Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 60


__ADS_3

"Buka ikatan rambutmu! Kau kelihatan sangat seksi dengan rambut cepol begitu! Aku tidak akan memaafkan kalau ada Pria lain yang mengoda mu nanti!" Omel Dariel begitu dilihatnya Andrea selesai bersiap.Bahu dan leher putih mulus itu jadi terbuka sempurna dengan gaya rambut cepolnya.


"Aku ini wanita dengan perut buncit tujuh bulan Tuan, siapa yang mau menggodaku dasar aneh! Jangankan menggoda, menatap saja tidak akan!" Masih mempertahankan ikatan rambut yang disukainya.


"Sebenarnya yang laki laki itu aku atau kau?" Tanya Dariel sambil tangannya memilih pakaian dilemari.


"Baiklah Suami tampan! karna kau tampan maka aku akan menurut!" Membuka kembali ikatan rambutnya.Dariel tertawa ringan.


"Oke,sudah!" Dariel menoleh begitu mendengar kata 'sudah'. Alisnya terangkat sebelah menatap rambut darkbrown panjang Andrea dibiarkan jatuh terurai dengan indahnya.


"Salah lagi aku? Masih kelihatan seksi?" Dariel menggaruk kepalanya yang tak gatal, dalam hati membenarkan.Wanita itu malah lebih memikat dengan rambut terurai. Andrea meletakkan sisir dengan kasar. Dariel tersenyum menyadari bahwa Andrea tidak akan pernah jelek walau tidak menyisir rambut satu minggu pun. Dariel melangkah mendekat ke tubuh istrinya.Meletakkan dagunya dipuncak kepala Andrea.


"Kau marah?" Andrea diam malas untuk menjawab. "Nyonya Andrea Dariel Lee sangat menggemaskan kalau marah,tapi akan lebih cantik saat tersenyum. Ayo senyum!" Andrea menarik sudut sudut bibirnya sebentar.Tersenyum masam.


Dariel pindah kedepan Andrea,bersimpuh sambil menggenggam jemari lentik wanita itu.


"Bisakah kau jangan berhias diri?Cantiklah hanya untukku." Andrea tak mengerti dengan Pria didepannya ini,bahkan Ia tidak pakai apapun diwajahnya.Berhias diri apanya! Andrea mengambil kembali sisir yang ia letakkan kemudian menyisir rambut Dariel yang masih berantakan untuk pertama kalinya. Posisi Dariel membuat Andrea dengan mudah menjangkau kepalanya. Andrea tersenyum.Benar benar tulus, seperti nya suasana hatinya membaik hanya dengan melakukan hal kecil macam itu.


"Tuan, sepertinya rambut ku ini bermasalah, Bagaimana kalau aku botak saja?" Dariel melotot. Andrea terkekeh menyadari perubahan ekspresi dari suaminya. "Berhentilah bersikap kekanakan Sayang, tidak akan ada yang melirikku.Percaya lah. Lagipula kalau aku diambil orang kau bisa menikah lagi kalau mau,cari yang tiga kali aku nanti!" Dariel menegakkan tubuhnya kembali.Ow ow.. Andrea selalu saja usil membangunkan singa yang sedang tidur.


"Tidak usah jadi pergi saja!!" Setelah mengucapkan itu Dariel keluar dari kamar. Andrea merutuki dirinya yang terlalu sering salah bicara.Andrea bangkit dan menyusul Dariel dengan langkah nya yang pelan. Begitu membuka pintu Wajah Lila yang pertama dilihatnya.


"Kemana suamiku Bu?" Lila menunjuk ruang kerja. Andrea mengerti.Perlahan diketuknya pintu ruangan itu.


"Sayang,apa kau didalam?" Tidak ada jawaban. "Sayang..." Andrea mengetuk lagi setelah menggerakkan handle ternyata pintu terkunci dari dalam. "Padahal aku sudah sangat senang kau mau membawa ku jalan jalan kenapa dibatalkan begitu saja?" Lalu Andrea terbesit sebuah ide. Ia berteriak sedikit sambil memegangi perutnya.


"Aduh,Bu Lila! Aduh,Perutku sakit! tolong bantu aku duduk." Bu Lila terkekeh tanpa suara melihat tingkah majikannya itu. Mereka selalu saja seperti ini,merajuk secara bergantian.Seperti yang diharapkan Andrea, pintu ruang kerja dengan cepat terbuka dan menampakkan wajah cemas Dariel.

__ADS_1


"Apa yang sakit?katakan!" Andrea tergelak. Langsung meraih pipi Dariel untuk Ia kecup. Seketika itu juga Dariel sadar kalau ia telah dikelabui Istri nakalnya. Pria itu berdecak kesal.


"Kenapa kau main main seperti ini Rea! Aku sudah hampir jantungan tadi!" Andrea memeluk tubuh Dariel.


"Maaf. Habis kau susah sekali diajak bicara." Tanpa melepaskan pelukan nya Andrea mendongak.Dariel gemas dan mencium sekilas bibir kemerahan itu.


"Istri nakal!" Katanya kemudian. Andrea tersenyum saja. Tiba tiba Ia merasai sebuah pergerakan dalam perutnya, cepat cepat ditariknya tangan Dariel agar menempel dibagian itu.Ingin agar Dariel ikut merasakan nya juga.Wajah Dariel merona ketika merasakan gerakan anak mereka.Sudah lama sekali ia ingin mendapatkan kesempatan ini. Tapi apa daya, manakala Ia ada waktu menemui Andrea baby tidak menunjukkan eksistensi nya.


"Kau merasakan nya?" Dariel mengangguk bahagia. Kemudian Ia berlutut didepan perut yang membesar itu.


"Sehat selalu baby boy...I love you.." Mengecup berkali kali.Andrea terkekeh.


"Kita jadi pergi?" Tanya Andrea. Dariel mengangguk.Membuat sudut sudut bibir Andrea terangkat membentuk senyuman dengan jawabannya.


"Maafkan aku." Ujar Dariel.Andrea mengangguk.


"Sayang,anakmu ingin aku mengepang rambut." Andrea mengadu.Seolah benar benar mendapat bisikan gaib dari anak dalam kandungannya. Dariel mengangguk dan tersenyum.


Eh apa apaan ini... Dariel kesal begitu Andrea selesai dengan pekerjaan nya.Andrea meraih sebuah topi pantai dimeja rias yang didapatnya dilemari tadi.Andrea berdiri.


"Sayang,Ayo!" Ajaknya semangat.Dariel lemas.Andrea terlihat manis sekali dengan rambut kepang sampingnya. Tapi mau tidak mau Dariel menurut juga.


Baby, Ayah akan menghukum mu kalau lahir nanti, apa apaan ini kau membuat Ibumu semakin manis tauu!


"Aaaaaaaaaaa pantai!!!" Andrea berdecak girang begitu mereka sampai.Ia melangkah dengan antusias. Meninggal kan Dariel yang terlihat sedang berbicara ditelepon.Andrea melepas sandalnya Ingin merasakan langsung butiran pasir pantai yang dingin menggelitik.


"Rea pelan pelan saja jangan berlari!" Teriak Dariel manakala melihat Istrinya sudah sekian meter darinya.Dariel ikut melepas sandal dan berlari kecil menyusul.

__ADS_1


"Indah sekali..." Gumam Andrea. "Tuan, bolehkah kita berlama lama disini? Aku ingin melihat sunset dari sini!" Dariel mengangguk. Ia juga punya keinginan yang sama. Diraihnya jemari Andrea untuk Ia genggam.


"Tuh Bule incaranmu!" Menunjuk beberapa Pria amerika yang sedang berjemur. Andrea terpingkal. Lalu mendempetkan tubuhnya pada Dariel dan berbisik.


"Aku lebih suka Produk dalam negeri."


"Kau pikir aku barang elektronik?" Keduanya tertawa.


"Mau es kelapa?" Tanya Dariel.Andrea mengangguk cepat. Mereka melangkah menuju warung kecil dimana terdapat banyak buah kelapa muda yang dijual. Dariel memesan satu. Satu untuk berdua.Berbagi karna memang begitulah seharusnya suami istri menurut Dariel. Dengan cara itu Ia ingin menunjukkan pada orang orang Andrea miliknya.


"Kau terlihat jauh lebih muda dengan rambut dikepang begitu."


"Lalu? Apakah aku harus mencari pasangan yang seumuran disini?" Lagi lagi menggoda suaminya.


"Cih,mimpi saja kalau bisa.Aku tidak akan tinggal diam!"


"Lagipula perutku tidak bisa disembunyikan!"


"Aku bersyukur pada Tuhan tentang itu." Andrea tertawa kecil. Dalam hati Ia sedih juga, hanya beberapa bulan lagi saja waktunya menikmati kemesraan dan kebersamaan ini.Andrea melirik Dariel yang juga sedang menatapnya.Andrea tersenyum.


Suami tampan ku.. Semakin hari semakin berat rasanya melepas pandangan ku darimu. Aku tidak tau apakah aku bisa, apakah aku mampu, melihatmu dan anak kita pada masa nya nanti meninggalkan ku. Apakah aku bisa melupakan semua nya dengan mudah? Apa aku benar benar bisa merelakan kalian? Aku bahkan tidak berani mengatakan aku mencintaimu secara terang terangan, Aku takut mengatakannya kalau pada akhirnya aku tidak bisa memiliki cintaku. Kau begitu sempurna Tuan,kau sempurna dihatiku.


"Melamunkan aku?" Tanya Dariel.


"Eh,Percaya diri sekali?" Dariel tergelak.


"Rea?"

__ADS_1


"Ya?"


"Tidak ada. Hanya ingin memanggilmu saja."


__ADS_2