Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 85


__ADS_3

FLASHBACK ON!


"Kau sudah kembali?" Nyonya Lee menyambut Dariel yang baru melangkah memasuki mansion. Pria itu mengambil David kecil dalam gendongan Mamanya.


"Apakah anakku rewel,Ma?"


"Tidak sama sekali. Nak, Aletta sudah meninggalkan mansion, kau tidak ingin merubah keputusanmu?"


"Aku hanya berharap semoga Ale bisa menemukan kebahagiaannya diluar sana." Nyonya Lee diam tak berani membantah. "Aku akan menyusul Rea, aku sudah tau kalau istriku sedang diparis sekarang"


"Darimana kau mengetahuinya?"


"Aku menemui Livya.Aku titip David ya Ma? Aku janji setelah aku membawa Rea kembali kami tidak akan menyusahkan Mama lagi dalam mengurus David, aku dan Rea akan menjadi orangtua yang baik kedepannya."


"Mama tidak pernah merasa disusahkan, David adalah ketika kebahagiaan tersendiri untuk Mama." Nyonya Lee ikut duduk menyusul Dariel yang kini asyik bersenda gurau dengan anaknya. Bayi tampan penerus marga Lee.


"Dariel, boleh Mama tanya sesuatu?"


"Tentang apa?"


"Aletta." Dariel diam sesaat sebelum kembali menciumi anaknya dengan gemas membuat David kecil kegelian. Bibir mungil itu tertawa. Senang dengan perlakuan ayahnya. "Dulu kau sangat mencintai Aletta, Mama ingin mendengar langsung jawabanmu mengapa bisa secepat itu berpaling? Apa yang dilakukan Rea padamu?"


"Untuk apa Mama menanyakannya?"


"Hanya ingin tahu."


"Tapi aku tidak tau harus menjawab apa."


"Kapan kau mulai jatuh cinta padanya?"


"Tidak ingat. Mungkin saat kami tidur bersama, dia sangat cantik dan seksi malam itu, dia membuatku sangat bergairah, dan,"


"Sudah, sudah, hentikan, kau ini!" memukul pelan bahu Dariel.Dariel terkekeh sendiri.

__ADS_1


"Tidak tau apa yang dia lakukan, sampai aku selalu merindukannya setiap saat. Pokoknya aku akan menjemput Andrea,Ma."


"Dariel, apa kau sudah tau Andrea ternyata masih memiliki Ibu kandung. Mereka bertemu saat kau masih koma, Nak." Dariel mengangguk, Livya sudah menceritakan padanya tadi.


"Kenapa dengan Ibunya? Aku kan ingin bersama Rea bukan Ibunya."


"Bukan seperti itu sikap laki-laki sejati. Rea juga akan membencimu kalau kau tidak menghargai dan menghormati orang-orang yang dia sayangi."


"Keluarganya menjauhiku saat aku sakit, setelah semua yang kuberikan, aku merasa tidak perlu lagi terlalu baik pada mereka."


"Memangnya mereka menjauhimu itu karena siapa? Rea yang meminta keluarganya agar tidak mengganggu keluarga kita lagi, karna ia juga akan bercerai darimu, Dia melakukan semuanya karna peduli pada Aletta. Jadi, harusnya kau membenci Rea juga"


"Mama tau aku tidak akan membenci Rea untuk alasan apapun sekarang ini." Nyonya Lee tersenyum dengan jawaban Anaknya.


"Pergilah dan temui Ibu dan keluarga Rea lainnya sebelum kau menjemput Rea ke Paris, mintalah restu pada Ibunya untuk menjalin kembali tali rumah tangga dengan putrinya, Rea akan sangat bahagia kalau kau bisa bersikap gentleman sayang, jangan permalukan Mama dengan egomu itu, Mama mendukungmu." Dariel terdiam.Berpikir.


_


"Aku akan membawa Rea pulang." Ketiga orangtua itu saling pandang. Karna sampai beberapa saat tidak ada tanggapan, Dariel melanjutkan, "Kalian pasti sudah tau alasanku dan Rea menikah, aku masih mempunyai istri saat itu.Kemelut yang terjadi saat aku koma aku tidak tau pasti, tapi, aku ingin tetap mempertahankan pernikahanku dengan Rea. Aku minta maaf, kalau selama ini membohongi kalian, tapi cintaku pada Rea tulus, Aku menceraikan istri pertamaku dan memilih Rea, maka, dengan penuh harap, aku mohon restu kalian untuk hubungan kami.."


"Nak Dariel yakin dengan pilihan yang diambil ini?" Tanya Peto.


"Yakin." jawab Dariel mantap. "Restui aku lagi seperti kau merestui aku waktu itu Paman!" Peto nampak menghela nafas.


"Nak Dariel, kami memang sempat kecewa karena hubungan yang kalian bentuk didasari oleh apa, tapi, kebahagiaan anak-anak adalah kebahagiaan orangtua, aku tidak bisa menahan kalian jika kalian ingin bersatu." Dariel sedikit lega dengan jawaban Peto. Matanya beralih pada Ibu kandung Istrinya. Membuat wanita itu salah tingkah. Dariel bangkit dari duduknya dan tanpa diduga duga berjalan pasti mendekat pada mertuanya itu. Bersimpuh.


"Demi Rea, tolong restui kami, Bu. Aku sangat mencintainya. Aku janji akan membahagiakan putrimu, aku janji akan setia kepadanya.Jika aku mengingkari kata-kataku maka kau boleh mengambil Rea kembali dariku."


"Nak, tolong jangan seperti itu, bangunlah. Aku merestui kalian." Dariel tersenyum puas kali ini. Hatinya berbunga bunga, tak sabar ingin segera bertemu Andrea.


FLASHBACK OFF.


-

__ADS_1


"Bagaimana? Aku keren kan?" Andrea terkekeh dan mengangguk.


Kau selalu keren, tuan tampan!


"Meskipun kau narsis tapi aku berterimakasih untuk perlakuanmu padaku, maaf aku tidak mengurusmu saat kau sakit. Aku," Andrea tak sempat melanjutkan kata-katanya karena serangan dari Dariel. Beberapa detik Pria itu memagut lembut bibir menggoda milik Andrea.


"Lupakan yang telah terjadi kemarin.Oke? Aku tidak marah padamu asal kau berjanji tidak meninggalkanku lagi," sudut sudut bibir Andrea terangkat membentuk senyuman. Mengangguk setuju dengan permintaan suaminya. "Ah.. Bukankah aku terlihat seperti malaikat sekarang ini?" Dariel tergelak sendiri menyadari dia terlalu melankolis. "Apa hadiahku?" Andrea melotot.


"Kau melakukannya atas dasar kemauan sendiri kan? kenapa minta hadiah?" protes menyadari suami menyebalkannya mulai bertingkah.


"Kau istri yang tidak pengertian, huuuu!" memalingkan wajah dari Andrea. Andrea menghembuskan nafas berat merutuki diri sendiri kenapa Ia harus tidak tega melihat Dariel nampak tak bersemangat karna ditolaknya.


Tuhan, buang sifat tidak tegaan ini dari tubuhku!!


Perlahan Andrea mulai merapatkan tubuhnya menempel lagi pada Dariel yang melonggar barusan, kulit kembali bertemu kulit yang langsung mengirim sinyal aneh keseluruh penjuru syaraf. Andrea menarik dagu Dariel dengan gerakan eksotis membuat pria itu dengan sangat senang hati langsung menoleh, dalam hati meneriakkan kemenangan. Tidak banyak cakap Andrea mendekatkan wajahnya pada Dariel dan tertahan sepersekian centi, sangat dekat hingga hidung keduanya bersentuhan, Andrea menggesek-gesekkan dengan pelan, berhasil membuat Dariel berdecak karna tidak sabaran ingin meraup semua miliknya.


"Tuan tampan menyebalkan.." bisik Andrea. "Tidak semudah itu mendapat hadiah dariku!" Secepat kilat Andrea turun dari ranjang sambil berbalut selimut ia menjulurkan lidah mengejek karna Dariel sudah berhasil ia kelabui. Dariel menggeram tak terima.


"Istri nakal! kembali kau!!"


Terlambat. Andrea sudah menutup pintu kamar mandi rapat-rapat begitu Dariel siap menerkamnya. Terdengar tawa kepuasan Andrea dari dalam sana menggema dengan indah ditelinga hasil dari kerja kerasnya berhasil mengerjai Dariel Lee tadi. Ya ampun sangat menyenangkan!


Dariel mengacak rambutnya frustasi dan berjanji untuk mencabik cabik wanitanya itu setelah keluar dari sana nanti.


Rupanya Andrea lebih suka dihukum daripada memberikan hadiah kecil, begitu dendam Dariel pada istrinya itu. Mondar mandir ia didepan bilik yang pintunya tertutup rapat menunggu sambil melontarkan umpatan kecil ketika suara shower terdengar.


Sial! Hasratnya tinggi sekarang membayangkan betapa menggodanya Andrea dengan kulit secerah mentari pagi itu ketika terbasuh air didalam sana.


AKH!


........


AKU YANG NULIS AKU YANG GEREGETAN PARAH!! WKWK KEK DALAM HATI TUH TERIAK, KAK REAAA JANGAN KELUAR! 😂ADA YANG SAMA? 😂

__ADS_1


__ADS_2