Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 25


__ADS_3

"Kakaaaaaakkk!!!"


Livya langsung memeluk tubuh Andrea dari belakang begitu menemukan keberadaan Andrea dirumah.


"Ih,lepas dulu, aku bau keringat!" Andrea yang sedang memasak berontak,tapi Livya enggan melepaskan.


"Kenapa kau,hm?Sepertinya bahagia sekali?"


"Tentu saja! Kau tau, Ryuga bilang apa tadi padaku?"


"Apa?"


"Dia mengajakku pacaran kak! Aaaa!" Andrea tersenyum melihat Livya memekik senang.


"Aish, rupanya adikku yang suka ngompol ini sudah dewasa,Kalau begitu kenalkan dia padaku,ajak dia makan malam disini!"


Livya terdiam.


"Kenapa diam? Kalau dia menyukai mu, dia juga harus menyukai keluargamu,kan? Kau takut pada Ibumu?" Selidik Andrea. Livya menggeleng.


"Sebenarnya aku belum menerima nya,hehe"


Livya mengingat kembali kebersamaan nya dengan Ryuga..


~


"Bagaimana kalau kita pacaran?"


"Apa?!" Livya histeris, dan suaranya membuat Ryuga seketika menutup telinga.


"Maaf,maafkan aku.." Livya menunduk merasa malu dengan sikapnya.


"Jadi bagaimana? Kau mau?"


Livya menoleh kearah Ryuga, menatap manik mata cerah itu.


"K, kau, kau bercanda kan? K, kau, ti, tidak serius mengatakan nya kan?"


"Aku tidak pandai bercanda." Singkat,padat, akurat.Livya memegang dadanya yang serasa bergemuruh didalam.


"Kenapa kau tega sekali..." Gumamnya pelan namun masih bisa didengar oleh Ryuga.


"Kau baik baik saja?" Ryuga mulai cemas lagi. Livya menggeleng.


Kurasa aku takkan pernah baik baik saja kedepannya jika ini benar kenyataan Ryu...


"Ryu,tolong cubit aku!" Dahi Ryuga berkerut mendengar permintaan Livya.


"Kau bercanda?"


"Aku serius, ayo cubit aku! kurasa aku mimpi, aku pasti masih pingsan!" Ryuga nampak menahan senyum.


"Ini nyata Livya, ini bukan mimpi.."


"Cubit saja!"


"Apa kau yakin?" Livya mengangguk.Meski ragu akhirnya Ryuga melakukan apa yang disuruh Livya.


"AWW!! SAKIT!" Jerit Livya begitu kulit putihnya dipatuk.Matanya mulai berkaca kaca.


"Eh, terlalu kuat ya? Maaf ya, jangan menangis..." Ryuga mengusap pelan punggung Livya berusaha menenangkan.


"Ternyata bukan mimpi ya hiks hiks..Oh dewa amor,aku harus senang atau sedih?" Dua butir airmata sudah keluar.


"Memangnya kenapa kalau ini bukan mimpi? Apa aku begitu buruk bagimu hingga kau tak ingin bersamaku dikenyataan, hm?"


Astaga Ryu.. bisa bisanya kau bicara begitu, seujung kuku pun kau tak ada buruk buruknya, mengerti? kepalamu itu terbentur dimana sih?kenapa kau jadi sangat manis begini...


"Kau menolakku?" Livya dengan cepat menggeleng. Ryuga tersenyum. "Berarti?"


"Aku, aku.. bisakah.."


"Katakan Livya, jangan membuatku mati penasaran!"


"Aku, aku ingin lihat seberapa jauh keseriusan mu padaku..."


Bicara apa aku! Aish, apa dia tersinggung?

__ADS_1


"..Ini pertama kalinya ada Pria yang mendekati ku,dan itu kau.. Kau sangat populer dan banyak digilai wanita, dan aku sangat jelek,orang orang akan bilang apa kalau kau bersamaku? Buktikan kepadaku kalau ini bukan halusinasi ku...Buktikan kepadaku kau serius dan tidak hanya ingin mematahkan hatiku.."


Apa aku sudah terlihat keren? Aish, sebenarnya aku ini salah tidak sih? Ryu maaf yaaaa, aku juga tidak tau kenapa aku malah bicara begini,padahal dekat denganmu kan adalah salah satu impianku... Apa kau marah?


"Baik."


"Heemm?"


"Baik,akan kubuktikan padamu..."


Hati Livya berdesir.


"Ayo, aku antar kekelasmu.Mulai detik ini Aku akan menjadi CALON pacar yang baik untukmu!" Ucap Ryuga menekankan kata calon. Livya tertawa kecil.


"Sungguh kau akan melakukan nya Tuan Muda?"


"Jangan meremehkan aku,aku Ryuga.Aku Pria yang langka kau tau? tidak ada yang tidak bisa kulakukan, termasuk menaklukkan hatimu,lihat saja nanti!" Ujar Ryuga dengan senyum bangga.


Nanti? sejak dulu juga kau sudah menaklukkan hatiku!


"Maaf ya membuatmu susah..."


"Aku senang dengan jawaban mu." Bibir Ryuga menyunggingkan sebuah senyuman manis,jemarinya menggenggam erat jemari Livya,mmebuat Livya mati matian menahan diri untuk tidak menjerit kegirangan sekarang.


~


"Aish, sok keren!" Komentar Andrea. Livya tertawa ringan. "Jangan terlalu lama mengulur waktu,Kalau dia kepincut dengan gadis lain baru tau rasa!"


"Kenapa kau menakutiku?! Tidak masalah, aku akan menangis seharian, setelah itu hatiku pasti akan membaik kok!"


"Mulutnya..." Livya tergelak kemudian pamit untuk membersihkan diri.


Andrea berdiri sendiri dibalkon kamar Livya menatap bintang bintang dilangit malam yang cerah,sisi sisi rambut nya berterbangan disapu angin.Tanpa selimut Ia membiarkan udara yang bergerak itu menyingkap sedikit piyamanya, menelusuri kulit nya sampai ketulang.


Malam sudah beranjak larut,Livya sudah terlelap sejak tadi tapi Andrea masih setia dengan alam sadarnya.Setelah memberitahu kalau Suaminya tidak pulang untuk beberapa hari pada semua orang dirumah saat makan malam tadi, Livya dengan riangnya memboyong Andrea untuk tidur dikamarnya.


Andrea menggenggam erat ponsel pintar ditangannya.Sejak tadi Ia menahan diri untuk tidak menghubungi Dariel.Ia berasumsi mungkin Dariel akan terganggu kalau Ia menghubungi lebih dulu.Tapi Dariel belum memberinya kabar, dan itu membuat Andrea gelisah.


Namun senyum seindah bintang dilangit langsung muncul begitu sebuah notif pesan dari Dariel diterimanya.


"Apa apaan sih Dia ini,mengirim pesan kosong! Apa coba..." Andrea ngomel sendiri melihat isi pesan Dariel kosong tanpa tulisan apapun.Kemudian masuk lagi sebuah pesan kosong berikutnya.Dan masuk lagi untuk ketiga kalinya.


Hentikan omong kosong mu, Tuan! Send.


Bukannya pesan yang diterimanya,ponsel itu malah berdering menandakan ada sebuah panggilan masuk. Andrea berusaha menahan senyum melihat nama dilayar.


"Ya?"


'Ketus sekali!'


"Katakan ada apa?"


'Kau marah?'


"Tidak."


'Lalu apa ini? tidak ada manis manisnya bicara padaku..'


"Tidurlah."


'Aku tidak bisa tidur!' Sebenarnya aku baru kembali,tadinya aku sangat lelah dan ingin tidur, tapi aku baru tersadar aku melupakan seseorang.Sejak sampai disini aku sangat sibuk sampai lupa mengabari istriku, maaf ya?'


"Istri yang mana yang kau bicarakan?"


'Hentikan Rea, kau tau siapa yang kumaksud'


"Tidak sama sekali." Andrea yang tadinya ingin pura pura kesal malah kesal beneran. Terdengar Dariel menghela nafas berat disana.


'Aku merindukanmu..' Maafkan aku.Kau boleh menghukumku saat aku kembali nanti, oke?'


"Kenapa harus dihukum? Kau tidak salah, aku juga tidak salah kan mempertanyakan nya?"


'Kau sedang mens? Jangan membuat ku gemas!'


"Aku mengantuk sekali,aku ingin tidur.Aku akan,"


'Berani menutup telfonku habis kau!!'

__ADS_1


Andrea kaget mendengar bentakan Dariel. Nafasnya mulai berat menandakan Ia sedang kesal juga disana.


'Aku sudah bekerja keras agar tidak membuang waktu terlalu lama disini,aku ingin kembali secepatnya padamu! Aku tidak mau meninggalkan mu sampai dua hari itu terlalu lama bagiku! Maaf kalau pekerjaanku membuat ku lupa mengabarimu, maaf kalau perkataan ku menyinggung mu! Oh, mungkin kau yang sebenarnya tidak ingin aku mengganggu mu? tidak ingin aku kembali cepat? tentu saja, seharian kau juga tidak mengabariku kan? apa pedulimu!'


Andrea terdiam.Menggigit bibir kuat kuat agar isak tangis nya tidak keluar. Airmata sudah menggenang dipipi mulusnya.Kenapa malah jadi begini? Batinnya. Beberapa saat tidak terdengar suara apapun.Hening.


'Kau ingin tidur kan? Pergilah.Maaf kalau aku mengganggu mu." Suara Dariel melemah.


"Sayang...hiks hiks!"


Dariel yang ingin menutup sambungan telepon dengan Andrea membatalkan niatnya begitu suara Istri mudanya itu terdengar.


'Kau menangis?'


Andrea mulai tak bisa menahan diri.Isak tangisnya semakin jelas terdengar.


"Jangan marah.." Andrea merengek. Dariel mengusap wajahnya kasar,perasaan bersalah menggelayuti nya karna membuat Andrea menangis.


"Aku memang istri yang tidak berguna, maafkan aku, jangan marah padaku, tidak boleh...hiks hiks.." Airmata Andrea semakin deras,hatinya sakit menyadari keegoisannya sampai membuat Dariel murka tadi.


'Berapa kali harus kukatakan jangan membuang-buang airmata mu?' Berhenti menangis..'


"Dia keluar sendiri...bukan aku yang meminta nya keluar dari mataku!"


Dariel menyunggingkan senyum mendengar candaan Andrea.


Masih sempat sempatnya bercanda! Aish wanita ini... Awas kalau aku kembali nanti!


"Kau masih disana?" Tanya Andrea.


'Kau ingin aku pergi?'


"Tentu saja tidak! kenapa kau jadi tidak peka begini Tuan? Istrimu ini sedang menangis dan kau hanya diam disitu!"


'Kau ingin aku melakukan apa?'


'Tentu saja membujukku, merayuku.. apalagi?"


Dariel tertawa kecil.


'Aku sedang jauh,Kalau aku didekatmu sudah sejak tetesan pertama air matamu aku membujukmu!'


"Caramu membujuk sungguh brutal!"


Dariel benar benar tertawa sekarang.Andrea merasa hatinya kembali berbunga bunga mendengar gelak tawa Dariel.Sudut sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman.


'Aku hanya bisa membujuk mu dengan cara brutal! Kupikir kau menyukainya!'


Andrea mengerucut kan bibirnya.


"Ya, baiklah, hanya denganmu saja aku akan menyukainya, kau senang?"


'Tentu, memang kau akan melakukan nya dengan siapa lagi,hm?'


"Tentu saja dengan suami kedua ku!"


Deg! Aish, bicara apa aku barusan!


"Em, maksudku..."


'Aku tidak mengizinkannya!' Dariel memotong Andrea yang belum selesai dengan bicaranya.


'Hanya aku yang akan jadi suamimu!'


"Sayang,"


'Jangan pernah berpikir untuk mencari orang lain lagi ! Sekalipun kau ingin,itu tidak akan pernah terjadi! '


"Tuan,sepertinya kau melupakan sesuatu! Kau dan aku,kita..kita menikah,"


Tut.


Andrea menatap benda kecil dalam genggaman nya, sambungan telepon sudah diputus sepihak oleh Dariel.


Sementara ditempatnya Dariel sudah melemparkan ponsel pintarnya kedinding hingga benda itu hancur berserakan dilantai.


Dariel mengacak rambutnya frustasi. Beberapa kali kakinya menendang sofa didekatnya.

__ADS_1


Berani sekali kau ingin melepaskan diri dariku? Kenapa kau berpikir ingin pergi dariku? Apa benar sedikit pun kau tidak ada keinginan untuk memilikiku? Aku tidak percaya Rea! Aku tidak percaya kau tidak mencintaiku! Akh! Shit! Kenapa kau membuatku gila hanya dalam waktu sekejap? Kenapa kau membuatku merasa ingin memiliki mu selamanya?! Kau bahkan membuatku lupa pada Aletta! dan begitu mudahnya kau katakan tentang suami kedua? Cih, aku akan membuat kau membayar semua yang kau lakukan kepadaku! Kau yang meminta aku menikahi mu, maka, kalau bukan aku yang ingin berpisah jangan harap kau bisa mencari orang lain!


__ADS_2