
"Sayang,ceker pedasmu!" Teriak Dariel melihat Andrea langsung nyelonong masuk kekamar begitu mereka sampai di apartemen. Andrea tak menyahut.Dariel tau wanita itu sedang marah.Dariel ingin menyusul tapi sebuah panggilan dari Jonathan menghentikan nya.
Bisakah kau kekantor sekarang? Ada beberapa berkas yang harus ditanda tangani, Sorry tapi aku tidak bisa menunggu lama.
"Cih,berani sekali mengaturku!" Ujar Dariel kesal begitu sahabatnya itu memutuskan panggilan. Tangan Dariel meraih handle pintu tapi rupanya benda itu terkunci dari dalam.
"Rea!" Mengetuk pintu. "Buka pintunya, kenapa kau marah sekali?Aku minta maaf." Tidak ada Jawaban. "Rea!!" Berubah menjadi menggedor gedor. "Buka atau kudobrak!!" Suaranya mulai meninggi.
Klek,
Andrea membuka pintu namun malah keluar melewati Dariel yang berdiri didepannya. Melangkah menuju kulkas dan meraih sebotol air dari sana.Dariel mengikuti langkah Andrea tapi begitu Ia sampai dibelakang wanita itu Andrea kembali menghindar,berjalan menuju kamar lagi.Bola mata Dariel sudah berapi rasanya diperlakukan begitu.
"Rea,aku harus kekantor ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan.Aku tinggal ya?" Ucap Dariel begitu menyusul Andrea kekamar.Andrea acuh saja sambil menyisir rambutnya.Dariel menghela nafas kasar, jelas sekali Ia sedang kesal juga. Dariel yang tadinya berdiri diambang pintu kini mulai melangkah masuk,dengan satu kaki nya Ia mendepak pintu kamar hingga tertutup sempurna dan menimbulkan suara keras. Membuat Andrea sedikit kaget dan menoleh kearah Dariel lewat cermin besar didepannya.
Dilihatnya Dariel membuka satu persatu kancing dan melepas bajunya.Selanjutnya ia juga melonggarkan ikat pinggang,melangkah pasti kearah Andrea. Seketika itupun, Andrea terdiam menelan salivanya.
"Apa yang kau lihat?" Goda Dariel. Andrea cepat cepat mengalihkan lagi pandangannya. Diletakkan nya sisir ditangannya tadi lalu bangkit ingin keluar dari kamar. Tapi apa yang bisa diharapkan nya kalau Dariel sudah seperti ini.Pria itu menangkap tangan Andrea.
"Mau kabur dariku,hm?Kau pikir bisa?" Andrea melepaskan tangannya dari Dariel.
"Pergilah.Jangan ganggu aku."
"Kau sudah mengomel sepanjang jalan tadi, kenapa masih marah juga sekarang?" Andrea acuh.Lagipula bagaimana ceritanya Ia tidak marah, Dariel mengakui kalau Ia yang menyuruh orang orangnya untuk membuat Roy mengalami kecelakaan hingga Dokter harus mengamputasi satu tangannya.
Itu hukuman karna dia berani mencekikmu!
Begitu kata Dariel.Sungguh mengerikan. Andrea sampai pening memikirkan nya. Dalam diam Andrea mengutuk CCTV yang terpasang disetiap sudut bangunan apartemen,dimana Dariel dapat mengetahui semuanya.
"Kumohon jangan seperti ini Rea.. Maafkan aku, please..." Memasang wajah imut berharap Andrea tergoda.
"Jangan pikirkan aku,pergilah.Kau sudah ditunggu kan?"
"Kau selalu tidak ingin jika aku pergi dalam keadaan marah,bukan?maka mulai sekarang aku juga tidak akan pergi jika kau sedang marah.Teman,hm?" Dariel mengerling sambil menyodorkan kelingking nya.Andrea menghela nafas kesal.
"Kau benar benar tidak ada rasa penyesalan sedikit pun ya dengan yang kau lakukan? Bisa bisanya kau bercanda!"
"Rea," Dariel ingin menyentuh bahu istrinya tapi Andrea cepat bergerak mundur..
"Bahkan aku sekarang merasa takut denganmu,kau mengerikan! Dosa apa aku menikah dengan Pria sepertimu!"
"Hey!!" Andrea terperanjat begitu Dariel membentaknya. "Darimana kau dapat keberanian menghinaku seperti itu hah?! Segitunya kau membela ******** itu sampai melupakan batas batasmu!! Aku bisa melakukan yang lebih dari itu kalau aku mau asal kau tau saja! Akh!!" Dariel menendang ranjang.Andrea sudah menunduk ketakutan,lama lama menangis.
"Berhenti menangis!" Andrea tak menurut malah makin terisak. Dariel memijit pelipis nya sebentar lalu Diraihnya kemeja yang tadi Ia lepas,tadinya Dariel berencana menggoda Andrea tapi malah berakhir seperti ini.Andrea berjalan pelan ingin keluar dari kamar.Tidak mengindahkan suara Dariel yang menyuruhnya tetap ditempat.
__ADS_1
"Nyonya mau kemana?" Tanya Lila,heran karena Andrea melangkah menuju pintu keluar.Dan Ia benar benar keluar sekarang. Dariel dengan setengah berlari menyusul Istrinya.
"Rea,jangan gila! mau kemana kau?" Dariel menarik tangan Andrea.
"Lepaskan!" Andrea meronta.
"Tidak!"
"Sakit!" Ucap Andrea jujur merasakan perih pada pergelangan tangannya.Dariel melonggarkan cengkeraman nya.
"Ayo,kembali kekamarmu." Ajak Dariel.
"Aku tidak mau tinggal denganmu.Kau jahat!"
"Tolonglah Rea,jangan seperti ini.Maafkan aku,ya?" Andrea menggeleng.
"Kau selalu minta maaf tapi selalu mengulanginya! Aku membencimu! Aku mau pergi saja,aku tidak mau tinggal dengan Pria tidak waras sepertimu! Akh!!" Andrea meringis begitu selesai bicara Ia mendapat tendangan super dari anak dalam perutnya.
"Sayang,kenapa,hm?" Tanya Dariel khawatir.
Andrea menunjuk perutnya.
"Dia menendangku!"
"Masih sakit?" Andrea menggeleng. Dariel berdiri lagi.
"Jangan marah lagi,kau bisa stress dan itu berpengaruh pada baby,sayang..Yasudah begini saja,maki saja aku sepuasmu! Tapi tolong setelah itu jangan marah lagi padaku."
"Tadi kau membentak ku saat aku memakimu! sekarang kau menyuruh ku melakukannya!" Satu sudut bibir Dariel tertarik mendengar itu. Wajah cemberut Andrea yang seperti anak kecil begitu menggemaskan dimatanya. Dikecupnya sekilas bibir Andrea.
"Maafkan aku...Aku marah sekali waktu tau Dia menyakitimu waktu itu,Kau istriku tidak mungkin aku membiarkan Dia hidup tenang setelah menyakiti mu.Siapapun tidak akan selamat begitu saja kalau berurusan dengan orang orang yang ku cintai. Maafkan aku, mungkin jalan pikiran kita berbeda tapi percayalah, aku melakukan nya semata mata karena ingin melindungimu.Aku mencintaimu.." Memeluk.
"Kau tidak mencintaiku! Kalau kau mencintai ku kau tidak akan kasar padaku! Kau suami jahat!!" Dariel mengangguk.
"Kau benar,aku suami jahat.Terimakasih sudah mau menjadi istri yang baik untukku."
"Berjanjilah kau tidak akan melakukan hal semacam itu lagi Tuan,Aku tidak akan memaafkan mu jika kau mengulangi nya! Jangan membuat masalah,kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya! Bagaimana kalau mereka dendam dan berbalik mencelakaimu?" Dariel mengangguk.
Mereka akan berpikir seribu kali kalau berani mencelakai aku,Rea.. Tapi aku bahagia kau begitu peduli padaku,aku tau kau mencintaiku juga, meskipun aku belum mendengar langsung darimu.
"Aku berjanji padamu,Kau juga janji Jangan tinggalkan aku.Kau menakutiku tadi."
"Aku akan meninggalkan mu!" Andrea menjerit kecil manakala dirasakannya Dariel menggigit daun telinganya.
__ADS_1
"Masih mau meninggalkan ku?" Andrea mengangguk pasti.
"Aku akan tetap meninggalkan mu dan mencari suami baru kalau kau tetap berulah!" Dariel tergelak.
"Tidak boleh,Tidak akan kubiarkan! Kau hanya milikku."
"Lepaskan aku,pergilah sana!" Dariel menggeleng.
"Tidak mau."
"Aku sudah tidak marah."
"Aku tau."
"Lalu apa yang kau tunggu?" Dariel meraih satu jari Andrea dan meletakkan nya dibibirnya.Andrea tertawa kecil.Memukul pelan dada suaminya.
"Kita sedang diluar,bagaimana kalau ada yang melihat! Kau tidak malu?"
"Jadi kau akan memberikan nya dimana?"
"Aku tidak mau memberikannya!"
"Jadi aku yang harus mengambilnya sendiri,begitu?" Andrea mendorong tubuh Dariel hingga pelukan mereka terlepas.
"Ambil saja kalau bisa!" Menjulurkan lidah kearah suaminya.Lalu masuk lagi ke apartement. Dariel tersenyum penuh arti menatap tubuh Andrea hilang dibalik pintu.
Kau sempurna Rea. Kau sempurna dihatiku.
"Eh,kau tidak jadi kekantor?" Tanya Andrea begitu sadar Dariel memeluknya dari belakang saat keduanya sudah berada dikamar. "Lepas dulu aku gerah ingin ganti baju!"
"Baiklah tapi ganti didepanku!"
"Tidak!"
"Kenapa? Masih malu?Aku bahkan melihat tubuh telanjang mu setiap hari!" Andrea terkekeh.
"Kau ini sudah menyebalkan, mesum pula! Apa akan sama jika bukan aku yang jadi Istri keduamu,hm?" Dariel menciumi pipi Andrea tanpa menjawab.
"Sayang..." Merengek ketika tangan Dariel menjelajah.
"Bukankah kau bilang ingin ganti baju?Biar aku bantu membukanya!"
................
__ADS_1
Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan bathin yoo readers sak kabehane šš Sobat ambyarr mana suaranya?? Sekadar berbagi kesedihan guys menjelang hari yang fitri saya diputusin guys wkwkšš Oiyaa, Untuk beberapa hari kedepan IMMT Kagak tayang yeee,episode berikutnya kita kasih bocoran dikit nih yaitu tentang Dariel dan Andrea yang diketahui Aletta, uwowww seperti apa kelanjutannya? Apa kah sesuai dengan bayangan readers semua? Pendukung Livya dan Sheril juga nanti kebagian partnya juga kok nanti kita selipin ya š Makasih perhatiannya ā¤