Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 47


__ADS_3

Aletta baru selesai membersihkan diri ketika dilihatnya Dariel kembali.Keduanya saling melempar senyum saat mata bertemu pandang.


"Kau mau mandi? Aku akan siapkan air hangat!" Ujar Aletta sambil membantu Dariel membuka kancing kemejanya. Dariel menggeleng.


"Aku sudah mandi dikantor!" Jawab Dariel berbohong.Ia bahkan tidak kekantor lagi setelah selesai dengan meeting nya siang tadi.


"Oh ya?" Aletta melirik rambut Dariel yang memang terlihat sedikit basah.Ia tau fasilitas ruangan CEO ING GROUP bagaimana,tidak hanya kamar dan ruang ganti,bahkan Dariel membuat sebuah mini bar dan karaoke kedap suara serta gymnastic diruangannya.Aletta tersenyum menyadari untuk siapa Dariel membangun semua itu. Untuk dia tentunya.Aletta dulu sering menghabiskan waktu diruangan Dariel sambil menunggu suaminya selesai dengan urusannya jika Ia pun sedang tidak ada jadwal.


Dulu...


Aletta menghela nafas.Lupa kapan terakhir kali bersenang senang dengan Dariel. Setahun belakangan memang Quality time keduanya berkurang.


Aletta melirik Dariel yang juga sedang menatapnya.Selesai membuka kemeja mahal yang didesain khusus untuk Dariel Lee itu Aletta melempar nya sembarangan. Dikalungkan nya tangannya dileher Dariel. Lama mereka saling pandang.


"Aku mau kamu.." Bisik Aletta ditelinga Dariel. Tanpa menunggu persetujuan suaminya Aletta memagut milik Dariel.Mengerahkan semua kemampuan yang ia punya untuk membangkitkan gairah Pria itu.Mencium, meraba,Ia merasa haus dan butuh siraman kenikmatan itu.


Aletta begitu bahagia ketika Dariel masih antusias atas dirinya, ia pikir setelah lama tidak menyentuh tubuhnya Dariel sudah tak berselera lagi, dan pikiran-pikiran semacam itu sangat mengganggu Aletta belakangan ini.


Mereka bergumul dengan posisi berdiri.


Tiba tiba sebuah dering ponsel membuat aktivitas keduanya terhenti.


"Kenapa berhenti?"Tanya Aletta kecewa. Dariel tersenyum.


"Angkat dulu telfonnya,Siapa tau penting!" Jawab Dariel enteng sambil melenggang keruang ganti.Aletta berdecak kesal.


"Ponsel sialan! kenapa berisik sekali!" Aletta mengomel.Gairahnya sudah diujung tanduk dan harus Ia tahan karna ringtone yang Ia buat sendiri.


"Hallo?-Ah..Aku lupa Mer!-Memangnya harus sekali?-Iyaa iyaa! Tunggu aku, aku izin pada Dariel dulu!" Aletta mengakhiri panggilan seiring dengan Dariel yang keluar dari ruang ganti. Setelan nya sudah berganti dengan pakaian rumah.


"Siapa sayang?"


"Merry! Aku lupa kalau dia ulang tahun hari ini! Dia menyuruhku datang sayang, Sebenarnya ini pesta khusus para wanita,tidak boleh ada yang membawa pasangan, bagaimana?"


"Yasudah,aku akan mengantar mu!" Aletta agak kecewa dengan jawaban Dariel.Sebenarnya Ia lebih berharap Dariel marah dan menolak kepergian nya.Ia jadi punya alasan untuk tidak menghadiri undangan Merry.Tidakkah Dariel ingin melanjutkan kegiatan mereka tadi? Apa secepat itu hasrat nya padam? Huffff


"Yasudah aku akan siap siap!"


"Jangan pakai gaun yang terbuka!" Aletta mengangguk.


Aletta mematuk pipi Dariel sebelum Dariel meninggalkan nya di sebuah hotel bintang lima dimana acara pesta kecil kecilan temannya, Merry, digelar.


Dariel meraih pinggang Aletta. Berbisik.


"Jangan meladeni jika ada Pria yang mengajakmu bicara, kau mengerti? Hubungi aku kalau kalian sudah selesai!" Aletta tersenyum dan mengangguk.


"Hati hati!" Aletta melambai begitu mobil mewah Dariel bergerak menjauh.Sementara Dariel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, melintasi jalan raya saling berlomba dengan kendaraan lain.


Diliriknya arloji ditangan,pukul delapan tepat. Perkiraan nya Aletta akan kembali sekitar pukul sepuluh.Dariel terpikir suatu tempat dimana dia bisa menghabiskan waktu sambil menunggu Aletta selesai.

__ADS_1


Dariel membelokkan kemudi mengarah ke utara.Sesekali bibirnya bersenandung mengikuti untaian lirik lagu 'Just the way you are' milik Bruno Mars yang terdengar mengalun di recorder mobil mewah itu.


Dimalam yang sama dikediaman Andrea...


Andrea tertawa sampai terpingkal pingkal menyaksikan acara lawakan ditelevisi ditemani ART nya, Lila.Gelak tawa mereka menghiasi ruangan.Sesekali Andrea mencomot potongan-potongan buah segar yang sudah lebih dulu disiapkan Lila untuknya.


"Bu Lila, aku ingin lagi!" Menyodorkan mangkuk yang tadi berisi buah ditangannya pada Lila. Tanpa sadar sudah menghabiskan semua isinya. Lila langsung kedapur dan membuka kulkas.


"Nak, buah nya hanya tinggal strowberry!" Jawab Lila agak berteriak.


"Aku ingin apel dan anggur lagi!"


"Saya akan membeli nya dulu disupermarket didekat sini.Nak Rea tidak apa apa kan saya tinggal?" Andrea menggeleng.


"Maaf ya Bu merepotkan.."


"Ini sudah tugas saya,tapi Nak Rea jangan kemana mana yaa" Andrea mengangguk.


Selepas kepergian Lila,Bumil cantik itu melanjutkan acara menonton nya. Sampai acara lawakan selesai Lila belum juga kembali, Andrea sudah kebosanan karena tidak menemukan acara lain yang menarik lagi.


Andrea meraih ponsel barunya dimeja. Begitu layar menyala senyum Andrea langsung mengembang.


"Dasar mesum!" gumamnya pelan memandangi walpaper dilayar dimana terdapat foto Dariel dan dirinya. "Tapi aku mencintaimu..." Andrea tersenyum sendiri mengingat kebersamaan mereka hari ini.


~


"Sayang,terimakasih untuk kencan hari ini.." Ucap Andrea pelan sambil memeluk tubuh Dariel,memainkan jarinya diatas dada bidang Pria itu.Hari sudah menjelang sore ketika mereka baru saja selesai dengan pergelutan erotis dikamar apartemen.


"Apa uangmu habis banyak?" Andrea mengangkat wajahnya.Dariel terkekeh dan mencubit pelan hidung wanita itu.


"Kenapa? Kau mau menggantinya?"


"Tuan..Darimana aku dapat uang sebanyak itu?"


"Maka dari itu jangan mempertanyakan soal uang lagi! Servis plus plus hari ini sudah cukup untuk mengganti semuanya! Haha" Andrea mengerucutkan bibirnya. Dipukulnya pelan dada mulus itu.


"Dasar brutal!" Sayang,Lain kali tidak perlu membooking satu bioskop hanya untuk kita berdua seperti tadi.Buang buang uang tauuu!"


"Rea?" Panggil Dariel tanpa menanggapi kata kata Andrea.


"Ya?"


"Mana ponselmu?" Andrea meraih slingbag yang tadi dibawanya, mengambil ponsel baru yang tadi dibelikan Dariel.Ia memperhatikan Dariel yang nampak mengutak atik benda itu.


Dariel membuka kamera dan mengarahkan nya kearah mereka.


"Ayo buat foto pertama kita!" Ujarnya.


"Sayang, kau gila?Kita cuma pakai selimut!"

__ADS_1


"Memangnya kenapa? kau takut? tidak akan ada yang lihat juga!"


"Iya juga sih!" Andrea merapatkan tubuhnya. Meletakkan kepalanya dibahu Dariel.Sudut sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman. Dan,


Cekrek


Satu potret telah diambil. Dariel memperlihatkan hasilnya pada Andrea. Wanita itu tertawa kecil.


"Ini gila!" Komentar nya.


"Aku tampan sekali ya? Haha"


"Cih,Dasar!" Andrea pura pura cemberut.Meski dalam hati juga mengakui hal yang sama.


"Buat itu untuk walpaper ponselmu!"


"Hah?Tidak!" Andrea menggeleng cepat.


"Kenapa tidak?"


"Tidak menolak...Hahaha" Dariel mencubit pipi Andrea gemas.


~


Andrea kaget sampai menjatuhkan ponsel dan mengenai tubuhnya tatkala sebuah panggilan video dari Dariel masuk.


Aaaaa dia video call? Astaga! Andrea memekik senang.


"Hi,Ayah.." Dariel tersenyum mendengar sapaan Andrea begitu mereka tersambung.


"Kenapa belum tidur?"


"Aku sedang menunggu Bu Lila,Dia masih keluar membeli buah,aku ingin makan buah." Kau dimana? Kenapa menelfon?Apa Nyonya Aletta sedang tidak ada?"


"Aku sedang disuatu tempat.Aletta ada acara dengan teman temannya ditempat lain."


Andrea manggut manggut.


"Kau cantik sekali dengan daster itu!" Andrea tersenyum. Timbul pikiran nakalnya.


"Kemarilah,katakan itu secara langsung!"


Tiba tiba panggilan diputus.Selanjutnya suara pintu dibuka membuat Andrea menoleh.


"Tuan?"


...............


Hellooo readers..

__ADS_1


Maapin Author yaw telat pake bgt up nyaaa..


Khan lebaran bentar lagi niihh jadi agak sibuk bikin bikin kuee guyss,mohon sabar yee, kalo sempat akuh pasti up kok 😊 Makasih buat yang udah support author, kalian terbaek 😘Oiyaaa, aku baru ultah loh 12 Mei kemaren hihiii 😁


__ADS_2