Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Kejadian semalam


__ADS_3

Mobil Arga yang Dafa kemudikan baru saja sampai di depan kantor.


Dafa, asisten Arga yang sangat bertanggung jawab juga displin bicara jika di ajak untuk bicara jika tidak ya tidak.


Saat turun dari mobil.


Arga melangkah bersama Dafa dan dari dulu sampai sekarang mata karyawan perempuan di kantor Arga tak pernah lelah memandangi Arga dengan tatapan memujanya.


Arga yang jengah hanya bisa menatap lurus kedepan berjalan sampai masuk ke dalam lift.


Didalam ruangannya Arga langsung dihadapkan dengan jadwal padat yang Dafa sampaikan dari tablet yang Dafa taruh diatas meja kerja arga.


Arga hanya bisa menatap membaca dan memahami dan mengembalikan.


"Pertemuanku dengan Claudia hindari dan aku tak mau bertemu dengannya." Seketika Dafa mengangguk dan pamit undur diri.


Kedua tangan saling bertautan dari masing-masing jari Arga dan menopang dagunya.


Tiba-tiba Arga membanting badannya ke sandaran kursi kerjanya.


Di rumah Arga hanya Ayla sendiri yang masih betah ada di taman sambil mendengarkan suara angin dari dedaunan dan juga suara air kolam ikan di taman.


Ayla tak mau terlihat lemah tapi kenapa tiba-tiba dirinya merasa lemah dan selalu takut tak berani dengan Arga.


Ayla hanya mau ketenangan dan sekarang Ayla mendapatkannya. Lalu apa lagi yang kurang dari itu.

__ADS_1


Ibu ayahnya bahkan tidak bisa ia dengar lagi suaranya dan kakak juga adik perempuannya.


Ayla sedih dan bersamaan juga merasa senang.


"Mari Ayla nikmati kesempatan hidup tenang kali ini dengan baik.


***


Ayla yang sedang berjalan masuk ke dalam lalu duduk di sofa seketika merasa ada yang aneh dan tak lama suara langkah kaki memasuki rumah.


"Oh.. mantuku, sayang tapi buta." Suara itu tak asing bagi Ayla.


"Aku ibu mertuamu. Aku berkunjung karena aku tak merasakan kalo kau belum memberi kabar baik."


Ayla terdiam dan berdehem dalam hati, oh ibunya Arga.


"Aah.. tidak usah terlalu repot aku hanya diam, aku takut kau meracuniku bukannya menyediakan minuman yang enak," ucap ibu tirinya Arga. Dengan sangat santai.


Ayla tersenyum mengangguk, sebenarnya hatinya nyeri tapi, tak apalah ini nanti juga tak teras nyeri lagi.


"Kau tahu kan Claudia itu dulu kekasihnya Arga, hem Arga pastinya sudah memberitahukanmu dan ya... atau Claudia?"


Ayla lagi lagi tersenyum.


Bagi Ayla tak perlu ada yang ia jawab karena ucapan ini hanya sebagai suatu hal dimana Ayla tak boleh berkhayal terlalu tinggi, merasakan penerimaan dan ketenangan itu sudah lah cukup.

__ADS_1


Ibu menatap Ayla dengan tatapan remeh.


"Aah.. kau pernah bersekolah dimana, aku tak sempat mendapatkan informasi tentang dirimu karena pernikahan dengan adikmu yang lebih cantik gagal karena mengira kalo Arga itu sangat buruk."


Ayla tersenyum lagi menyambut ucapan ibu.


"Tidak ada yang perlu aku jelaskan bu, karena ibu dan keluarga Arga lainnya pasti tahu kalo ayah dan ibuku melemparku dari pernikahan ini untuk ke untungan dan tak mungkin kalian menerimaku sebelum membaca hal yang ayah ibuku beritahukan, Aku malah lebih aneh kalo ibu meminta jawaban itu dariku," ucapan Ayla membuat ibu terdiam.


Ibunya Arga menatap tak suka.


Tapi, dengan cepat mengganti ekspresi tenang.


"Kau tidak sekolah kau tak bisa baca tapi, kau pintar berbahasa semua suku yang ada di negara ini bahkan kau bisa berpidato dengan tiga bahasa asing. Aku tahu kau sama sekali tak pernah menulis bukan atau memiliki hobi, yaa.. walaupun buta setidaknya ada sedikit manfaat yang bisa kita ambil."


"Terimakasih ibu tapi, sungguh sangat terimakasih karena memuji ku, aku tak tahu kalo itu juga bermanfaat." Senyuman di wajah Ayla terlihat merekah lebar.


Ayla terdiam lagi.


"Tapi, sayang kau cacat dari mata dan tubuhmu sangat kurus bahkan kau masih kalah dengan Claudia walaupun cantik kurus tapi, ia terlihat sangat bergizi dan terurus kau? Lihat lah dari sini aku melihat kau sangat tidak bahagia pinggang kecil tulang bahu dan tangan terlihat jelas. Kulitmu juga semakin hari semakin pucat dan kering kau tak pernah perawatan?" Ayla menggeleng dan tersenyum.


"Lagi pula aku tak perlu itu, semua."


Ibu Tiri Arga tersenyum puas.


"Oh.. tapi, kau tidak tahu tentang kejadian malam itukan, Arga dan Claudia berpelukan sangat erat dan mencium pipi kanan kiri karena saking rindunya mereka."

__ADS_1


"Aku datang kemari memintamu untuk segera menyukai arga dan segera mungkin membawanya dalam pelukanmu agar tak ada wanita lain mengincar Arga."


Lalu setelah itu ibu tiri Arga akan memisahkan kalian dan mengorbankan salah satu dari kalian untuk keuntungan, huuh sangat tidak sabar melihat Arga sangat mencintai seseorang dan hancur berkeping-keping.


__ADS_2