Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 49


__ADS_3

Rintik hujan semakin malam semakin deras. Menyiratkan aura sejuk yang menggelitik. Daun daunan basah,jalanan tak karuan,Para pengendara roda dua sibuk mencari tempat berteduh,saling berlomba dalam permainan lampu lalu lintas.


Dariel keluar dari supermarket yang letaknya agak jauh dari Apartemen Andrea dengan menenteng dua kantong plastik besar berisi apel dan anggur,Dariel memborong semuanya.Sempat membuat geger tempat perbelanjaan yang terheran heran sekaligus takjub dengan kedatangan nya.


Dariel tersenyum miring menyadari tatapan para pekerja supermarket juga beberapa pengunjung mengarah ke dirinya tadi begitu Ia muncul dipintu.


Penjaga kasir malah sempat mengajukan pertanyaan saking penasaran nya karna Dariel tidak mau mengalah dengan seorang Ibu muda yang juga menginginkan anggur untuk anak perempuan nya.


"Ini milikku! Apa apaan kau ini!"


"Sisakan sedikit untuk anakku,Tuan! Ini sudah malam kami tidak mungkin mencari nya ke supermarket lain dengan berjalan kaki hujan hujan begini! Kasihan anakku!"


"Anak dan Istriku juga membutuhkan nya! Jangan ganggu aku!" Dariel kesal.Tapi anehnya apapun ekspresi yang ditunjukkan nya tetap saja membuat para wanita berdecak kagum.


"Tuan,kita sama sama punya anak,aku hanya terlambat beberapa menit darimu,tolong sisakan sedikit untuk anakku." Dariel menoleh kesamping wanita yang mengajaknya bicara, seorang anak perempuan berusia sekitar lima tahun nampak menatap kesal Dariel.


"Apa?Kau mau marah padaku?" Tanya Dariel melotot kearah bocah cilik berpipi cubby itu. "Lihat pipimu itu,kau terlalu banyak makan tau?"


"Dasar paman jahat! Kalau aku dewasa aku tidak akan mau dengan laki laki seperti paman!" Dariel terpelongo mendengar anak perempuan itu menyahuti nya dengan begitu bijaknya.


"Kenapa istrimu mau denganmu?Kau kasar sekali! Kau tampan tapi sangat menyebalkan!" Dariel menaikkan alisnya. Matanya melirik sekeliling,orang orang pada memperhatikan mereka.Dariel mendengus kesal.


"Aku akan telfon istriku dulu.Kau akan menyesal telah mengatai aku seperti itu bocah gendut! Dia itu sangat mencintai aku! Kalau dia mengatai aku jahat kau boleh mendapatkan anggurnya, tapi mimpi saja!" Dariel mencari kontak atas nama Andrea. Ia sudah sangat percaya diri dengan kata-kata nya.


Ya sayang?


"Rea,katakan padaku,apa aku jahat?"


Kenapa kau tiba tiba bertanya seperti itu? Apa kau sudah dapat buahnya?


"Katakan dulu!" Dariel sengaja menloudspeaker pembicaraan nya dengan Andrea. Dasar Tuan Miliarder Tampan gila!


Hu'um. Kau jahat.


Wanita dan anaknya langsung terkekeh begitu mendengar jawaban Andrea. Membuat Dariel berang.


Sayang suara siapa itu? Jangan mengobrol terlalu lama anak mu menunggu.


"Rea bicara yang serius!"


Apa sih? ada apa sebenarnya?


"Katakan aku tidak jahat dan katakan kau sayang padaku!" Terdengar tawa Andrea diujung sana.

__ADS_1


H**entikan ! dan cepatlah kembali suami tampanku yang jahat... Ummuah!


"Akan kuhabisi kau saat aku kembali nanti!"


Tut. Dariel mengakhiri panggilan.Tatapannya tajam kearah anak kecil itu.


"Ambil ini!" Katanya sambil menyerahkan serenteng buah anggur. "Gratis!! Pergi lah cepat dari hadapan ku!"


"Wuaa,Ibu,lihat!" Anak perempuan itu menunjukkan buah anggur ditangan nya kearah wanita yang ia panggil Ibu. Wanita itu tersenyum.


"Terimakasih Tuan.Kau baik sekali.Maafkan anakku ya?" Dariel tak menjawab, beralih membawa belanjaannya kekasir.


Penjaga kasir tak kaget ketika Dariel mengeluarkan Black card dari dompetnya ketika belanjaan sudah dinominalkan. Dari wajah Pria itu saja kelihatan kalau Dariel bukan orang sembarangan.


"Tuan,apakah istrimu cantik sekali? Tuan pasti sangat mencintai nya ya?Kalian sepertinya pasangan yang romantis,Tuan juga nampak bekerja keras sekali untuk mendapat kan semua ini" Tanya penjaga kasir. Dariel menatapnya tajam.


"Apa kau dibayar untuk mengorek informasi kehidupan pelanggan?" Balas Dariel sarkas membuat siapapun yang mendengar langsung menunduk kalah.


Dariel sudah berada didalam mobilnya menuju kediaman Andrea.Baru setengah jalan,ponselnya berdering. Kontak nama My Wife yang tidak lain adalah Aletta tertera dilayar.


"Ya sayang?"


Sayang,jemput aku!


Dariel menautkan alisnya.Diliriknya jam ditangan yang kini menunjukkan pukul 9 lebih 15 menit.


Aku bosan! ingin pulang saja! Kau dimana?


"Aku sudah dijalan,tunggulah sebentar."


Okee.. hati hati.


Dariel menghela nafas.Semangat yang tadi dibekali Andrea dari apartemen sudah lenyap entah kemana.Lesu karna tidak bisa lebih lama menghabiskan waktu.Ia harus segera mengantarkan semua pesanan Istri mudanya dan kembali pada Istri tuanya lagi.Dariel mempercepat laju mobilnya.


Andrea nampak bertepuk tangan gembira melihat Dariel kembali dengan membawa dua jenis buah yang dinantikan nya. Tapi wajah masam Dariel membuatnya mengerutkan dahi. Setelah menyuruh Lila menyiapkan barang bawaan Dariel,Andrea menyusul suaminya duduk diruang tamu.


"Sayang?Ada apa?Apa aku berbuat kesalahan?" Mengapit mesra lengan Dariel dan meletakkan dagunya dipundak Pria itu.


Dariel melirik kearah Andrea yang memasang ekspresi manja padanya.


Kau imut begini mana aku tega memarahi mu!


"Aku tidak apa apa.Aku hanya lelah... " Menggeliat kekanan dan kekiri merenggangkan otot otot tubuhnya.

__ADS_1


"Bibirku sampai bengkak karena memberimu semangat tadi,tapi kenapa kau malah cepat lelah begini?" Pikiran Andrea melayang mengingat permintaan Dariel yang ingin Ia memberi nya semangat dengan cara memberi servis lebih tadi pada bagian tubuh atasnya. Huffff Jika ada penghargaan kategori pasangan paling mesum mungkin mereka akan masuk nominasi.


"Aku pijit ya? Mau?" Dariel tersenyum hangat.Tangannya terulur mengusap lembut pipi Andrea.


"Aku baik baik saja Sayang, Aku sayang padamu,apapun yang kulakukan karena aku sayang padamu.Oiya,Jangan menganggapku jahat lagi,kau mengerti?" Andrea mengulum senyum.


"Aku hanya bercanda mengatakan itu tadi..." Ujar Andrea jujur.Dariel mengecup sekilas bibirnya.


"Aku harus segera kembali.Aletta menunggu ku,makanlah sebanyak yang kau mau. Jangan begadang! Besok aku akan kesini lagi,oke?" Andrea diam sesaat tak menjawab langsung perkataan Dariel.


Nyonya muda menunggu? Aish, betapa keterlaluan nya aku menyita waktu Tuan Dariel sampai melupakan ada yang lebih berhak atas dirinya...


"Sayang,kurasa kita jangan terlalu sering bertemu,Kasihan Nyonya muda Dia membutuhkan mu.Aku tidak apa apa. Sungguh." Dariel melepaskan tangannya dari pipi Andrea. Andrea sadar Dariel tersinggung.


Dariel bangkit dari duduknya.Berniat keluar dari ruangan itu.Tapi Andrea dengan gerakan cepat memeluk tubuh Dariel dari belakang sebelum Pria itu benar benar keluar.


"Jangan pergi dalam keadaan marah,Tuan... Maafkan aku jika salah bicara."


Dariel membuang nafas kasar.


"Aku hanya tidak ingin jadi wanita yang egois, Aku takut saja kalau Nyonya akan marah padamu karna kau kurang memperhatikan nya.Aku akan merasa sangat berdosa kalau kalian sampai bertengkar karena aku."


"Aku harus pergi." Andrea menggigit bibirnya, menyesal telah banyak bicara kalau pada akhirnya respon Dariel seperti ini.


Dariel melepaskan tangan Andrea yang melingkar diperutnya.Membalikkan tubuhnya menghadap Andrea.


"Aku akan menuruti kemauanmu." Nada bicara Dariel sudah sedingin es. Andrea menunduk tak berani bersitatap lagi dengan mata indah yang kini mencekam itu.


"Maaf." Ucap Andrea pelan.


Dariel tertawa kecil. Ada luka disana. Bisa bisanya Ia merasa sangat tersinggung hanya karena Andrea meminta nya untuk tidak menemuinya.


"Tuan,tolong jangan seperti ini..."


"Lalu aku harus bagaimana?!!" Dariel meninju dinding dengan tangan kosong.Andrea kaget setengah mati melihat nya.


"Dengar Rea! Mau aku menemui mu atau tidak itu urusanku!! Jangan mengaturku!!! Kau tidak berhak untuk membatasi ruang gerakku apa kau mengerti?! Akh!" Dariel menendang kan kaki diudara. Andrea sudah menangis sambil memilin jemarinya. Beberapa saat mereka tak saling bicara.


"Sorry!" Ujar Dariel ketika merasa lebih tenang.Andrea membalikkan tubuhnya dan berlari menuju kamar.Dariel mengusap wajahnya kasar menyadari emosi nya yang meluap luap tadi.Sementara Lila yang sudah selesai dengan buah ditangan nya hanya bisa terpaku dengan kejadian tiba tiba didepannya.Perasaan tadi tidak ada masalah apapun.Tapi apa ini?


Dariel ingin menyusul Andrea kekamar tapi suara ponsel menghentikan langkahnya.


"Hallo?"

__ADS_1


Sayang, kau nyasar kemana? Aku sudah kedinginan diluar sini menunggu mu..


Dariel memijit pelipisnya pelan. Bingung harus mendahulukan siapa.


__ADS_2