
"Hentikan aku kalau bisa!"
Livya menjulurkan lidahnya kearah Ryuga yang sudah kesal karena Livya yang diam diam memfotonya yang sedang jelek tadi.
"Awas saja kalau dapat ya!" Ryuga berlari menyusul Livya yang sudah menjauh. Livya tertawa ketika Ryuga berhasil menangkap nya, menarik pinggang nya hingga tanpa sengaja mereka terjatuh bersamaan dan berguling diatas rumput hijau ditaman kampus itu. Dan berakhir dengan posisi Ryuga diatas.
Dalam jarak yang cukup dekat itu Livya merasakan debaran jantungnya yang tak karuan. Lembut nafas Ryuga terasa jelas membelai kulit wajahnya. Keduanya saling bertatapan.Ryuga dengan pikirannya, Livya dengan halusinasi nya.
Apa dia akan menciumku? Aaaa aku lupa pakai pelembab! ~Livya
Bibirmu kenapa semenggoda ini? Sial sekali! ~Ryuga
Ryuga tersadar kalau mereka sedang berada dilingkungan yang tidak seharusnya untuk bermesraan. Ia melepaskan Livya dan merebahkan diri disamping gadis itu.
"Berikan ponselmu!" Ucap Ryuga mengulur kan tangan. Livya menggeleng.
"Tidak mau, fotonya lucu! Aku akan menyimpan nya!"
"Lucu apanya! Itu jelek!"
"Tidak Ryu,kau sangat imut disini lihatlah!" Livya menunjukkan lagi foto yang tadi Ia ambil. Dimana Ryuga sedang tertidur tadi dipangkuannya saat mereka sedang duduk dikursi taman. Ryuga berdecak kesal.
"Cih,mengintip orang pacaran saja bisanya!" Dion tersentak kaget ketika tiba tiba Sheril sudah ada disamping nya ikut menyaksikan kemesraan Livya dan Ryuga dari lantai atas.
"Kau mengagetkan ku!" Ujar Dion. Sheril nampak acuh,Ia mengeluarkan sebuah amplop coklat dari tasnya dan memberikan nya pada Dion.
"Apa ini?"
"Buka saja!" Dion terdiam sesaat setelah membuka isi amplop yang ternyata adalah hasil nilai Sheril dari tugas yang dikerjakannya beberapa hari lalu.Wajah Dion berbinar mengetahui nilai yang didapat sangat bagus.Dion melirik Sheril,gadis itu sudah tersenyum begitu manisnya.
"Berhasil?" Tanya Dion antusias.Sheril mengangguk.
"Nilaiku tinggi berkat dirimu aaaa senangnya!" Tanpa sadar Sheril menghambur kepelukan Dion. Dion kaget tapi juga akhirnya gembira dan membalas pelukan Sheril.
"Eh, lepas! Beraninya memelukku!" Ujar Sheril setelah menyadari mereka berpelukan.
"Ehem,sekarang kau ingin apa sebagai bayaran?" Sheril terkenang dengan Dion yang pernah mengatakan kalau Ia membantu Sheril tidaklah gratis tapi juga tidak ingin dibayar dengan uang.
Dion tersenyum penuh arti.
"Hari ini kau harus menemaniku seharian,harus mau kuantar pulang! Itu bayarannya." Jawab Dion mantap.
"Apa?! Kau gila ya?! Aku tidak mau!"
"Kenapa tidak? Tenang lah,aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padamu!"
"Tidak!Aku tidak mau kalau ada yang melihat dan berpikir yang aneh aneh nanti!"
"Yasudah kalau tidak mau,aku laporkan saja pada Dosen kalau itu hasil pekerjaan ku!"
Sheril memandang Dion tajam.
"Cih, Beraninya kau mengelabuiku Pria rabun mesum!" Dion terkekeh.
"Jadi bagaimana?" Sheril mendengus.
"Ya baiklah!" Jawab Sheril masam.
"Mulai dari makan siang! Ayo!" Dion menggandeng jemari lentik Sheril. Sheril buru buru menghempaskan tangannya keudara.
"Jangan pegang pegang aku bisa jalan sendiri!"
__ADS_1
"Peraturannya kemanapun kita pergi aku harus menggandeng tanganmu! Mengerti?" Sheril menggeram.
"Kurang ajar..." gumam Sheril pelan.
"Ayo!" Dion mengulurkan tangan,Sheril memutar bola matanya jengah.Mau tak mau Ia menempelkan juga telapak tangan nya diatas telapak tangan Dion dengan kasar. Dion tertawa kecil. Keduanya pun menuju kantin.
Sampai disana keberadaan Sheril langsung menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak, Ia yang biasanya terlihat bersama Ryuga kini terang terangan menggandeng Pria lain.
"Aku pesan dulu, duduk lah yang manis disini,oke?" Sheril berdecak kesal tapi menurut juga duduk dikursi yang dipilih Dion. Sheril mengetuk ngetukkan jarinya diatas meja sambil menunggu.Tak lama dilihatnya Ryuga dan Livya menyusul kekantin dengan raut bahagia terpancar diwajah keduanya. Melihat Sheril, Livya melambai. Entah apa yang dikatakan Livya tapi Sheril melihat Ryuga mengangguk lalu mendatanginya.
"Cih,pamer...!" Ucap Sheril ketika dua sejoli itu sudah duduk dimeja yang sama dengannya.
"Cieee jomblo marah!"
"Menyebalkan!" Ryuga dan Livya tertawa berhasil meledek Sheril.
"Sayang,kau ingin makan apa?" Tanya Ryuga.
"Apa saja, terserah."
"Oke tunggu disini.Aku segera kembali." Livya mengangguk. Ryuga meninggal kan kedua gadis itu.
"Sheril kau sendirian?"
"Tidak,dia bersamaku." Sheril dan Livya sama sama menoleh ketika sebuah suara hadir ditengah tengah mereka.Nampak Dion sudah duduk disamping Sheril sambil membawa dua gelas minuman dan juga beberapa makanan.
"Wah wah.. sepertinya ada yang sedang PDKT nih!" Goda Livya, dan langsung disambut tatapan tajam Sheril.
"Tutup mulutmu Liv!"
"Kalian serasi tauuuu!"
"Livya jangan sampai botol kecap ini yang menyumpal mulutmu!" Sheril kesal. Tapi Livya hanya tertawa ringan.
"Ho'oh,Dia sedang pesan makanan! Dion, Kalian sudah jadian?"
"Hampir!" Ucap Dion sambil mengulum senyum. Sheril meninju bahu Pria itu.
"Hampir kepalamu!"
"Sheril kenapa kau malu malu begitu! Aku mendukung sekali kalau kalian bersama, Dion tampan dan kau sangat cantik!" Ujar Livya.
"Cih,mimpi saja!"
"Sudah ayo makan!" Perintah Dion.Sheril sama sekali tidak bernafsu.Ia hanya memainkan sendok dan mengubrak abrik makanannya sampai Ryuga kembali.
"Kau?" Ryuga menatap Dion tajam.
"Hey Ryu?" Sapa Dion ramah.
"Cih,tidak usah sok ramah padaku!"
"Ryu... jangan begitu..Bersikap hangat lah sedikit, Kau tidak tau Dion ini siapa?" Kata kata Livya membuat Ryuga diam berpikir.
"Siapa?" Tanya Ryuga. Livya berbisik. Mata Ryuga kini melirik Sheril yang nampak acuh.
"Sekarang anggaplah Dion temanmu.Oke?" Ryuga menatap Livya yang tersenyum manja. Membuat nya kalah dan terpaksa mengangguk.
"Livya, apa yang kau katakan pada Ryuga?" Dion penasaran juga.Livya mengulum senyum.Melirik Sheril yang masih fokus mengacaukan makanannya.
"Emmm... Rahasia!" Jawaban Livya mendapat lirikan mata dari Sheril.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Livya mendapat notif pesan.Ia segera membukanya begitu tau itu pesan dari Sheril.
Apa yang kau katakan pada Ryu?
Livya tersenyum. Membalas.
Rahasia!
Katakan!
Tidak!
Kau mau mati ya?
Ya baiklah kukatakan, aku bilang pada Ryu, Dion itu pacarmu dan kalian sedang bertengkar! Hehe!
"Apa?!" Suara keras Sheril membuat ketiga anak manusia didekatnya menoleh bersamaan.
"Kau baik baik saja?" Tanya Dion.
"Aaaaaa livya kau menyebalkan!!" Livya tertawa lepas melihat kekesalan Sheril. Tapi kemudian tawanya berangsur hilang ketika matanya menangkap satu sosok yang berdiri agak jauh dari mereka.Tersenyum dan melambai kearahnya.Livya terpaku. Tanpa sadar bibirnya berucap pelan.
"Eros..."
...................
Livya duduk dikursi taman itu seorang diri. Sudah hampir dua jam Ia menunggu tapi orang yang dinantikan tak kunjung datang,padahal ia tak lupa membawa Liero bersamanya.
Sejak melihat sosok Eros yang ia kira bayangan saat dikantin tadi siang membuat Livya merasa harus menemui Pria itu.
"Kemana sih dia? Apa tidur? Huff menyebalkan,katanya akan datang kalau aku membawa Liero, mana?? ternyata dia tidak benar benar sakti seperti dugaanku sebelumnya!" Gumam Livya kesal.
Livya berniat kembali kerumah.Ia bangkit dari duduknya dengan perasaan campur aduk.
"Sudah mau kembali? Maaf kalau aku terlambat!" Livya menghentikan langkahnya mendengar sebuah suara muncul dari arah belakang, cepat cepat Ia membalikkan badan. Seraut wajah tampan yang pucat nampak tersenyum.Tidak datar seperti biasanya.
Livya berusaha menahan gejolak hatinya yang membuncah melihat kemunculan Eros,Ia tutupi dengan pura pura kesal.
"Aku sudah jamuran disini tau!" Melipat tangan didada. Eros mendekati Livya.
Pakai setelan hitam lagi!
"Kenapa waktu itu kau meninggalkan ku begitu saja,hm? padahal aku ingin mengenalkan mu pada temanku..." Eros tersenyum saja.
"Nampaknya kau banyak senyum sekarang? Kenapa? Apa kau sedang jatuh cinta?" Livya nampak antusias. Eros tak menanggapi dan memilih duduk.
"Livya,Kau tidak perlu menemui ku lagi."
"Cih,kau datang kesini hanya untuk menyampaikan itu?" Livya merasa sakit diulu hatinya.
"Aku sudah memiliki kehidupan sendiri"
"Kehidupan seperti apa sampai membuat ku tidak boleh berteman denganmu?"
Apa kau sebenarnya sudah menikah??
"Nanti kau akan tau sendiri."
"Aku tidak mengerti omongan mu"
"Dunia kita berbeda."
__ADS_1
.................
Readers,,ada yang kangen sama bang Dariel Lee kagak?? 😊 Sabar yaaa,bang Dariel masih bersemedi buat menahan emosi cintanya yang menggebu wkwk