Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 36


__ADS_3

Andrea menatap wajahnya dipantulan cermin washtafle dikamar mandi apartemen itu, tak berhenti ia mengulum senyum ketika barusan ingatannya kembali saat menghabiskan malam dengan suaminya.


"Baby, ayahmu itu nakal sekali,membuat Ibu selalu kelelahan dipagi hari! Untunglah dia itu tampan, lihat betapa manisnya kelakuan Ayahmu tadi malam, bisa bisanya segigih itu hanya untuk sebuah daster! Bagaimana aku tidak jatuh cinta padanya coba?" Andrea tertawa kecil sambil mengelus bagian perutnya.Kemudian ia menyiapkan air hangat dan mencampurkan sedikit aromaterapi didalam bath up.Baru saja ia merendam diri,sebuah langkah kaki membuatnya menoleh. Nampak Dariel dengan balutan jubah handuk menyusulnya.


"Darimana?" Tanya Andrea lembut. Pasalnya ketika tadi Ia terbangun,Dariel sudah tidak ada dikamar.


"Pembantu untukmu baru saja datang, aku menunjukkan apa apa yang perlu padanya tadi."


Dariel melepaskan jubah handuknya dan ikut masuk kedalam bath up.Duduk dibelakang Istrinya.


"Jangan mengganggu ku..." Andrea bicara dengan nada pelan. "Tidak ada lelah-lelahnya kau ini!" Dariel tergelak. Diletakkan nya dagunya dibahu Andrea.


"Aku harus kekantor hari ini,apa tidak apa apa kalau kutinggal?"


"Aku bukan anak dua tahun Tuan.. Tidak apa apa, pergilah.Urus pekerjaanmu, aku dan baby sudah lebih baik,lihat,aku tidak mual pagi ini!"


"Syukurlah,baby tidak rewel.Mungkin dia tau kalau Ibunya sudah aku senangkan tadi malam!" Andrea tertawa kecil mendengar itu.


"Kau Ayah yang brutal!"


"Salah mu kenapa menggodaku untuk brutal!"


"Yang merajuk siapa,hm? Kalau aku juga yang salah sudahlah tidak usah sekamar saja!"


Andrea menjerit pelan karena Dariel menggigit bahunya gemas.


"Berani tidur ditempat lain habis kau!"


Andrea terkekeh.


"Sayang,aku bosan diam dirumah terus. Boleh tidak aku jalan jalan dengan Livya?"


"Kau ingin kemana? Aku bisa membawamu."


"Aku tidak mau merepotkan mu, ada banyak pekerjaan yang harus kau urus kan? kau meninggalkan pekerjaan mu beberapa hari ini karna merawatku.Please izinkan aku,sudah lama sekali kami tidak jalan jalan berdua!"


"Kemana kalian biasanya pergi?"


"Apa kau akan membuntutiku?" Dariel tertawa kecil.


"Aku hanya bertanya."


"Kami biasanya hanya keliling mall, dan makan beberapa makanan pinggir jalan!"


"APA?!"


"Kenapa kau kaget begitu?"


"Makanan pinggir jalan tidaklah sehat,Rea! Kalau Kau dan Baby keracunan bagaimana? Tidak usah kemana mana, aku akan pulang lebih awal dan membawamu berkeliling, Oke?"


Keracunan katanya? Astaga... Sayang kau berlebihan!


"Sayang, Kalau kau yang menemani ku, apa nanti kata orang orang yang melihat kita? Nanti akan ketahuan kalau aku adalah orang ketiga dalam rumah tanggamu!"


Dariel diam. Entah apa yang kini tengah dipikirkannya.


"Sebentar saja kok, aku akan pulang sebelum kau pulang,Aku janji tidak akan makan makanan pinggir jalan,Ya?Boleh ya?"


Dariel masih diam. Andrea menghela nafas kesal karena Dariel tidak merespon.


"Yasudahlah kalau tidak mengizinkan aku, awas,aku sudah selesai." Ucap Andrea dengan nada kesalnya.Tapi Dariel tak ingin melepaskan diri.


"Kabari aku jam berapa kau ingin pergi.Aku akan mengirim supir untuk menjemput mu. Akan lebih aman untukmu dan Baby."

__ADS_1


Wajah Andrea yang tadi kusut kembali berbinar mendengarkan kata kata Dariel. Ia membalikkan tubuhnya menghadap Pria itu. Tersenyum penuh arti.


"Apa?"


"Kau manis sekali..." Andrea mencubit pelan pipi Dariel.


"Aku tau!"


~


"Livya!"


Merasa namanya dipanggil Livya yang baru selesai memarkirkan motornya menoleh kearah suara. Nampak Sheril kini sudah berada didepannya.


"Ada apa Sheril?"


"Ikut aku!" Sheril menarik paksa tangan Livya dan membawanya.


"Hey! Lepas! Kita mau kemana? Pelan pelan saja jalannya Sheril!!" Sheril tak memperdulikan Livya yang meronta.


"Kau ini benar benar keren, heels mu segitu tingginya tapi kau bisa berjalan secepat ini!!"


"Diam! Jangan banyak bicara!"


"Heels mu cantik sekali! Kau beli dimana? Apakah mahal?"


"Kau ini miskin tapi banyak tanya! dengar ya, mau kau mengerjakan tugasku selama satu tahun penuh pun kau tidak akan bisa membeli walau sebelah saja heels ku ini tau?!"


Sheril yang kesal melepas kasar tangan Livya dari genggamannya.Kemudian mengambil tissue basah dari tasnya dan melap bekas tangan Livya yang Ia pegang tadi. Kini mereka sudah berada dibelakang gedung kampus.


Astaga,gadis ini. Apa segitu kotornya tanganku?


Livya mengendus sebentar tangannya.


"Sheril apa yang kau inginkan?kenapa membawaku kesini? Ingin main petak umpat atau apa,hm?Setengah jam lagi kita ada kelas loh!"


"Diamlah! Suaramu membuat telingaku gatal!"


"Gatal? Aku ada cuttonbad kalau kau mau.."


"Diam Livya! Aku tidak sedang bercanda! to the point saja ya, aku mau kau JAUHI RYUGA!"


"Kenapa aku harus menjauhinya?"


"Dia milikku! Orangtua kami sudah menjodohkan Ryu dan aku! Jadi kau sadar dirilah sedikit!"


"Kalau aku tidak mau?"


"Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu!"


"Kau mengancam ku?"


"Terserah! Livya, harusnya kau berkaca lah, kau itu jelek tidak mungkin Ryu-ku naksir denganmu! Dia pasti tidak serius bilang suka padamu!"


"Kau secemburu itu padaku ya?" Livya terkekeh.


"Aish, mau kujambak rambutmu? Dia itu memang milikku, untuk apa aku cemburu, Dasar kau wanita penggoda!"


"Sheril kau sangat cantik,kau baik juga kadang suka mentraktir kami yang miskin ini makan siang, Tapi bukan salahku kalau Ryu mendekati ku..."


"Jadi maksudmu kau tidak mau menjauhinya?"


"Tidak." Jawab Livya yakin.

__ADS_1


"Baiklah, akan kubuat Dia yang menjauhimu!"


"Kenapa kau jadi jahat begini? Bagaimana kalau kita bersahabat saja?"


"Cih, mimpi saja sana! Menyentuh mu saja aku geli!"


Livya mengerucutkan bibirnya.Tapi kemudian matanya membulat ketika melihat seekor ular tepat dibelakang Sheril.


"Sheril,itu.." Tunjuk Livya.


"Itu apa?"


"Dibelakangmu..." Tangan Livya sudah bergetar. Perlahan Sheril menoleh dan Ia langsung terperanjat kaget ketika seekor kobra sudah bersiap ingin mematuknya.


"Aaaaaaaaa!!!" Kedua gadis itu menjerit bersamaan.


"Aaaa!! Singkirkan dia!" Sheril sudah bersembunyi dibelakang Livya.Tak perduli lagi dengan kedua tangannya yang menyentuh pundak Livya.


"Kau gila menyuruhku? Aku juga takut!!"


"Lalu bagaimana?!"


"Cari kayu atau sesuatu!" Sheril menurut, matanya mengitari sekitar dan menemukan sebuah ranting kecil dan memberikan nya pada Livya.


"Kenapa memberikannya padaku?"


"Kau yang usir dia!"


"Tidak! Aku takut! Kalau dia menggigit ku dan aku mati bagaimana?!"


"Biar saja, sainganku tidak ada lagi mendapatkan Ryu!"


"Aish, kau ini! Disaat begini masih memikirkan itu!"


"Ambil ini," Sheril meletakkan kayu ditangan Livya.


"Tidak kau saja!" Livya gantian meletakkan ditangan Sheril.


"Kau saja! wajahmu cocok sebagai pawang ular!" Meletakkan kembali kayu ketangan Livya.


"Kau saja!Kau kan cantik dan seksi pasti dia tidak akan tega menggigit mu!"


Ditengah perdebatan itu ular tadi bergerak semakin mendekat.


"Aaa! Hus huss.. jangan ganggu ya? Kau ular baik, pergi dari sini oke?" Ujar Livya sambil menggerak gerakkan kayu ditangannya kearah ular.


"Ini tidak akan berhasil! Kita harus nekad!"


"Apa maksudmu?" Sheril tak mengerti.


"Bersiap siaplah, Hitungan ketiga kita lari oke?"


"Kau yakin?" Livya mengangguk. Mereka memasang ancang ancang untuk lari.


"Tiga! Lariiiii!!!" Sheril melongo ditempat nya melihat Livya yang sudah lebih dulu bergerak.


"Wanita sialan!!! Tunggu aku!!!"


Sheril tak mau kalah, Ia melepas heels nya dan secepat kilat kabur dari sana. Tak memperdulikan lagi kakinya yang perih karena sempat menyentuh tanaman berduri. Tiba tiba..


Bruk!!! Akh!


Karna buru buru, tak sengaja Sheril bertabrakan dengan seseorang ditekongan menuju kelasnya. Sheril kehilangan keseimbangan dan tubuhnya limbung kebelakang, tangannya reflek menarik baju orang didepannya hingga orang itu juga jatuh dan menimpa tubuh Sheril. Mata bulat Sheril semakin membulat ketika menyadari itu adalah seorang Pria dan tanpa sengaja bibir mereka bersentuhan.Pria berkacamata yang kini menindih tubuh seksi Sheril juga nampak kaget dengan kejadian barusan.

__ADS_1


"KAU?!!"


__ADS_2