Istri Buta Tuan Muda

Istri Buta Tuan Muda
Kejutan


__ADS_3

Meriahnya acara peragaan busana milik Claudia hingga tamu terhormat juga hadir disana. Ayla yang kini duduk disebelah Arga dan Claudia merasa bosan dan malas.


Sebenaranya Ayla malas untuk datang. Perkataan yang di ucapkannya tadi itu benar-benar keinginannya. Karena perintah Arga, Ayla justru ikut sekarang.


"Oh.. Hay miss Cla.. bagaimana kabar mu kurasa kamu sudah tidak sendiri ya." Sapa seorang tamu asing yang melihat Arga dengan Claudia duduk berdampingan dan Ayla tidak terlihat karena pakaian Arga dan Claudia terlihat serasi. Jadi Ayla dianggap orang lain.


"Iya kurasa kamu kembali lagi padanya Miss." Tambah salah satunya menggoda Claudia.


"Baik. Tidak saya hanya datang bersamanya dan juga.. em temannya." Ingin memperkenalkan Ayla sebagai istri Arga tapi, Claudia tidak ingin hal itu terjadi.


"Ehm.. kalo begitu kami pergi dulu Miss." Salah satunya yang merasa tidak nyaman langsung bergegas pergi.


Tiba-tiba Ayla juga pergi dari sana. Tanpa mengucapkan sesuatu. Dari kejauhan Arga menatap Dafa.


Ayla pergi ketempat lain untuk menenangkan pikirannya. Toilet.


"Tenang Ayla jangan marah lagi.. tarik nafas hembuskan pelan. Mata ini harus bisa sabar jangan menangis.." gumam Ayla didepan cermin.


Keluar dari Toilet. Pikiran Ayla kosong. Berjalan keluar dari toilet tidak terasa langkahnya sudah berada di halaman depan dekat parkiran.


"Hiks..hiks...Arga.. kamu kok gini.. Claudia kamu perempuan apa.. Kenapa-kenapa Arga berubah.. hiks.. aku gak boleh nangis.." Tiba-tiba Ayla menangis sambil berjalan.


Ayla duduk di bawah pohon dekat taman. Dari tempat acara hingga ke bangku tempat Ayla duduk sebenarnya sepi jadi Ayla bisa menangis tanpa ada yang melihatnya.


Menghapus air matanya dan kembali bangkit untuk melangkah lagi.


Seketika Ayla menabrak seseorang.


"Eh.. Maaf ya." Ayla yang merasa menyenggol bahu itu duluan.


"Iya gak masalah." Lelaki itu menatap Ayla. Tangannya menunjuk wajah Ayla.


"Kamu istri Arga Marvelino." Seketika tarikan tangannya membuat Ayla langsung berbalik dan hanya mendengar nama depan Arga saja.


"Eh.. Tuan maaf."


Lelaki itu pergi ketika isyarat tatapan mata Arga membuatnya takut seketika.


"Apa."


Ayla menatap Arga malas.Karena tidak mau terlihat jika dirinya habis menangis.


"Udah sana didalem aja sama Cla aku mau keluar males liat kamu orang berdua." Arga tetap menatap Ayla yang membuang wajahnya kearah lain dan tidak menatap Arga ketika bicara.


Seketika mobil Arga datang. Dafa turun dari mobil tersebut menyerahkan kunci tersebut pada Arga.


"Masuk." Ayla tidak bergerak. Menarik Ayla dan membawanya masuk kedalam mobil.


Melajukan mobilnya meninggalkan tempat acara Claudia.


Dari kejauhan Claudia melihat Arga yang masih dekat dengan Ayla merasa kesal.


"Halo."


"Lakukan tugasmu buat mereka kecelakaan."


Memutus sambungannya dan kembali kedalam.

__ADS_1


Di dalam mobil Ayla diam saja menatap keluar jendela mobil.


Seketika Arga menambah laju kendaraannya hingga diatas rata-rata.


"Arga.. berhenti.. kamu apa-apaan sih."


"Arga.. Stop."


"DIAM AYLA."


Seketika Ayla diam dan kembali mengeluarkan air mata.


"Huh.. nangis lagi sensitif amat hari ini," gumam Ayla.


Suara decitan rem yang keras dan mendadak.


"Arga!" Tidak menghiraukan ucapan Ayla. Arga keluar dari mobil dan menguncinya. Ayla berusaha keluar tapi, percuma.


Ayla tersorot lampu mobil seketika menutupi wajahnya.


Diluar mobil. Arga menatap mobil yang tadi tiba-tiba mengikutinya dan sekarang berada di depannya.


Pemilik kendaraan tersebut turun dan berjalan santai menghampiri Arga.


"Tuan Dhanu."


Calon suami dari Claudia yang kemarin Dafa datangi untuk memberikan pesan Arga agar segera membawa Claudia jauh darinya.


"Senang bisa berjumpa dengan anda Tuan Marvelino."


"Maafkan saya mewakilkan anak buah saya yang sengaja saya berikan pada Claudia. Mereka belum mengetahui kabar ini jadi. Maafkan." Dengan gaya sombongnya dan wajah meremehkan Arga.


Arga pergi meninggalkan Dhanu dari tempatnya berdiri. kembali kedalam mobil.


Dhanu tersenyum dengan mobil Arga yang pergi berlalu.


"Bawa Claudia pergi dari tempat acara. Wanita ini merepotkan pekerjaanku." Dhanu menelpon anak buahnya dengan wajah kesal.


Di tempat acara Claudia seketika lampu padam.


Tak berapa lama lampu kembali hidup. Seorang wanita asisten Claudia meminta para tamu untuk kembali pulang karena mendadak ada hal yang harus segera diselesaikan.


Semua tamu kembali pulang meninggalkan acara Claudia. Di sebuah kamar hotel. Claudia terbangun dari tidurnya karena biusnya sudah habis.


"Aku.. di.."


"Selamat malam Baby."


"Dhanu.."


"Kenapa terkejut.. bukannya kamu yang meminta aku datang."


"Tapi, itu.. itukan aku kira kamu tidak akan datang karena kamu sibuk. Dan apa ini lepaskan Dhanu." Tangan Claudia di ikat Dhanu agar tidak bisa keluar dari ranjang.


"Maaf aku tidak bisa melakukannya sekarang mari kita melakukannya lagi. Kau harus menyukaiku Sayang."


"TIDAK...menyikirlah Dhanu.. aku tidak ingin mengandung benihmu dari manusia yang menjijikan seperti kamu.. PERGI!"

__ADS_1


Di mobil yang baru saja berhenti. Arga keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Ayla.


Ayla tetap diam dan tidak mau keluar dari mobil. Seketika Arga membawa Ayla dengan menggendongnya dan menutup pintu mobil otomatis.


"Arga.. Turunin hiik.. Arga."


Seketika langkah Arga berhenti dan menurunkan Ayla. Sebuah tempat yang cantik dengan angin laut malam yang kencang.


Ayla yang kesal tidak sadar dirinya berada dimana saat ini ketika angin malam membuatnya merinding sengaja Ayla berbalik.


"Pantai. Indah. Acara?"


Arga melepaskan mantel hangatnya dan memberikan pada Ayla. Menggandeng tangan Ayla dan membawanya untuk duduk di kursi yang sudah disediakan.


Ayla masih tidak menyaka akan hal ini.


Tak berapa lama sebuah kembang api yang besar dan indah sektika bertuliskan nama Ayla terlihat di langit malam.


Ayla kembali menangis menutup wajahnya dan kembali terisak.


Arga langsung memeluk Ayla erat.


"Maaf Ayla aku sebenarnya senang penglihatanmu kembali."


"Aku tidak marah."


"Arga kamu jahat. Aku..aku kira kamu beneran udah gak mau lagi sama aku kamu cuman mau sama aku kalo kamu lagi ingin... Aku kira kamu mau balikan lagi sama Claudia.. Aku kira.."


"Tidak," Sahut cepat Arga.


"Tidak Ayla, perkiraan kamu salah semua."


"Makasih Arga..Terimakasih..."


"Cuman kamu orang pertama yang peduli sama ulang tahunku. Makasih Arga."


Seketika Arga kembali memeluk Ayla dan mencium pucuk kepala Ayla.


Tak berapa lama. Pelayan datang mebawakan hidangan malam untuk Ayla dan Arga.


Hidangan malam yang banyak seketika Ayla membulatkan matanya.


"Arga ini boros banget .. banyak Arga.. bawa pulang ya sisanya.. buat pelayan kalo mau."


Seketika Arga memegang kepalanya, menunduk malu.


"Ayla suami kamu ini orang yang berpengaruh kenapa kamu seperti wanita yang pelit."


"Arga.. ini bukan pelit. Ini namanya irit."


"Kamu dulu gak kayak gini Ayla."


"Iya dulu karena aku gak tahu sekarang sejak aku bisa ngeliat dan kadang ngeliat semua orang yang ada dibawah ke kurang kita mau buang-buang makanan dan uang seenaknya gitu."


"Tapi.. Ayla."


"Arga.. ini hari ulang tahunku.. aku ratunya.. kamukan udah minta maaf tadi."

__ADS_1


Arga langsung diam tanpa mau menjawab ucapan Ayla lagi, Ayla menang kali ini karena Arga mengalah.


__ADS_2