menutup pintunya dengan pelan tanpa suara, melangkah mendekati Ayla. Melepas Headset yang ada di telinga Ayla, mematikan Mp3, meletakan kembali Mp3 itu di atas meja.


Arga mengangkat Ayla, menggendong ala bridal.


Seketika Ayla terbangun ketika merasa tubuhnya melayang.


"Eh.. kok," ucap Ayla.


"Kenapa tidur di kursi?" ucap Arga.


"Eh.. Arga, aku ketiduran," ucap Ayla.


"Kamu menungguku?" tanya Arga.


Ayla hanya diam ketika Arga sudah meletakannya di atas kasur dengan perlahan.


Arga juga menyelimuti Ayla hingga setengah badannya.


Arga kembali melangkah ke kamar mandi. Tak berapa lama keluar kembali, bergabung tidur bersama Ayla.


"Arga Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Ayla.


"Tidak," jawab Arga.


"Sepertinya aku salah memberikan pakaian atasan tadi, aku ngerasa salah sih tapi, kamu kok gak komentar?" ucap Ayla.


"Hem kalo gitu banyak belajar lagi besok," ucap Arga sembil mengusap kepala Ayla.


Seketika Ayla tersenyum.

__ADS_1


Aku akan terus belajar untuk bisa jadi istri yang baik untukmu Arga, walaupun aku masih belum faham kenapa lelaki seperti kamu mau menjadikan aku istri dan selalu hangat juga perhatian sama Aku, batin Ayla.


Tak berapa lama Ayla tertidur dengan nyenyak lalu di susul Arga yang membaringkan tubuhnya menghadap wajah Ayla yang selalu menghadap kanan, Arga yang sekarang juga tertidur dengan menghadap kiri dan sudah menjadi kebiasaan beberapa hari lalu dan itu Karena Ayla.


__ADS_2