Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 22


__ADS_3

Dariel menatap Andrea yang sudah terlelap disampingnya.Begitu tenang, wajah yang cantik alami tanpa hiasan make up yang membuat Dariel betah berlama lama memandang nya.Rambut rambut halus yang sedikit menutupi wajah Andrea Ia letakkan kesamping telinga.Dariel menempelkan kening nya dikening Andrea,membuat puncak hidung mereka ikut bersentuhan. Dariel mengecup sekilas bibir lembab kemerahan yang terkatup itu.Sekali lagi.Lagi.Lanjutttt


Andrea menggeliat meski tidak sadar dengan apa yang dilakukan Dariel tadi, kemudian berganti posisi memunggungi suaminya. Menampakkan punggung mulus yang menggoda itu.


"Tidur saja masih menggodaku!" Bisik Dariel lalu mengelus pelan kulit yang tak tertutup selimut itu.


"Kenapa kau membuat ku gila Rea..." Mendaratkan satu ciuman hangat diubun ubun Andrea.Tangannya sudah melingkar dipinggang Istrinya,memeluk erat.


Andrea terbangun merasa ingin buang air kecil.Diliriknya jam dinding dikamar itu, pukul dua dinihari.Ia menoleh kebelakang dan mendapati Dariel sudah tertidur memeluknya. Ia turun dari ranjang dan masuk kekamar mandi.Tubuh yang tadinya polos kini Ia tutupi dengan handuk saat keluar dari kamar mandi. Andrea merasa kantuknya hilang.Ia bergerak menuju jendela,menatap air hujan yang jatuh. Semakin lama semakin deras.


Andrea memeluk tubuhnya sendiri merasakan dingin yang mulai menusuk tulang. Diliriknya Dariel yang masih terlelap.Sudut sudut bibir Andrea terangkat membentuk senyuman merasakan pegal pada tubuhnya sudah tidak terasa lagi hanya dengan menatap wajah tampan yang tertidur itu.


Malam itu apa dia setidaksabar tadi ya makanya bajuku robek?Dasar tuan tidak sabaran!


Andrea mengerucutkan bibirnya tapi kemudian terkekeh.


~


"Jangan memasak, buka saja pakaianmu!"


Andrea tergelak. "Astaga,Pria mesum! Tahan dulu kita sedang tidak diapartemen!"


"Tidak mau! Aku ingin segera membuatnya ada didalam sini" Mencium lagi perut Andrea.


"Besok saja ya?" Tidak ada jawaban.


"Yasudah,biarkan aku keluar sebentar,aku haus!"


Dariel melepaskan Andrea.Andrea keluar dari kamar,tapi sampai lima belas menit menunggu Dariel tak kunjung melihat Andrea muncul. Matanya sudah menatap tajam kearah pintu.Kesal.Dariel melepaskannya sweater yang tadi melekat ditubuhnya. Menampakkan perut roti sobek miliknya. Ia berniat keluar dan menyeret Andrea kekamar, tidak peduli dengan pemikiran orang orang dirumah itu, tapi baru saja tangannya ingin meraih handle pintu, Andrea sudah lebih dulu membuka pintu dari luar. Senyum sehangat mentari menghiasi bibirnya begitu dilihatnya Dariel sudah berada didepan pintu.


"Hey,kukira kau sudah tidur,maaf ya lama!" Andrea menunjukkan nampan berisi nasi goreng dan segelas air putih yang dibawanya. "Saat didapur tadi aku merasa sangat ingin makan nasi goreng,jadi aku membuatnya dulu"


Melihat nasi goreng yang beraroma harum itu kekesalan dihati Dariel sirna seketika. Ia mengikuti Andrea duduk dipinggir ranjang.


"Kau mau?" Dariel mengangguk.Andrea menyuapi Dariel dengan telaten hingga sepiring nasi goreng itu habis tak bersisa.


"Buatkan aku satu porsi lagi!" Mata Andrea membulat mendengar permintaan Suaminya.


"Katanya tadi tidak mau saat aku menawari mu! Sekarang menyuruhku memasak lagi!"


"Aku kan tidak tau kau ingin masak nasi goreng, dan ini sangat enak! Ayolah Sayang" Tanpa Sadar Dariel mengucapkan kata Sayang pada Andrea.Andrea akhirnya menurut.Membuat satu porsi lagi.


Lima belas menit Andrea masuk lagi kekamar.


Dariel menyambut nasi gorengnya dengan antusias. Andrea membiarkan Dariel menghabiskan sendiri nasi goreng buatannya, sementara Ia memilih untuk merebahkan diri lebih dulu.Memunggungi Dariel.


"Rea?"


"Aku sudah tidur!"


"Bagaimana orang tidur bisa berbicara?"


"Diamlah dan habiskan makananmu!"


"Sudah habis!"


"Tidurlah!"


"Tapi kau belum buka bajumu!"


"Aku sangat mengantuk,Tuan."


"Segitunya kau tidak ingin melayaniku? Membuat nasi goreng hanya alasanmu kan?"


Deg! Bagaimana dia bisa tau???

__ADS_1


"Kenapa diam? kaget aku bisa membaca pikiran picikmu itu?"


"Jadi kau hanya mengerjai ku menyuruhku membuat nasi goreng lagi?!" Bangkit dan menatap tajam Dariel. Dariel menyeringai.


"Kenapa? Mau marah? Berani padaku?"


Andrea menggeram kesal.


"Ayo cepat buka bajumu!"


"Tidak!" Menyilangkan tangan menutupi dada.


"Tidak?" Mendekati Andrea.


"Aku sedang marah sekarang,jangan mendekat!" Dariel tergelak.


"Buktikan padaku kau marah seperti apa!"


"Dasar jahat!"


"Kau bilang apa? jahat?! Biar kutunjukkan jahatku seperti apa !!"


Dariel hampir menarik baju Andrea tapi wanita itu cepat menahannya.


"Iya iya, aku buka! jangan merobek nya!"


"Cepat sebelum kesabaran ku benar benar habis!"


Andrea ragu ragu membuka bajunya.


"Kenapa?tidak mau?"


"Kalau suara kita didengar oleh yang lain bagaimana?" Pertanyaan polos itu mengundang gelak tawa Dariel.


"Dasar bodoh! Tidak akan kedengaran!"


"Aish, kau membuat kesabaran ku habis!"


Dariel merobek paksa baju yang dipakai Andrea, menampakkan bra hitam yang dikenakan Istrinya itu.


"Aaaaaa!" Dariel malah tertawa melihat keterkejutan yang ditunjukkan Andrea. Merobek lagi sampai baju itu terlepas. Menindih tubuh ramping itu.


"Kenapa kau menyebalkan sekali sih?!"


"Besok aku ganti dengan yang baru!"


~


Andrea naik lagi keranjang,duduk disamping tubuh Dariel.Mengusap lembut rambut berantakan suaminya.


"Tidurlah yang nyenyak tuan tidak sabaran!" Berbisik pelan. "Apa kau tidak bisa menahannya sehari saja, hm?" Memandang lekat wajah tampan Dariel. "Suamiku kau benar benar tampan ya,eh tidak tidak,bagaimana kalau aku memanggil mu Sayang? Sayang, kau tampan juga kalau tidur begini ya,hehe,melihatmu begitu menginginkan kehadirannya rasanya aku juga tidak sabar,Kira kira dia akan mirip siapa ya?" Andrea tertawa kecil. "maafkan aku ya belum bisa memberikan nya dengan cepat.." Mengecup lembut kening suaminya.


Kemudian menarik selimut sampai menutupi tubuh mereka. Dan berusaha menutup mata lagi.


Dariel yang sedari tadi pura pura tidur nampak menyunggingkan senyum.


"Aish, kenapa aku jadi tidak bisa tidur begini sih?" Andrea berdecak kesal setelah lama memejamkan mata dan berganti posisi tidak membawanya ke alam mimpi.Ia duduk kembali.Menoleh kearah Dariel.


"Suamiku..Aku tidak bisa tidur.." Merengek. Mencubit pelan pipi Dariel, mengulang nya sampai beberapa kali, berniat mengganggu tidur suaminya.Tapi Dariel tak kunjung membuka mata. Andrea turun lagi dari ranjang,membuka jendela.Menutup mata. membiarkan tetes air hujan menyentuh wajah cantiknya.Hal yang sering Ia lakukan jika sedang hujan.Mengingatkannya tentang sebuah kenangan masalalu.


Dimana kau berada sekarang? Apa kabarmu? Apa kau masih sering melakukan ini? kau pasti sudah melupakanku kan, pasti hidupmu sudah sangat bahagia sekarang bersamanya, atau mungkin kalian sudah menikah dan memiliki anak? Aish, kenapa aku jadi memikirkan nya lagi?


"Rea!" Andrea menoleh ketika telinganya menangkap sebuah suara.Dilihatnya Dariel sudah duduk.


"Kau bangun?" Andrea menutup jendela.

__ADS_1


"Sedang apa?" Suara Dariel kedengaran sedikit serak. Andrea mendekat, naik keatas ranjang.


"Wajahmu basah!" Dariel me-lap butir butir air diwajah Andrea dengan telapak tangannya.


"Aku tadi ingin pipis,tapi malah tidak bisa tidur lagi"


"Kenapa kau melakukan itu? Nanti kau sakit"


"Kenapa kau bangun?"


"Kau yang membangunkan ku!" Andrea terkekeh.


"Kau sadar ternyata? Tapi tidak mau bangun!" Andrea memukul pelan bahu Dariel.


"Sekarang aku sudah bangun,lalu kau mau apa hm?"


"Tidak ada,aku hanya iseng tadi."


"Kalau aku yang iseng sekarang bagaimana?"


"Tidak boleh,tidurlah lagi, kau kan harus bekerja,kalau tidurmu kurang kau akan mengantuk dan tidak fokus. Maafkan aku mengganggu mu tadi."


"Minta maaf yang benar!"


Andrea menautkan alisnya. Merasakan firasat aneh dari kata kata suaminya.


"Jangan berulah Tuan!"


"Berulah apa, Aku kan cuma menyuruhmu minta maaf yang benar!"


"Yasudah, maafkan aku suamiku,tidur lah lagi oke?" Dariel masih memandangi Andrea.


"Masih kurang benar?" Dariel mengangguk.


"Kurang benar apanya sih? Sudahlah kalau tidak mau tidur, aku yang akan tidur!"


Andrea kesal,sudah bersiap memunggungi Dariel,tapi secepat kilat tangan Dariel menahan lengan Andrea.


"Tidak akan ku biarkan kau tidur semudah itu!"


"Kau ini kenapa menyebalkan begini sih? Apa mau mu sebenarnya? Kau tidak suka aku tidur disini? Katakan!!" Dariel kaget melihat reaksi Andrea.Tadinya Ia hanya ingin menggoda istrinya itu, tapi melihat Andrea bicara dengan nada keras membuat nyali nakalnya ciut juga.


"Lepaskan aku!! Aku akan tidur dikamar Livya! Dasar menyebalkan!" Melepas paksa lengannya dari pegangan Dariel.Turun lagi dari ranjang. Dengan masih berbalut handuk Ia bergegas menuju pintu.


Kenapa lama lama dia jadi mirip seperti ku! Batin Dariel.


"Rea, berhenti disitu!"


Suara Dariel membuat Andrea menghentikan langkahnya.Dariel mendekat, memeluk tubuh ramping Andrea dari belakang.


"Jangan marah, aku hanya ingin menggoda mu tadi..jangan tidur dikamar Livya,atau aku tidak akan bisa tidur sampai pagi.."


"Kau menyebalkan!!"


"Iya iya, aku menyebalkan,aku jahat sering menggodamu,apalagi?Aku tidak sabaran,hm? Aku suka merobek bajumu?Katakan sesukamu,asal jangan tidur bersama Livya dan meninggalkan ku!"


Andrea tertawa kecil.Luluh juga mendengar suara lemah Dariel.


"Yasudah,aku tidak jadi tidur dikamar Livya!"


Andrea membalikkan badan menghadap suaminya.Memeluk tubuh kekar itu.


"Rea?"


"Ya?"

__ADS_1


"Panggil aku sayang!"


__ADS_2