Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 77


__ADS_3

"Ibukota malam ini indah ya?" Wanita berambut pirang dengan kecantikan mutlak itu menatap langit yang penuh bintang, Damian mengikuti wanita itu mengarahkan pandangan keatas. Disebuah restoran bintang lima dengan fasilitas outdoor kedua sejoli itu duduk berhadapan. Mereka baru saja kembali dari acara pernikahan teman lama Damian dan memutuskan untuk singgah dan makan romantis berdua.


"Kita jadi kembali ke Amrik besok?" tanya Wanita itu setelah seorang pelayan selesai menaruh hidangan penutup. Mengingat mereka telah berdomisili di Negara Paman Sam itu setelah kejadian dua tahun lalu.


"Sepertinya kau saja yang pulang. Aku masih ada urusan disini."


"Oh ya? Apa aku boleh tau?" Damian mengangguk.


"Kau tau, aku bertemu Roy.." Wanita itu seketika menggantungkan sendok berisi dessert yang ingin ia cicipi, meletakkannya kembali seolah seleranya hilang mendengar nama Roy disebut. Ini yang ia takutkan sebelumnya jika mereka harus mendatangi negara ini lagi. Apa Roy membocorkan semuanya?


Damian menarik satu sudut bibirnya menangkap ekspresi kaget yang kini coba disembunyikan wanita yang saat ini bersamanya, Briana.


Lihat ekspresimu itu.. j**adi benar ya semua yang dikatakan Roy padaku?


"Oh ya? Bertemu dimana?" berusaha tetap tenang meski hatinya sudah ketar ketir melihat gelagat Damian yang serasa sedingin es. Damian tersenyum tipis.


"Kenapa kau pucat begitu aku menyebutkan nama Roy, hm?" Briana tertawa hambar.


"Kau ini bisa saja! Makanlah, setelah itu kita kembali kepenginapan, aku mengantuk."


"Kenapa kau melakukannya, Bri?" masih lembut bertanya.


"Melakukan apa Sayang? Aku tidak mengerti." Damian tertawa kecil.


"Iya, aku juga tidak mengerti dengan diriku sendiri. Bisa bisanya aku sebodoh ini percaya padamu. " Briana terhenyak begitu Damian menunjukkan tatapan menikam untuk nya.

__ADS_1


"Aku ketoilet sebentar!" berdiri, tapi belum sempat Briana melangkah Damian lebih dulu sigap menahan lengannya.


"Damian! Sakit!" Briana meringis tatkala dengan kasar Damian mencengkeram lengannya. Dari sorot mata Pria itu sudah jelas sekali ia marah.


"Aku tanya, kenapa kau melakukannya! Jangan coba menghindar dariku!" membentak membuat jantung Briana ingin copot rasanya.


"Melakukan apa, Dam?" memelas dengan mata sudah berkaca kaca.


"Hahah, masih bertanya juga kau!! Kau menjebak Rea!!" Damian mendorong tubuh Briana hingga terjatuh kembali dikursinya. Membiarkan wanita itu meringis menahan sakit. Emosinya sudah diubun ubun.Tidak lagi memperdulikan beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka.


"Kenapa kau melakukannya hah?!" menggeprak meja dengan emosi. "Kau tau aku dan Rea saling mencintai kenapa kau menjebaknya?!"


"Aku mencintaimu!" menjawab dengan nada tak kalah tinggi. "Aku mencintaimu makanya aku melakukannya! Aku tidak bisa melihat Rea yang bersamamu!" menangis. Damian mengusap wajahnya kasar mendengar jawaban Briana.


"Lalu kau tega melakukan itu pada sahabatmu sendiri Bri?! Picik sekali kau?!" Briana menangis saja tak kuasa menjawab. Cinta memang membuatnya lupa diri. Bahkan rela mengorbankan sahabatnya sendiri untuk mendapatkan cintanya. Ya, dulu ia dan Andrea bersahabat sejak SMA, kemudian Damian hadir ditengah-tengah mereka dan menimbulkan cinta segitiga.


"Tiduri saja Dia!" itu yang diucapkan Briana waktu itu. Setelah semua cara dilakukan Roy untuk mendekati Andrea tidak membuat wanita itu berpaling dari Damian, kini menjebak Andrea untuk tidur bersama.


Setelah waktu dan tempat diatur sedemikian rupa, terjadilah hal yang tidak diinginkan itu. Damian memergoki Roy dan Andrea yang sedang berada disatu ranjang yang sama. Roy sedang mencumbui wajah cantik Andrea yang sedang tertidur. Luar biasa emosi Damian melihat itu dan langsung melayangkan tinju kewajah Roy, Ketepatan Andrea sadar dari tidurnya saat itu, kaget sekali ia menyadari keadaan. Tubuh nya polos didalam selimut. Andrea cepat-cepat menggulung selimut menutupi tubuhnya.


"Kau mengecewakan ku Rea!" Damian marah.


"Dam, ini tidak seperti yang kau lihat! Aku tidak melakukan nya!"


"Jelas jelas kalian tidur bersama!" menepis kasar tangan Andrea yang menahan lengan Damian. Disamping mereka Briana melirik Roy dan tersenyum puas.

__ADS_1


"Aku dijebak Dam! aku tidak melakukan apapun! Aku mencintaimu, aku tidak mengkhianati mu...hiks hiks.."


"Aku salah menilaimu!! harusnya aku tidak memilihmu!"


"Dam, percaya padaku, aku tidak melakukan nya,aku tidak berkhianat, aku hanya akan melakukan itu denganmu jika menikah nanti,aku sudah mengatakan nya kan? tolong percaya padaku!!" menangis tersedu sedu bersimpuh dikaki Damian. Damian menyeka airmata kekecewaan yang mengalir dipipinya. Dengan berat hati ia mengambil keputusan saat itu juga.


"Kita sudahi saja semuanya sampai disini. Aku akan kembali ke Amrik dan menetap disana." Damian pergi meninggalkan Andrea yang menangis. Ia masih sempat mengejar Damian tapi sia sia. Tubuhnya lunglai ditanah. Damian sudah pergi.


Dan hari ini, Damian kembali meneteskan airmata.Dua tahun ia membiarkan Andrea menanggung luka sendiri. Tak henti henti ia merutuki kebodohannya sudah percaya pada Briana ketimbang kekasihnya sendiri. Masih terngiang ditelinganya kata-kata Roy.


Aku tidak sempat melakukan apapun padanya, dia berontak dan pingsan saat aku menamparnya keras waktu itu. Karna Briana sudah mengkonfirmasi bahwa kalian sudah hampir sampai aku hanya melepas pakaian nya saja, aku belum sempat menyentuhnya. Dia masih perawan waktu itu, Itu hanya kelicikan aku dan Briana. Dia sangat terobsesi denganmu. Aku tau ini sudah terlambat tapi aku tidak mau punya beban lagi dalam hidupku karena masih menyembunyikan ini darimu. Andrea wanita yang baik, kami sempat bertemu waktu itu disebuah apartement, aku khilaf mencekiknya saat kami terlibat percakapan, aku emosi, dan inilah akibat untukku, suami Andrea menghubungiku dan mengatakan kalau Ia yang menyuruh orang untuk mencelakaiku hingga aku harus kehilangan tanganku..Dia juga mengancam akan membunuhku kalau berani menampakkan diri lagi didepan Andrea.. Mungkin dia seseorang yang berkuasa, ntahlah, semua itu sudah tak penting bagiku, Aku sungguh minta maaf Damian.. Sungguh aku ingin berubah menjadi lebih baik, mohon kau memaafkan aku..


"Dam, maafkan aku Dam.." Briana memohon. Memeluk lengan Damian. "Aku sangat mencintaimu..Maafkan kalau caraku salah, aku tidak rela jika Rea yang kau pilih.."


"Pernikahan kita batalkan saja!" Briana makin menangis. Menggeleng cepat.


"Jangan kau lakukan itu! Aku akan melakukan apapun tapi tolong jangan batalkan pernikahan kita! Aku mencintaimu.."


"Dengar ya," mengapit kedua bahu Briana. "Jika bukan karena kau menjebak Rea tidur dengan si brengsek Roy aku tidak akan pernah membuka hatiku untukmu apalagi sampai bertunangan!" Damian mencopot cincin perak dijari nya. "Mulai saat ini kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi!"


"Dam, please maafkan aku.. Jangan tinggalkan aku. " Kali ini gantian Briana berlutut dikaki Pria itu.


"Aku akan mencari Andrea, kutemukan atau tidak aku tidak akan kembali padamu."


Damian kaget begitu sebuah sentuhan lembut mendarat dibahunya.

__ADS_1


"Kau melamun? makanlah cepat nanti keburu dingin!" Andrea menunjuk menu yang dipesan Damian tadi. Mereka sudah berpindah tempat sekarang, Andrea menerima ajakan Damian untuk makan malam bersama disebuah restoran. Membuat Damian sempat terbayang pertemuan terakhirnya dengan Briana beberapa waktu silam.


Damian tersenyum menatap Andrea disampingnya nampak menikmati makan. Meskipun Andrea belum mau menceritakan semua tentangnya selama ini tapi Sepertinya masih ada ruang yang bisa ia masuki.


__ADS_2