Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 76


__ADS_3

Rea, apa kabarmu? sepertinya kau sibuk sekali akhir akhir ini, kau jarang menghubungiku. Kau tau, Dariel telah sadar dari koma. Aku sudah memberikan titipanmu padanya..


Andrea menggenggam benda pipih itu. Matanya sudah berlinang membaca pesan yang dikirim oleh Nyonya Lee tersebut. Sudah tiga kali ia membaca pesan itu memastikan tidak salah baca. Dariel sudah kembali. Itu kabar paling baik sepanjang hidupnya.


Tuhan.. terimakasih telah menjawab doaku. Terimakasih telah mengembalikan suamiku..


Suami? Masih berhak kah ia memanggil Dariel suami? Ia sendiri sudah menandatangani surat gugatan cerai untuk Pria itu sebelum meninggalkan ibukota.


"Rea, kau didalam?" suara ketukan pintu memecah pikiran Andrea tentang Dariel. Andrea turun dari ranjangnya dan membuka pintu.


"Sayang!!" Arumi memekik senang dan langsung memeluk Andrea begitu pintu dibuka. "Kau tau? Adikmu Nadine sudah melahirkan! Dave baru saja mengabari Ibu!" wajah Andrea ikut berbinar. Sesaat ia lupa tentang Dariel Lee.


"Syukurlah, Nadine bagaimana?"


"Dia baik baik saja, persalinannya normal dan anaknya perempuan! Mama akan kembali kesana sore ini! Karna sekolah mu belum selesai maka tinggallah disini dulu, oke?"


"Yaaahhh.. Padahal aku juga sangat ingin melihat Nadine dan keponakanku..." cemberut. "Bisakah aku cuti?"


"Sayang jangan begitu, kau baru saja ikut kelas beberapa kali, Mama akan tidak enak hati nanti pada teman Mama yang mengajarimu. Weekend saja kau izin cuti ya?" meski berat Andrea mengangguk juga. Ia memang sudah masuk sekolah desaign sejak dua minggu lalu. Arumi membujuknya untuk mendalami fashion menyadari bakat menggambar Andrea cukup baik Arumi memasukkannya kesekolah desaign yang cukup terkenal ditempat mereka sekarang, salah satu kota yang dijuluki sebagai pusat mode dunia, Paris.


Mereka berencana menetap disini.


Bandar udara Charles de Gaulle seperti tak pernah redup dari keramaian. Andrea melambai kearah Arumi begitu Ibunya itu akan melakukan boarding.


"Jaga dirimu!!" Arumi setengah berteriak. Semangatnya masih sama dengan darah muda. Andrea mengangguk, menghela nafas tak rela. Ia juga sangat ingin ikut. Entah karena Nadine atau sebenarnya malah karena Dariel? Andrea belum jujur pada Ibunya soal Dariel yang telah sadarkan diri. Ia sendiri bimbang, memangnya kalau Dariel sadar apa Ia berhak melihat Pria itu? tidakkan? Huff


Belum sempat Andrea enyah dari posisinya, seorang anak kecil menggerak gerakkan jaket yang dikenakannya membuat Andrea menoleh. Anak kecil itu menyodorkan selembar kertas pada Andrea kemudian tanpa sempat memberi penjelasan berlalu begitu saja. Andrea membuka lipatan kertas dan mengernyitkan dahi begitu membaca isi tulisan didalamnya.


Do you miss me?


Andrea bingung. Menoleh kesana kemari. Uh, Siapa kiranya orang iseng yang mengirimi nya tulisan seperti ini. Andrea menggulung kertas itu dan membuangnya ditong sampah terdekat.


"Siapa yang iseng padaku sih?" mengomel sambil melangkah berniat kembali pulang ke apartement. Andrea memperlambat langkahnya begitu sayup sayup suara gitar dan senandung sebuah lagu kedengaran ditelinganya.

__ADS_1


Tuhan bila masih ku diberi kesempatan.. Izinkan aku untuk mencintanya.. Namun bila waktuku telah habis dengannya.. Biar cinta hidup sekali ini saja...


Deg! Andrea tertegun. Tiba tiba dadanya bergemuruh. Suara yang masih sangat dikenalnya. Benarkah dia? Andrea membalikkan badan dan menemukan seorang Pria tampan dengan gitar ditangannya sedang tersenyum. Beberapa menit berlalu dengan saling tatap, mencari tau isi kepala masing-masing lewat benturan pandangan. Andrea mengepalkan kesepuluh jari lentiknya. Dirasakannya tangannya dingin.


"Do you miss me?" Andrea tak kuasa menjawab. Seketika mereka membuat perhatian orang-orang sekitar terkecoh. Bagaimana tidak, Seorang Pria dengan gaya maskulin dan kadar ketampanan diatas rata-rata bernyanyi untuk seorang wanita mungil dengan kecantikan luar biasa ditengah tengah Charles de Gaulle.


"Rea..."melangkah memposisikan untuk lebih dekat. "..Puji Tuhan aku bisa menemukanmu lagi."


..............


Dipinggir danau itu mereka belum saling bicara. Andrea merasa gugup.Ini sudah lama sekali sejak terakhir mereka bertemu.


"Kau baik baik saja?" Andrea menoleh sebentar lalu mengangguk. Kembali membuang pandangan pada danau yang memercikkan air begitu tangan Pria didepan nya iseng melempari dengan kerikil- kerikil.


"Jangan melakukan itu, kau kebiasaan sekali!" Pria itu tersenyum. Berbunga hatinya mendengar lagi omelan Andrea, sudah lama sekali.


"Apa yang kau lakukan di sini Rea?" Pria itu memilih menurut dan mengambil tempat disamping Andrea. "Jujur aku terkejut melihatmu di Bandara tadi, mulanya aku kira mataku yang bermasalah, karna otakku sering memikirkanmu belakangan ini, tapi ternyata tidak. Hehe" Andrea tersenyum saja.


"Menurutmu bagaimana?" Andrea balas bertanya. Pria itu menatapnya sebentar. Berpikir.


"Kau masih sangat cantik, tubuhmu sepertinya masih oke..." Andrea tertawa kecil. "Katakan kau belum menikah.."


"Aku Ibu satu anak." jujur. Pria itu terdiam sebentar, lalu menyunggingkan senyum menetralisir kekecewaan hati nya.


Ibu satu anak? Akh.. Jadi dia sudah memiliki anak?


"Kenapa kau buru-buru sold out tidak menungguku?" Andrea tersenyum. "Katakan siapa Pria yang beruntung itu?" Andrea tak langsung menjawab, pikirannya melayang dan berlabuh pada sosok CEO ING GROUP, Sang Bos eksekutif yang disegani banyak orang, Pria kaya dengan harta kekayaan yang mungkin tujuh turunan saja tidak akan habis. Alexander Dariel Lee. Haruskah ia mengatakan nya?


"Tidak usah bahas itu, lagipula Kami sedang dalam proses perceraian."


"Apa?! Bercerai? Tapi kenapa?Apa dia memukulmu?katakan!"


"Kenapa kau jadi emosi?" tertawa kecil. "jangan berlebihan,aku kan bukan siapa siapamu.." Pria itu membuang nafas kasar. Dengan berani menggenggam jemari Andrea.

__ADS_1


"Rea,maafkan aku. Maafkan aku atas segala kesalahanku dimasa silam, kesalahanku yang tidak mempercayaimu. Meninggalkan mu. Maafkan aku.." Andrea tersenyum tulus. Mengangguk tanda ia sudah memaafkan. Ia memang tidak pernah menyimpan dendam selama ini, tidak pernah. Baginya yang sudah berlalu tidak perlu dipermasalahkan lagi.


"Jadi bagaimana kabar Briana?"


"Aku tidak tau. Aku kesini juga karena ingin menjauhinya."


"Aku pikir kalian sudah menikah, hidup bahagia punya anak-anak yang lucu.."


"Tadinya aku juga sempat berencana begitu saat kemarahan membuatku buta dengan cintamu, aku putus asa, tapi itu tidak akan terjadi setelah aku tau kebenarannya! aku memang Pria yang bodoh. Bisa bisanya aku tidak mengetahui kelicikannya selama ini!"


"Semua sudah berlalu." ujar Andrea ikhlas. Detik berikutnya ia menautkan alis begitu memergoki Pria disampingnya sedang memperhatikan dirinya intens.


"Apa ada sesuatu diwajahku?" mengusap wajahnya berpikir mungkin ada sampah yang nyangkut. Meskipun diParis hal itu tidak lumrah terjadi. Pria itu menggeleng.


"Segitunya kau menatapku,aku pikir.."


"Aku hanya sedang menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang sempat aku acuhkan." Andrea tergelak.


"Ternyata dua tahun ini kau tidak banyak berubah, masih suka menggombali wanita." keduanya tertawa ringan.


Aku penasaran sekali dengan Pria yang menikahimu Rea. Roy bilang dia seseorang yang berkuasa, bahkan Dia bisa membuat hidup Roy berubah suram hanya karena menyentuhmu, akh, tentu saja, aku juga hampir membunuhnya kemarin saat aku mengetahui semuanya dan menemukan si brengsek itu! Tapi kenapa kau berpisah dengan suamimu? Apakah kau hanya dijadikan pelampiasan nafsunya semata? setelah bosan ia mencampakkanmu begitu? Benarkah dugaanku? Rea,maafkan aku. Kau pasti banyak menderita selama ini. Jika aku berusaha maukah kau memulainya lagi dari awal bersamaku? Maukah kau mempercayaiku lagi? maukah kau membina cinta kita lagi yang sempat terkubur waktu?


Rea?"


"Hemm?"


"Apa panggilanmu untukku dulu?bisa kau ucapkan lagi?" Andrea nampak berpikir sebentar. Agak ragu ia mengatakannya. Tapi kemudian Ia tertawa sendiri.Entah kemana gugup yang tadi ia rasakan, mungkin sudah terbang dibawa angin sore kota Paris.Pelan tapi pasti mulutnya bergerak...


"Kau, Damianku yang tampan!"


...........


Sorry lama ya readers. Makasih buat yang masih setia di IMMT kalian luarbiasa❤

__ADS_1


__ADS_2