
Livya sudah kelelahan menyalin tugas dibukunya ke buku lain milik Sheril.Tangannya mulai kebas.Gadis itu tidak mengerjakan tugas yang diberikan dosen seminggu lalu,jadilah Ia dihukum mengerjakan tugas 10 kali lipat.Tapi malah Livya yang mengerjakannya, gadis itu tinggal memberi tip dan sudah terima beres.Uang dari hasil mengerjakan tugas orang lain Livya simpan untuk memenuhi sebuah cita cita masa kecilnya.Berkeliling ke tujuh negara berbeda.
Dulu saat pertama kali Ia melihat tujuh keajaiban dunia disebuah buku pelajaran, Livya sangat kagum.Dari sekian banyak negara didunia hanya tujuh negara yang punya bangunan menakjubkan.Sejak saat itu Livya rajin menabung,tapi Ibunya selalu tau dimana Ia menyimpan uang dan akan mengambilnya tanpa sisa.
Saat mulai kuliah,diam diam Livya membuat sebuah kartu ATM untuk menyimpan uang uangnya.Supaya tidak ada yang tau,terutama Ibunya.Livya tidak tau apakah cita-cita nya mungkin terjadi,tapi kalau terkabul, Ia akan mengajak serta kakaknya, Andrea.Betapa Ia sangat menyayangi gadis itu dihidupnya.
Andrea bahkan rela tidak kuliah hanya untuk bekerja mencari uang lebih untuk mendaftar kan Livya kuliah di Universitas yang bagus, rela memberikan uang simpanannya pada Livya agar gadis itu bisa membeli pakaian yang pantas saat kuliah. Ia tidak pernah membolehkan Livya membantunya mencari uang dengan bekerja paruh waktu.Bahkan dulu saat mereka masih kecil,Ia sering mengakui kesalahan yang diperbuat Livya agar gadis itu tidak dimarahi Ibunya, dan akhirnya ia yang akan dihajar sampai menangis.
"Sedang apa?" Sebuah suara membuat Livya menoleh.Ia terkejut menyadari siapa yang kini ada didepannya.
Livya masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Ia menoleh kebelakang dan kesamping memastikan kalau Orang didepannya mungkin tidak sedang bicara padanya.Tapi tidak ada siapapun disini, hanya mereka berdua.
"Ryu?" K, Kau bicara padaku?" Livya menunjuk dirinya sendiri.Seseorang yang tak lain adalah Ryuga itu tertawa kecil melihat reaksi yang ditunjukkan Livya.Kemudian Ia duduk dikursi depan Livya menghadapkan wajahnya pada gadis itu.
"Sedang mengerjakan tugas?" Tanya Ryuga sambil memperhatikan buku buku dimeja. Livya mengangguk pelan. Kemudian meraih pena yang tadi sempat terlepas dari tangannya dan berniat melanjutkan menulis. Tapi tangannya malah gemetaran.Dan hal itu tidak luput dari perhatian Pria didepannya.
"Kau lucu sekali!" Ryuga tersenyum lebar menampakkan barisan giginya yang putih itu.
Aaaaaa dia bilang aku lucu?
Livya tersenyum sungkan.
"Mau kubantu?" Tawarnya. Livya menggeleng.Cepat cepat Ia memasukkan semua buku buku dimeja kedalam tasnya.
"I,ini sudah hampir selesai,A,aku akan menyelesaikan kan nya nanti! Lalu,
A, Apa yang kau lakukan disini?" Livya tergagap menahan kegugupannya.Tapi Ia penasaran juga.Kenapa Ryuga bisa ada dikelasnya?Apakah mencari Sheril?
"Menemuimu..."
Deg! Livya terpaku ditempatnya.Nafasnya serasa menumpuk dirongga dada.Jantungnya serasa berhenti berdetak saat itu juga mendengar jawaban Pria tampan itu.
Aaaaaaa jangan mempermainkan ku Tuhan! Kau tidak sedang menyuruh malaikatmu menyamar jadi Ryuga kan?!
"Hey," Ryuga melambai lambaikan tangannya ke depan wajah Livya.Membuat gadis itu terkesiap. "Ya?"
"Kau baik baik saja?" Tanya Ryuga.
__ADS_1
Bagaimana aku bisa baik baik saja kalau kau begini!!!
Livya mengangguk pelan.
"Diluar sudah sepi,dan Kau masih disini,apa kau tidak takut?"
"Aku sudah biasa,Hehe"
"Mau pulang bersama?"
"HAH?!" Livya langsung berdiri sambil menggeprak meja.Ryuga terkejut melihat respon yang ditunjukkan gadis itu. Livya tersadar dengan reaksinya yang berlebihan,Ia pun segera duduk kembali.
"Hehe, maaf..."
Duh, kenapa aku begitu sih tadiiii? Dia pasti ilfeel kan?!! Aaaaaaa Livya bodoh, kenapa tidak belajar anggun seperti Sheril sih?!
Diluar dugaannya,Ryuga malah tergelak.
"Ayo!" Ajaknya sambil bangkit berdiri.
"Kau tidak mau pulang bersamaku?" Tanya Ryuga sambil tersenyum simpul. Livya langsung menyambar tasnya mengejar Ryuga yang kini sudah bergerak menjauh.
Aaaa Ryuga sayang, kau manis sekali!!!
"Dimana rumahmu?" Tanya Ryuga setelah mereka berdua sudah dalam diperjalanan.
"Tidak perlu mengantarku sampai rumah" Turunkan aku dipersimpangan saja"
Rumahku sarang tikus,matamu akan sakit kalau melihatnya!
Ryuga menepikan mobilnya dipersimpangan yang dimaksud Livya.
"Terimakasih tumpangan nya, Ryu" Ucap Livya lalu tangannya meraih handle pintu mobil. Belum sempat pintu dibuka,Ryuga menahan lengan gadis itu.Tubuh Livya sontak menegang mendapat sentuhan dari Orang paling populer dikampusnya itu.
Livya menduga duga apa yang akan dilakukan Ryuga padanya.Didrama yang sering Ia tonton biasanya Si pemuda akan menarik tangan gadisnya, mendekatkan wajahnya,kemudian Kiss!
Mata Livya membulat ketika Ryuga benar benar mendekatkan wajahnya,Spontan Livya memejamkan mata.
__ADS_1
Kok belum terasa?
Livya membuka matanya sebelah mencoba mengintip yang dilakukan Ryuga.Pria itu mengambil sesuatu diatas kepala Livya.
"Bagaimana sampah daun ini ada dikepalamu?"
"Hah?" Livya menatap tak percaya Pria dihadapannya.Ryuga menunjukkan daun kecil yang diambilnya dari rambut atas Livya.Kini posisi duduk Pria itu sudah kembali seperti semula.Livya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Menyadari betapa jauh khayalan nya berpikir seorang Ryuga mau menciumnya tadi.
Memalukan! Seharusnya aku tidak buru buru memejamkan mata tadi!
"Kalau begitu aku permisi" Livya tersenyum sungkan kemudian membuka pintu mobil. Ryuga memajukan mobilnya.Livya mencak mencak ditempatnya.Betapa Ia sangat malu dengan kelakuannya tadi.
Ryu, maafkan aku berpikir kau akan menciumku, kau tidak ilfeel padaku kan? Aku janji tidak akan pernah berpikiran begitu lagi! Aku akan belajar anggun seperti Sheril,aku akan menjadi wanita yang manis,aku akan rajin merawat kulitku,aku akan rajin, rajin apalagi ya? Aaaaaa aku sudah gila!!!
Tiba tiba Mobil Ryuga yang sudah agak menjauh itu bergerak mundur.Livya buru buru berdiri tegak dan memasang senyum terbaiknya begitu Mobil itu berada disampingnya.
"Kau kembali?" Sudut sudut bibir Ryuga terangkat membentuk senyuman melihat sikap manis Livya.
"Berikan aku nomor ponselmu" Ucap Ryuga sambil memberikan ponselnya dengan satu tangan.Mata Livya membulat.
"K,Kau tidak sedang bercanda kan? A,Apa kau demam hari ini?" Entah keberanian darimana Livya menyentuh dahi Ryuga,menempelkan telapak tangannya.
"Tidak panas!" Katanya dengan polosnya. Ryuga tergelak.Lyvia tersadar dengan kelakuan nya.
"Eh, Maaf, maafkan aku"
Mati aku!!! Livyaaaaa!!! kapan kau tidak bertingkah bodoh sih?!! Mana janjimu ingin menjadi gadis manis dan anggun!!
"Sudah tidak apa apa,kau ingin memberikannya atau tidak?"
"A,Apa kau yakin?"
"Kenapa kau lucu begini sih?" Ryuga tersenyum. "Berikan aku nomor ponselmu" Ulangnya.
Livya girang setengah mati,Ia melompat lompat bahagia ketika mobil Ryuga sudah meninggalkan nya lagi.Apakah Ryuga akan meneleponnya? Bibir Livya tidak bisa berhenti mengukir senyum membayangkan itu.Gadis itu tidak sadar mata Ryuga memperhatikan nya dari balik spion sejak tadi.Melihat gadis itu nampak sangat bahagia membuat Ryuga juga mengukir senyum terbaiknya.
Apa semua gadis sebahagia itu saat ada Pria yang meminta nomor ponselnya?
__ADS_1