Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 10


__ADS_3

Seperti yang sudah dijanjikan,Dariel menjemput Andrea pukul sepuluh pagi. Setelah pamit pada Peto dan Maria mereka pergi kekantor pencatatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka.


Andrea merasakan tangannya dingin begitu mereka sampai didepan gedung Capil itu.Dariel yang sudah melenggang lebih dulu nampak mengerutkan dahi ketika melihat Andrea yang tertinggal dibelakangnya,berdiri mematung.


"Kau baik baik saja?" Tanya Dariel perhatian setelah berada didekat Andrea kembali. Andrea menggeleng dan tersenyum berusaha menutupi kegugupan nya.


"Kau gugup?" Andrea diam.Dariel tau gadis itu gugup.Dariel tersenyum. "Kau yang mengajak aku menikah malah kau yang gugup begini"


Andrea berdecak kesal.


"Aku kan baru pertama kali..."


"Mereka tidak akan menggigit mu kok, jangan nervous begitu!"


"Iya,Iya" Dariel menautkan jemari mereka berusaha membuat Andrea lebih santai dan menggandeng tangan Andrea masuk kesektor pengurusan catatan pernikahan.


"Selamat ya Tuan,Nona,kalian sudah sah menjadi suami istri.Semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan yang bahagia dan dikaruniai banyak anak..." Ucap petugas kantor ramah setelah melihat kedua orang didepannya telah selesai menandatangani surat tanda resmi menikah yang Ia berikan.Andrea tersenyum sungkan.


"Kau sudah mengerti apa yang kuinginkan bukan?" Tanya Dariel dengan ekspresi datar pada petugas kantor.


"Tentu Tuan, aku bisa jamin ini tidak akan diketahui khalayak manapun terutama media."


"Bagus,kalian tau sendiri apa akibatnya kalau melanggar perintah ku!"


Dariel bangkit dari duduknya diikuti Andrea dan petugas kantor.


"Kalau begitu aku permisi"


"Silakan Tuan, semoga anda selalu diberkati!" Dariel mengangguk .Ia lalu menggandeng tangan Andrea keluar dari sana. Meninggalkan petugas kantor yang memuji kecantikan Andrea dalam hatinya.


Apa dia benar benar sehebat itu ya? bisa mengancam orang sesuka hati begitu!


"Kita mau kemana?" Tanya Andrea saat sadar mereka tidak melewati jalan menuju rumah susun.


"Kita ke Apartemen mu!" Jawab Dariel enteng.


"Apartemen ku? Sejak kapan aku punya apartemen?"


"Sejak sekarang, kau akan tinggal diapartment selama kau menjadi istriku" Menurut saja dan jangan banyak tanya, oke Istriku?" Ucap Dariel menekankan kata Istriku.


"Iyaa baiklah" Balas Andrea sambil menahan senyum. Membuang pandangan nya keluar jendela.Malu kini menyergap nya,rasanya masih tak percaya ia sudah menjadi seorang istri sekarang, yaaaa meskipun tidak seperti yang diharapkan nya dulu sebelum bertemu dengan Dariel.


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, mereka sampai di Apartemen yang dimaksud.


"Kau masuk duluan aku akan menelpon seseorang dulu" Andrea mengangguk dan membiarkan Dariel tetap diluar sementara Ia masuk.


"Wuuaaaaaa"Dia serius mengajakku tinggal disini?!" Tanya Andrea pada dirinya sendiri setelah masuk kedalam Apartemen.

__ADS_1


Andrea merasa takjub dengan bangunan bernama apartemen itu. Luas dan juga furniture nya yang mewah. Ia langsung berlari kecil mengitari ruang demi ruang disana.Mulai dari ruang tamu dengan televisi dan sofa yang sangat empuk saat Andrea mendudukinya, berlanjut ke ruang makan dan dapur yang luas, Andrea membuka sebuah kulkas besar yang ada disana, Ia sampai melongo menatap isi kulkas,bermacam macam buah,sayuran,ikan sampai daging ada disana.Ada juga sebuah kamar mandi didekat dapur.Juga ruangan seperti ruang kerja,dan terakhir kamar yang membuat Andrea kaget dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia berdiri mematung dipintu,tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Ruangan kamar yang luas dengan sebuah ranjang king size,ada juga sofa,lemari besar,dan satu kamar mandi. Andrea melangkah menuju balkon,menyibakkan tirai pintu dan membuka pintu balkon yang masih terkunci itu, menghirup udara segar dari sana. Dari atas sana Andrea bisa menatap Kota mereka dengan jelas.


"Kalau malam akan lebih indah melihat kota dari sini.." Suara Dariel membuat Andrea menoleh.Dariel berjalan mendekat dan mengapit bahu Andrea.


"Kau yang pilih apartemen ini?" Tanya Andrea.


"Bukan, Jonathan yang mencarikan nya. Aku tinggal terima beres.Hehe."


"Bagus!" Andrea nampak bersemangat dan itu membuat Dariel senang.


"Kau suka?" Andrea mengangguk.


"Bahkan dalam mimpi pun aku tidak pernah membayangkan bisa tinggal ditempat semewah ini!" Jawab Andrea jujur. "Sebenarnya ini terlalu berlebihan kalau hanya ditempati oleh satu orang!"


"Jadi kau tak menganggap ku?"


"Kau juga tinggal disini?"


"Hanya karna aku menyebut ini apartemen mu bukan berarti aku tidak boleh disini !" Andrea tertawa kecil.


"Aku juga tidak merasa semua ini milikku,tapi,istrimu bagaimana kalau kau disini?"


"Aku akan berusaha membagi waktu juga untukmu,sekarang aku harus pergi,ada yang harus aku urus! Tidak apa apa kan aku tinggal?" Andrea menggeleng.


"Kalau terjadi sesuatu telpon aku, kau mengerti?" Andrea mengangguk patuh. Lalu tanpa pernah terpikirkan olehnya, Dariel mengecup singkat dahinya sebelum Ia berlalu, Andrea terpaku. Tangannya terangkat menyentuh bagian dahi yang tadi dikecup bibir Dariel. Aaaaaaa! Andrea melonjak kegirangan.


Dan disinilah Dariel sekarang,Didepan sebuah salah satu kampus terbaik dikota mereka, menunggu seseorang keluar. Benar saja, tak lama, seorang gadis nampak berlari kecil menuju kearahnya. Gadis itu langsung masuk kemobil.Duduk dikursi penumpang.Napasnya nampak tak beraturan karena berlari.


"Minumlah ini," Ucap Dariel menyodorkan sebotol air mineral yang memang selalu tersedia dimobilnya. Gadis itu menerimanya dan langsung meneguk beberapa kali.


"Terimakasih,Tuan.Kau sendiri ya? Aku kira bersama kakak ku! Hehe!" Gadis yang tak lain adalah Livya itu terkekeh. Beberapa menit yang lalu Ia mendapat telepon dari nomor tak dikenal, Ia sangat-sangat terkejut begitu tau kalau itu adalah nomor ponsel Dariel!


"Aku sendirian..."


Livya manggut manggut. Menunggu Dariel melanjutkan bicaranya.


"Aku menyuruh mu kesini apa kuliahmu terganggu?" Tanya Dariel.


Tentu! Tapi demi manusia hebat dan tampan seperti dirimu kehilangan satu mata kuliah bukanlah apa apa Tuan!


"Tidak, aku sedang kosong" Ada perlu apa Tuan memanggil ku kesini?" Tuan minta nomor ponselku dari Andrea ya? Tidak takut kakak ku cemburu pada kita?" Dariel tergelak.


"Apa dia pencemburu?" Tiba tiba Dariel jadi tertarik dengan topik Andrea. Livya menggeleng.


"Kakak ku bisa menahan cemburu! Dia wanita yang kuat! Kau suka padanya?" Goda Livya. Pembawaan Dariel yang hangat membuat Ia sedikit bertingkah. Dariel tersenyum.

__ADS_1


"Maaf, aku lupa kalau Tuan sudah beristri, Tapi apa kau tau, tanpa istri mu kau masih seperti anak muda kebanyakan lho!"


Dasar Livya!


"Apa aku boleh tambah istri lagi?"


Livya terkekeh mendengar pertanyaan Dariel.


"Sebagai fansmu,Tentu aku tidak mengizinkan nya Tuan,terkecuali itu dengan kakak ku hehe"


"Bagaimana jika dengan kakak mu?"


"What?! Kau beneran suka pada kakak ku yaaa, Tentu aku setuju! Kakak ku kan tak kalah cantik dari istrimu,Dia gadis yang baik, jago masak dan juga sangat suka menggambar!"


"Menggambar?"


Aku baru tau Rea suka menggambar!


"Iya, Dia hobi sekali menggambar,aku sampai pusing melihat begitu banyak buku menggambar dilemari yang masih disimpannya sejak kami tinggal bersama! Tuan, kalian sangat cocok tauuu, Kau tampan, kakakku cantik, Jika kalian sudah menikah, Saat kalian sedang menikmati senja berdua, kakak ku akan duduk dipangkuanmu sambil menggambar! Ya ampun membayangkan nya saja aku meleleh!"


Dariel tertawa lepas.Ia benar benar terhibur dengan cerita Livya.


"Kau lupa aku sudah beristri? Kau mau kakak mu menikah dengan Pria beristri?"


"Bukan aku ingin membuat Andrea dalam masalah karna harus menikah dengan Pria beristri,tapi kalau Pria nya seperti mu siapa juga yang tidak mau? jadi istri kelima juga pasti banyak yang mau hahahaha" Dariel tersenyum.


"Kau cukup realistis juga rupanya..."


"Terimakasih pujiannya Tuan, Hehe" Tuan, apa aku boleh bertanya sesuatu? Tapi... ini sedikit pribadi,kalau tidak mau jawab juga tidak masalah, tapi jangan mengamuk ya?" Dariel diam sebentar kemudian mengangguk.


"Kau dan Istrimu,apa benar kalian belum punya anak semenjak menikah?"


"Heemm,Kau benar benar fans ku rupanya!"


"Aku juga fans istrimu! Harus ku akui dia sedikit lebih cantik daripada aku!" Lagi lagi Dariel dibuat tergelak.


"Tuan, Kalau kau menyukai kakak ku, tolong jangan permainkan dia ya, nikahi saja dia atau kalau tidak jangan mendekatinya lagi, Kakak ku sudah banyak menderita,Sebenarnya aku ingin kakak ku menikah dengan mu karena selain tampan, kau juga kaya raya! Kau punya segalanya,Hidup kakak ku pasti akan bahagia bersamamu, Aku kasihan padanya yang selalu bekerja keras itu! Eits, jangan salah menilaiku ya, aku menjodohkan Tuan dengan kakak ku bukan karena aku juga ingin menikmati harta kekayaanmu,"


Padahal memang iya sih, biar aku bisa keliling ketujuh negara pakai uangmu! itu saja kok! Soalnya akhir akhir ini job mengerjakan tugas orang lagi sepi!!


"Tapi karena aku ingin melihat kakak ku hidup terjamin,aku kasihan saja padanya yang sudah banyak berkorban untukku, kalau menunggu aku sukses mungkin dia sudah keriput! belum lagi Ibu sering memarahinya, membuatku ingin cepat cepat mencarikannya suami dan menyuruhnya segera meninggalkan rumah jelek kami itu!!"


Dariel manggut manggut mendengarkan curhatan adik iparnya itu.


Apa pacarmu tidak pusing ya kalau mendengar mu bicara panjang lebar seperti tadi?


"Livya?"

__ADS_1


"Ya Tuan?"


"Sejujurnya Aku dan kakak mu sudah menikah tadi!"


__ADS_2