Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Dalam sehari


__ADS_3

Arga masuk kedalam kamar dan bicara pada Ayla.


Lalu menunggu Ayla makan malam dengan benar.


"Arga aku sudah menyelesaikan makannya," ucap Ayla dengan takut. Karena Arga hanya diam saja.


"Arga, apa aku boleh pergi keluar besok dengan Lisa," ucap Ayla sembari memberikan piring kosongnya ketika Arga menariknya.


"Pergilah, hanya dengan Lisa dan sopir jangan dengan yang lainnya," ucap Arga datar.


Malam semakin larut dengan suasana yang kian sepi hingga tidak terasa malam itu berlalu dengan cepat, berganti menjadi cuaca yang cerah.


****


Ayla melakukan rutinitas paginya, sekarang Ayla lebih lancar mengurus Arga.


"Sekarang kamu semakin lancar ya," ucap Arga sambil melihat setelan jas nya yang terlihat lebih menarik dengan motif kotak-kotak hitam putih dan juga rambut yang di tata Ayla dengan sangat rapi.


"Apa aku melakukan keslahan lagi," ucap Ayla ketakutan.


"Tidak, ini pujian apa kau tidak mengerti pujian sekarang, kemarin kau mengerti," ucap Arga.


"Ayo sarapan," ucap Ayla yang mengalihkan pembicaraannya. Arga terkekeh dan tersenyum.


Turun kebawah bergabung sarapan dengan yang lainnya. Sarapan dengan sunyi dan diam.


Selesai sarapan Arga pergi dengan Dafa.


Tinggalah Ayla di depan sendirian. Sekarang Ayla melangkah masuk kedalam dapur untuk melakukan sarapannya.


Karena tadi dia tidak bisa sarapan.


Lisa datang membawakan air minum hangat.


"Silakan nyonya," ucap Lisa.


"Ah...Bibi kan," ucap Ayla.


"Iya Nyonya, apa anda memerlukan sesuatu lagi," ucap Lisa.


"Bi..Apa kita bisa keluar sebentar bersama berdua," ucap Ayla.


"Iya Nyona bisa," ucap Lisa.


Sekarang mereka berdua menaiki mobil keluar mansion. Di teras dua orang yang tidak menyukai Ayla menatap mobil Ayla perlahan menjauh.


"Mah apa rencana mamah kali ini," ucap Lita.


Ibunya hanya tersenyum.


Di kantor Arga sedang mengurusi dokumen penting didalam laptopnya seketika datang sekertarisnya yang mengetuk pintu dan masuk setelah Arga mempersilakannya.


"Maaf pak, mengganggu waktu anda tapi, di bawah ada nona Claudia memaksa untuk masuk," jelas sekertaris itu.

__ADS_1


"Biarkan saja," ucap Arga.


Baru saja Sekertaris itu akan melangkah keluar tapi Claudia sudah ada di depannya dan wajah sombongnya membuat sekertaris itu tidak berani menatap Claudia.


"Arga apa kamu udah makan siang yuk kita makan siang dan temenin aku jalan," ucap Claudia.


Arga tetap diam.


"Arga apa kamu gak bosan dengan istri yang tidak bisa apa-apa," ucap Claudia.


Arga tetap Diam.


"Arga aku minta maaf tentang hal itu," ucap Claudia.


Seketika Aktivitas Arga mengetik laptopnya terhenti.


Claudia yang melihat itu tersenyum.


"Sudah selesai bicaranya sekarang keluarlah dari kantorku dan pergi lah berjalan jalan sendiri," ucap Arga.


Di tempat lainnya Ayla sudah sangat bersenang-senang dengan anak-anak panti asuhan.


"Apa nyonya merasa nyaman dengan anak-anak ini," ucap pengelola panti.


"Iya sepertinya bayi-bayi disini sangat manis," ucap Ayla walaupun tidak bisa melihat Ayla bisa merasakan dari tawa dan sentuhan kulit Ayla dan kulit bayi tersebut, itu cara Ayla.


"Nyonya... terimakasih, justru lebih manis dan cantik anda nyonya, karena orang seperti anda masih mau mengunjungi panti kecil kami," ucap Ayla.


"Ah ya ... sama-sama," ucap Ayla. Sambil berdiri.


Ayla melangkah ke mobil dan duduk tenang di dalamnya.


Tak berapa lama Lisa kembali dan ikut naik kedalam mobil.


Di ruangan pengelola panti, Ibu itu merasa sangat senang dan bahagia karena kedatangan Lisa dan Ayla membuat kebutuhan pangan di panti kecil ini terpenuhi.


Di kantor Dafa menghampiri Arga yang baru selesai mengadakan metting setelah makan siang. Dan Claudia, dia masih didalam kantor Arga menunggu kedatangan Arga lagi tapi, Arga tidak akan masuk jika Claudia belum keluar dari sana.


"Apa yang ingin kamu sampaikan," ucap Arga tanpa basa basi lagi.


"Hari ini Lisa mengeluarkan uang sebesar puluan juta, dan penerimanya adalah yayasan panti," jelas Dafa.


Seketika Arga tersenyum.


"Biarkan apa maunya, Ayla bersamanya bukan," ucap Arga. Dafa mengangguk.


Di dalam mobil Ayla yang melaju meninggalkan panti.


"Gimana bi,"ucap Ayla.


" Sudah Nyonya," ucap Lisa.


"Tapi, bibi udah ngomongkan sama asistennya," ucap Ayla.

__ADS_1


"Iya Nyonya sudah," Jawab Lisa lagi.


"Bibi tahu dari mana kalo ada panti di daerah ini," ucap Ayla.


"Sebenernya sudah lama tapi, pas Nyonya ingin pergi keluar saya menyarankan untuk ke panti ini karena saya juga kadang datang hanya untuk sekedar mampir saja," jelas Lisa.


"Aku kira bibi memang tahu banget tentang panti itu, ternyata cuman sebatas tempat mampir aja," ucap Ayla.


"Nyonya terimakasih banyak, Karena anda melakukan kebaikan ini," ucap Lisa.


Ayla tersenyum mengangguk tanpa mau berkata lagi.


"Lupakan saja itu bi, saya cuman sedikit ingin saja tadi ketika Ibu pengelolanya menceritakan tentang panti itu dan semua anak disana pasti masih membutuhkan susu," ucap Ayla.


"Anda memang benar-benar baik nyonya, Anda sampai memikirkan orang lain," ucap Lisa.


"Tidak Bi...harusnya saya yang berterimakasih karena bibi mengajak saya kesana hanya sekedar mampir, sekarang suasana hati saya sedikit membaik, makasih ya bi" ucap Ayla.


Di kantor Arga. Claudia masih duduk di sofa sembari memainkan ponselnya Claudia yang menunggu Arga tidak kunjung datang merasa jengkel dan akhirnya pulang dengan keadaan marah.


Di lain tempat Arga sedang berada diluar untuk membahas bisnis bersama Client penting di sebuah Restoran jepang.


Pembahasan mereka cukup panjang hingga waktu tiga jam terlewati begitu saja.


Setelah selesai dengan urusannya Arga kembali pulang karena waktunya sudah hampir gelap.


Baru akan membukan pintu mobilnya Rosa datang dan memeluk Arga tanpa malu sekalipun.


Dafa yang melihat itu langsung menyuruh Rosa menyingkir.


"Apa mau anda," ucap Arga datar.


"Kamu Arga, Kamu bisa lanjutin pernikahan itu sama aku, aku gak bakalan kabur lagi," ucap Rosa.


Arga tersenyum remeh dan memasuki mobilnya.


Rosa tidak bisa menggapainya karena Dafa.


"Pergilah Nona, Anda harus menjaga harga diri anda diluar," ucap Dafa.


Rosa kesal menatap kerah Dafa yang memutari mobil lalu masuk kedalam. Menjalankan mobil menjauh dari restoran jepang tersebut.


Di tempat lainnya Ayla sedang berada di toko kueh untuk membeli sesuatu.


Dari awal jalan-jalan Ayla, Lisa selalu memberikan saran tempat-tempat yang bisa Ayla kunjungi dan juga toko kueh ini juga termasuk.


Awalnya Ayla bingung akhirnya mengangguk juga, pikir Ayla tidak masalah bukan jika mencoba jajan diluar.


Dimobil Arga yang sedang melaju.


"Tuan saya sudah mengirimkan hasil pengeluaran yang Lisa gunakan bersama Nyonya," ucap Dafa.


Arga yang masih menatap ponselnya seketika mendapatkan notif dari Dafa.

__ADS_1


Senyum senang terbut di wajah Arga.


Akhirnya Ayla sudah mau menggunakan uangnya, walaupun dalam sehari cukup banyak. Itu tidak masalah bagi Arga karena miliknya milik Ayla juga.


__ADS_2